- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Punya Hati ?
...
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.
Spoiler for Index:
Adakah Senyum di Semarang,
Spoiler for Index:
Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•3Anggota
Tampilkan semua post
TS
seenue
#11
Seperti kebanyakan manusia, gw juga punya Ayah-Bunda. Bedanya, gw nggak punya yang namanya keluarga.
Ayah dimana, Bunda dimana. Sungguh, atas dasar kebahagiaan, materi dan tuntutan sosial semua itu hanyalah belati, yang setiap saat menyayat nurani. Gw pegen seperti mereka, anak-anak lain dan keluarga lain. Hidup satu atap, makan bareng, ketawa bareng dan yang jelas.. gw dapet marahnya Bunda.
Tapi, itu hanyalah mimpi. Mimpi yang selalu hadir saat lebaran saja. Mereka ngumpul dan nggak tau harus apa. Selepas lebaran, sudah pergi dengan kehidupan masing-masing. Sampai-sampai, adek gw jadi berandalan, putus sekolah dan nggak bisa di atur.
Paradoks memang. Tapi, itulah kehidupan, kita hanya bisa berharap.. meski kehidupan juga yang membuat kenyataan berbeda dengan harapan.
Jiwa gw gamang, dulu.. gw pacaran buat melipur hati, setidaknya.. hati gw biar nggak mati, kering.. tapi apa, gw malah di tinggal pergi. Semakin kesini, gw semakin acuk, tidak peduli dan masa bodo.
Kadang gw nyesel, kenapa harus ada dan di lahirkan, kalau kehidupan akan seperti ini. Nggak punya keluarga, dan nggak punya tempat untuk sekedar pulang. Dalam arti, ada keluarga.
Haraghh..
Gw pengen teriak, tapi ada Lola.
Selepas pelukan itu, kita pulang. Lola nganterin gw, terus balik. Sedangkan gw, kembali dengan iklan-iklan yang sudah siap menuhin kepala. Tinggal apa pematiknya, maka itu bahan iklan yang akan mendominasi. Tak peduli lingkup sosial, politik, agama dan manusia.
Tapi gw mau off lebih awal, setelah apa-apa yang akan gw lakukan besok sudah gw list.
Gw tidur..
Ayah dimana, Bunda dimana. Sungguh, atas dasar kebahagiaan, materi dan tuntutan sosial semua itu hanyalah belati, yang setiap saat menyayat nurani. Gw pegen seperti mereka, anak-anak lain dan keluarga lain. Hidup satu atap, makan bareng, ketawa bareng dan yang jelas.. gw dapet marahnya Bunda.
Tapi, itu hanyalah mimpi. Mimpi yang selalu hadir saat lebaran saja. Mereka ngumpul dan nggak tau harus apa. Selepas lebaran, sudah pergi dengan kehidupan masing-masing. Sampai-sampai, adek gw jadi berandalan, putus sekolah dan nggak bisa di atur.
Paradoks memang. Tapi, itulah kehidupan, kita hanya bisa berharap.. meski kehidupan juga yang membuat kenyataan berbeda dengan harapan.
Jiwa gw gamang, dulu.. gw pacaran buat melipur hati, setidaknya.. hati gw biar nggak mati, kering.. tapi apa, gw malah di tinggal pergi. Semakin kesini, gw semakin acuk, tidak peduli dan masa bodo.
Kadang gw nyesel, kenapa harus ada dan di lahirkan, kalau kehidupan akan seperti ini. Nggak punya keluarga, dan nggak punya tempat untuk sekedar pulang. Dalam arti, ada keluarga.
Haraghh..
Gw pengen teriak, tapi ada Lola.
Selepas pelukan itu, kita pulang. Lola nganterin gw, terus balik. Sedangkan gw, kembali dengan iklan-iklan yang sudah siap menuhin kepala. Tinggal apa pematiknya, maka itu bahan iklan yang akan mendominasi. Tak peduli lingkup sosial, politik, agama dan manusia.
Tapi gw mau off lebih awal, setelah apa-apa yang akan gw lakukan besok sudah gw list.
Gw tidur..
tikusil dan 5 lainnya memberi reputasi
6