- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Punya Hati ?
...
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.
Spoiler for Index:
Adakah Senyum di Semarang,
Spoiler for Index:
Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.7K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
seenue
#10
Pagi siang sore malam, gw tetap seperti yang sudah-sudah. Rania, lola.. skit!, gw juga biasa saja. La mau bagaimana lagi, faktanya seperti itu, gw nggak bisa buat sok..
Kalau malem, bosen di rumah.. ya keluar, males keluar ya liat tv, males liat tv ya streamingan, toh.. hiburan nggak pernah ada sepinya, asal ada kuota tentunya. Oh ya, akhir-akhir ini gw jarang baca buku, nggak tau kenapa.
Teruntuk malam ini, gw mau nongkrong di sentra PKL, sekalian merakyat, berbahagia dengan menonton orkes ala kadarnya, lama gw nggak nongkrong di tempat seperti ini. Mangkanya gw kepingin.
Parkirnya masih sama, dua rebu.. kipi item juga masih tiga rebu. Kurang apa coba, malah plus orkes sama wifi gratis. Dulu, gw sering nongkrong di sini, murah soalnya.
Gw nyampe sentra, kira-kira jam tujuh-an, habis isya pokoknya.
"Weh, mas-e.. lama nggak kelihatan, kemana ae mas.."
"Ini buk, sibuk sama yang lainya.."
"Oalah, tak kira sudah balik atau pindah kota,'
"Hahaha, nanti Buk.."
"Kopi item ya Buk," lanjut gw ramah.
Oh ya, gw nggak kesini sudah ada kalau satu tahun-an, padahal.. dulu hampir setiap malam, terkecuali hari libur sama sabtu minggu, ramai soalnya, kan gw nggak suka yang ramai-ramai.
Kopi gw dateng,
"Mas, aku punya menu ketan.. mau ta!"
"Nggak usah buk, lagi nggak pengen.."
"Oh ya wes,.."
"Tak tinggal dulu ya mas," lanjut ibuknya.
"Okke.."
Gw pun mencoba santai, lumayan sejuk.. sepi dan asik buat menyendiri. Apalagi, tamunya nggak begitu banyak, soalnya.. tempat nongkrong nggak cuma di sini doang, tau lah.. namnya sentra kuliner, lapaknya kan banyak. Jadi, dimana dia suka ya nggak akan pindah langanan. Macam gw ini. Sekali suka, ya nggak akan pindah. Begitu juga kalau sekali gw nggak suka, ya seterusnya nggak akan kesana lagi.
Sekitar jam delapan, musik rakyat sudah mulai mengalun.. ada birunya cinta, ada jaran goyang.. dan yang terbaru, pamer bojo. Tak masalah lagunya apa, asal ngak jotos-jotosan, yo nggak lur..
Ah, alangkah warna-warninya negeri ini. Hampir, tak ada kata tidak bahagia, toh.. meski lagunya sedih tetap goyang rame-rame. Indonesia emang nggak ada duanya soal ke-keren-anya. Tapi, Indonesia juga nggak kalah bobrok pemikiranya, ada yang pinternya kelebihan.. ada juga yang fakir pengetauhan, hingga jadi kambing congek yang setiap saat bikin ulah dan rusuh dimana-mana, atas apa..?! ya banyak hal. Gw nggak mau sebut, nanti gw di demo ame-rame.
Lupakan para kambing congek, bahas mereka hanya akan buang kewarasan saja. Mending nikmatin musiknya, koplo nggak masalah, rege nggak masalah, hip-hop nggak masalah, seriosa pun hayuk. Tapi ya ada lo yang mengharamkan musik, padahal sudah 2019. Kira-kira, itu orang lulusan mana sih!? keren bener. Sampai-sampai, gw nggak kuat mikir.
Tapi ya begitu, berani bilangnya cuma di media-media, coba kalau ngomong langsung di acara musik, tak jamin.. itu mulut bakalan penuh dengan gagang gitar.
Gw jadi ingget kata orang bijak, lebih tepatnya.. guyonan para tetua. Mereka yang koar-koar hanya bisa koar-koar, kalau diajak debat.. entah ngumpet di lubang apa. Di diamkan lagi, koar-koar lagi, di ajak bicara.. kabur entah kemana hidungnya. SEMPAK nggak.
