- Beranda
- Stories from the Heart
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
...
TS
robbyrhy
GERBANG IBLIS : PEMUJAAN SETAN (HOROR STORY)
Quote:

Spoiler for DESKRIPSI:
JANGAN LUPA RATE DAN KOMENNYA YA AGAN-AGAN SEKALIAN.
PLEASE YOU SHARE AND ENJOY FOR MY HORROR STORYUntuk Reader yang budiman dimohon pengertiannya untuk tidak menyalin/mengcopy cerita ini tanpa ijin dari author karena menulis itu butuh perjuangan maka hargailah setiap karya orang dengan menjadi reader yang baik dan benar xD


Quote:
Klik here!
Spoiler for SETIAP EPISODE:
Quote:
THANKS FOR READING!

Quote:
THANK YOU

Klik subscribe juga untuk mengikuti perkembangan setiap episode oke!Diubah oleh robbyrhy 09-03-2019 23:16
oltramen dan 31 lainnya memberi reputasi
32
39K
103
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55KAnggota
Tampilkan semua post
TS
robbyrhy
#7
EPISODE 7
EPISODE 7 (DI BUKANYA GERBANG IBLIS!)

Kemudian zaki membuka matanya. Saat itu kepalanya masih terasa pusing dan ngilu. Pengelihatannya pun masih kabur dan tidak jelas. Ia memegang bagian belakang kepalanya. Pukulannya yang sangat keras membuat tubuhnya terasa berat.
“Dimana ini?” Ujar Zaki dalam hatinya, sambil memperhatikan setiap sudut ruangan tersebut dengan pengelihatannya yang masih kabur.
Setelah itu ia baru menyadarai tubuhnya di ikat di sebuah kursi. Badannya berusaha melepas ikatan tersebut. Namun apa daya ikatan yang terlalu kencang menyulitkannya untuk bergerak.
“Agrghh” gumamnya zaki sambil berusaha memegang tali yang mengikatnya.
Karena terlalu sulit akhirnya ia berhenti. Ia mengambil nafas dalam-dalam berusaha menenangkan pikirannya. Saat ia terdiam di kursi.

