- Beranda
- Stories from the Heart
Bintang Itu Bersinar
...
TS
kurniawanjack
Bintang Itu Bersinar

Tentang Jack dan tentang masa remajanya
Cowok SMK yang gak jauh-jauh dari kata:
-Nyebelin
-Rusuh
-Brengsek
-Absurd
-Trouble maker
Karna moto hidupnya waktu SMK adalah
" Mumpung masih sekolah. Cari warna! Soalnya kalo udah gede di tuntut cari duit terus, gak ada waktu buat cari warnanya. Kalo bisa pun, gak jauh-jauh dari cari warna buat istri sama anak"
Moto yang aneh bukan? Memang, dan jack baru sadar saat dia sudah dewasa.
Quote:
Semoga kalian juga mendapatkan Bintang kalian sendiri
Quote:
Quote:
Silahkan dibaca ya
Diubah oleh kurniawanjack 16-01-2022 02:40
nona212 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
6.2K
48
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kurniawanjack
#2
Eps 2 Tiya
Masa pengenalan lingkungan berakhir dan anak baru udah saling kenal satu sama lain, kakak-kakak osis mendapatkan penggemar, dan gue mendapatkan banyak kenalan anak kelas satu
.
Gue juga udah mulai chattingan sama riska dan sering ke kantin bareng, oh iya riska ini masuk ke kelas 1 Tata Busana (iya lah masa baru masuk langsung kelas dua
),dan gue kelas 2 TKJ(Tekhnik komunikasi dan jaringan).
Saat itu gue lagi benerin wifi sekolah (nama nya juga anak jaringan) ,wifinya itu ada di depan lab Tata Busana jadi gue bersuka rela memperbaiki (padahal pengen ketemu riska
) .dan bener aja gue ketemu sama riska.
Riska
: "hai lagi sibuk?" nyolek pundak kiri gue.
Trus gue Balikin badan gue, penasaran siapa yang tadi ngomong.
Gue
: "eh riska, mau ke lab? "
Riska
: "enggak"
Gue
: "trus mau kemana? "
Riska
: "mau ketemu kamu "
Gue
: "hah? " Buset nih anak
Riska
: "becanda, udah terusin gih kerja'an kamu"
Gue
: "hey resletingnya tuh" joke lama yang selalu berhasil
Karena resleting cewek di belakang jadi Dia pegang tuh resleting pakek tangan kiri sambil berusaha ngelihatin.
Riska
: "isshh, nyebelin!!! " ngelempar buku tapi gue bisa tangkis(buset kayak lagi perang) tapi tiba-tiba ada serangan susulan yang mendarat di lengan kiri gue(gue di cubit).
Gue
: "adaaww sakiitt, lepasiin" temen-temen gue malah ketawa
.
Yah begitulah gue sama Riska waktu itu udah mulai akrab(akrab di sini udah termasuk beberapa kekerasan fisik), bahkan sering ke kantin bareng. Akhirnya kerja'an gue pun selesai, bergegaslah gue sama temen-temen gue ke lab TKJ, tapi waktu gue berjalan beberapa langkah ada temen cewek gue tanya (namanya tiya gue sering panggil dia kalkun karena dia kalo ngomong gak ada spasi nya).
Tiya
: "pacar lo ya"
Gue
: "bukan kok, gue…" belum selesai gue ngomong dia langsung ninggalin gue sama temen-temen, ternyata dia udah di panggil sama guru gue (gue kira dia marah
)
Dana
: "tapi lo akrab banget sama dia" nyenggol tangan kiri gue dengan sikut nya.
Gue
: "terus kalo gue akrab sama lu, gue pacar lu gitu? "
Dana
: "kalo mau juga gakpapa "
Gue
: "mangkannya kalo nge b*k*p nonton yang cewek, lo sukanya nonton yang gay gay sih" temen-temen yang lain ketawa.
Gak lama kemudian gue sampai di lab, dan gue lihat tiya juga lagi ngobrol sama guru.
