- Beranda
- Stories from the Heart
Alasan Ku Pergi (Sebuah Perjalanan, Sebuah Cerita)
...
TS
alasankupergi
Alasan Ku Pergi (Sebuah Perjalanan, Sebuah Cerita)
kamu akan tau latarku, sisi lainku, dan terutama kekurangankuyang jelas ku ceritakan disana. Karena beberapa hal yang sudah ku tulis disana tidak akan ku bahas panjang disini.
Ini cerita keduaku yang akan lebih panjang dari ceritaku sebelumnya, semoga tidak lebih panjang dari perdebatan capres-cawapres tahun ini. Ah, aku lupa jangan bahas politik! Itu sungguh menggelitik.
Tentang latar waktu ini terjadi, mungkin akan terus memutar balik dan kembali. Nikmati saja!
ilustrasi tempat yang ada dalam cerita akan ku tampilkan dengan gambar yang bersumber dari Instagram, karena akan lebih mudah kalian temukan, dan untuk menaikkan minat pembaca untuk eksplor Indonesia, asal kalian tau wajah Indonesia itu sangat menarik !.

Ini cerita perjalananku ke tempat yang seperti anak indieceritakan dalam liriknya, sebuah perjalanan menemukan jati diri. Ku harap begitu . . .
Alasan aku pergi melakukan perjalanan terlihat begitu klasik, karena C I N T A. Rasanya banyak travellers yang ku temui punya alasan yang sama.
Kamu tau rasanya menikmati pantai berpasir putih lalu menikmati kopi dan menghisap uap rasa creamy dari kotak sabun ? Percayalah ! Kamu akan lupa kalau kuota internet mu tidak bisa dipakai disini, dan itu takkan diperlukan.
Aku Albiru Kahfi Diandra
ini cerita perjalananku . . .
Spoiler for Update Time:
Ini cerita keduaku yang akan lebih panjang dari ceritaku sebelumnya, semoga tidak lebih panjang dari perdebatan capres-cawapres tahun ini. Ah, aku lupa jangan bahas politik! Itu sungguh menggelitik.
Tentang latar waktu ini terjadi, mungkin akan terus memutar balik dan kembali. Nikmati saja!
ilustrasi tempat yang ada dalam cerita akan ku tampilkan dengan gambar yang bersumber dari Instagram, karena akan lebih mudah kalian temukan, dan untuk menaikkan minat pembaca untuk eksplor Indonesia, asal kalian tau wajah Indonesia itu sangat menarik !.

Spoiler for c i n t a:
Ini cerita perjalananku ke tempat yang seperti anak indieceritakan dalam liriknya, sebuah perjalanan menemukan jati diri. Ku harap begitu . . .
Alasan aku pergi melakukan perjalanan terlihat begitu klasik, karena C I N T A. Rasanya banyak travellers yang ku temui punya alasan yang sama.
Kamu tau rasanya menikmati pantai berpasir putih lalu menikmati kopi dan menghisap uap rasa creamy dari kotak sabun ? Percayalah ! Kamu akan lupa kalau kuota internet mu tidak bisa dipakai disini, dan itu takkan diperlukan.
Aku Albiru Kahfi Diandra
ini cerita perjalananku . . .
Spoiler for index:
Diubah oleh alasankupergi 26-03-2019 00:06
5
6K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alasankupergi
#17
Transit
crew pesawat memberitahu bahwa dalam 20 menit kita akan tiba bandara El tari, Kupang. Aku segera melipat meja di depanku, melihat keluar jendela, pesawat mulai menurunkan ketinggiannya, mulai tampak lautan yang terhampar luas dengan beberapa pulau pulau kecil.
"balik lagi ke Jakarta ya, macetnya, udaranya, bisingnya. Kalau dikasih pilihan buat stay kayanya nggak ada yang lebih nyaman dibanding disana. Aku baru tau, aku sering rindu dengan ketidaknyamananku itu" pikirku dalam hati
pesawat landing dan penumpang transit pindah pesawat diarahkan untuk melapor ke bagian transit, kemudian menunggu
Setelah selesai check intransit aku pun mencari tempat duduk yang menghadap landasan, alasannya sederhana, aku sangat senang melihat pesawat saat landing, ada sedikit break saat ban baru menyentuh landasan. bahkan aku punya filosofi sendiri tentang pesawat dan landasannya.