“BRAKKKK!”
Tiba-tiba mayat maya (istrinya) yang masih terbungkus kain kafan yang sudah kusam akibat tanah merah dan juga sebagian wajahnya yang sudah di makan rayap serta binatang lainnya ada di hadapannya.
Zaki pun sangat shock saat melihat mayat istrinya.
“Siapa yang melempar mayat istriku.” Teriak zaki begitu keras. Ruangan tersebut begitu pudar hanya ada lampu kuning redup di atas kepalanya yang menyinari dirinya sementara itu di sekelilingnya sangatlah gelap.
Tiba-tiba keluarlah seorang kakek-kakek tua dari sudut ruangan yang gelap gulita itu.
“Zaki abdul ikhsan? benarkan?” Tanya kakek tua tersebut kepadanya.
Saat itu zaki belum melihat wajah nya ia baru melihat sebagian janggutnya yang panjang dan sudah memutih memutih.
“Siapa kau? dan apa mau kau?” Tanya zaki kepadanya.
“Kenapa wajah kamu terlihat begitu takut wahai ustad?” Jawab kakek itu sambil berjalan ke arahnya dan menampakan siapakah dirinya..
“Astagfirullah,,” Ucap zaki saat melihat siapa orang tersebut.
“Kau kan?”
Kakek tua tersebut masih membawa ayam kampung yang telah terpotong kepalanya. Darah segar terus menetes ke lantai tatkala kepala ayam tersebut bergerak.
“Kau yang aku pernah temui waktu itu kan. Ada urusan apa kau dengan ku?” Tanya zak kepadanya. Wajahnya semakin pucat, terlihat keringat terus menyucur deras dari arah dahinya.
“Aku tidak ada urusan denganmu. Tapi..” Jawab kakek tua tersebut sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala ayam yang sedang ia bawa.
“Aku yang punya urusan dengan mu.” Teriak seseorang dari balik sudut ruangan yang gelap.
“Siapa kau??” Jawab zaki dengan teriakan yang begitu keras.
“Uh, uh ,uh kenapa pak ustad? Takut?”
“Suaramu seperti tak asing di telingaku, tunjukan jati dirimu iblis.” Teriaknya lagi.
Zaki pun menoleh kembali ke mayat istrinya.
“Manusia kafir, kembalikan mayat istriku ke kuburannya lagi!” Bentak zaki.
“Kau fikir kau tidak kafir, pak ustad?” Kakek tersebut menjawab pertanyaan zaki sambil melotot.
“Kita lihat, seberapa kuat kau menghadapi semua ini. Kalau kau memang seorang peruqyah? Coba ruqyah semua iblis yang ada di dalam tubuh orang-orang ini.”
“Brakkk!!!” tiba-tiba terlihat adi kakanya malik di dorong masuk oleh kakek tua tersebut sambil di pegang rantainya bak anak anjing yang hendak di bawa pergi.
“Adi?” Ucap zaki dengan begitu terkejut. Kondisi Adi masih sama seperti apa yang ia lihat. Jin telah merasuki tubuhnya.
“BRAKK” kemudian terlihat “Dafid” adiknya malik di dorong masuk kembali dan memperlihatkan kondisi yang sama. Mereka, adi dan dafid layaknya seperti binatang suaranya berdesis dan mulutnya terus menganga seakan ingin mencengkram mangsa di depannya.
Saat melihat keduanya jantung zaki langsung berdetak begitu kencang. Kakinya gemetar dan tubuhnya seakan kaku tidak bisa bergerak.
“Ya allah tolong aku” Ujar zaki dalam hatinya.
Kakek tua tersebut kemudian mengambil rambut zaki. Di potongnya rambut zaki menggunakan gunting kecil yang sudah terlihat karatan.
“Sekarang, aku akan membuat mu sama seperti mereka zaki. Aku akan membuka gerbang iblis yang sangat kuat dan jahat untuk merasuki badan kau zaki. Sehingga engkau akan membuat kerusakan di bumi ini layaknya iblis, engkau akan menjadi bagian dari mereka dan masuk neraka bersama-sama.” Ujar kakek-kakek tua tersebut sambil tertawa.
Wajah zaki semakin tegang tat kala ia berhasil mengambil rambutnya.
“Hatimu seperti iblis kau lah yang pantas bersamanya.” Teriak zaki begitu kencang.
“Bisakah kau hentikan bacotmu itu. Sebentar lagi kau akan jadi pengikutku. Hahaha”
“Arghhhh” Zaki berusaha melepaskan ikatan yang ada di tubuhnya.
“Mau kemana? Kau tidak akan mampu melepaskannya pak ustad. Jadi siapkan dirimu saat ini ya.” Ucapnya sambil pergi meinggalkan zaki. kemudian ia pun masuk kembali ke sudut ruangan yang gelap itu.
selang beberapa menit, kakek tua tersebut pun kembali lagi menemui zaki. Ia sekarang membawa ayam kampung yang masih hidup.
