TS
ibliss666
Cerita dan Inspirasi Bisnis ini Perlu di Baca agar Agan Sista Makin Kaya
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA




Jadi Bos itu Penting
Belajar untuk jadi Bos itu Perlu
Mulailah Dari Sini
Membaca Bersama Saya


Quote:
INDEX
Pengalaman bisnis Popok Kain
Think Big
Bisnis Melalui Instagram
Bisnis Hewan Qurban
Jas Hujan Muslimah
Kue
Mie Akhirat
Dasar Digital Marketing
Upgrade Bisnis dengan Coaching
Brand Identity
Branding Fast Changing Product
Pentingnya Tim
Strategi Bisnis Turun Temurun
Penyegaran Bisnis
Meningkatkan Daya Saing UKM
Sinergi Bisnis Online & Offline
Menentukan Bisnis dari DNA kita sendiri
Menjual Tanpa Bicara
Branding Wisata Indonesia
Zalfa Kosmetik
Menemukan Pelanggn, BUKAN pembeli
Billboard Jaman Sekarang
FOODTRUCK
Membangun Bisnis tanpa HUTANG
Marketing Plan
cairo food
5 syarat sukses bisnis online
Business Foundation
Pembukuan
Leads
Panen saat Lebaran
Perlakuan Terhadap Konsumen
Good to Read
Ghost Kitchen
Perjuangan NomiNomi dessert
Bisnis KESEHATAN
Warung Kopi
Baso Karawang
10 Modal Mental Entrepreneur
Rempah Indonesia
Bisnis Saat Corona
Flywheel BARU dalam Bisnis
Pengalaman jual CIRENG
Tentang Investasi
Quote:

Pada tahun 2015 mb novi (kalian g knal) datang berkunjung ke rumah saya dan melihat setumpuk popok kain yang merupakan sisa stok penjualan saya.
Saat itu saya adalah reseller kecil dari beberapa brand lokal dan brand china. Situasi pasar online di dunia popok sangat terasa dalam red ocean, dimana masing masing pemain saling membenturkan harga satu sama lain sekalipun itu brand lokal yang sebenarnya memiliki standart kualitas produk yang jauh lebih baik daripada brand china.
Nah momentum terjadi saat mb novi mengajak saya menjadi rekan bisnis dalam memasarkan popok dari hasil jahitan ibu mertuanya.
Saat melihat sample popok yang akan dipasarkan, seketika benak saya langsung menembak target menengah kebawah, dikarenakan kualitas bahan baku yang dipersepsikan pasar saat itu masih lebih rendah dibanding bahan baku dari beberapa brand pada umumnya.
Setelah beberapa waktu saya berproses menggali semua data, menentukan kompetitor dan lain lain. Kami mulai memasarkan produk ini (kami memberi nama Free) dengan sistem PO; sistem pemasaran pun ATM murni dari produsen lainnya.
Dan yang terjadi adalah dalam waktu 6 bulan sesudah launcing, produksi Free akhirnya harus off sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Masalahnya hanya satu satu nya tenaga produksi (yang tak lain ibu mertuanya) terkena serangan stroke.
Kami sama sekali tidak mempunyai Plan B karena miskin jaringan penjahit khususnya model halusan
Setelah 8 bulan berjalan akhirnya Free bisa bangkit kembali dengan berbekal evaluasi dari pengalaman sebelumnya, kami merombak semua manajemen yang kami lakukan, baik dr segi pemasaran dan produksinya.
Langkah pertama adalah menjaring data penjahit di sekitar tempat tinggal kami (radius sampai desa tetangga); hasil ternyata WOW, pengalaman kami mendapatkan 10 calon penjahit namun yang bisa dijadikan tim hanya 1-2 orang saja (kami memberikan contoh jahitan dan bahan dalam rupa potongan untuk dikerjakan sendiri dulu).
Di sisi lain saya yang bertanggung jawab dalam mendatangkan buyer, membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk merekrut tim marketing.

Singkatnya dalam kurun waktu 6 bulan (setelah momentum Free dibangkitkan), permintaan dari tim marketing cukup naik significant, namun disinilah akhirnya terkuak masalah masalah operation bisnis yang akhirnya membuat banjir bandang komplainan dari marketing.
Masalah masalah yang kami identifikasikan:
Quote:
1. Miskin jaringan di bidang penjahit hampir membuat kami frustasi.. Di wilayah trdekat kami memang banyak penjahit tp pengalaman menjahit popok kain sama sekali tidak ada.. Bisa dikatakan perjuangan kami dimulai dari nol..