Waktu istirahat hampir tiba, gue beresin barang-barang gue dan langsung ke kantin, "Semoga Bintang Ku Berada Di Sana" ucapku dalam hati. Tapi ternyata riska udah di depan pintu lab gue.
Riska
: "ayo cepetan" melambaikan tangan ke gue dari pintu lab
Tiya
: "noh udah di cari'in nyonya jack" pas di kata-kata jack dia menekuk jari telunjuk dan jari tengah beberapa kali, gak tau apa maksudnya tapi aku sering liat buat memperjelas kata-kata (gue gak tau apa maksudnya
)
Gue
: "kalo mau ikut ya ayok" Kenapa gue ngomong gitu
.
Tiya
: "tapi lo yang bayarin yak"
Gue
: "gampang lah"
Gue berjalan keluar lab tapi tiya ngikutin
.
Gue
: "hay, maaf nunggu lama, kenalin nih tiya panggil aja dia kalkun" gue dicubit
terus dia berjabat tangan dengan riska.
Riska
: "aku riska, masa temen sendiri di panggil gitu"
Gue mau ngomong tapi udah keduluan kalkun.
Tiya
: "iya nih, jack kalo di kelas suka nyebelin " ngobrol sambil jalan. Tapi gue jalan di belakang mereka.
Gue
: "salah sendiri"
Tiya
: "salah apaan"
Gue
: "hidup"
tiba-tiba tiya berhenti alhasil gue nubruk tiya dan dia langsung nginjek kaki gue dengan keras (sepertinya gue harus manggil kpai), kemudian tiya gandeng tangan riska dan langsung ninggalin gue. Riska noleh ke gue dan dia tersenyum.
gue
: "tungguin gue" gue kejar mereka.
Sesampainya di kantin kami cari tempat duduk yang kosong, dan gue nemuin tempat yang kosong di deket tembok sehingga gue bisa bersandar. Gue duduk bareng riska dan tiya di depan riska. Setelah memilih makanan
gue mulai obrolan.
Gue
: "udah mau tes nih"
Tiya
: "trus? "
Gue
: "ya contekin kek"
Tiya
: "gak mao, lu aja masih nyebelin ke gue"
Gue
: "ya maaf"
Tiya
: "gini aja lu bilang maaf, kemaren-kemaren kenapa? " gue diem daripada masalahnya makin gede.
Dan gue sadar dari tadi riska gue diemin, gue chat lah dia (padahal dia ada di sebelah gue
)
gue
: "kenapa kok diem aja dari tadi? " Hp nya geter trus dia buka dan langsung noleh ke gue dengan muka penasaran.
riska
: "gakpapa, deket gini kok malah nge chat" dia senyum dan langsung gue balas chat nya dia.
gue
: "hello gakpapa nya cewek itu misteri, jujur aja kamu kenapa? " gue noleh ke riska dia sedikit senyum dan langsung bales chat gue.
riska
: "takut ganggu kamu sama dia"
gue
: "anggap aja dia gak ada "
Riska
: "hantu? "
gue
: "setan"
riska
: "sama aja dong"
gue
: "ya kan emang"
riska
: "dasar"
Tiya sadar kalo kami lagi ngobrol di chat.
Tiya
: "ngobrolin apa sih kayak rahasia banget?"
Makanan kami sampai dan gue bales pertanyaan tiya.
Gue
: "ada deh"
Setelah itu kami makan dan gak ngobrol lagi.
Gue skip sampai pulangnya, dimana gue sama riska udah ada di dalem bis.
Gue
: "besok sabtu kan? "
Riska
: "iya, emang kenapa? "
Gue
: "jalan yuk"
Riska
: "sabtu pagi? "
Gue
: "sabtu sore lah"
Riska
: "kirain sabtu pagi, kalo sabtu pagi aku ada urusan soalnya "
Gue
: "kalo sorenya? "
Riska
: "gak ada"
Gue
: "berarti mau kan jalan"
Riska
: "mau gak ya?, kepo" nyolek dagu gue pakek telunjuknya.
