- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#30
Part 13
Diperjalanan awalnya kami mengobrol sampai-sampai ditengah perjalanan kami kehabisan topik pembicaraan dan tiba-tiba hening...
"Bangun woy... lo malah pada tidur"
"Gue nyetir sendirian" Kata Alfy.
"Nyetel lagu kek" Kataku.
"Mana sini memory card lo... lagu lo kan banyak" Kata Alfy.
"Bentar gue cari dulu..."
"Nih..." Kataku.
Lalu kami mulai mendengarkan lagu...
"Anjir... mantep juga nih lagu... lagu siapa?" Kata Alfy sambil mengangguk-anggukan kepala, karena memang lagunya keras atau cadas.
"Lagu Burgerkill men... judulnya Under The Scars" Kataku.
Dan terus begitu setiap mendengar lagu keras, dari yang mulai mereka gak tau sama yang mereka hafal, nanyi sambil teriak-teriak haha.
"Fy... fy... ini lewat mana dah? Ko gak lewat jalan raya?" Tanyaku.
"Lewat jalan perkampungan na... kan gue belum punya biar gak ada polisi" Kata Alfy.
"Terus lo tau gak nih jalan?" Kata Rakha.
"Tenang aja, gue suka lewat sini sama anaknya om gue...kalo mau ke villanya om gue" Kata Alfy.
Hari sudah mulai gelap... sudah menunjukan pukul 12 malam.
"Laper gue cari makan dulu lah" Kataku.
"Iya nih sekalian gue mau isi bensin" Kata Alfy.
Lalu kami sampai dipom bensin, aku dan Rakha pergi ke penjual nasi uduk.
"Lo pesen apa na?" Kata Rakha.
"Eh ada nasi kuning juga bu?" Tanyaku kepada penjualnya.
"Iya ada" Kata Penjualnya.
"Yaudah nasi kuningnya satu, nasi uduknya dua ya bu" Kata Rakha.
Tak lama selesai mengisi bensin dan memarkirkan mobilnya, Alfy menghampiri kami.
"Gue mana? Udah dipesenin belum?" Tanya Alfy.
"Udah tenang aja..."Kata Alfy.
Setelah pesanannya siap, kami langsung makan dengan lahapnya...
"Masih jauh fy?" Tanyaku.
"Lumayan sih" Kata Alfy.
"Lo gak ada yang bisa nyetir mobil apa? Capek nih gue sendirian" Kata Alfy.
"Gue bisa sih tapi gue males ah kalau malem takut nabrak haha" Kata Rakha.
"Yaudah... lo pulangnya gantian bawa mobil" Kata Alfy.
"Siapp!!!" Kata Rakha.
"Drett..drett" hpku bergetar ada notifikasi... ternyata telpon dari Sherin.
"Hallo..." Kataku.
"Lo kok ke jalan-jalan gak ngajak gue!!!" Kata Sherin sambil teriak.
"Anjiirrr... Budeg kuping gue"
"Apaan sih teriak-teriak, lagian lo juga pergi dari sore" Kataku.
"Ahh gak asik ah" Kata Sherin.
"Asik ko rin asik... nih gue lagi liat city light haha" Kataku sambil meledek Sherin.
"Bodo! Pokoknya oleh-oleh!" Kata Sherin.
"Gak.. gak ada oleh-oleh" Kataku dan langsung mematikan telponya, karena kalau tidak... Sherin tidak akan berhentik ngoceh sampai entah kapan haha.
Dan akhirnya kita sampai di villa milik omnya Alfy.
"Sampe nih" Kata Alfy.
"Akhirnyaaaaaaa" Kata Rakha.
Dan kami pun mengeluarkan barang-barang, dan Alfy sedang mengobrol dengan penjaga villan untuk meminta kuncinya.
"Langsung tidur lah ya capek" Kata Alfy.
Dan kami pun tidur, barang-barangnya cuma kami taruh saja di lantai, karena memang sudah mengantuk dan waktu sudah hampir jam 3.