2. Tidak ada standart bahan baku dan kompetensi tim produksi yang tidak seragam sehingga berpengaruh pada hasil jahitan yang bervariasi antar 1 penjahit dengan penjahit lainnya, terbukti dari komplain yang memberikan bukti foto ukuran popok yang tidak seragam.
3. Tidak ada kepercayaan dari supplyer. Kami mengawali biaya produksi mulai dari modal yang sangat minim, sehingga kami hanya mampu membeli bahan baku lewat distributor kain.
Disisi lain masing masing distributor memiliki suplay dari beberapa pabrik yang berbeda sehingga tidak ada standart bahan baku yang jelas.
4. Sistem produksi masih belum menemukan kesesuaian. Sehingga masih sering terjadi proses tumpang tindih akibat proses trial eror setiap saat bisa berganti.
2. Tidak ada standart bahan baku dan kompetensi tim produksi yang tidak seragam sehingga berpengaruh pada hasil jahitan yang bervariasi antar 1 penjahit dengan penjahit lainnya, terbukti dari komplain yang memberikan bukti foto ukuran popok yang tidak seragam.
3. Tidak ada kepercayaan dari supplyer. Kami mengawali biaya produksi mulai dari modal yang sangat minim, sehingga kami hanya mampu membeli bahan baku lewat distributor kain.
Disisi lain masing masing distributor memiliki suplay dari beberapa pabrik yang berbeda sehingga tidak ada standart bahan baku yang jelas.
4. Sistem produksi masih belum menemukan kesesuaian. Sehingga masih sering terjadi proses tumpang tindih akibat proses trial eror setiap saat bisa berganti.
Hasil dari kesalahan kesalahan diatas kami bayar mahal dengan cacian komplain tidak profesional dan ancaman pelaporan penipuan, karena kami mengirimkan popok ke buyer setelah h+3 minggu.
Antrian orderan marketing yang semakin mengular namun produksi tidak bisa mengejar dengan cepat.
Hal tersebut di atas sangat mungkin terjadi dalam dunia bisnis.
Belum bisa menghasilkan kolaborasi yang tepat antara tim marketing dengan tim produksi sehingga keduanya tidak sinkron.
Marketing yg sudah menguasai ilmu pemasaran bisa dengan mudah mendatangkan customer sehingga muncul "banjir order"
Sedangkan tim produksi yg belum matang dan belum siap menghadapi "banjir order" kesulitan dalam memenuhinya, terlebih lagi kendala teknis seperti pemadaman lampu yg kerap membuat tim produksi tidak bekerja, lanjut ketersediaan SDM dalam tim produksi pun belum menguasai teknik jahit "halusan" seperti popok (daerah wilayah kami memang bnyak penjahit tetapi umumnya berpengalaman di kemeja, kaos, jaket, celana jins adalah keunggulannya) sehingga kami harus menemani dalam proses membuka mindsetnya bahwa menjahit popok itu bisa mudah asalkan niat belajar dan praktek tekniknya.

Berbekal pengalaman yang sangat tidak mengenakan ini. Akhirnya kami melakukan evaluasi dan merombak untuk sekian kalinya.
Langkah langkah perbaikan :
Quote:
1. Adanya norm (standart) untuk semua aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh semua anggota tim (baik produksi, staff operasional, maupun marketing), seperti meliputi norm bahan baku, norm hasil potong, norm hasil jahitan, norm adminitrasi (keuangan, gudang, ekspedisi, penjualan, dsb), dll.
2. Dibuatnya sistem yang lebih mudah dikerjakan maupun mudah dievaluasi. Berdasarkan dari alur kerja dari semua anggota tim yang berkesinambungan.
3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Kegiatannya meliputi workshop untuk tim produksi, praktikum sesuai norm di masing masing aktivitas semua bagian, dll.
Dengan tujuan meningkatkan kompetensi semua anggota tim tanpa terkecuali.
2. Dibuatnya sistem yang lebih mudah dikerjakan maupun mudah dievaluasi. Berdasarkan dari alur kerja dari semua anggota tim yang berkesinambungan.
3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Kegiatannya meliputi workshop untuk tim produksi, praktikum sesuai norm di masing masing aktivitas semua bagian, dll.
Dengan tujuan meningkatkan kompetensi semua anggota tim tanpa terkecuali.
Kami berdua selaku top manajemen, belajar untuk "merangkai" dari kompetensi masing masing tim.
Mengkolaborasikan dengan menanamkan nilai kerjasama tim dalam perumpamaan satu tubuh satu badan.
