Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#34
Part 14

Diperjalanan, seperti biasa mendengarkan musik yang cadas-cadas sambil teriak-teriak dan angguk-anggukan haha.
Sempat terjebak macet, karena mungkin memang ini akhir liburan.
Tapi memang Bandung itu tempat yang indah menurutku.

"Anjir macet banget" Kata Alfy.
"Ah mending tidur gue tadi divilla" Kata Rakha.
"Ah lu mah tidur mulu, mending gausak ikut"
"Namanya juga liburan... nikmatin aja suasananya" Kataku.
"Iya pak iyaa... lo semenjak Diva gak ada kabar jadi jutek lagi na haha" Kata Rakha.
"Wahh ada yang galau rupanya teman kita ini" Kata Alfy dengan logat sok-sok Medan.

Setelah melewati macet yang cukup panjang, akhirnya kami dapat masuk ke Tangkuban Perahu.
Ucapan pertama ketika aku melihatnya adalah WOW , sumpah keren.

"Asli... mantap banget... gue biasanya cuma tau ini dicerita-cerita dongeng" Kata Rakha.

Setelah menikmati pemandangan, dan tak lupa juga mengabadikan moment... dan sesekali meminta bantuan orang untuk foto kita bertiga...

Karena terjebak macet yang cukup lama, jadi kita hanya bisa berkunjung ke tempat yang satu arah dengan villa. Sekalian makan atau sekedar membeli oleh-oleh secukupnya saja.

"Rak... gantian nih nyetir mobilnya, capek gue" Kata Alfy.
"Yah... nanti lah bentar tanggung nih gue lagi smsan" Kata Rakha.
"Ah cepetan nih..." Kata Alfy lalu menepikan mobilnya untuk bergantian menyetir.
"Iya iyaa..." Kata Rakha.

Kegiatan kita selama diperjalanan pulang sama seperti sebelumnya, makannya tak perlu kuceritakan lagi, aku skip aja ya hehe.

Sorenya, ketika aku bangun tidur karena memang capek dengan perjalanan yang cukup jauh. Alhasil aku tidur seperti orang mati suri hehe.
Lalu aku keluar kamar untuk makan, karena perut sudah berbunyi.

"Eh..." Kataku Terkejut saat berada didepan kamar Sherin.
"Haii" Katanya.
"Ko lo disini?" Kataku.
"Emang kenapa? Gak boleh ya?" Kata Diva.
"Gak gitu maksudnya..."
"Kok lo dari kemaren menghilang gitu aja..." Kataku.
"Ciyee kangen yaaaaaa" Kata Diva.
"Gak!" Kataku sambil berjalan kedapur.

"Mau kemana?" Tanya Diva.
"Mau makan... makan lo" Kataku.
"Ahh... mau dong dimakan" Kata Diva dengan nada dan postur yang sok imut... eh tapi beneran imut deh haha.
"Muka lo div... gak pantes banget" Kataku.
"Huh dasar jutek" Kata Diva.

Malam harinya, aku mengantar Diva pulang.
"Kita ngeteh dulu yuk, diwarung bude" Kata Diva ketika ditengah perjalanan yang memang sudah dekat dengan warung bude.
"Yaudah yuk" Kataku.

Sesampainya diwarung bude, aku langsung memesan teh manis hangat seperti biasanya.

"Na... maaf ya gue gak ada kabar" Kata Diva.
"Kenapa harus minta maaf?" Kataku.
"Pasti lo kangen kan? Iya kan? iya kan? Haha" Kata Diva.
"Ah enggak...biasa aja" Kataku dengan datar sambil meminum teh.
"Alahh.... bohooonggg...." Kata Diva sambil mendorong pipiku.
"Sherin cerita kok... Bunda jugaa koo" Kata Diva.
"Gilaaaa... cewek emang yaaaa" Kataku dalam hati.

"Hp gue ilang..."
"Makannya sepulang liburan gue langsung kerumah lo... tapi waktu itu lo gak ada... katanya lagi ke Bandung" Kata Diva.
"Loh ko bisa?"
"Iyaa soalnya gue jenuh dirumah mulu" Kataku.
"Gak tau deh gue juga bingung kenapa bisa ilang hehe" Kata Diva.
"Dasar teledor..." Kataku.
"Oh iyaa... katanya keluarga lo sibuk kerja?" Kataku.

"Iya na... Papah gue sibuk ngurus perusahaannya yang di Sumatera, dan jarang pulang bahkan pernah dalam setahun dia cuma pulang sekali aja"

"Ibu gue juga sama, dia juga jadi guru gitu di Semarang, tapi Ibu, kalau pulang kerumah... kadang sebulan, gak tentu juga sih" Kata Diva.

"Oh gitu, mereka orang tua yang hebat ya" Kataku.

"Enggak!" Kata Diva sambil mulai menunduk.

"Mereka cuma mikirin uang dan uang aja... gak mikirin gue"

"Gue dirumah sendiri... dengan usia gue yang masih sekolah...tapi belum cukup umur gue buat jalanin hidup gue tanpa kasih sayang dari mereka" Kata Diva dan mulai keluar air matanya, aku bingung... mungkin aku salah menanyakan hal ini.

"Eh... jangan nangis div... maaf ya gue salah nanya" Kata ku.
"Enggak ko na, gue cuma pengen cerita aja... gapapa kan?" Kata Diva
"Hmm.. gapapa koo, cerita aja... gue siap ko jadi pendengar" Kataku.
"Lo tau na?... gue disuruh pindah ketempat bokap gue di Sumatra" Kata Diva.

"Hah? Sumatera? Jauh banget Div" Kata ku dengan kaget dan gak paham lagi apa yang aku rasain saat itu.

"Kemarin gue kira bakal jadi liburan yang menyenangkan buat gue... tapi nyatanya enggak"
"Mereka malah berantem, papah minta gue sama Ibu buat ikut ke Sumatera. Tapi Ibu nolak keberatan dan gak mau"

"Gue juga sebenernya gak mau..."
"Gue kecil dan tumbuh besar disini... Cuma Bi Asri pembantu rumah tangga gue, yang nemenin gue dari kecil, nenangin gue saat gue nangis karena harus ditinggal Papah sama Ibu gue waktu mereka harus pergi buat ngurusin pekerjaan mereka masing-masing" Kata Diva yang mulai menangis dengan derasnya air mata yang keluar.

Aku mencoba untuk menyenderkan kepalanya dibahuku, aku gak tau lagi bagaimana jika aku berada diposisi dia. Aku mencoba menjadi pendengar yang baik, sebisa mungkin menangkan dia.

"Dan saat mereka bertengkar, gue kabur keluar... entah kemana waktu itu gue gak tau"

"Yang gue pikirkan adalah, gimana caranya buat gue bisa tenang... gue gak kuat dengar itu semua"

"Sampai akhirnya Hp gue juga hilang entah kemana" Kata Diva.

Lama suasana berubah jadi hening, ketika Diva berhenti berbicara.

"Udah lega?" Kataku sambil mengelus-ngelus pundaknya.
"Udah lumayan... makasih ya na" Kata Diva.

Malam ini aku belajar melihat banyak hal dari Diva.
Dan aku mengantarnya pulang karena memang sudah malam. Dan besok pun sudah mulai kembali sekolah. Diperjalanan Diva memeluk gue dari belakang dengan erat, aku tak memikirkan apapun saat itu.
Aku benar-benar beruntung memang bisa ada didekatnya, tapi aku takut tak selalu bisa jadi penenangnya dan pengengar baiknya saat ia sedih.


medina12
medina12 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.