Aku yang tidak bisa tidur, membuka hp dan membuka internet. Baru saja buka hp, tiba-tiba hp ku langsung dipenuhi pesan dari Sherin, tapi tak balasa... dan masih saja tak ada notifikasi dari Diva...kemana ya dia?.
Tak lama terdengar suara adzan subuh, aku bergegas untuk mengambil wudhu di kamar mandi kamar dan menunaikan ibadah sholat subuh, sedangkan teman-temanku masih tidur.
Selesai sholat, aku keluar kamar untuk duduk diteras kamar. Pemandangannya memang masih gelap, tapi perlahan-lahan menjadi indah karena sinar matahari yang mulai muncul sedikit demi sedikit.
"Lo udah bangun aja na" Kata Alfy sambil mengucek-ngucek mata.
"Iya nih... gue gak bisa tidur" Kataku.
"Mau ngopi gak?" Kata Alfy.
"Harus lahh!!!" Kataku.
"Yaudah bentar..." Kata Alfy.
Lalu tiba-tiba hening, aku mulai mengingat Diva. Mengingat momen-momen dimana tiba-tiba aku bisa dekat dengannya.
"Si kampret mana sih lama banget bikin kopi" Gumamku.
"Nih na kopinya" Kata Alfy dengan membawa dua gelas kopi.
"Lama banget sih anjir..." Kataku.
"Sorry... tadi gue bab dulu mules gue" Kata Alfy.
"Tau gitu mah gue bikin sendiri" Kataku.
"Si Rakha belum bangun?" Kataku.
"Belum" Kata Alfy.
"Wah mati suri kayaknya dia" Kataku.
"Bodoamat lah hahah" Kata Alfy.
"Na ambil gitar dong..."
"Gitar udah lo bawa kekamar kan?" Kata Alfy.
"Udah ko...bentar gue ambil" Kataku dan berjalan kedalam untuk mengambil gitar.
"Jreng.. jrengg" ku mulai memainkan gitar.
Memainkan lagu RAN - Selamat Pagi.
Dengan semangat kami menyanyikan lagu itu sampai selesai, lagu ini memang cocok untuk dipagi hari.
"Anjir lo udah pada bangun... pantes berisik banget" Kata Rakha yang baru bangun.
"Lo tidur udah kayak orang mati suri" Kataku.
"Wahh bagi dong kopi" Kata Rakha sambil mengambil kopi, tapi belum sempat diseruput. Ku tepak tangannya.
"Lo baru bangun, masih bau iler...maen seruput-seruput kopi gue aja anjir emang"
"Cuci muka dulu apa ke" Kataku.
"Pelit lo ahh..." Kata Rakha dengan lesu.
"Cuci muka dulu kampret... gue tepak kepala juga lo nih"
"Masih kayak orang ngigo tau gak lo" Kataku sambil mengangkat tangan mengambil ancang-ancang untuk menampar.
"Iya ah!" Kata Rakha dan beranjang kekamar mandi.
Tak lama Rakha kembali lagi dengan membawa kopi.
"Ayok nyanyi lagi" Kata Rakha.
"Mau lagu apa nih?" Kataku.
"Sleeping With Sirens - Scene Five" Kata Alfy.
"Jreng...jreng..." aku mulai memainkan gitar.
Dan kami pun bernyayi beberapa lagu lainnya, bergantian pula yang bermain gitar.
"Eh kita disini doang ni? Gak kemana gitu?" Kataku.
"Kemana ya?" Kata Rakha.
"Kita ke Tangkuban Perahu yuk, lumayan deket ko dari sini" Kata Alfy.
"Oke boleh tuh... penasaran gue juga belum pernah kesana haha" Kataku.
"Yaudah pada mandi dulu dah sono... gue mah udah mandi" Kata Alfy.
Setelah mandi dan rapih-rapih, kami berangkat ketempat tujuan.