Bahwa bila ada satu bagian ada kendala/masalah maka bagian lagi juga akan tersendat sehingga berpengaruh pada keseluruhan aktivitas bagi brand Free
Hasilnya perlahan perlahan banyak perbaikan, diantaranya :
Quote:
1. Kapasitas produksi bisa naik mencapai target (setiap bulan selalu ada target naik 10-20%)
2. Hasil produksi sesuai standart yang sudah dibuat, komplain sudah hampir jarang terjadi.
3. Marketing semakin semangat memasarkan produk karena adanya perubahan hasil produksi yang memiliki standart jauh lebih baik daripada sebelumnya.
4. Masing masing anggota tim bisa bekerja dengan memaknai konsep tim work, terbukti kesalahan teknis yang sifatnya keteledoran bisa diminimalisir (karena angota satu sama lain saling mengkoreksi/mengevaluasi hasil kerja rekan di tahapan sebelumnya).
5. Masing masing anggota tim juga muncul rasa untuk selalu siap belajar apapun, karena mereka sadar bahwa alur kinerja memang berkesinambungan, sehingga apabila ada satu bagian yang mengalami masalah dalam pekerjaannya maka bagian yg lain dengan segera ikut menghandle pekerjaan tersebut sehingga alur kerja dalam tim tetap terjaga dengan baik
2. Hasil produksi sesuai standart yang sudah dibuat, komplain sudah hampir jarang terjadi.
3. Marketing semakin semangat memasarkan produk karena adanya perubahan hasil produksi yang memiliki standart jauh lebih baik daripada sebelumnya.
4. Masing masing anggota tim bisa bekerja dengan memaknai konsep tim work, terbukti kesalahan teknis yang sifatnya keteledoran bisa diminimalisir (karena angota satu sama lain saling mengkoreksi/mengevaluasi hasil kerja rekan di tahapan sebelumnya).
5. Masing masing anggota tim juga muncul rasa untuk selalu siap belajar apapun, karena mereka sadar bahwa alur kinerja memang berkesinambungan, sehingga apabila ada satu bagian yang mengalami masalah dalam pekerjaannya maka bagian yg lain dengan segera ikut menghandle pekerjaan tersebut sehingga alur kerja dalam tim tetap terjaga dengan baik
Quote:
Inspirasi Kedua
“THINK BIG TO BECOME BIG”
But, HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[visi gede anda seberapa GEDE?]
But, HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[visi gede anda seberapa GEDE?]
1. Ada orang yg membesarkan bisnis kuliner nya setelah bisnis pertama yg dia rintis dari awalnya kecil.., menjadi lebih besar, namun karena tempatnya yang sdh nggak mencukupi, maka mulailah buka cabang, karena sukses, maka buka cabang dan buka cabang lagi...
2. Ada orang yg buka usaha kuliner, cukup rame, namun nggak pernah membayangkan bisnis nya bisa buka cabang, dan dikembangkan menjadi berlipat-lipat. Malah orang lain yg bisa ngelihat alias punya “think big” yang menawarkan untuk membesarkan bisnis kuliner yg dimiliki itu. Dan benar aja, setelah ada “orang luar” yg “punya visi” & keberanian, bisnis kuliner nya membesar...
3. Ada orang yang awalnya blom punya bisnis kuliner, tapi sudah “punya think big”, dari awal. Dan sudah merancang untuk membuat bisnis kuliner yg sudah di design untuk bisa dikembangkan menjadi besar dengan jumlah cabang yg berlipat-lipat. Malah sekarang bisa berkembang secara “self running” / auto pilot.
2. Ada orang yg buka usaha kuliner, cukup rame, namun nggak pernah membayangkan bisnis nya bisa buka cabang, dan dikembangkan menjadi berlipat-lipat. Malah orang lain yg bisa ngelihat alias punya “think big” yang menawarkan untuk membesarkan bisnis kuliner yg dimiliki itu. Dan benar aja, setelah ada “orang luar” yg “punya visi” & keberanian, bisnis kuliner nya membesar...
3. Ada orang yang awalnya blom punya bisnis kuliner, tapi sudah “punya think big”, dari awal. Dan sudah merancang untuk membuat bisnis kuliner yg sudah di design untuk bisa dikembangkan menjadi besar dengan jumlah cabang yg berlipat-lipat. Malah sekarang bisa berkembang secara “self running” / auto pilot.
Quote:
Termasuk yang mana anda diantara ketiga skenario diatas..?
Apa bedanya owner/founders dari skenario 1 vs 2 vs 3?
Mana yang punya kemungkinan “TERBESAR” untuk jatuh atau bangkrut lebih cepat setelah bisnis kuliner nya membesar?
Berapa lama biasanya suatu bisnis kuliner itu mampu bertahan? Dan gimana cara nya supaya tetap bertahan & berkembang terus?
HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[mau sebesar apa bisnis kuliner anda?]
[amankah posisi bisnis anda 5-10thn kedepan?]
Apa bedanya owner/founders dari skenario 1 vs 2 vs 3?
Mana yang punya kemungkinan “TERBESAR” untuk jatuh atau bangkrut lebih cepat setelah bisnis kuliner nya membesar?
Berapa lama biasanya suatu bisnis kuliner itu mampu bertahan? Dan gimana cara nya supaya tetap bertahan & berkembang terus?
HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[mau sebesar apa bisnis kuliner anda?]
[amankah posisi bisnis anda 5-10thn kedepan?]
Sumber:
koko hadiono - praktisi kuliner global & lokal > 22thn
Spoiler for anu:
pak Bi adalah seorang kontributor yang sering mengadakan seminar...
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA

Diubah oleh muselimah 08-05-2022 06:38
ekspedisisby dan 26 lainnya memberi reputasi
27
47.1K
Kutip
212
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
UKM
14.8KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ibliss666
#101
foodtruck
Quote:
Malam ini sy mau sedikit sharing tentang pengalaman bikin foodtruck untuk meningkatkan brand awareness Bebek Dower sekaligus sebagai sarana naikin profit perusahaan
Salah satu strategi yg kami gunakan untuk meningkatkan brand awareness di tengah beragam merek kuliner adalah lewat foodtruck.
Foodtruck sekitar 3-4 tahun lalu mulai hits di Ibukota. Terinspirasi oleh trend foodtruck yang melanda kota-kota besar dunia semacam di New York, London, dll. Film "The Chef" turut menginspirasi trend foodtruk ini.
Kami sendiri awalnya termasuk yang ikut2an. Kayaknya keren. Tapi setelah nyoba ternyata gak gampang operasionalnya. Awalnya operasional belepotan dan berdarah2 karena belum paham cara mengelolanya..
Saya share disini barangkali rekan2 ada yg berniat bikin foodtruck, supaya tidak mengulangi kesalahan2 kami. Supaya duit gak gampang ilang. Walaupun trend foodtruck di ibukota sudah menurun, barangkali ada di daerah yg malah belum mulai ..
Sharing kali ini akan dibagi menjadi 3 segmen : Perancangan, Operasional, Potensi pendapatan.. kalau aspek finansial bisa cari ilmu di lain waktu ..
Kita mulai dari perancangan..
Dulu waktu bikin foodtruk pertama perlu waktu sekitar 2.5 bulan..
Saya beli truk baru merek Jepang, yang cuma kepala dan chasisnya saja. Body foodtruck musti dirancang di karoseri.. ini yg mungkin skrg bisa dikurangi.. gak perlu baru
Saya pilih karoseri yang sudah berpengalaman bikin foodtruck. Dulu banyak karoseri, seperti karoseri bis, karoseri mobil armada bank, karoseri truk angkut, tapi kalau karoseri foodtruck masih jarang banget. Harusnya skrg sudah banyak.. walaupun utamanya masih di kota2 besar
Perancangan mobil foodtruck (utamanya makanan berat) mencakup seluruh fasilitas yang harus ada layaknya sebuah dapur permanen. Seperti saluran air bersih, air kotor, buangan asap (exhaust), udara bersih, sistem kelistrikan, gas, juga sistem pendingin (storage bahan baku), storage bahan baku kering, persediaan. Semua musti kompak (compact)
Dengan pilih yang berpengalaman membuat mobil khusus foodtruck, kita bisa memangkas banyak waktu produksi dan perancangan
Bisa pilih jenis makanan yg ingin dibuat dari pengalaman si perusahaan karoseri. Kalau beruntung bisa dapat tipikal foodtruck yang kita ingin buat
Dari pengalaman yang pernah dibuat kontraktor/karoseri, kita tinggal modifikasi sesuai dengan yang kita inginkan.
Tak kalah penting adalah pemilihan sistem pencatatan penjualan (POS). Untuk awal bisa pakai POS system Cloud yg banyak beredar di pasaran. Relatif murah untuk investasi awal..
Tapi kadang POS cloud ini suka lemot begitu ketemu dengan transaksi yang lebih padet. Suka hang kalau lagi rame banget banyak transaksi. Bisa dimengerti karena ada beberapa POS yang senantiasa kirim data online. Tapi belakangan bisa diganti dengan yg non cloud belakangan.. kalau emang konsep makanannya terbukti sukses
Investasi awal ini cukup besar. Dulu foodtruck pertama habis sekitar 550jt. Semua peralatan beli baru. Lumayan mahal, tapi puas sih ngerancang dari awal..
