Kaskus

Story

alasankupergiAvatar border
TS
alasankupergi
Alasan Ku Pergi (Sebuah Perjalanan, Sebuah Cerita)
kamu akan tau latarku, sisi lainku, dan terutama kekurangankuyang jelas ku ceritakan disana. Karena beberapa hal yang sudah ku tulis disana tidak akan ku bahas panjang disini.

Spoiler for Update Time:


Ini cerita keduaku yang akan lebih panjang dari ceritaku sebelumnya, semoga tidak lebih panjang dari perdebatan capres-cawapres tahun ini. Ah, aku lupa jangan bahas politik! Itu sungguh menggelitik.
Tentang latar waktu ini terjadi, mungkin akan terus memutar balik dan kembali. Nikmati saja!

ilustrasi tempat yang ada dalam cerita akan ku tampilkan dengan gambar yang bersumber dari Instagram, karena akan lebih mudah kalian temukan, dan untuk menaikkan minat pembaca untuk eksplor Indonesia, asal kalian tau wajah Indonesia itu sangat menarik !.

Alasan Ku Pergi (Sebuah Perjalanan, Sebuah Cerita)

Spoiler for c i n t a:


Ini cerita perjalananku ke tempat yang seperti anak indieceritakan dalam liriknya, sebuah perjalanan menemukan jati diri. Ku harap begitu . . .

Alasan aku pergi melakukan perjalanan terlihat begitu klasik, karena C I N T A. Rasanya banyak travellers yang ku temui punya alasan yang sama.

Kamu tau rasanya menikmati pantai berpasir putih lalu menikmati kopi dan menghisap uap rasa creamy dari kotak sabun ? Percayalah ! Kamu akan lupa kalau kuota internet mu tidak bisa dipakai disini, dan itu takkan diperlukan.

Aku Albiru Kahfi Diandra

ini cerita perjalananku . . .

Spoiler for index:
Diubah oleh alasankupergi 26-03-2019 00:06
5
6.1K
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
alasankupergiAvatar border
TS
alasankupergi
#19
Ceritanya Interview ?
Spoiler for Dia itu...:


Sebulan setelah pulang dari Alor, aku pun terus mencari bagaimana cara untuk mewujudkan semuanya. Alasanku pergi hanyalah untuk bisa menikmati alam dan mendapati banyak hal baru, hanya itu.
"Apa aku harus jujur ke orang tuaku agar aku bisa mewujudkan ini semua ya ?" pikirku.
Setiap harinya aku mencoba terus mencari pekerjaan yang mungkin cocok dengan itu.
Lalu aku pun mencoba berbicara saat ayah baru pulang kerja, seperti biasa, ia sedang minum kopi dan menonton berita. Aku pun menghampirinya

"Ayah, aku kayanya mau kerja dulu deh. Tiap hari futsalan doang juga bosen" kataku pada Ayah

"Oh gitu, yaudah. Kemarin temen Ayah juga nanyain kamu. Ayah kira kamu masih suka nganggur" kata Ayah

"Siapa yah ? Kerjaan ?" Tanyaku

"Itu Om Wi, katanya lagi ada kerjaan buat yang di lapangan. Tapi Ayah sih ragu kamu mau pergi jauh gitu" kata Ayah sambil menikmati kopinya

"Serius yah ? Aku mau banget loh yah kalo itu" kataku yang langsung antusias

"Yaudah, lusa kamu ke kantor Ayah. Besok ayah baru mau bilang Om Wi" kata Ayah

"Oke deh, nanti kasih tau lagi ya yah. Aku main dulu. Assalamualaikum!" Kataku langsung meminum kopi Ayah sedikit lalu lari keluar rumah

"Andraa!!! Kelakuan ya!" Kata Ayah teriak ke arahku

"Sama sama yah!" Kataku yang tersenyum jahil teriak dari luar dan langsung kabur untuk main.


*****

Hari ini aku berangkat ke kantor Ayah dengan motor maticku ini. Aku tidak berangkat bersama Ayah, karena kalau berangkat terlalu pagi aku pun aku belum siap, jaga jaga kalau langsung interview. Tapi aku rasa tidak mungkin, aku cuma memakai kemeja ditambah celana jeans dan sepatu running. Kalau interview, mungkin penampilan pun aku tidak lolos.
Setibanya di kantor Ayah, aku langsung ke bagian resepsionis, dan banyak dari mereka sudah kenal denganku. Lalu aku berjalan ke ruangan Ayah, dan menemui Om Wi

"Ayah, Om Wi udah dateng ?" Kataku yang mendekatinya lalu mencium tangannya

"Udah, itu kamu ditunggu di dalam katanya" ucapnya menunjuk ke suatu ruangan

"Aku kesana dulu yah" kataku

"Yaudah gih sana" ucapnya

Aku berjalan ke ruangan itu yang tidak beberapa jauh dari meja ayahku

knock . . knock . . knock

"Assalamualaikum, permisi" kataku yang lalu membuka pintu perlahan

"Iya, wa'alaikumsalam. Silahkan masuk!" Katanya tanpa melihat pintu karena sedang membaca sesuatu

"Selamat pagi om, saya Andra" kataku, berdiri di depan pintu

"Eh Andra, apa kabar ? Sini, silahkan duduk! Santai saja" katanya menunjuk kursi di seberang mejanya dan mempersilahkan aku duduk

Aku pun melangkah ke arah kursi dan kemudian duduk di kursi itu.

