Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#40
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )

"Dek bangun... nanti kamu terlambat lohh!!!" Kata Bunda dari balik pintu.
"Iya bun!!!" Kataku yang masih tiduran.

Ah malas sekali rasanya, untuk melaksanakan acara seperti ini... jadi bulan-bulanan senior sudah pasti.
Lalu aku bergegas untuk mandi dan sarapan.

"Bun aku berangkat dulu ya" Kataku sambil berpamitan..
"Iyaa hati-hati loh jangan macem-macem" Kata Bunda.
"Iya bun... Assalamualaikum" Kataku.
"Waalaikumsalam" Kata Bunda.

Lalu aku keluar rumah dan melihat sudah ada teman-teman ku dengan pakaian seperti orang gila.
"Udah kayak gembel lo pada haha" Kataku.
"Lo juga sama kampret" Kata Rakha.
"Yaudah ah ayo jalan nanti telat bisa abis kita dihukum" Kataku.

Lalu kami berjalan menuju sekolah, karena memang tidak boleh membawa kendaraan jadi kami jalan kaki. Sekolahnya tidak terlalu jauh, sama seperti seperti SMP ku dulu... cuma beda arah saja.

Didepan sekolah sudah mulai terdengar suara-suara ocehan kakak-kakak senior.
"Woy!! Cepetan... udah jam berapa ini" Kata Senior yang sudah menunggu didepan gerbang.
"Weh...weh cepetan cuk..." Kataku dengan panik.

Lalu kami baris dilapangan sesuai kelas masing-masing, aku dan kawan-kawan ku sekelas.
Saat hendak duduk tiba-tiba ada senior yang menghampiri kami.
"Jam berapa ini? Gak lihat jam? Kemarin suruh datang jam berapa?" Kata Senior itu dengan juteknya.
"Jam 6 ka..." Kata Alfy.
"Nih liat sekarang jam berapa?" Kata Senior sambil menunjukkan jam ditangannya.
"Jam 6 Lewat 25 menit... kalian terlambat... jadi hukumannya push up sesuai waktu keterlambatan kalian"
Kata Senior itu.
"Hah? Ko bisa? Perasaan tadi dijalan udah cepet deh... dan gue berangkat jam setengah 6an" Kataku dalam hati, karena kita tidak boleh membawa perhiasan, jam tangan, handphone dan kendaraan.

Lalu kami pun push up 25 kali dan kami disuruh duduk.
Makin lama, makin banyak yang datang... makin banyak juga yang dihukum karena telat, sebenarnya telat gak telat ya sama aja.

Lalu ada pihak guru yang mengabsen murid-murid per kelasnya dan dibariskan sesuai nomor urutnya.
Setelah diberi informasi mengenai kelas dan sebagainya, kami dimasuk kekelas masing-masing dibimbing oleh senior. Dan katanya Disekolah ini Namanya MABIS ( Masa Bimbingan Siswa ) bukan MOS lagi.

Ketika kita sibuk mencari tempat duduk dan dengan siapa kita duduk tiba-tiba senior menyuruh kita untuk diam.
"Woy diam!!" Seketika semua hening.
"Siapa yang suruh kalian ribut buat nyari tempat duduk?"
"Tempat duduk sesuai absen!"
"Ngerti?" Kata Senior.
"Ngerti kaa" Kata murid.

Lalu mereka mengabsen kita untuk pindah ketempat yang sudah ditentukan.
Oh iya, cerita sedikit tentang senior dikelasku.
Ada 3 orang, yang pertama ada Rio, dia ini anaknya pendiam, tak banyak omong. Lalu ada Pandu, dia ini yang paling berisik, sok paling galak lah. Dan ini dia bidadari dikelas, Mutiara.
Kalian masih ingatkan? Teman vollinya Diva. Tapi ya karena sifatnya gak jauh beda sama Sherin, jadi ya gak ngaruh aja cantiknya haha.

Lalu kami bermain game, ya gamenya mungkin game yang biasa ada di setiap MABIS atau MOS pada umumnya.
Ketika kami main game spidol, jadi gamenya itu kita nanyi balon ku sambil mengoper spidol ke samping, setiap di kalimat "DOR!!" nah disitu lah yang kena hukuman.

Awal-awalnya aku aman, lama kelamaan Alfy kena hukuman dan berdiri kedepan. Aku semakin deg-degan siapa tau sial kan, apalagi si Alfy sudah kena hukuman didepan... entah kekonyolan apa lagi yang akan dia lakukan.
Dan ya, sialnya aku malah kena hukuman juga.

"Hukumannya mau apa nih?" Kata Mutiara.
"Nanyi aja ka" Kata Alfy.
"Ko nanyi sih" Kataku dengan menyenggol Alfy.
"Nah nih kebetulan ada gitar, kalian nyanyi deh bebas lagu apa aja... itung-itung ngehibur kita" Kata Mutiara sambil menyerahkan gitar.
"Lo aja nih yang main gitar" Kata Alfy.
"Si kampret emang ya" Kataku dalam hati.

"Lagu apa nih? Lo sih macem-macem pengen nyanyi segala" Kataku kepada Alfy sambil berbisik.
"Lagu Payung Teduh aja na yang judulnya Untuk perempuan yang sedang dipelukan"
"Lo tau kan?" Kata Alfy.