Saat sedang memandang landasan ada wanita yang melintas di depanku, rambutnya ponytale memakai kaos dan yang paling penting, dia berkacamata. Mataku langsung tertuju padanya, aku sangat terobsesi dengan wanita berpenampilan seperti ini, tapi syarat utamanya tetap, dia harus cantik, jadi penampilan itu hanya nilai plus saja, tapi plusnya terlalu banyak dimataku.
"Sial, karena lamunanku kemarin. Aku jadi ingat terus padanya, rasa saat pertama kali aku mengucapkan kata paling sakti yang mampu merubah hari hari ku dulu" aku bergumam dalam hati, lalu sedikit senyum
((SD))
hari itu aku pergi ke rumah galih, jam 15.00 aku sudah berada dirumahnya dan beberapa temanku pun juga disana.
"Assalamualaikum, Galih! Galih!" Teriakku dari luar pagar
"Wa'alaikumsalam, masuk aja dek. Itu temennya udah pada diatas. Di kamar galih, naik aja!" Kata ibunya galih sambil membuka pintu rumah lalu menuju pagar dan membukakan untukku
"Iya Tante" aku salim dengan ibunya galih
Aku menaruh sepedah dan langsung menuju kamar galih. Kamarnya di atas, hanya satu kamar di atas dan itu kamarnya galih.
Aku mengetuk pintu kamarnya dan mendapati mereka sedang bermain PS2.
"Wey, elu ndra! Gw pikir lu nggak dateng" kata galih
Aku menaruh tas, "ngeselin emang si adi ninggalin gw, gw samper ke rumahnya nggak taunya udah duluan"
"Ya maap, abis nunggu lu lama. Si cahyo udah nyamper gw duluan" jelas si adi sambil menunjuk cahyo
"Halahh elu tuh ye" kataku kesal
"Lu mau main nggak ?" Kata cahyo memberi stick PS ke aku
Aku mengambil stick itu "siapa lawan gw ?" Kataku menantang
"Gw lah, lu belom liat Sheva salto kan ? Gw kasih tau!" Kata adi si milanisti
Pertandingan pun dimulai, sangat sengit, aku pakai chelsea waktu itu. Aku bukan fans chelsea, aku hanya tau Lampard punya tendangan gledek, itu saja!
Sementara aku dan adi main, cahyo dan galih sibuk menonton dan mengomentari kami.
"Adek! Dek!" Suara dari bawah
"Eh eh, lih! Dipanggil tuh!" Kata cahyo mencolek galih
"Iya mbak! Sebentar!" Galih langsung bangun dari duduknya dan keluar kamar
Sekitar 10 menitan galih belum balik
"yo, galih kemana ?" Kata ku ke cahyo
"Tau, tadi dia dipanggil" kata cahyo mengangkat bahunya
Tak lama galih pun masuk membawa telepon, dia memegang telepon wireless. Jaman itu ponsel masih langka dan mahal untuk anak SD
"Abis ngapain lu ?" Kataku
"Cewe gw telepon, tadi makanya gw teleponan dulu di luar" katanya sambil mengangkat telepon di tangannya
"Eh ada telepon nih, ngapain yak enaknya ?" Kata cahyo iseng
"Telepon feni aja telepon" sahut adi, feni termasuk anak cewe yang supel di kelas jadi dia selalu santai kalau diledek
"Oke, bentar. Gw telepon!" Kata galih yang langsung menekan nomor
"Halo assalamualaikum, bisa bicara dengan feni ?" Kata galih, "iya, baik" katanya lagi
"Halo fen! Ini gw galih, besok ada PR nggak ya ?" Kata galih membuka obrolan
"Oh gitu, halaman berapa ?" Galih langsung meminta salah satu dari kami untuk mencatat
"Cuy, tanyain nomer mutia" ucapku setengah berbisik
"Bahasa Indonesia, halaman 42. Oke deh! Oh ya, lo punya nomernya mutia nggak ? Boleh dong" galih langsung menunjuk kertas, mengisyaratkan untuk bersiap mencatat
"0 2 1 xxxxxx 2" kata galih mengulang nomer yang dicapkan feni di telepon
"Ok!" Kataku pelan
"Makasih ya fen, sorry nih ganggu. Assalamualaikum" kata galih lalu menutup telepon setelah feni menjawab salam
Adi langsung mendekatiku, "elu ngapain deh minta nomer mutia segala ?"