Rata-rata, orang seperti ini adalah orang yang ngak mau mikir, dia lahir dimana dan seharusnya seperti apa. tak masalah dia punya gagasan ini itu, tapi.. kalau gagasan itu hanya bikin suasana tambah keruh, dan kalaupun diseminarkan masih banyak kejangalan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai negeri ini, sudah seharusnya dia introspeksi. Bukan ngeyel dan menang sendiri, ribut lagi.. terus kalau keciduk, ngomongnya kriminalisasi.
KRIMINALISASI CANGKEMU..!!
Gw kok geli ya, tapi.. itulah kehidupan, terkadang.. kita butuh pemahaman lebih untuk sekedar memahami, dan alangkah baiknya.. banyak sudut pandang, kadang lebih baik. Konteksnya apa ya jangan keluar dari bahasan itu, pun kalau menganalogikan suatu hal.. ya jangan ngawur, kalau ngawur ya logikanya nggak masuk. Substansinya apa jadi kabur.
Seruput dulu kopinya.
CLING..
Ponsel gw bunyi, ternyata dari mamanya Rania. Beliau bilang, gw disuruh ke tempatnya Rania.. besok malam. Ada acara makan-makan katanya. Gw iyain aja, lagian gw nggak ada acara juga. Sekalian njenguk Rania, kan nggak salah.
Dan CLING yang kesekian kalinya, tapi dari HRD, yang juga temen gw. Meski kita temenan, tapi.. namanya tetep gw namai HRD, gw mah gitu orangnya. Gkgkgkgkgk..
".. Mas, besok kita mau njenguk Lola sama-sama selepas kerja, tolong diusahakan datang.. sy nggak seharusnya wa seperti ini, tapi.. kamu lo mas, kadang yang nggak mau dateng, macam kemaren pas ultahnya Lola, kalau nggak aku paksa.. mana mungkin kamu dateng.. AWAS KALAU NGGAK DATENG..!"
HRD gw emang keren, dan mungkin yang dia wa sepanjang itu ya cuma gw. Kalau yang lain sendiko dawuh.. apalagi acara kantor, puret mereka kalau mau nolak. Karena gw orangnya kek gimana, mereka ya maklum. Singkat cerita, dulu gw pernah deket sama HRD, kalau pegen tau namanya.. di depan sudah gw sebut. Saat itu belum ada Lola, jadi.. ya kamu taulah. Dia suka sama gw, sedangkan gw.. ya biasa saja, sebatas teman. Tapi, daripada perang dingin, ya gw ikut apa kata dia.. asal nggak jauh-jauh, macam nemenin dia atau bantuin apa kalau lepas dari jam kerja. Sesimple itu.
Baru, saat lola masuk.. dan dia tau kalau Lola adalah orang penting, maksudnya.. ini perusahaan sahamnya beberapa persen ada di keluarganya Lola. Secara nggak langsung, HRD-nya juga nggak mau cem-macem, karena dari awal niat gw baik.. meski dia dapet sebelah tangan, toh kita masih teman baik sampai sekarang, adapun tatapan sinis, itu wajar. Entah yang salah siapa, mungkin gw yang salah. Tapi mau gimana, hati gw yang belum bisa..
Sekarang lagunya Tum Hi Hoo.
Entah kenapa, gw jadi ngakak. Kira-kira artinya apa ya, terus.. ini lagu tentang cinta? sedih? atau bahagia? sumpah gw nggak tau, cuma.. lihat ekspresi mereka gw jadi salah fokus, lagunya gimana.. liriknya gimana.. asal duet, sok meresapi.. sudah. Goyang lagi.
Gkgkgkgkg..
Itulah kehidupan, apa dan bagaimana kadang nggak terlalu penting, yang terpenting itu.. kita nyaman, dan kalau bisa ikut bahagia. Jangan ikut-ikutan mereka yang berwajah garang, teriak-teriak Surga dan neraka, tapi.. kelakuan sendiri macam orang gila.