Foodtruck berikutnya sy pangkas banyak biaya. Foodtruck saya beli second bekas teman. Modifikasi minim. 150jt dah jadi jualan dengan ganti brand baru. Alhamdulillah tak sampai setahun bisa balik modal..
Saya sarankan temen2 beli second aja kalau dana ngepres. Gantiin punya temen2 yg kurang berhasil.
Oke itu dari sisi persiapan dan investasi
Sekarang kita masuk dari sisi operasional.. mudah2an masih semangat yaa
Pastikan tim cukup tangguh untuk mengikuti ritme kerja EO seperti jam loading/unloading diluar jam kerja pada umumnya (baca : tengah malem)
Tim harus memastikan infrastruktur seperti aliran listrik, saluran air bersih dan air kotor siap sebelum truk pindah lokasi. Ketersediaan listrik terutama untuk keamanan stok makanan
Juga harus ada tim support yang siap mendukung ketika loading in dan out. Tim support terutama membawa bahan baku. Siap top up logistik ketika kondisi dilapangan ramai/kehabisan logistik sehingga harus restock..
Untuk dapat sales yang maksimal, Preparation adalah kunci. Berefek pada kecepatan pelayanan. Kalau crowd sudah jelas rame, lokasi bagus, maka makanan jangan sampai made by order.
Cukup sediakan masing2 10-20 porsi menu favorit yang sudah dibungkus. tinggal ngasih setelah pelanggan bayar. Jangan pelanggan order baru masak. Kelamaan. Sebaiknya mirip toko
Untuk mendapatkan penjualan yang bagus, tentunya kita pilih lokasi yang ramai. Lokasi yg ramai biasanya terbentur pada perizinan. Selain lokasi yang ramai, event yang ramai bisa menjadi salah satu alternatif.
Event tahunan yang sudah jelas pengunjungnya tentunya diprediksi akan menghasilkan crowd yang sangat tinggi. seperti pameran mobil, pameran komputer/gadget nasioanal, tabligh akbar, PRJ, dll. Pengunjungnya bisa mencapai 500rb s.d. 1jutaan orang sekali event.
Jadi sebelum memutuskan ingin ikut event yang mana, pastikan kita punya data berapa pengunjung yang ikut pada event sebelumnya. Event yang bagus crowdnya biasanya mampu menyedot minimal sekitar 10.000an orang perharinya. Kalau kurang dari itu.. siap siap ngelus dada.. 😁
Dengan memilih event yg pengunjung banyak, selain peluang penjualan bagus, maka keterlihatan brand jg semakin baik. Rasio keterlihatan dibanding cost promosi tentunya semakin tinggi.
Jika event baru pertama kali digelar, penting mengetahui siapa EO ataupun reputasi penyelenggara dalam mendatangkan ribuan crowd. Publikasi di media cetak/online juga menentukan, memprediksi keramaian event
Kesalahan menentukan EO/penyelenggara event yang ingin diikuti, ini bisa berakibat fatal. Alih alih untung besar, malah rugi besar.
Dulu sempat ada pemikian diantara kawan2 EO, bahwa foodtruck dapat mendatangkan crowd. Ini benar pada awal2 kehadiran hits foodtruck. Barang baru. Tapi lama2 orang terbiasa. Bosan
Dulu sempat ada masa atraksi utamanya adalah foodtruck itu sendiri. Sekarang tidak bisa. Foodtruck adalah support event.
Harus ada event utama yg menyedot banyak orang. Kalau eventnya banyak menyedot crowd, besar kemungkinan penjualan unit foodtruck bagus..
Makanya kalau di daerah belum ramai foodtruck, mungkin bisa dijadikan sebagai bagian yg atraktif. Boleh dicoba kalau ada EO yg ngajakin
Dulu sempat pula beberapa Mall menghadirkan foodtruck sebagai salah satu atraksi. Kalau foodtruck ditempatkan di dalam mall, penjualan masih bagus. tapi kalau foodtruck ditempatkan diluar mall, biasanya kurang bagus. Kalah nyaman dengan resto dalam mall. di dalam full AC, diluar cuaca panas/hujan, sementara harga juga beda2 tipis.
Untuk bisa sustain dan mendapatkan ritme kerja yang baik, foodtruck sebaiknya punya tempat mangkal jualan yang tetap /basecamp. Tidak melulu berpindah - pindah..
Karyawan juga sebaiknya karyawan tetap (tiap hari masuk kerja), bukan cabutan yg cuma masuk ikut event doang.