"Tau lu, mau ngapain sih ?" Timpal cahyo
"Gw paham deh nih, sini gw yang teleponin" kata galih mengambil nomer yang tadi aku tulis
Galih menekan nomernya dan memulai percakapan "halo assalamualaikum, bisa bicara dengan mutia ?" Lalu dia terdiam sejenak
"Halo mutia, ini katanya ada yang mau ngomong sama lu!" Kata galih menyerahkan teleponnya padaku
"Ha . . loo mutia!" Kataku gugup
"Iya halo, ini siapa ya ?" Katanya diujung telepon sana
"Ini gw andra, gimana kabar lo ?" Aku makin gugup mendengar suara halusnya
"Baik, kan tadi kita baru ketemu. Ada apa emangnya ndra ?" Katanya penasaran
"Gini mut, sebenernya gw suka sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gw ?" Aku mengucap itu rasanya sangat gemetar dan makin gemetar karena harus menunggu jawabannya
"Hmm iya ndra, gw mau" katanya yang mungkin terdengar seperti sedikit tertawa
"Hah ? Beneran ?" Kataku belum percaya
"Iya, udah dulu ya. Sampai ketemu besok, tapi jangan bilang siapa siapa" katanya
"Sampai besok! Tapi ini udah ada anak anak mut" kataku yang masih deg degan
"Iya nggak apa-apa, assalamualaikum!" Katanya
"Wa'alaikumsalam!" Kami menyudahi teleponnya
Adi dan cahyo langsung memukul pelan dari belakang
"Weee tai, kaya anak gede aja lu udah pacaran hahah" kata adi, dan cahyo menambahkan "tau lu, asik lah udah punya pacar" dan kita pun tertawa bersama
Lalu kami melanjutkan main PS dan setelah itu pergi main bola. Hari itu rasanya sangat spesial, benar benar akan kuingat, pacar pertamaku, jadi ini rasanya mengungkapkan perasaan.
Aku melihat jam ditanganku, masih tersisa sekitar 25 menit lagi di bandara ini. Dan secara tak sadar tanganku membuka aplikasi browser dan membuka Facebook, saat scrolling beranda, "huhh!! Bodoh! Aku kan tidak seharusnya buka media sosial ini, hanya ada kenangan"pikirku.
Aku pun keluar dari browser itu, lalu pindah untuk membuka galeri fotoku. Penuh pantai di galeriku, penuh matahari tenggelam. Selesai melihatnya, aku pun menaruh ponsel di saku. Lalu berjalan jalan melihat toko souvenir.
"Selanjutnya kemana ya ?" Pikirku
Tak lama aku melihat peta Nusa Tenggara Timur, rasanya indah sekali gugusan pulau ini. Lucu rasanya, aku juga orang timur tapi aku hanya dapat melihat kampung halaman orang tuaku dari atas saja sewaktu berangkat kemarin, dan kali ini pun sama, hanya melihat dari atas.
Aku memegang saku celanaku, ponselku bergetar sebentar, berarti hanya sms. Aku pun mengambil ponselku dan membuka menu pesan
"Aku telepon aja kali ya, selagi dia istirahat" pikirku
Aku pun langsung menekan tombol panggilan ke kontak itu . .
. . . . tuttt . . . . . . tuttt . . . . . . . tuttt
"Halooo . . ." Suaranya sangat manis diujung telepon
"Halo neng, assalamualaikum!" Kataku sambil tersenyum
"Wa'alaikumsalam bang!, Kok telepon ?" Katanya heran
"Iya nih, masih nunggu transit terus kamu juga lagi istirahat kan" kataku sambil memilih milih souvenir
"Iya bang, berapa lama transitnya ?" Katanya
"Cuma sebentar kok, ini juga 20 menitan lagi harusnya" kataku sambil melihat jam
"Hmm gitu yaa bang" katanya yang terdengar bingung ingin bicara apa
"Gimana Bandung ?" Kataku untuk memancing ceritanya
"Dingin bang, beda banget sama daerah kita! Seru banget gitu, ketemu banyak kenalan baru disini" katanya terdengar antusias
"Waah bagus dong, jadi kamu nggak ngerasa sepi banget nantinya!" Kataku yang kemudian melihat petugas bandara menyiapkan pintu untuk penerbanganku
"Iya, itu pasti kok! Tapi disini bukan Bandung tau masuknya . . . ." katanya, dan terus berbicara
Dan cerita panjangnya masih terus ku dengar, 5 menit lebih dia bercerita tentang kegiatannya, aku tidak ingin memotongnya. kalian pasti tau ketika jarak memisahkan pasti mendengar suara pun rasanya sudah cukup membuatku ingin cepat bertemu, walaupun . . . dia bukan milikku
"Oh gitu. Eh ya, aku udah mau boardingnih. Sambung sms aja yaa, kamu hati-hati disana. Assalamualaikum!" Kataku mengakhiri telepon
"Iyaa, kamu juga hati-hati yaa. Wa'alaikumsalam" katanya menutup telepon
Aku bergegas menuju pintu, menunjukkan tiket dan identitasku pada petugas. "hanya transit, pun dia juga begitu" gumamku dalam hati
"Terimakasih" ucapku pada petugas bandara, lalu berjalan menuju pesawat.