Sudah, lupakan. Gw mau nikmatin ini malam. Urusan besok, pikir besok, urusan Lola.. lihat nanti, apalagi makan-makan di tempatnya Rania, tu bisa di atur.
Seruput doloee..
Kalau malem, bosen di rumah.. ya keluar, males keluar ya liat tv, males liat tv ya streamingan, toh.. hiburan nggak pernah ada sepinya, asal ada kuota tentunya. Oh ya, akhir-akhir ini gw jarang baca buku, nggak tau kenapa.
Teruntuk malam ini, gw mau nongkrong di sentra PKL, sekalian merakyat, berbahagia dengan menonton orkes ala kadarnya, lama gw nggak nongkrong di tempat seperti ini. Mangkanya gw kepingin.
Parkirnya masih sama, dua rebu.. kipi item juga masih tiga rebu. Kurang apa coba, malah plus orkes sama wifi gratis. Dulu, gw sering nongkrong di sini, murah soalnya.
Gw nyampe sentra, kira-kira jam tujuh-an, habis isya pokoknya.
"Weh, mas-e.. lama nggak kelihatan, kemana ae mas.."
"Ini buk, sibuk sama yang lainya.."
"Oalah, tak kira sudah balik atau pindah kota,'
"Hahaha, nanti Buk.."
"Kopi item ya Buk," lanjut gw ramah.
Oh ya, gw nggak kesini sudah ada kalau satu tahun-an, padahal.. dulu hampir setiap malam, terkecuali hari libur sama sabtu minggu, ramai soalnya, kan gw nggak suka yang ramai-ramai.
Kopi gw dateng,
"Mas, aku punya menu ketan.. mau ta!"
"Nggak usah buk, lagi nggak pengen.."
"Oh ya wes,.."
"Tak tinggal dulu ya mas," lanjut ibuknya.
"Okke.."
Gw pun mencoba santai, lumayan sejuk.. sepi dan asik buat menyendiri. Apalagi, tamunya nggak begitu banyak, soalnya.. tempat nongkrong nggak cuma di sini doang, tau lah.. namnya sentra kuliner, lapaknya kan banyak. Jadi, dimana dia suka ya nggak akan pindah langanan. Macam gw ini. Sekali suka, ya nggak akan pindah. Begitu juga kalau sekali gw nggak suka, ya seterusnya nggak akan kesana lagi.
Sekitar jam delapan, musik rakyat sudah mulai mengalun.. ada birunya cinta, ada jaran goyang.. dan yang terbaru, pamer bojo. Tak masalah lagunya apa, asal ngak jotos-jotosan, yo nggak lur..
Ah, alangkah warna-warninya negeri ini. Hampir, tak ada kata tidak bahagia, toh.. meski lagunya sedih tetap goyang rame-rame. Indonesia emang nggak ada duanya soal ke-keren-anya. Tapi, Indonesia juga nggak kalah bobrok pemikiranya, ada yang pinternya kelebihan.. ada juga yang fakir pengetauhan, hingga jadi kambing congek yang setiap saat bikin ulah dan rusuh dimana-mana, atas apa..?! ya banyak hal. Gw nggak mau sebut, nanti gw di demo ame-rame.
Lupakan para kambing congek, bahas mereka hanya akan buang kewarasan saja. Mending nikmatin musiknya, koplo nggak masalah, rege nggak masalah, hip-hop nggak masalah, seriosa pun hayuk. Tapi ya ada lo yang mengharamkan musik, padahal sudah 2019. Kira-kira, itu orang lulusan mana sih!? keren bener. Sampai-sampai, gw nggak kuat mikir.
Tapi ya begitu, berani bilangnya cuma di media-media, coba kalau ngomong langsung di acara musik, tak jamin.. itu mulut bakalan penuh dengan gagang gitar.
Gw jadi ingget kata orang bijak, lebih tepatnya.. guyonan para tetua. Mereka yang koar-koar hanya bisa koar-koar, kalau diajak debat.. entah ngumpet di lubang apa. Di diamkan lagi, koar-koar lagi, di ajak bicara.. kabur entah kemana hidungnya. SEMPAK nggak.