Gue
: "seriusan "
Riska
: "iya mau kok, emang tau rumahku? "
Gue
: "gampang lah nanti tanya-tanya orang situ"
Riska
: "nih aku kasih aja alamatnya " dia kasih alamatnya lewat watsapp.
Gue
: "widih makasih cantik, tuh udah mau nyampe desa kamu"
Riska
: "gini aja baru bilang cantik, yaudah sampe ketemu besok"
Gue
: "iya, hati-hati "
Riska pun turun, dan gue melambaikan tangan ke dia lewat jendela bis.
.Gue juga udah mulai chattingan sama riska dan sering ke kantin bareng, oh iya riska ini masuk ke kelas 1 Tata Busana (iya lah masa baru masuk langsung kelas dua
),dan gue kelas 2 TKJ(Tekhnik komunikasi dan jaringan).Saat itu gue lagi benerin wifi sekolah (nama nya juga anak jaringan) ,wifinya itu ada di depan lab Tata Busana jadi gue bersuka rela memperbaiki (padahal pengen ketemu riska
) .dan bener aja gue ketemu sama riska. Riska
: "hai lagi sibuk?" nyolek pundak kiri gue. Trus gue Balikin badan gue, penasaran siapa yang tadi ngomong.
Gue
: "eh riska, mau ke lab? " Riska
: "enggak"Gue
: "trus mau kemana? "Riska
: "mau ketemu kamu "Gue
: "hah? " Buset nih anakRiska
: "becanda, udah terusin gih kerja'an kamu"Gue
: "hey resletingnya tuh" joke lama yang selalu berhasilKarena resleting cewek di belakang jadi Dia pegang tuh resleting pakek tangan kiri sambil berusaha ngelihatin.
Riska
: "isshh, nyebelin!!! " ngelempar buku tapi gue bisa tangkis(buset kayak lagi perang) tapi tiba-tiba ada serangan susulan yang mendarat di lengan kiri gue(gue di cubit). Gue
: "adaaww sakiitt, lepasiin" temen-temen gue malah ketawa
.Yah begitulah gue sama Riska waktu itu udah mulai akrab(akrab di sini udah termasuk beberapa kekerasan fisik), bahkan sering ke kantin bareng. Akhirnya kerja'an gue pun selesai, bergegaslah gue sama temen-temen gue ke lab TKJ, tapi waktu gue berjalan beberapa langkah ada temen cewek gue tanya (namanya tiya gue sering panggil dia kalkun karena dia kalo ngomong gak ada spasi nya).
Tiya
: "pacar lo ya"Gue
: "bukan kok, gue…" belum selesai gue ngomong dia langsung ninggalin gue sama temen-temen, ternyata dia udah di panggil sama guru gue (gue kira dia marah
)Dana
: "tapi lo akrab banget sama dia" nyenggol tangan kiri gue dengan sikut nya. Gue
: "terus kalo gue akrab sama lu, gue pacar lu gitu? "Dana
: "kalo mau juga gakpapa " Gue
: "mangkannya kalo nge b*k*p nonton yang cewek, lo sukanya nonton yang gay gay sih" temen-temen yang lain ketawa. Gak lama kemudian gue sampai di lab, dan gue lihat tiya juga lagi ngobrol sama guru.
Waktu istirahat hampir tiba, gue beresin barang-barang gue dan langsung ke kantin, "Semoga Bintang Ku Berada Di Sana" ucapku dalam hati. Tapi ternyata riska udah di depan pintu lab gue.
