Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#29
Part 12

Setelah kejadian itu, hubungan ku dengan Diva menjadi lebih dekat. Diva sering main kerumahku, walaupun kadang hanya sekedar menjemput Sherin untuk latihan voly atau membuat kue dengan Bunda.
Entah apa yang membuatnya sering-sering-sering pergi dari rumah.
Katanya orang tuanya sibuk bekerja, dan dia jenuh kalau dirumah sendirian... walaupun ada pembatunya.

"Lo mau lanjutin SMA dimana na?" Tanya Alfy ketika kami sedang bermain gitar diteras rumah.
"Hmm... kayaknya di SMA yang sama kayak Sherin deh... lagian bingung gue" Kataku.
"Sama deh gue juga lanjutin kesitu...nyokap gue nyaraninnya masuk ke SMA itu" Kata Rakha.
"Nah berarti gue ikut kalian deh ahaha" Kata Alfy.
"Si Putri lanjut kemana?" Tanyaku.
"Kayaknya sih dia keJogja deh" Kata Rakha.
"Gila jauh banget, takut ilang gue kalo liat anak kayak dia haha" Kata Alfy.
"Ya kan disana ada saudara-saudaranya" Kata Rakha.

"Trus lo gimana sama Diva?" Tanya Rakha.
"Gimana apanya?"Kataku.
"Yaampun... lo kan udah deket tuh" Kata Alfy.
"Ya.. terus kenapa?" Kata ku.
"Yaampun na... bego banget sih..."
"Kenapa gak lo pacarin..." Kata Rakha.
"Lahh dia aja belum tentu suka sama gue... lagian juga baru deket" Kataku.
"Yaudah deh terserah lo... jangan disia-siain , lo beruntung banget bisa deket sama Diva" Kata Alfy.

Benar kata mereka, aku beruntung bisa dekat dengan Diva, tapi aku juga tak mau memberi harapan mengenai peresaan yang besar untuk itu. Takut ketika nanti ternyata aku hanya ke geeran, tapi yasudah lah aku jalani saja.

Lalu ketika malam harinya Sherin pulang selesai latihan voly, tapi tidak bersama Diva.
"Loh ko lo gak sama Diva?" Tanyaku.
"Ciyee nanyain Diva" Kata Sherin.
"Apaan si... kan gue nanya aja, biasanya kan lo sama dia" Kataku.
"Dia tadi dijemput nyokapnya" Kata Sherin.
"Oh tumben, katanya orang tuanya pada sibuk kerja" Kataku.
"Iya... tapi kalau orang tuanya libur... pasti Diva pergi kemana gitu sama orang tuanya..." Kata Sherin.
"Ohh gitu..." Kataku.
"Eh de... lo jadi masuk SMA yang sama kayak gue?" Tanya Sherin.
"Iyaa deh kayaknya... temrn-temen gue juga masuk kesitu" Kataku.

Lalu aku menuju kamar untuk bermain game seperti biasanya bersama teman-temanku.

Beberapa hari berlalu, kali ini berbeda tanpa adanya Diva, yang kudengar dia sedang pergi keluar kota bersama keluargnya menikmati hari-hari akhir musim liburan. Tak ada kabar darinya dihp ku, tapi aku berpikir, aku ini siapa? Cuma orang yang sedang beruntung untuk mendapat kesempatan dekat dengannya.

"Na... kita ke Bandung yuk" Ajak Rakha.
"Hah? Kapan?" Kataku.
"Hari sabtu aja?" Kata Alfy.
"Naik apa kita?" Kataku.
"Udah tenang aja, naik mobil gue... nanti disana kita ke villa tempat om gue" Kata Alfy.
"Lo punya mobil fy ?" Kataku.
"Mobil bokap gue sih hehe" Kata Alfy sambil menggaruk-garuk kepala.
"Yaudah nih siapa lagi?" Kata Rakha.
"Udah bertiga aja... gue males ramai-ramai" Kataku.
"Si Diva kemana gak lo coba ajak?" Kata Rakha.
"Dia kan lagi keluar kota sama keluarganya... lagian juga gak bisa dihubungi" Kataku dengan datar.
"Oh... pantes ni muka dari kemaren kayak keset yang kelamaan dijemur haha" Kata Rakha.
"Yaudah gue cabut dulu ya... mau jemput gebetan gue nih" Kata Rakha sambil menaik-naik kan alis.
"BALIK KANAN... GRAK!!!" Kata Afly.
Dan kami kembali kerumah masing-masing.