crew pesawat pun memberi tau kalau dalam 20 menit kita akan mendarat di bandar udara Soekarno-Hatta, dan terdapat perbedaan waktu lebih lambat 1 jam antara Kupang dengan Jakarta
Setelah pesawat landingdengan sempurna, aku pun segera mengambil backpack di partisi bagian atas kabin, lalu aku ke terminal bandara dan menuju ke tempat DAMRI untuk menuju rumahku, di pinggir kota Jakarta.
Selama perjalanan aku berpikir "apa yang harus kulakukan untuk tetap bisa ke berbagai tempat seperti Alor, yang pantainya indah. Tanpa harus memakai duit orang tua". Dan mulai mencari-cari lewat ponsel jadul ini, pekerjaan yang punya gaji rata-rata untuk lulusan SMA tetapi bisa mengajukan cuti yang agak lama, atau mencari pekerjaan dengan jobdes untuk keluar kota.
Yah, rupanya sangat sulit untuk temukan yang jadi kriteriaku itu. Rasanya aku ingin menyerah saja, mengubur impian untuk bisa melihat matahari tenggelam dari berbagai wilayah di Indonesia.
bersambung . . . .
Spoiler for :
"balik lagi ke Jakarta ya, macetnya, udaranya, bisingnya. Kalau dikasih pilihan buat stay kayanya nggak ada yang lebih nyaman dibanding disana. Aku baru tau, aku sering rindu dengan ketidaknyamananku itu" pikirku dalam hati
pesawat landing dan penumpang transit pindah pesawat diarahkan untuk melapor ke bagian transit, kemudian menunggu
Setelah selesai check intransit aku pun mencari tempat duduk yang menghadap landasan, alasannya sederhana, aku sangat senang melihat pesawat saat landing, ada sedikit break saat ban baru menyentuh landasan. bahkan aku punya filosofi sendiri tentang pesawat dan landasannya.
Saat sedang memandang landasan ada wanita yang melintas di depanku, rambutnya ponytale memakai kaos dan yang paling penting, dia berkacamata. Mataku langsung tertuju padanya, aku sangat terobsesi dengan wanita berpenampilan seperti ini, tapi syarat utamanya tetap, dia harus cantik, jadi penampilan itu hanya nilai plus saja, tapi plusnya terlalu banyak dimataku.
"Sial, karena lamunanku kemarin. Aku jadi ingat terus padanya, rasa saat pertama kali aku mengucapkan kata paling sakti yang mampu merubah hari hari ku dulu" aku bergumam dalam hati, lalu sedikit senyum
===×recallx===
((SD))
hari itu aku pergi ke rumah galih, jam 15.00 aku sudah berada dirumahnya dan beberapa temanku pun juga disana.
"Assalamualaikum, Galih! Galih!" Teriakku dari luar pagar
"Wa'alaikumsalam, masuk aja dek. Itu temennya udah pada diatas. Di kamar galih, naik aja!" Kata ibunya galih sambil membuka pintu rumah lalu menuju pagar dan membukakan untukku
"Iya Tante" aku salim dengan ibunya galih
Aku menaruh sepedah dan langsung menuju kamar galih. Kamarnya di atas, hanya satu kamar di atas dan itu kamarnya galih.
Aku mengetuk pintu kamarnya dan mendapati mereka sedang bermain PS2.
"Wey, elu ndra! Gw pikir lu nggak dateng" kata galih
Aku menaruh tas, "ngeselin emang si adi ninggalin gw, gw samper ke rumahnya nggak taunya udah duluan"
"Ya maap, abis nunggu lu lama. Si cahyo udah nyamper gw duluan" jelas si adi sambil menunjuk cahyo
"Halahh elu tuh ye" kataku kesal
"Lu mau main nggak ?" Kata cahyo memberi stick PS ke aku
Aku mengambil stick itu "siapa lawan gw ?" Kataku menantang
"Gw lah, lu belom liat Sheva salto kan ? Gw kasih tau!" Kata adi si milanisti
Pertandingan pun dimulai, sangat sengit, aku pakai chelsea waktu itu. Aku bukan fans chelsea, aku hanya tau Lampard punya tendangan gledek, itu saja!
