Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#7
Alone..

Bagi gw lebih dari sendiri, bernyawa dan lebih ngena. Semacam kalimat '..dek, aku sayang pean..'. lebih bernyawa ketimbang, 'i love u'.

Gw!, abadi dalam diksi alone, pekat.. gelap.. hening dan tak pernah ada nafas. Kosong.

Karena faktanya, gw emang lagi nggak sama siapa-siapa. bagi gw, kebersamaan adalah ikatan, tanpa narasi kalau itu sudah bahagia, bukan. Bagi gw, kebersamaan adalah ejawantah dari kesamaan isme, prinsip dan moto. Tanpa itu, semua terasa berbelit. Macam gw mau ke kiri, tapi temen-teman gw ngatain gw anti dogma, yang ujung-ujungnya adalah sesat.

Matane..

Memang, gw sekarang lebih condong ke kiri, kenapa? ya karena tingkat rasionalitas gw lebih, dan kalau ente bicara iman yang hahahihi, bagi gw itu adalah poin-poin kebodohan. Macam banyak koar minim prestasi. Adapun prestasi tak jauh-jauh dari nyinyir dan nyebar hoax.

Aih.., lupakan para bodoh abadi. Anggap saja, mereka sampah diantara kewarasan. Toh, yang katanya Tuhan pemilik kekuasaan mutlak, juga Selow. Masa, kita yang katanya ciptaan harus ribut, kan bego. Memang benar, bijak sedari pikiran itu perlu. tau tempat dan kondisi, tanpa buta mata ataupun hati. Semua harus seimbang?.

Moto gw satu, karena gw terlahir sebagai manusia, maka--kemanusiaan harus berada di ujung, semacam memanusiakan manusia lainya, tanpa pandang SARA. Karena kita sama. Masalah agama adan apapun itu, biar sang pencipta yang menilai. Toh,-- agama gw yang katanya maha bener, jadi koruptor juga banyak. Dan kalaupun ada kata ngeles "Ah itu cuma oknum.."

Hahaha, permainan alibi maca ini yang membudaya, hingga kebodohan lintas milenial kian parah. Satu kata, mereka ini adalah pengecut, sampah, bajingan yang ngumpet di ketiak agama.

Lantas, gw berasumsi..

Kalau Tuhan itu jancuk-an. Maha besar, maha kuasa.. tapi membiarkan ciptaanya berbuat onar. tapi mau bagaimana lagi, itu adalah alibi buat menentukan siapa baik dan nggak baik. lah, jadi.. selama ini kita ini cuma mainan buat di biarkan, di adu dan di binasakan. Atas nama apapun, kalau gw jadi tuhan. Gw nggak bakalan buat ini itu yang faktanya, BOULSHIT.

Coba lu pikir, Tuhan yang maha jumbo membuat alam semesta? lalu kita persempit menjadi bumi beserta tata suryanya, ada kehidupan dan ada drama yang menyertainya.

Nah, katanya kan alam semesta ini luas was was was. masa iya, tuhan yang jumbo itu cuma bikin kehidupan di bumi? dan itu jelas di 'Kitab fiksi' fersi roky gerung.Terus, galaksi galaksi yang lain isinya apa? kondom!.

Kalaupun ada penduduk Namek, seharusnya masuk di kitab fiksi. Ini malah yang tenar bab perang, dan bab biadab yang mengharuskan kita menjadi benar atas pembenaran pribadi dan sedikit nyatut diksi fiksi.

Jadi nggak heran kalau agama hari ini bukan tempat yang teduh, tapi.. tempat genagan darah.

Dan kalaupun ada yang membantah, mending jangan bantah gw yang bertanya kenapa, tapi.. kondisikan sesama kelompokmu, tunjukkan kalau adanya agama--akan menjadikan manusia beradab, bukan biadab.

Kalau sudah, gw akan percaya. Bahwasanya, agama benar-benar untuk kemaslahatan. Bukan saja untuk manusia, tapi untuk alam juga.

Apa ini..?

***
Begitulah kalau gw sedang diam, entah kenapa--otak gw selalu ngerender banyak topik, mungkin--gw nya saja yang kurang inputan, atau--gw nya saja yang terlalu rasional.

Intinya, selama kita jadi manusia--alangkah baiknya jadi manusia baik, paling remeh, janganlah mencubit kalau nggak mau di cubit.

Adapun reaksi, pasti ada sebab mu sebab. tapi jangan buta juga, semua reaksi bisa di mobilisasi, bisa di bikin narasi dulu.. padahal konteksnya berbeda, substansinya nggak masuk.

Hati-hati, jaga kewarasan.

yusufchauza
arifbws208e
tikusil
tikusil dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.