Terlalu sering berpindah2 lokasi foodtruck tanpa ada lokasi jualan tetap menyebabkan ritme kerja tim menjadi kacau
Singkatnya, weekdays mangkal jualan tetap.. weekend pindah ikutan event. Operasional akan lebih smooth krn ritme tim sudah terbentuk ..
Sekarang kita masuk ke potensi pendapatan foodtruck..
Diatas telah dibahas bagaimana kombinasi penempatan lokasi foodtruck
Di weekdays, usahakan kita mencari tempat mangkal yang ramai. Targetkan bisa mendapat paling tidak 100 porsi sehari
Dengan kru yang hanya 4 atau 5 orang, target foodcost 40%, seharusnya pendapatan foodtruck bisa menutup operasional selama 1 bulan
Di weekend usahakan bisa ikut event besar yang mampu mendapatkan penjualan sekitar 300-600 porsi per hari .. untung besarnya harusnya disini 😋
Dalam suatu event akbar, seorang rekan bahkan pernah mencapai ribuan porsi dalam sehari. Omset tembus lebih seratus juta. Beberapa hari balik modal tuh truk..😄
Kalau sudah mencapai ribuan porsi per hari, kekuatan logistik, pelayanan, kecepatan tentunya menjadi kunci
Tapi jangan lupa, foodtruck juga punya kelemahan. Salah satunya adalah sangat sensitif terhadap cuaca
Kalau hujan gerimis sales pasti drop. Hujan deras apalagi petir, bisa bisa Zonk. Tekor deh
Oleh karena itu Fasilitas tenda non permanen yg cukup besar perlu dibangun di tempat mangkal. Atapun di saat event. Supaya orang tetap nyaman gak kehujanan saat order..
Jadi kurang lebih demikian strateginya. Revenue sehari- hari diupayakan dapat mengcover biaya operasional foodtruck. Syukur- syukur sudah bisa untung dari operasional mangkal. Sedangkan saat event, kita tetap bisa branding dan lebih maksimalkan lagi profitnya
Salah satu strategi yg kami gunakan untuk meningkatkan brand awareness di tengah beragam merek kuliner adalah lewat foodtruck.
Foodtruck sekitar 3-4 tahun lalu mulai hits di Ibukota. Terinspirasi oleh trend foodtruck yang melanda kota-kota besar dunia semacam di New York, London, dll. Film "The Chef" turut menginspirasi trend foodtruk ini.
Kami sendiri awalnya termasuk yang ikut2an. Kayaknya keren. Tapi setelah nyoba ternyata gak gampang operasionalnya. Awalnya operasional belepotan dan berdarah2 karena belum paham cara mengelolanya..
Saya share disini barangkali rekan2 ada yg berniat bikin foodtruck, supaya tidak mengulangi kesalahan2 kami. Supaya duit gak gampang ilang. Walaupun trend foodtruck di ibukota sudah menurun, barangkali ada di daerah yg malah belum mulai ..
Sharing kali ini akan dibagi menjadi 3 segmen : Perancangan, Operasional, Potensi pendapatan.. kalau aspek finansial bisa cari ilmu di lain waktu ..
Kita mulai dari perancangan..
Dulu waktu bikin foodtruk pertama perlu waktu sekitar 2.5 bulan..
Saya beli truk baru merek Jepang, yang cuma kepala dan chasisnya saja. Body foodtruck musti dirancang di karoseri.. ini yg mungkin skrg bisa dikurangi.. gak perlu baru
Saya pilih karoseri yang sudah berpengalaman bikin foodtruck. Dulu banyak karoseri, seperti karoseri bis, karoseri mobil armada bank, karoseri truk angkut, tapi kalau karoseri foodtruck masih jarang banget. Harusnya skrg sudah banyak.. walaupun utamanya masih di kota2 besar
Perancangan mobil foodtruck (utamanya makanan berat) mencakup seluruh fasilitas yang harus ada layaknya sebuah dapur permanen. Seperti saluran air bersih, air kotor, buangan asap (exhaust), udara bersih, sistem kelistrikan, gas, juga sistem pendingin (storage bahan baku), storage bahan baku kering, persediaan. Semua musti kompak (compact)
Dengan pilih yang berpengalaman membuat mobil khusus foodtruck, kita bisa memangkas banyak waktu produksi dan perancangan
Bisa pilih jenis makanan yg ingin dibuat dari pengalaman si perusahaan karoseri. Kalau beruntung bisa dapat tipikal foodtruck yang kita ingin buat
Dari pengalaman yang pernah dibuat kontraktor/karoseri, kita tinggal modifikasi sesuai dengan yang kita inginkan.
Tak kalah penting adalah pemilihan sistem pencatatan penjualan (POS). Untuk awal bisa pakai POS system Cloud yg banyak beredar di pasaran. Relatif murah untuk investasi awal..