"Jreng...jrengg" Aku mulai memainkan gitarnya.
"Untuk perempuan yang sedang dipelukan dari Payung Teduh" Kataku.
"Waduh dalem nih kayaknya lagunya" Kata Mutiara.

Quote:



Ketika sedang memainkan lagunya anak-anak dikelas menjadi diam dan memperhatikan kami, apalagi yang perempuan.

" Di malam hari menuju pagi...
Sedikit cemas banyak rindunya...

Uuuuu.. uuuuu.. uu..."

"Huuuuuuu" Kata anak-anak dikelas sambil bertepuk tangan.
"Terimakasih..." Kataku.
"Gila berasa berasa nonton konser musik" Kata Rio.
"Yaaa lumayan lah" Kata Pandu dengan nada dan muka songongnya itu.

Lalu tiba-tiba ada senior yang datang ke kelas ku.
"Wah ada apa nih kayaknya ada yang nanyi nih" Kata Senior itu.
Aku merasa suaranya tidak asing, dan aku langsung menengok ke arahnya, dan ya aku langsung diam.
"Eh Ka Mutiara boleh disuruh nanyi lagi gak?" Kata Senior itu.
"Wah boleh dong" Kata Mutiara.

Lalu aku melihat kearahnya.
"Apaan sih" dengan nada sewot tapi berbisik.
"Gak boleh protes ya?"
"Nanti gue hukum" Kata Senior itu.
"Lagunya Last Child yang judulnya Seluruh nafas ini" Katanya.

"Lo tau gak ?" Tanyaku ke Alfy.
"Tau kok tenang aja" Kata Alfy.

"Jreng...jreng" Aku mulai memainkan gitarnya.

Quote:


Ketika lagunya selesai, seisi kelas pun kembali hening sambil memperhatikanku, mungkin aku yang terlalu menghayati kalau bernyanyi sambil bermain gitar.

"Huuhhhhh" Kata anak-anak dikelas sambil bertepuk tangan.
"Keren banget" Kata Diva.
Ya senior itu adalah Diva, aku yang masih bingung kenapa bisa Diva jadi Anggota Osis disini, dari tadi aku tak melihatnya... bahkan aku kira dia tak sekolah disini. Tapi ya seneng juga sih ketemu dia tiap hari hehe.

"Kayak maho lo berdua nanyi sambil menghayati begitu" Kata Pandu.
Sumpah ingin rasanya aku menonjok mukanya, tapi ini hari pertama... aku tak mau mencari masalah.

"Yaudah gue balik lagi kekelas"
"Kalian boleh duduk" Kata Diva.
"Terimakasih ka" Kata ku dan Alfy lalu Diva keluar kelas.

"Siapa yang nyuruh lo duduk?" Kata Pandu.
"Tadi Kakak itu yang nyuruh ka" Kataku.
"Senior lo dikelas ini dia atau gue?"
"Push Up lo berdua 10 kali" Kata Pandu.

Apa boleh buat, begini lah nasib masa-masa MABIS atau MOS.

"Kita akan mengadakan pemilihan Pemimpin kelas"
"Mau ditunjuk atau mau pemungutan suara?" Kata Mutiara.
"Pemungutan suara" Kata Anak-anak kelas.
"Yaudah siapin kertasnya dan alat tulisnya" Kata Mutira.
"Tapi kandidatnya kita yang milih ya setiap baris... ini kan ada 4 baris". Kata Pandu.
"Si kampret apaan sih" Kata ku dalam hati.

"Barisan 1, lo... " Kata Pandu ambil menunjuk orang yang di maksud.
Begitu terus sampai barisan terakhir yaitu barisan 4.
"Barisan 4 lo... " Kata Pandu sambil menunjuk kearahku.
"Saya kak?" Kataku.
"Iyaa siapa lagi" Kata Pandu.

Dan orang-orang yang ditunjuk maju kedepan untuk baris dan memperkenalkan diri.
"Halo, nama saya Rakha dari barisan satu" Kata Rakha. Oh iya ini Rakha temanku, kami bertiga memang sekelas, cuma dari tadi dia diam aja, mungkin cari aman.
"Halo, namaku Putra dari barisan dua" Kata Putra.
"Halo, namaku Arya dari barisan tiga" Kata Arya.
"Halo, nama saya Warna dari barisan empat". Kataku.
Dan seperti biasa, ketika orang mendengar namaku pasti aneh.
"Hah? Nama lo warna? Aneh banget" Kata Pandu.
"Iya ka" Kataku.

Lalu mulai lah pemilihan dan perhitungan suara. Dan entah kenapa banyak yang memilihku untuk jadi ketua.
"Nah ini kan yang paling banyak suaranya Warna, jadi kamu yang jadi Ketuanya...
"Setuju gak?" Kata Mutiara ke anak-anak kelas.
"Setujuuu!!!" Kata anak-anak kelas.
"Nah wakilnya Arya yah... kalian gak boleh nolak". Kata Mutiara
Ya... apa boleh buat, kita harus patuh sama Senior-senior ini.

Sampai bel pulang pulang kegiatan selama MABIS ini ya begitu-begitu saja, main game dll.
Lalu kami bersiap-siap untuk pulang dan baris didepan kelas.
Diubah oleh andmse 11-03-2019 18:13
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.