Riska
: "ayo cepetan" melambaikan tangan ke gue dari pintu labTiya
: "noh udah di cari'in nyonya jack" pas di kata-kata jack dia menekuk jari telunjuk dan jari tengah beberapa kali, gak tau apa maksudnya tapi aku sering liat buat memperjelas kata-kata (gue gak tau apa maksudnya
)Gue
: "kalo mau ikut ya ayok" Kenapa gue ngomong gitu
.Tiya
: "tapi lo yang bayarin yak"Gue
: "gampang lah"Gue berjalan keluar lab tapi tiya ngikutin
.Gue
: "hay, maaf nunggu lama, kenalin nih tiya panggil aja dia kalkun" gue dicubit
terus dia berjabat tangan dengan riska. Riska
: "aku riska, masa temen sendiri di panggil gitu"Gue mau ngomong tapi udah keduluan kalkun.
Tiya
: "iya nih, jack kalo di kelas suka nyebelin " ngobrol sambil jalan. Tapi gue jalan di belakang mereka. Gue
: "salah sendiri"Tiya
: "salah apaan"Gue
: "hidup" tiba-tiba tiya berhenti alhasil gue nubruk tiya dan dia langsung nginjek kaki gue dengan keras (sepertinya gue harus manggil kpai), kemudian tiya gandeng tangan riska dan langsung ninggalin gue. Riska noleh ke gue dan dia tersenyum.
gue
: "tungguin gue" gue kejar mereka. Sesampainya di kantin kami cari tempat duduk yang kosong, dan gue nemuin tempat yang kosong di deket tembok sehingga gue bisa bersandar. Gue duduk bareng riska dan tiya di depan riska. Setelah memilih makanan
gue mulai obrolan.
Gue
: "udah mau tes nih"Tiya
: "trus? "Gue
: "ya contekin kek"Tiya
: "gak mao, lu aja masih nyebelin ke gue"Gue
: "ya maaf"Tiya
: "gini aja lu bilang maaf, kemaren-kemaren kenapa? " gue diem daripada masalahnya makin gede. Dan gue sadar dari tadi riska gue diemin, gue chat lah dia (padahal dia ada di sebelah gue
)
gue
: "kenapa kok diem aja dari tadi? " Hp nya geter trus dia buka dan langsung noleh ke gue dengan muka penasaran.
riska
: "gakpapa, deket gini kok malah nge chat" dia senyum dan langsung gue balas chat nya dia.
gue
: "hello gakpapa nya cewek itu misteri, jujur aja kamu kenapa? " gue noleh ke riska dia sedikit senyum dan langsung bales chat gue.
riska
: "takut ganggu kamu sama dia"
gue
: "anggap aja dia gak ada "
Riska
: "hantu? "
gue
: "setan"
riska
: "sama aja dong"
gue
: "ya kan emang"
riska
: "dasar"Tiya sadar kalo kami lagi ngobrol di chat.
Tiya
: "ngobrolin apa sih kayak rahasia banget?" Makanan kami sampai dan gue bales pertanyaan tiya.
Gue
: "ada deh"Setelah itu kami makan dan gak ngobrol lagi.
Gue skip sampai pulangnya, dimana gue sama riska udah ada di dalem bis.
Gue
: "besok sabtu kan? "Riska
: "iya, emang kenapa? "Gue
: "jalan yuk"Riska
: "sabtu pagi? "Gue
: "sabtu sore lah"Riska
: "kirain sabtu pagi, kalo sabtu pagi aku ada urusan soalnya "Gue
: "kalo sorenya? "Riska
: "gak ada"Gue
: "berarti mau kan jalan"Riska
: "mau gak ya?, kepo" nyolek dagu gue pakek telunjuknya. Gue
: "seriusan "Riska
: "iya mau kok, emang tau rumahku? "Gue
: "gampang lah nanti tanya-tanya orang situ"Riska
: "nih aku kasih aja alamatnya " dia kasih alamatnya lewat watsapp. Gue
: "widih makasih cantik, tuh udah mau nyampe desa kamu"Riska
: "gini aja baru bilang cantik, yaudah sampe ketemu besok"Gue
: "iya, hati-hati "Riska pun turun, dan gue melambaikan tangan ke dia lewat jendela bis.
Diubah oleh kurniawanjack 14-06-2020 09:05
2
Tutup