Rata-rata, orang seperti ini adalah orang yang ngak mau mikir, dia lahir dimana dan seharusnya seperti apa. tak masalah dia punya gagasan ini itu, tapi.. kalau gagasan itu hanya bikin suasana tambah keruh, dan kalaupun diseminarkan masih banyak kejangalan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai negeri ini, sudah seharusnya dia introspeksi. Bukan ngeyel dan menang sendiri, ribut lagi.. terus kalau keciduk, ngomongnya kriminalisasi.
KRIMINALISASI CANGKEMU..!!
Gw kok geli ya, tapi.. itulah kehidupan, terkadang.. kita butuh pemahaman lebih untuk sekedar memahami, dan alangkah baiknya.. banyak sudut pandang, kadang lebih baik. Konteksnya apa ya jangan keluar dari bahasan itu, pun kalau menganalogikan suatu hal.. ya jangan ngawur, kalau ngawur ya logikanya nggak masuk. Substansinya apa jadi kabur.
Seruput dulu kopinya.
CLING..
Ponsel gw bunyi, ternyata dari mamanya Rania. Beliau bilang, gw disuruh ke tempatnya Rania.. besok malam. Ada acara makan-makan katanya. Gw iyain aja, lagian gw nggak ada acara juga. Sekalian njenguk Rania, kan nggak salah.
Dan CLING yang kesekian kalinya, tapi dari HRD, yang juga temen gw. Meski kita temenan, tapi.. namanya tetep gw namai HRD, gw mah gitu orangnya. Gkgkgkgkgk..
".. Mas, besok kita mau njenguk Lola sama-sama selepas kerja, tolong diusahakan datang.. sy nggak seharusnya wa seperti ini, tapi.. kamu lo mas, kadang yang nggak mau dateng, macam kemaren pas ultahnya Lola, kalau nggak aku paksa.. mana mungkin kamu dateng.. AWAS KALAU NGGAK DATENG..!"
HRD gw emang keren, dan mungkin yang dia wa sepanjang itu ya cuma gw. Kalau yang lain sendiko dawuh.. apalagi acara kantor, puret mereka kalau mau nolak. Karena gw orangnya kek gimana, mereka ya maklum. Singkat cerita, dulu gw pernah deket sama HRD, kalau pegen tau namanya.. di depan sudah gw sebut. Saat itu belum ada Lola, jadi.. ya kamu taulah. Dia suka sama gw, sedangkan gw.. ya biasa saja, sebatas teman. Tapi, daripada perang dingin, ya gw ikut apa kata dia.. asal nggak jauh-jauh, macam nemenin dia atau bantuin apa kalau lepas dari jam kerja. Sesimple itu.
Baru, saat lola masuk.. dan dia tau kalau Lola adalah orang penting, maksudnya.. ini perusahaan sahamnya beberapa persen ada di keluarganya Lola. Secara nggak langsung, HRD-nya juga nggak mau cem-macem, karena dari awal niat gw baik.. meski dia dapet sebelah tangan, toh kita masih teman baik sampai sekarang, adapun tatapan sinis, itu wajar. Entah yang salah siapa, mungkin gw yang salah. Tapi mau gimana, hati gw yang belum bisa..
Sekarang lagunya Tum Hi Hoo.
Entah kenapa, gw jadi ngakak. Kira-kira artinya apa ya, terus.. ini lagu tentang cinta? sedih? atau bahagia? sumpah gw nggak tau, cuma.. lihat ekspresi mereka gw jadi salah fokus, lagunya gimana.. liriknya gimana.. asal duet, sok meresapi.. sudah. Goyang lagi.
Gkgkgkgkg..
Itulah kehidupan, apa dan bagaimana kadang nggak terlalu penting, yang terpenting itu.. kita nyaman, dan kalau bisa ikut bahagia. Jangan ikut-ikutan mereka yang berwajah garang, teriak-teriak Surga dan neraka, tapi.. kelakuan sendiri macam orang gila.
Sudah, lupakan. Gw mau nikmatin ini malam. Urusan besok, pikir besok, urusan Lola.. lihat nanti, apalagi makan-makan di tempatnya Rania, tu bisa di atur.
Seruput doloee..
tikusil dan 2 lainnya memberi reputasi
3