Tapi kadang POS cloud ini suka lemot begitu ketemu dengan transaksi yang lebih padet. Suka hang kalau lagi rame banget banyak transaksi. Bisa dimengerti karena ada beberapa POS yang senantiasa kirim data online. Tapi belakangan bisa diganti dengan yg non cloud belakangan.. kalau emang konsep makanannya terbukti sukses
Investasi awal ini cukup besar. Dulu foodtruck pertama habis sekitar 550jt. Semua peralatan beli baru. Lumayan mahal, tapi puas sih ngerancang dari awal..
Foodtruck berikutnya sy pangkas banyak biaya. Foodtruck saya beli second bekas teman. Modifikasi minim. 150jt dah jadi jualan dengan ganti brand baru. Alhamdulillah tak sampai setahun bisa balik modal..
Saya sarankan temen2 beli second aja kalau dana ngepres. Gantiin punya temen2 yg kurang berhasil.
Oke itu dari sisi persiapan dan investasi
Sekarang kita masuk dari sisi operasional.. mudah2an masih semangat yaa
Pastikan tim cukup tangguh untuk mengikuti ritme kerja EO seperti jam loading/unloading diluar jam kerja pada umumnya (baca : tengah malem)
Tim harus memastikan infrastruktur seperti aliran listrik, saluran air bersih dan air kotor siap sebelum truk pindah lokasi. Ketersediaan listrik terutama untuk keamanan stok makanan
Juga harus ada tim support yang siap mendukung ketika loading in dan out. Tim support terutama membawa bahan baku. Siap top up logistik ketika kondisi dilapangan ramai/kehabisan logistik sehingga harus restock..
Untuk dapat sales yang maksimal, Preparation adalah kunci. Berefek pada kecepatan pelayanan. Kalau crowd sudah jelas rame, lokasi bagus, maka makanan jangan sampai made by order.
Cukup sediakan masing2 10-20 porsi menu favorit yang sudah dibungkus. tinggal ngasih setelah pelanggan bayar. Jangan pelanggan order baru masak. Kelamaan. Sebaiknya mirip toko
Untuk mendapatkan penjualan yang bagus, tentunya kita pilih lokasi yang ramai. Lokasi yg ramai biasanya terbentur pada perizinan. Selain lokasi yang ramai, event yang ramai bisa menjadi salah satu alternatif.
Event tahunan yang sudah jelas pengunjungnya tentunya diprediksi akan menghasilkan crowd yang sangat tinggi. seperti pameran mobil, pameran komputer/gadget nasioanal, tabligh akbar, PRJ, dll. Pengunjungnya bisa mencapai 500rb s.d. 1jutaan orang sekali event.
Jadi sebelum memutuskan ingin ikut event yang mana, pastikan kita punya data berapa pengunjung yang ikut pada event sebelumnya. Event yang bagus crowdnya biasanya mampu menyedot minimal sekitar 10.000an orang perharinya. Kalau kurang dari itu.. siap siap ngelus dada.. 😁
Dengan memilih event yg pengunjung banyak, selain peluang penjualan bagus, maka keterlihatan brand jg semakin baik. Rasio keterlihatan dibanding cost promosi tentunya semakin tinggi.
Jika event baru pertama kali digelar, penting mengetahui siapa EO ataupun reputasi penyelenggara dalam mendatangkan ribuan crowd. Publikasi di media cetak/online juga menentukan, memprediksi keramaian event
Kesalahan menentukan EO/penyelenggara event yang ingin diikuti, ini bisa berakibat fatal. Alih alih untung besar, malah rugi besar.
Dulu sempat ada pemikian diantara kawan2 EO, bahwa foodtruck dapat mendatangkan crowd. Ini benar pada awal2 kehadiran hits foodtruck. Barang baru. Tapi lama2 orang terbiasa. Bosan
Dulu sempat ada masa atraksi utamanya adalah foodtruck itu sendiri. Sekarang tidak bisa. Foodtruck adalah support event.
Harus ada event utama yg menyedot banyak orang. Kalau eventnya banyak menyedot crowd, besar kemungkinan penjualan unit foodtruck bagus..
Makanya kalau di daerah belum ramai foodtruck, mungkin bisa dijadikan sebagai bagian yg atraktif. Boleh dicoba kalau ada EO yg ngajakin
Dulu sempat pula beberapa Mall menghadirkan foodtruck sebagai salah satu atraksi. Kalau foodtruck ditempatkan di dalam mall, penjualan masih bagus. tapi kalau foodtruck ditempatkan diluar mall, biasanya kurang bagus. Kalah nyaman dengan resto dalam mall. di dalam full AC, diluar cuaca panas/hujan, sementara harga juga beda2 tipis.