“Aku sudah siapkan ritualnya. Kenapa muka mu begitu tagang wahai ustad zaki?”
“Berdoalah semoga tuhan mu menolongmu. hahaha” tambahnya sambil tertawa begitu keras.
“Kau memang benar-benar iblis. kau tidak mempunyai hati. Hidupmu sesat, allah akan menolongku aku percaya itu. Aku tidak pernah takut dengan manusia sepertimu.”
“Sepertinya aku harus segera membungkam mulutmu itu sekarang.”
Kakek tua tersebut pun kemudian mamasukan rambut zaki kedalam sebuah mangkok kecil. kemudian ia memotong kepala ayam kampung tersebut dan darah ayam kampung tersebut ia masukan ke dalam mangkok berisikan rambut zaki. Dengan menggunakan mantra-mantra ia berusaha menyihir zaki. tat kala mata zaki melihat kejadian tersebut kemudian ia segera membaca ayat-ayat suci alquran, meminta kepada allah agar sihir yang sedang di lontarkan tersebut tidak dapat memasuki tubuhnya.
“Ya allah bantu lah aku, berilah aku pertolonganmu. aku rela mati demi menjaga iman ku darinya. Aku tidak ingin tertipu daya dengan mantra-mantranya. hanya kepadamulah ya allah aku memohon perlindungan dan hanya kepadamulah aku memohon pertolongan” Ucap zaki dalam hatinya.
Saat itu kakek tua tersebut kemudian meminum darah ayam kampung beserta rambut zaki. ia pun kembali membacakan mantra-mantranya.
“terbukalah gerbang iblis” Ucap kakek tua tersebut di akhir kalimat dari mantra yang ia bacakan.
Saat itu tiba-tiba kepala zaki terasa berat dan pusing. wajahnya memucat dan bibirnya terlihat sangatlah kering dan pecah-pecah.
“Whaaaaaaaaa” Teriak sesosok iblis berwajah hancur dan matanya buta di depan wajah zaki. kemudian iblis tersebut berusaha membuka mulut zaki. saat zaki di paksa membuka mulutnya iblis tersebut kemudian masuk ke dalam tubuh zaki melalui mulutnya dan seketika mata zaki pun langsung melolot. matanya menjadi putih, tidak ada bola mata berwarna hitam di tengahnya. wajahnya berubah menjadi sangatlah buruk di ikutin dengan urat yang begitu besar menonjol dari arah dahinya. saat itulah gerbang iblis terbuka. dimana seorang iblis yang di rantai dan di ikat di keluarkan dengan cepat oleh seorang ahli sihir. gerbang yang tadinya tertutup di alam ghaib kini terbuka dan di masukan ke alam manusia. Zaki yang telah di rasuki oleh iblis jahat suruhan kakek tua tersebut kini mengikuti setiap perintah dari kakek-kakek itu.
“Bagus-bagus… kerjamu sangat bagus Ki Marno.” ucap sesosok pria yang dari tadi menonton ki marno dan zaki dari balik sudut ruangan yang gelap.
“apa yang akan kita lakukan sekarang? aku sudah mengendalikannya. apakah kita langsung membunuhnya?”
“Jangan dulu kita bunuh, Aku masih belum puas dengan ini. aku ingin zaki membunuh sahabatnya terlebih dahulu, yang ada di desa bedjo sana.”
“kalau begitu sekarang saja kita kesana.”
“jangan terlalu terburu-buru marno. pukul 00:00 kita harus segera menemukan sahabat zaki tersebut. aku ingin melihatnya membunuh sahabatnya dengan tangannya sendiri. ini akan menjadi siksaan yang pedih untuknya.” ucap pria tersebut sambil tersenyum jahat.
00:00
“Astagfirullahaladzim” terdengar adam sedang beristigfar di kamarnya.
“Krik, Krek” “brak”
“suara apa itu?” tanya adam dalam hatinya. “seperti berasal dari loteng rumah?” tambahnya lagi.
“Aminah,,, Aminah,,, apa itu kau?,” Teriak adam.
Kemudian adam bergegas mencari aminah istrinya. “Kemana aminah? sudah larut seperti ini apa dia kedapur?” lanjut adam berjalan mencari istrinya ke arah dapur.
“Sresek-sresek” terdengar suara seseorang sedang mengubrak-abrik makanan.
“Aminah?” kemudian Adam pun masuk ke dalam dapur sambil terus memanggil nama istrinya.
Langkahnya yang pelan tanpa di sertai suara membuat suasana rumahnya semakin sepi.
“Aduh , kau ini mengagetkan ku saja aminah. sedang apa kau di sana?” tanya adam
Ia pun mengahampiri istrinya tersebut. Namun saat ia hendak memegang pundak aminah tiba-tiba leher aminah memutar sebanyak 90° layaknya burung hantu. dan mulutnya di penuhi darah akibat daging mentah yang sedang ia makannya.