Malamnya aku kekamar Bunda untuk memberitahu kalau aku dan teman-temanku akan pergi ke Bandung.
"Bun..." Kataku.
"Apa dek?" Kata Bunda yang sedang asik membaca buku.
"Besok malam aku mau ke Bandung" Kataku.
"Sama siapa dek?" Tanya Bunda.
"Sama Alfy sama Rakha bun" Jawabku.
"Terus...kalian naik apa nanti?" Tanya Bunda.
"Naik mobilnya Alfy bun... nanti disana ada villa punya omnya bun..." Kataku.
"Emang Alfy udah bisa bawa mobil dek?" Kata Bunda.
"Udah kali bun... atau dia sama supirnya" Kataku.
"Boleh ya bun... aku bosen banget dirumah gak kemana-kemana" Kataku.
"Yaudah tapi nanti hati-hati loh..." Kata Bunda.
"SIAP GRAK!!!" Kataku sambil memperagakan postur hormat.
"Yaudah bun... aku mau tidur" Kataku lalu aku kembali kekamar.

Esoknya ketika siang hari aku menyiapkan barang-barang yang perlu disiapkan. Tiba-tiba ada notif pesan dari Alfy.
"Kita beli cemilan dulu yuk buat dimobil" Kata Alfy.
"Kapan? Sekarang?" Jawabku.
"Iyaa gue tunggu didepan nih" Kata Alfy.
Lalu aku langsung kedepan.

"Lah lo udah disini aja Rak" Kataku.
"Dari tadi... gue panggilin gak nongol-nongol" Kata Rakha.
"Gue lagi pake earphone hehe... orang rumah lagi pada pergi" Kataku.
"Lagian lo bukannya sms" Kataku.
"Pulsa gue abis hehe" Kata Rakha.
"Yaudah ayok berangkat" Kata Alfy.
"Jalan kaki? Panas anjir" Kataku.
"Iyalah... lebay banget lo" Kata Alfy.

Lalu kami pergi ke Mini Market, tak jauh memang... tapi hari ini sedang panas.
Dan tak lama setelah membeli cemilan kami kembali kerumah Alfy.

"Kita berangkat jam berapa nih?" Kataku.
"Jam 7 aja kali ya?"
"Mobil, tempat villa kita disono udah siap ko" Kata Alfy.
"Yaudah mending kita istirahat aja dulu tidur, biar gak kecapean nanti jalan" Kata Rakha.
"Yaudah oke... nanti kita berkabar aja kalo udah siap" Kataku.
"Yaudah oke... gue balik dulu" Kata Rakha.
"Hati-hati" Kata Alfy.
Dan aku kembali kerumahku, untuk tidur.

"Dek... bangun... udah mau maghrib!" Suara Bunda dari balik pintu kamarku.
"Iyaa bun..." Kataku sambil membuka pintu.
"Kamu berangkat jam berapa?" Tanya Bunda.
"Jam 7 bun..." Kataku.
"Udah beres-beresin barang yang mau dibawa?" Kata Bunda.
"Udah ko bun..." Kataku.
"Yaudah mandi dulu sana..." Kata Bunda.
"Iya bun..." Kataku dan bergegas untuk mandi.

Setelah selesai mandi dan sholat , aku kemenonton tv, jarang sekali aku nonton tv.
"Loh kamu mau kemana de?" Tanya Babeh.
"Mau jalan-jalan beh hehe" Kataku.
"Waduhh... mau malam mingguan ternyata... kemana nih?" Kata Babeh.
"Ke Bandung beh" Kataku.
"Buset... jauh amat" Kata Babeh.
"Iya beh...liburan lah bosen dirumah mulu" Kataku.
"Emang kamu punya uang?" Kata Babeh.
"Beh... jangan meragukan anak mu ini lah... anakmu ini rajin menabung haha" Kataku.
"Sama siapa kamu kesana?" Tanya Babeh.
"Sama Alfy sama Rakha beh" Kataku.
"Yaudah hati-hati loh... jangan macem-macem kalau lagi berkunjung ketempat orang" Kata Babeh.
"SIAP GRAK!!!" Kataku sambil memperagakan postur hormat.

"Assalamualaikum..." Kata seseorang yang berada dipagar.
"Waalaikumsalam... udah siap?"
"Lo sama siapa kesini?" Kataku.
"Udah nih ... tadi gue naik ojek" Kata Rakha.
"Woyy... barang-barang masukin sini..." Kata Alfy.
"Rak bawa gitar lah" Kata Alfy.
"Oh iyaa bentar-bentar gue ambil dulu" Kataku sambil berlari menuju kamarku.

"Berangkat dulu ya bun... beh" Kataku sambil berpamitan.
"Iyaa hati-hati yaa..." Kata Bunda.
"Nih... buat jajan..." Kata Bunda.
"Gausah bun... aku ada ko..." Kataku.
"Sherin kemana bun?" Tanyaku.
"Tadi sore dia pergi sama temannya" Jawab Bunda.
"Siapa bun? Diva?" Kataku.
"Bukan..." Kata Bunda.
"Yaudah bun... Assalamualaikum..." Kataku.
"Waalaikumsalam..." Kata Bunda dan Babeh.

Dan kami pun bergegas untuk berangkat, karena kalau terlalu malam nanti macet.
Diubah oleh andmse 05-03-2019 23:36
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.