- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Punya Hati ?
...
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.
Spoiler for Index:
Adakah Senyum di Semarang,
Spoiler for Index:
Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
seenue
#35
Sebelum gw ilang ingatan, jiwa gw berbisik lirih. ..aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Itu bukan pure kalimat gw, tapi.. kalimatnya Om Sapardi. Gw cuma sebatas pegen ngomong itu, tanpa mau berfikir siapa yang ingin gw cintai, dan sesederhana apa gw mencintainya. Jikapun sederhana, kenapa gw nggak mampu buat memgejawantahkan sekata cinta.
Heuheu..
***
Paginya, malah masih kepagian. Lola sudah bangunin gw. Kita keluar buat joging, pertanyaanya.. itu pakaian kayaknya gw kenal deh.
Ya benar, lola pake kaos gw.. plus celana basket gw. Bedanya.. dia nyeker.
Dasar begajul. Selama lola sama gw, mau orang ngangep apa.. gw bodo amat. Kalaupun di grebek, disuruh nikah.. ya monggo. Cocok lanjut.. nggak cocok ya nggak lanjut. Cerai kan sudah umum, yang penting gw nggak ngebuntingin dia. Simple.
Kita muter-muter komplek belakang apartemen, cukup adem dan nyaman. Dan satu hal yang nggak gw sadari, ternyata.. cewe yang sedang berkeringat itu, tetep bau.
Meaki gw nggak ngomong, gerak-gerik gw kecium juga.
"Jorok, napa sih ngendus-endus.."
"Ada bau-baunya,"
"Terus, kalau bau kenapa?"
"Ya gpp, tak kira.. cewe itu wangi,"
"Hahahha, sialan."
Kitapun ngakak, sebelum pulang.. kita beli bubur kacang ijo.
Kira-kira jam sembilan, lola pulang. Tak lama, setelah lola ilang.. Rania muncul. Dalem ati gw berharap, dia nggak ketemu lola.
"Numpang tidur ya.."
Tanpa apa dan bagaimana, dia langsung mapan di sofa depan tv. Gw.. ??
Lola..
Rania..
Lola..
Rania..
Manusia entah berantah yang jadi iklan di kehidupan gw. Untung, gw bodo amat.
Sekitaran jam sebelas, gw keluar beli makan. Bukan buat gw, tapi buat Rania. Bisa sih pesen, tapi.. gw yang mau keluar, sekalian cari udara segar.
CING..
Ponsel gw bunyi, sms dari Rania.
"Kamu dimana.."
"Beli makan, kamu mau apa?"
"Sembarang,"
"Ok.."
Gw pergi ke aw, ambil ayam goreng terus balik.
Sesampai rumah, Rania sudah fresh. Mungkin habis mandi, lanjut makan. Dia ajak makan, tapi.. gw bilang sudah.
Dia makan dengan lahap, seolah tanpa dosa. Hampir-hampir, mirip sama gw. Padahal, dulu dia nggak begitu. Mungkin, dia banyak kerjaan.
"Tadi pagi aku ketemu lola di parkiran, dia nginep sini."?
"Iya.."
Tanpa peduli, dia fokus sama makananya.
"Kalian pacaran?"
"Nggak.."
Baru dia berhenti makan, terus lihatin gw. Tentu dengan tatapan curiga.
Sedetik kemudian dia senyum, senyum ngece dan senyum ngejek, entah apa bedanya. Tapi.. lebih ke sinis dan.. dan.. entahlah.
"Gw sudah lama nggak sama dia, gw juga nggak jadi di jodohkan.. gw juga nggak lagi tinggal di rumah, gw kos sekarang"
"............." gw nggak tau harus apa dan bagaimana. Cuma satu, kalau dia pegwn balik. Gw yang minta maaf, gw nggak akan ngulangi hal yang nggak gw sukai. Meaki hati gw nggak isa bohong. Gw cuma pegen waras.
"Terus.. kamu sekarang bagaimana?" Lanjut gw setelah mikir sana-sini.
"Gw pengen bebas, toh.. kamu ngejomblo juga masaih hidup, gw juga bisa hidup to.."
Gw mau ketawa, tapi nggak jadi.
"La kerjaan kamu?"
"Masih, dan sekarang gw bakal stay di Surabaya"
Haiya, gw yang nggak nyaman. Bukan apa, masa iya gw usir dia. Masa iya gw ganti key apartemen gw biar nggak dia masuki sembarangan.