“WHAAAAAAA!!!!!!” Teriakk aminah sampai menjadikan ruangan di situ bergetar. semua panci dan juga alat-alat dapur lainnya berjatuhan. seketika adam pun terpental ke belakang dan menabrak tebok sebelum akhirnya jatuh ke lantai.
“Ya allah mahkluk apa itu?” ujar adam dalam hati. dapur yang minim akan penerangan semakin membuat adam susah untuk melihat mahkluk tersebut.
“Tidak mungkin jika dia istriku”
Saat itu adam pun berusaha menenangkan pikirannya. tubuhnya masih tergeletak di lantai. jatungnya masih cukup berdetak dengan kencang. wajahnya sedikit terlihat panik dan tegang. ia berusaha mengatur nafasnya.
“Aaaaaaa” Terdengar suara jeritan seorang wanita dari kamar adam.
Ya, itu adalah suara aminah. Adam pun langsung berdiri dan berlari ke arah kamarnya.
“Aminah!” Teriak adam.
Saat itu ia menghampiri aminah. Wajah aminah terlihat begitu shock di sertai goresan-goresan pisau di lengannya yang menyebabkan darah segar keluar begitu banyak dari tangannya.
“Kamu kenapa aminah? apa yang kamu lihat?” tanya Adam sang suami.
“aku melihat wajah ustad zaki.. ta-ta-pi wajahnya sangat menyeramkan dia sepertinya bukan ustad zaki. saat aku menghampiri dia dia berusaha melukaiku. itu sangat mengerikan adam.” Ujar aminah sambil menangis dan sekujur badannya terlihat bergemetar.
“Apa ini ada hubunganya dengan kematian ibu dan istrinya?” pikir adam.
Quote:
“Zaki? dia sampai sekarang belum juga menemuiku. apa mungkin zaki…”
Aminah terus menggigil ketakuatan bibirnya yang bergemetar layaknya orang kedinginan semakin membuat Adam resah.
“Aminah kau tidak apa-apa kan? sekarang kau harus banyak berdzikir dan berdoa karena menurutku ada aura jahat yang akan mengancam keluarga kita.” Ujar adam.
Adam adalah seorang ustad sama seperti zaki. namun dirinya tidak menjadi seorang peruqyah. ia hanyalah seseorang yang suka akan wawasan dalam dunia ghoib. sehingga zaki sering sekali belajar banyak darinya.
“Krek,,, krekk,,, krekk”
“Suara itu lagi…” Ujar Adam dalam hati.
Kemudian ia melihat ke arah pelapon rumahnya. saat ia memperhatikan setiap sudutnya tiba-tiba lampu yang ada di dalam kamarnya mati.
“Astagfirullahaladzim.”
“Aminah,, kau tetap pegang tanganku. aku harus mengambil senter..”
setelah itu Adam pun mencari senter di menja laci kamarnya dan ia pun menemukannya.
“Aminah,,, tetap di belakang ku, aku akan menjagamu.” Ujar adam sambil menyenter pelapon rumahnya.
“Sebenarnya apa yang terjadi adam? kenapa mereka menyerang keluarga kita.” Tanya aminah
“Aku tidak tahu,, tapi aku mohon kepadamu jangan lengah, fokus dan jangan sampai pikiranmu kosong. ingat jin akan mudah masuk jika kau lengah” Ujar adam kembali mengingatkan istrinya.
ia pun terus berjalan pelan sambil menyenter terus setiap sudut ruangan di dalam kamarnya. tak lama kemudian tiba-tiba…
“BRAKKK!!”
Pelapon rumah Adam jembol dan saat adam menyinari pelapon yang jebol tersebut dengan senternya ia mendengar suara desisan ular. sedikit demi sedikit ia menurunkan cahaya senter tersebut dari atas sampai ke bawah dan betapa terkejutnya Adam saat cahaya senter tersebut menyinari sesosok pria dengan tubuh besar sambil merangkak dan kepala serta rambutnya yang di penuhi dengan darah serta pundaknya yang membesar layaknya unta.

“Astagfirullahaladzim siapa kau wahai iblis laknatullah?” Teriak adam sambil terus menyenternya.
setelah itu sesosok pria tersebut pun memperlihatkan wajahnya dengan mulutnya yang menganga serta lidahnya yang panjang.
“Sslttt,,, santapan yang lezat”
“Zaki?” Terkejutnya Adam.
BERSAMBUNG……
BANTU SHARE GAN-AGAN

😉bruno95 dan 14 lainnya memberi reputasi
13