Diperjalanan awalnya kami mengobrol sampai-sampai ditengah perjalanan kami kehabisan topik pembicaraan dan tiba-tiba hening...
"Bangun woy... lo malah pada tidur"
"Gue nyetir sendirian" Kata Alfy.
"Nyetel lagu kek" Kataku.
"Mana sini memory card lo... lagu lo kan banyak" Kata Alfy.
"Bentar gue cari dulu..."
"Nih..." Kataku.
Lalu kami mulai mendengarkan lagu...
"Anjir... mantep juga nih lagu... lagu siapa?" Kata Alfy sambil mengangguk-anggukan kepala, karena memang lagunya keras atau cadas.
"Lagu Burgerkill men... judulnya Under The Scars" Kataku.
Dan terus begitu setiap mendengar lagu keras, dari yang mulai mereka gak tau sama yang mereka hafal, nanyi sambil teriak-teriak haha.
"Fy... fy... ini lewat mana dah? Ko gak lewat jalan raya?" Tanyaku.
"Lewat jalan perkampungan na... kan gue belum punya biar gak ada polisi" Kata Alfy.
"Terus lo tau gak nih jalan?" Kata Rakha.
"Tenang aja, gue suka lewat sini sama anaknya om gue...kalo mau ke villanya om gue" Kata Alfy.
Hari sudah mulai gelap... sudah menunjukan pukul 12 malam.
"Laper gue cari makan dulu lah" Kataku.
"Iya nih sekalian gue mau isi bensin" Kata Alfy.
Lalu kami sampai dipom bensin, aku dan Rakha pergi ke penjual nasi uduk.
"Lo pesen apa na?" Kata Rakha.
"Eh ada nasi kuning juga bu?" Tanyaku kepada penjualnya.
"Iya ada" Kata Penjualnya.
"Yaudah nasi kuningnya satu, nasi uduknya dua ya bu" Kata Rakha.
Tak lama selesai mengisi bensin dan memarkirkan mobilnya, Alfy menghampiri kami.
"Gue mana? Udah dipesenin belum?" Tanya Alfy.
"Udah tenang aja..."Kata Alfy.
Setelah pesanannya siap, kami langsung makan dengan lahapnya...
"Masih jauh fy?" Tanyaku.
"Lumayan sih" Kata Alfy.
"Lo gak ada yang bisa nyetir mobil apa? Capek nih gue sendirian" Kata Alfy.
"Gue bisa sih tapi gue males ah kalau malem takut nabrak haha" Kata Rakha.
"Yaudah... lo pulangnya gantian bawa mobil" Kata Alfy.
"Siapp!!!" Kata Rakha.
"Drett..drett" hpku bergetar ada notifikasi... ternyata telpon dari Sherin.
"Hallo..." Kataku.
"Lo kok ke jalan-jalan gak ngajak gue!!!" Kata Sherin sambil teriak.
"Anjiirrr... Budeg kuping gue"
"Apaan sih teriak-teriak, lagian lo juga pergi dari sore" Kataku.
"Ahh gak asik ah" Kata Sherin.
"Asik ko rin asik... nih gue lagi liat city light haha" Kataku sambil meledek Sherin.
"Bodo! Pokoknya oleh-oleh!" Kata Sherin.
"Gak.. gak ada oleh-oleh" Kataku dan langsung mematikan telponya, karena kalau tidak... Sherin tidak akan berhentik ngoceh sampai entah kapan haha.
Dan akhirnya kita sampai di villa milik omnya Alfy.
"Sampe nih" Kata Alfy.
"Akhirnyaaaaaaa" Kata Rakha.
Dan kami pun mengeluarkan barang-barang, dan Alfy sedang mengobrol dengan penjaga villan untuk meminta kuncinya.
"Langsung tidur lah ya capek" Kata Alfy.
Dan kami pun tidur, barang-barangnya cuma kami taruh saja di lantai, karena memang sudah mengantuk dan waktu sudah hampir jam 3.