Di le ma..
Itu bukan pure kalimat gw, tapi.. kalimatnya Om Sapardi. Gw cuma sebatas pegen ngomong itu, tanpa mau berfikir siapa yang ingin gw cintai, dan sesederhana apa gw mencintainya. Jikapun sederhana, kenapa gw nggak mampu buat memgejawantahkan sekata cinta.
Heuheu..
***
Paginya, malah masih kepagian. Lola sudah bangunin gw. Kita keluar buat joging, pertanyaanya.. itu pakaian kayaknya gw kenal deh.
Ya benar, lola pake kaos gw.. plus celana basket gw. Bedanya.. dia nyeker.
Dasar begajul. Selama lola sama gw, mau orang ngangep apa.. gw bodo amat. Kalaupun di grebek, disuruh nikah.. ya monggo. Cocok lanjut.. nggak cocok ya nggak lanjut. Cerai kan sudah umum, yang penting gw nggak ngebuntingin dia. Simple.
Kita muter-muter komplek belakang apartemen, cukup adem dan nyaman. Dan satu hal yang nggak gw sadari, ternyata.. cewe yang sedang berkeringat itu, tetep bau.
Meaki gw nggak ngomong, gerak-gerik gw kecium juga.
"Jorok, napa sih ngendus-endus.."
"Ada bau-baunya,"
"Terus, kalau bau kenapa?"
"Ya gpp, tak kira.. cewe itu wangi,"
"Hahahha, sialan."
Kitapun ngakak, sebelum pulang.. kita beli bubur kacang ijo.
Kira-kira jam sembilan, lola pulang. Tak lama, setelah lola ilang.. Rania muncul. Dalem ati gw berharap, dia nggak ketemu lola.
"Numpang tidur ya.."
Tanpa apa dan bagaimana, dia langsung mapan di sofa depan tv. Gw.. ??
Lola..
Rania..
Lola..
Rania..
Manusia entah berantah yang jadi iklan di kehidupan gw. Untung, gw bodo amat.
Sekitaran jam sebelas, gw keluar beli makan. Bukan buat gw, tapi buat Rania. Bisa sih pesen, tapi.. gw yang mau keluar, sekalian cari udara segar.
CING..
Ponsel gw bunyi, sms dari Rania.
"Kamu dimana.."
"Beli makan, kamu mau apa?"
"Sembarang,"
"Ok.."
Gw pergi ke aw, ambil ayam goreng terus balik.
Sesampai rumah, Rania sudah fresh. Mungkin habis mandi, lanjut makan. Dia ajak makan, tapi.. gw bilang sudah.
Dia makan dengan lahap, seolah tanpa dosa. Hampir-hampir, mirip sama gw. Padahal, dulu dia nggak begitu. Mungkin, dia banyak kerjaan.
"Tadi pagi aku ketemu lola di parkiran, dia nginep sini."?
"Iya.."
Tanpa peduli, dia fokus sama makananya.
"Kalian pacaran?"
"Nggak.."
Baru dia berhenti makan, terus lihatin gw. Tentu dengan tatapan curiga.
Sedetik kemudian dia senyum, senyum ngece dan senyum ngejek, entah apa bedanya. Tapi.. lebih ke sinis dan.. dan.. entahlah.
"Gw sudah lama nggak sama dia, gw juga nggak jadi di jodohkan.. gw juga nggak lagi tinggal di rumah, gw kos sekarang"
"............." gw nggak tau harus apa dan bagaimana. Cuma satu, kalau dia pegwn balik. Gw yang minta maaf, gw nggak akan ngulangi hal yang nggak gw sukai. Meaki hati gw nggak isa bohong. Gw cuma pegen waras.
"Terus.. kamu sekarang bagaimana?" Lanjut gw setelah mikir sana-sini.
"Gw pengen bebas, toh.. kamu ngejomblo juga masaih hidup, gw juga bisa hidup to.."
Gw mau ketawa, tapi nggak jadi.
"La kerjaan kamu?"
"Masih, dan sekarang gw bakal stay di Surabaya"
Haiya, gw yang nggak nyaman. Bukan apa, masa iya gw usir dia. Masa iya gw ganti key apartemen gw biar nggak dia masuki sembarangan.
Di le ma..
ym15 dan 5 lainnya memberi reputasi
6