Sementara aku dan adi main, cahyo dan galih sibuk menonton dan mengomentari kami.
"Adek! Dek!" Suara dari bawah
"Eh eh, lih! Dipanggil tuh!" Kata cahyo mencolek galih
"Iya mbak! Sebentar!" Galih langsung bangun dari duduknya dan keluar kamar
Sekitar 10 menitan galih belum balik
"yo, galih kemana ?" Kata ku ke cahyo
"Tau, tadi dia dipanggil" kata cahyo mengangkat bahunya
Tak lama galih pun masuk membawa telepon, dia memegang telepon wireless. Jaman itu ponsel masih langka dan mahal untuk anak SD
"Abis ngapain lu ?" Kataku
"Cewe gw telepon, tadi makanya gw teleponan dulu di luar" katanya sambil mengangkat telepon di tangannya
"Eh ada telepon nih, ngapain yak enaknya ?" Kata cahyo iseng
"Telepon feni aja telepon" sahut adi, feni termasuk anak cewe yang supel di kelas jadi dia selalu santai kalau diledek
"Oke, bentar. Gw telepon!" Kata galih yang langsung menekan nomor
"Halo assalamualaikum, bisa bicara dengan feni ?" Kata galih, "iya, baik" katanya lagi
"Halo fen! Ini gw galih, besok ada PR nggak ya ?" Kata galih membuka obrolan
"Oh gitu, halaman berapa ?" Galih langsung meminta salah satu dari kami untuk mencatat
"Cuy, tanyain nomer mutia" ucapku setengah berbisik
"Bahasa Indonesia, halaman 42. Oke deh! Oh ya, lo punya nomernya mutia nggak ? Boleh dong" galih langsung menunjuk kertas, mengisyaratkan untuk bersiap mencatat
"0 2 1 xxxxxx 2" kata galih mengulang nomer yang dicapkan feni di telepon
"Ok!" Kataku pelan
"Makasih ya fen, sorry nih ganggu. Assalamualaikum" kata galih lalu menutup telepon setelah feni menjawab salam
Adi langsung mendekatiku, "elu ngapain deh minta nomer mutia segala ?"
"Tau lu, mau ngapain sih ?" Timpal cahyo
"Gw paham deh nih, sini gw yang teleponin" kata galih mengambil nomer yang tadi aku tulis
Galih menekan nomernya dan memulai percakapan "halo assalamualaikum, bisa bicara dengan mutia ?" Lalu dia terdiam sejenak
"Halo mutia, ini katanya ada yang mau ngomong sama lu!" Kata galih menyerahkan teleponnya padaku
"Ha . . loo mutia!" Kataku gugup
"Iya halo, ini siapa ya ?" Katanya diujung telepon sana
"Ini gw andra, gimana kabar lo ?" Aku makin gugup mendengar suara halusnya
"Baik, kan tadi kita baru ketemu. Ada apa emangnya ndra ?" Katanya penasaran
"Gini mut, sebenernya gw suka sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gw ?" Aku mengucap itu rasanya sangat gemetar dan makin gemetar karena harus menunggu jawabannya
"Hmm iya ndra, gw mau" katanya yang mungkin terdengar seperti sedikit tertawa
"Hah ? Beneran ?" Kataku belum percaya
"Iya, udah dulu ya. Sampai ketemu besok, tapi jangan bilang siapa siapa" katanya
"Sampai besok! Tapi ini udah ada anak anak mut" kataku yang masih deg degan
"Iya nggak apa-apa, assalamualaikum!" Katanya
"Wa'alaikumsalam!" Kami menyudahi teleponnya
Adi dan cahyo langsung memukul pelan dari belakang
"Weee tai, kaya anak gede aja lu udah pacaran hahah" kata adi, dan cahyo menambahkan "tau lu, asik lah udah punya pacar" dan kita pun tertawa bersama
Lalu kami melanjutkan main PS dan setelah itu pergi main bola. Hari itu rasanya sangat spesial, benar benar akan kuingat, pacar pertamaku, jadi ini rasanya mengungkapkan perasaan.
=====xhari inix=====
Aku melihat jam ditanganku, masih tersisa sekitar 25 menit lagi di bandara ini. Dan secara tak sadar tanganku membuka aplikasi browser dan membuka Facebook, saat scrolling beranda, "huhh!! Bodoh! Aku kan tidak seharusnya buka media sosial ini, hanya ada kenangan"pikirku.