Aku yang tidak bisa tidur, membuka hp dan membuka internet. Baru saja buka hp, tiba-tiba hp ku langsung dipenuhi pesan dari Sherin, tapi tak balasa... dan masih saja tak ada notifikasi dari Diva...kemana ya dia?.
Tak lama terdengar suara adzan subuh, aku bergegas untuk mengambil wudhu di kamar mandi kamar dan menunaikan ibadah sholat subuh, sedangkan teman-temanku masih tidur.
Selesai sholat, aku keluar kamar untuk duduk diteras kamar. Pemandangannya memang masih gelap, tapi perlahan-lahan menjadi indah karena sinar matahari yang mulai muncul sedikit demi sedikit.
"Lo udah bangun aja na" Kata Alfy sambil mengucek-ngucek mata.
"Iya nih... gue gak bisa tidur" Kataku.
"Mau ngopi gak?" Kata Alfy.
"Harus lahh!!!" Kataku.
"Yaudah bentar..." Kata Alfy.
Lalu tiba-tiba hening, aku mulai mengingat Diva. Mengingat momen-momen dimana tiba-tiba aku bisa dekat dengannya.
"Si kampret mana sih lama banget bikin kopi" Gumamku.
"Nih na kopinya" Kata Alfy dengan membawa dua gelas kopi.
"Lama banget sih anjir..." Kataku.
"Sorry... tadi gue bab dulu mules gue" Kata Alfy.
"Tau gitu mah gue bikin sendiri" Kataku.
"Si Rakha belum bangun?" Kataku.
"Belum" Kata Alfy.
"Wah mati suri kayaknya dia" Kataku.
"Bodoamat lah hahah" Kata Alfy.
"Na ambil gitar dong..."
"Gitar udah lo bawa kekamar kan?" Kata Alfy.
"Udah ko...bentar gue ambil" Kataku dan berjalan kedalam untuk mengambil gitar.
"Jreng.. jrengg" ku mulai memainkan gitar.
Memainkan lagu RAN - Selamat Pagi.
Spoiler for Potongan Lirik:
Dengan semangat kami menyanyikan lagu itu sampai selesai, lagu ini memang cocok untuk dipagi hari.
"Anjir lo udah pada bangun... pantes berisik banget" Kata Rakha yang baru bangun.
"Lo tidur udah kayak orang mati suri" Kataku.
"Wahh bagi dong kopi" Kata Rakha sambil mengambil kopi, tapi belum sempat diseruput. Ku tepak tangannya.
"Lo baru bangun, masih bau iler...maen seruput-seruput kopi gue aja anjir emang"
"Cuci muka dulu apa ke" Kataku.
"Pelit lo ahh..." Kata Rakha dengan lesu.
"Cuci muka dulu kampret... gue tepak kepala juga lo nih"
"Masih kayak orang ngigo tau gak lo" Kataku sambil mengangkat tangan mengambil ancang-ancang untuk menampar.
"Iya ah!" Kata Rakha dan beranjang kekamar mandi.
Tak lama Rakha kembali lagi dengan membawa kopi.
"Ayok nyanyi lagi" Kata Rakha.
"Mau lagu apa nih?" Kataku.
"Sleeping With Sirens - Scene Five" Kata Alfy.
"Jreng...jreng..." aku mulai memainkan gitar.
Spoiler for Potongan Lirik:
Dan kami pun bernyayi beberapa lagu lainnya, bergantian pula yang bermain gitar.
"Eh kita disini doang ni? Gak kemana gitu?" Kataku.
"Kemana ya?" Kata Rakha.
"Kita ke Tangkuban Perahu yuk, lumayan deket ko dari sini" Kata Alfy.
"Oke boleh tuh... penasaran gue juga belum pernah kesana haha" Kataku.
"Yaudah pada mandi dulu dah sono... gue mah udah mandi" Kata Alfy.
Setelah mandi dan rapih-rapih, kami berangkat ketempat tujuan.
Diubah oleh andmse 07-03-2019 09:39
1