"Gimana kabar kamu sekarang ? Tambah besar ya, lama nggak ketemu" katanya sambil merapihkan kertas kertas yang tadi ia baca

"Alhamdulillah baik om, iya terakhir ketemu kan waktu SD. Itu juga waktu ayah ngajakin kesini abis lebaran" kataku yang masih agak canggung

"Iya ya, sudah lama sekali itu. Oh iya, gini ndra, om punya projectdi luar kota, tepatnya luar pulau sih, nah kebetulan banget kayanya butuh tambahan orang, paling lama sih 10 hari disana. Gimana ? Kamu tertarik nggak ?" Katanya yang memulai obrolan serius, tangannya kali ini sudah diatas meja

"Kalo boleh tau, nanti andra kerjanya ngapain aja ya ? Kan andra juga belum punya pengalaman kerja, dan ditambah andra juga harus prepare kebutuhan andra selama disana nanti" kataku yang mulai santai

"Kerjaannya lebih banyak interaksi dengan masyarakat nantinya, nah soal daerahnya mungkin akan agak jauh dari perkotaan, dan nanti segala kebutuhan sehari-hari juga kami yang menyediakan, nanti kamu pun nggak sendirian, ada team. Jadi yang kamu perlu bawa kebutuhan kamu aja sehari-hari disana" katanya menjelaskan padaku

"Oh gitu, terus soal pengalaman andra gimana om ?" Kataku yang masih concern dengan masalah itu

"Tenang! Nanti kamu diajarin disana sama yang udah senior. Jadi kaya let the flow aja" jelasnya santai

"Oke deh om, andra mau kalo gitu!" Kataku tanpa berpikir panjang

"Oh iya, soal gaji nanti kalo cuma di Jakarta kamu dapet standard tapi kalo lagi keluar kota ada tambahannya ya" katanya menjelaskan detail gajiku

"Oh iya om, nggak apa apa kalo itu" kataku yang mulai antusias

"Yasudah, kira-kira bulan depan kita akan berangkat. Nah beberapa hari ini kamu dibantu sama Mas Tio untuk sedikit pengenalan tentang kerjaan dan alat yang digunakan. 3 hari lah paling kamu udah lancar" katanya yang langsung mengajak bersalaman, seperti tanda deal tapi tidak ada kata sepakat dalam percakapan tadi

Aku menyambut tangannya, tapi karena aku tau akan lebih sopan apabila aku mencium tangannya (re: salim). "Baik om, kalo gitu andra juga harus banyak belajar"

"Ayo! sini om tunjukkin buat kenalan sama Mas Tio yang jadi partner kamu nanti" katanya yang langsung berdiri dan mengajakku ke suatu tempat

Aku dan Om Wi berjalan ke ruangan itu, tampak tidak asing buatku tapi karena sudah lama aku tidak kesini maka tata letak dari ruangannya berbeda.
Sampai di ruangan, aku dikenalkan dengan 2 orang asistennya, yang pertama Mas Tio yang tadi disebutkan oleh Om Wi, dan satu lagi itu wanita seumuranku namanya Arum. Lalu Om Wi memperkenalkan aku dengan mereka, dan Om Wi menyerahkan aku ke mereka untuk diberitahu tentang alat dan perlengkapan, serta prosedur pengerjaan yang sedang mereka lakukan, aku pun memperhatikan apa yang mereka jelaskan, dan tentu saja praktek langsung. Mereka bercerita tentang apa yang akan dikerjakan nanti selama ada di luar kota, panjang sekali jadi aku malas menceritakan kembali apa yang mereka katakan, ditambah dengan obrolan basa basi kami yang tidak penting, seperti obrolan 'say Hi!' yang penuh kehati-hatian.

"Ya, jadi itu aja sih kerja kita nanti" kata Mas Tio yang sudah lapar, karena sudah masuk jam makan siang

"Oke deh mas! Jadi besok masih perlu masuk nggak ?" Kataku

"Ini sih pengenalannya udah, paling tinggal ngomong sama Pak Wi aja. Besok masuk atau nggaknya" katanya

"Yaudah kalo gitu mas, saya mau ke tempat ayah saya dulu abis itu ke tempat Pak Wi" kataku yang langsung berjalan keluar ruangan bersama Mas Tio dan Arum. Lalu kami berpisah setelah keluar dari ruangan itu.

Aku kemudian menemui ayahku dan Om Wi yang ternyata sedang asyik ngobrol. Lalu aku ceritakan apa yang tadi diajarkan oleh Mas Tio dan Arum. Om Wi mengajak aku dan Ayah untuk makan siang bersama dan membicarakan banyak hal. Mereka juga menceritakan kondisi kerja lapangan itu seperti apa. Setelah selesai makan siang, aku pamit ke Ayah dan Om Wi.

"Aku pamit dulu, kebetulan aku ada janji sama temen siang ini" kataku ke mereka

"Oh yasudah, kamu mulai masuk bulan depan ya. Biar tau prepare, nanti sekitar tanggal 5 baru berangkat. Jadi 4 hari dulu untuk persiapan" kata Om Wi

"Baik om, kalo gitu aku pamit" ucapku yang kemudian mencium tangan mereka, "assalamualaikum!" Lalu aku pergi meninggalkan mereka

Sampai di parkiran kantor, aku mencari motorku lalu menaikinya, aku pun memutar kunci kontak lalu berpikir "itu tadi ceritanya interview kerja ya ? lucu juga, pakai setelan gini" lalu aku tersenyum sendiri

Aku mengangkat standar motor, lalu memundurkannya. Mulai men-starter motor, "dimulai dari sini ya. Baiklah!" Katau pelan. Lalu ku putar gas, dan berangkat pulang.



bersambung. . . . .
Diubah oleh alasankupergi 20-03-2019 08:17
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.