Untuk bisa sustain dan mendapatkan ritme kerja yang baik, foodtruck sebaiknya punya tempat mangkal jualan yang tetap /basecamp. Tidak melulu berpindah - pindah..
Karyawan juga sebaiknya karyawan tetap (tiap hari masuk kerja), bukan cabutan yg cuma masuk ikut event doang.
Terlalu sering berpindah2 lokasi foodtruck tanpa ada lokasi jualan tetap menyebabkan ritme kerja tim menjadi kacau
Singkatnya, weekdays mangkal jualan tetap.. weekend pindah ikutan event. Operasional akan lebih smooth krn ritme tim sudah terbentuk ..
Sekarang kita masuk ke potensi pendapatan foodtruck..
Diatas telah dibahas bagaimana kombinasi penempatan lokasi foodtruck
Di weekdays, usahakan kita mencari tempat mangkal yang ramai. Targetkan bisa mendapat paling tidak 100 porsi sehari
Dengan kru yang hanya 4 atau 5 orang, target foodcost 40%, seharusnya pendapatan foodtruck bisa menutup operasional selama 1 bulan
Di weekend usahakan bisa ikut event besar yang mampu mendapatkan penjualan sekitar 300-600 porsi per hari .. untung besarnya harusnya disini 😋
Dalam suatu event akbar, seorang rekan bahkan pernah mencapai ribuan porsi dalam sehari. Omset tembus lebih seratus juta. Beberapa hari balik modal tuh truk..😄
Kalau sudah mencapai ribuan porsi per hari, kekuatan logistik, pelayanan, kecepatan tentunya menjadi kunci
Tapi jangan lupa, foodtruck juga punya kelemahan. Salah satunya adalah sangat sensitif terhadap cuaca
Kalau hujan gerimis sales pasti drop. Hujan deras apalagi petir, bisa bisa Zonk. Tekor deh
Oleh karena itu Fasilitas tenda non permanen yg cukup besar perlu dibangun di tempat mangkal. Atapun di saat event. Supaya orang tetap nyaman gak kehujanan saat order..
Jadi kurang lebih demikian strateginya. Revenue sehari- hari diupayakan dapat mengcover biaya operasional foodtruck. Syukur- syukur sudah bisa untung dari operasional mangkal. Sedangkan saat event, kita tetap bisa branding dan lebih maksimalkan lagi profitnya
Quote:
Q:
pertanyaan ke 1 ya mas Doni
Di Indonesia, perizinan food truck masih belum terlalu jelas. Jadi sebelum “mangkal” atau berhenti untuk berjualan di sebuah tempat, bagaimana tips nya agar perijinan dapet sesuai prosedur dan tidak melanggar. jika itu di sebuah jalan raya atau event tertentu ?
A:
Kalau di Jalan Raya bisa kerjasama dengan pemilik property yg lokasinya bagus. Visibilitynya jg bagus. Atau bisa pakai model kerjabareng pemilik Indomaret atau Alfamaret yg trafficnya sudah bagus.
Kalau ikut event seharusnya lebih mudah. Cukup bayar ke EO/pemyelenggara event, bis langsung jualan. Secara EO/penyelenggara event pastinya sudah dapat izin acara/keramaian
Q:
Sudah pasti, untuk menjalankan bisnis Food Truck, kita membutuhkan sebuah mobil. Namun Anda tak perlu meyiapkan truk seperti namanya. Kita harus menyesuaikan mobil yang bakal kita setting menjadi Food Truck dengan makanan yang bakal dijual.
Tak perlu mobil baru kata mas Doni, membeli mobil bekas lebih irit. Pertanyaannya...Dibantu tips nya memilih jenis mobil sesuai dengan kriteria dari jenis bisnis makanan dan minumananya?
A:
Ya benar.. pilihan mobil tergantung kita mau jualan apa. Dulu saya pilih truk karena memang dirancang bisa memasak diatasnya. Untuk pilihan bisa memasak didalam mobil, sebaiknya memang pilih mobil truk supaya ergonomis. Kita bisa masak sambil berdiri. Bebek Dower mengharuskan masakan dihidangkan benar2 panas, oleh karena itu harus dimasak didalam mobil.
Beda kalau makanan kita tidak perlu memasak didalam mobil. Sudah matang sebelumnya. Misalnya warung padang yg sering pakai foodtruck pakai type grandm**.. atau es kopi susu yang cukup pakai model motor roda 3
Diubah oleh ibliss666 02-03-2019 19:03
0
Kutip
Balas