Aku pun keluar dari browser itu, lalu pindah untuk membuka galeri fotoku. Penuh pantai di galeriku, penuh matahari tenggelam. Selesai melihatnya, aku pun menaruh ponsel di saku. Lalu berjalan jalan melihat toko souvenir.
"Selanjutnya kemana ya ?" Pikirku
Tak lama aku melihat peta Nusa Tenggara Timur, rasanya indah sekali gugusan pulau ini. Lucu rasanya, aku juga orang timur tapi aku hanya dapat melihat kampung halaman orang tuaku dari atas saja sewaktu berangkat kemarin, dan kali ini pun sama, hanya melihat dari atas.
Aku memegang saku celanaku, ponselku bergetar sebentar, berarti hanya sms. Aku pun mengambil ponselku dan membuka menu pesan
Spoiler for SMS dia:
"Aku telepon aja kali ya, selagi dia istirahat" pikirku
Aku pun langsung menekan tombol panggilan ke kontak itu . .
. . . . tuttt . . . . . . tuttt . . . . . . . tuttt
"Halooo . . ." Suaranya sangat manis diujung telepon
"Halo neng, assalamualaikum!" Kataku sambil tersenyum
"Wa'alaikumsalam bang!, Kok telepon ?" Katanya heran
"Iya nih, masih nunggu transit terus kamu juga lagi istirahat kan" kataku sambil memilih milih souvenir
"Iya bang, berapa lama transitnya ?" Katanya
"Cuma sebentar kok, ini juga 20 menitan lagi harusnya" kataku sambil melihat jam
"Hmm gitu yaa bang" katanya yang terdengar bingung ingin bicara apa
"Gimana Bandung ?" Kataku untuk memancing ceritanya
Quote:
"Dingin bang, beda banget sama daerah kita! Seru banget gitu, ketemu banyak kenalan baru disini" katanya terdengar antusias
"Waah bagus dong, jadi kamu nggak ngerasa sepi banget nantinya!" Kataku yang kemudian melihat petugas bandara menyiapkan pintu untuk penerbanganku
"Iya, itu pasti kok! Tapi disini bukan Bandung tau masuknya . . . ." katanya, dan terus berbicara
Dan cerita panjangnya masih terus ku dengar, 5 menit lebih dia bercerita tentang kegiatannya, aku tidak ingin memotongnya. kalian pasti tau ketika jarak memisahkan pasti mendengar suara pun rasanya sudah cukup membuatku ingin cepat bertemu, walaupun . . . dia bukan milikku
"Oh gitu. Eh ya, aku udah mau boardingnih. Sambung sms aja yaa, kamu hati-hati disana. Assalamualaikum!" Kataku mengakhiri telepon
"Iyaa, kamu juga hati-hati yaa. Wa'alaikumsalam" katanya menutup telepon
Aku bergegas menuju pintu, menunjukkan tiket dan identitasku pada petugas. "hanya transit, pun dia juga begitu" gumamku dalam hati
"Terimakasih" ucapku pada petugas bandara, lalu berjalan menuju pesawat.
🛫KUPANG = = = ✈️ = = = JAKARTA🛬
crew pesawat pun memberi tau kalau dalam 20 menit kita akan mendarat di bandar udara Soekarno-Hatta, dan terdapat perbedaan waktu lebih lambat 1 jam antara Kupang dengan Jakarta
Setelah pesawat landingdengan sempurna, aku pun segera mengambil backpack di partisi bagian atas kabin, lalu aku ke terminal bandara dan menuju ke tempat DAMRI untuk menuju rumahku, di pinggir kota Jakarta.
Selama perjalanan aku berpikir "apa yang harus kulakukan untuk tetap bisa ke berbagai tempat seperti Alor, yang pantainya indah. Tanpa harus memakai duit orang tua". Dan mulai mencari-cari lewat ponsel jadul ini, pekerjaan yang punya gaji rata-rata untuk lulusan SMA tetapi bisa mengajukan cuti yang agak lama, atau mencari pekerjaan dengan jobdes untuk keluar kota.
Yah, rupanya sangat sulit untuk temukan yang jadi kriteriaku itu. Rasanya aku ingin menyerah saja, mengubur impian untuk bisa melihat matahari tenggelam dari berbagai wilayah di Indonesia.
bersambung . . . .
Spoiler for Ucapan Terimakasih:
Diubah oleh alasankupergi 20-03-2019 08:16
0
