- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#11
Part 9
Esok harinya ketika beberapa menit sebelum jam istirahat, ada beberapa anggota osis yang datang ke kelas. Memberi informasi tentang classmeeting, bahwa pulang sekolah nanti yang berpasipasi dalam classmeeting diharapkan berkumpul diruang osis untuk mengadakan rapat.
"Eh...ayok kita keruang osis" Kata Alfy.
"Oh iya ya... lupa gue" Jawabku.
Lalu kami berjalan menuju ruang osis, ternyata sudah lumayan banyak murid-murid yang sudah berkumpul.
Dan ketika berada dikelas depan ruang osis Rakha menepuk pundakku.
"Eh na... na" Kata Rakha.
"Apaan?" Jawabku.
"Itu ada Diva sama si Mutiara" Jawabnya.
"Hah? Mana?" Jawabku sambil melihat-melihat kearah kerumunan murid yang sedang duduk didepan ruang osis.
"Itu yang deket pintu" Kata Rakha.
Betul disana ada Diva, sudah pasti dia ikut lomba voli.
Dan tak lama kita disuruh masuk oleh anggota osis untuk memulai rapat.
"Gue yakin pasti timnya Diva menang nanti" Kata Rakha.
"Iya sih udah pasti... mereka belum pernah kalah" Jawabku.
"Sehebat itukah mereka?" Tanya Alfy.
Lalu kami masuk kedalam ruang osis untuk rapat classmeeting.
Setelah kita rapat kami kembali kerumah masing-masing.
Dan kegiatan kita beberapa hari sebelum acara classmeeting adalah seperti biasa, seperti latihan dirumahku, dan lain-lainnya.
Dan hari ini adalah hari dimana lomba classmeting dimulai. Pertama kali aku mencoba untuk berada dihadapan kerumunan orang, dan itu merupakan hal yang menurutku sangat memacu adrenalin sama seperti kita terjun bebas haha.
Oh iya kalau lomba nanyi antar kelas itu adanya hari terakhir...
"Eh ke mading yu, liat jadwal-jadwal classmeting" Kata Alfy.
Lalu kami menuju ke mading yang berada didepan ruang osis.
"Weh gila hari ini pertandingan voly timnya Diva nih na" Kata Rakha sambil menunjuk susunan jadwalnya.
"Oh iya bener" Jawabku.
"Bentar lagi nih... gue penasaran deh ingin lihat gimana mereka main, sehebat apa ya" Kata Alfy.
"Kita mau nonton disamping lapangan apa didepan kelas atas?" Tanya Rakha.
"Didepan kelas aja deh biar leluasa haha" Jawabku.
"Yaudah yuk kesana" Kata Alfy.
Lalu kami menuju kelas, karena memang tempatnya enak untuk melihat kearah lapangan kalau dari atas.
"Pasti kalian pengen nonton Diva dan kawan-kawannya kan?" Tanya Putri yang sudah dari tadi berada didepan kelas.
"Hehe" Jawabku.
Dan selang satu pertandingan, giliran teamnya Diva yang bertanding.
"Wah anjir gila cuy, itu mereka mulus-mulus banget badannya haha" Kata Alfy.
"Otak lo fy" Kataku sambil menoyor kepalanya.
Lalu pertandingan dimulai. Dan seperti biasa banyak sorak-sorak suporter yang mendukung kedua tim, dan yang pasti suporter yang paling banyak adalah timnya Diva.
"Kira-kira siapa yang menang ya?" Tanya Alfy.
"Ya pasti timnya Diva lah" Jawab Rakha.
Pertandingan berjalan seru dan sengit, tidak seperti pertandingan awal-awal sebelumnya. Lawan tim Diva kali ini adalah tim kelas C yang menjadi lawannya kelas B yang memang kelasnya Diva di semi final tahun lalu.
"Wah gila ketat banget ni scorenya" Kata Alfy.
"Iya nih, ini musuhnya disemi final tahun lalu" Jawab Alfy.
"Ayok div, lo pasti bisa menang" Kataku dalam hati.
Dan timnya Diva hampir kalah dengan selisih score yang beda sedikit. Terlihat raut-raut wajah yang tegang dari tim Diva, yang belum pernah kulihat sebelumnya.
"Gila mukanya pada tegang tuh liat" Kata Alfy.
"Iya ya... ini ketat banget scorenya, gak biasanya timnya kak Diva bisa tegang gini" Kata Putri.
"Hoaaahhhhhh!!!!!" Terdengar teriak suporter tim Diva, karena berhasil menyamakan kedudukan.
"Yes! Ayo div pasti bisa" Kataku dalam hati.
"Muka lo tegang banget na haha" Kata Rakha.
Dan didetik-dekit akhir pertandingan Mutiara berhasil membuat score berbalik dan membuat tim Diva menang dan lolos ke babak berikutnya.
"Wooaaahhh!!!!" Terdengar lagi suara teriakan dan yel-yel dari suporter Diva.
"Yaaaa!!!... ehh" Teriakku seketika dan langsung tersadar karna terlalu kencang hehe.
"Buset na girang banget lo kayaknya" Kata Alfy.
"Hehe" Jawabku.
"Kantin yuk kantin" Kataku.
"Ayo... aku haus ni" Kata Putri.
"Iya ni seret banget tenggorokan gue gara-gara tengang liat pertandingan barusan haha" Kata Rakha.
Sesampainya dikantin, kami berhenti didepan musholah yang jaraknya dekat dengan kantin.
"Buset dah ramai banget" Kata Alfy.
"Duduk dulu yuk disini pegel ni" Kata Putri.
"Eh sini gue aja yang beli minumnya kalian tunggu sini" Kataku.
"Lah tumben lo na mau sendirian, biasa gak berani haha" Kata Rakha.
"Berdua lah sama lo haha" Jawabku.
"Ye dasar! Haha " Kata Putri.
"Yaudah gue es teh aja biasa" Kata Alfy.
"Aku juga sama deh" Kata Putri.
"Yaudah ayok rak" Kataku.
Dan kami pun berjalan menuju kantin dan menuju tempat Mas Ujo tempat biasa kami membeli minuman.
Dan ketika sedang mengantri pesanan tiba-tiba.
"Permisi maaf" Katanya.
Sontak aku langsung melihat kearah suara itu. Dan aku langsung terkejut dengan tampang bingung.
"Gue boleh masuk duluan?" Tanya sambil tersenyum.
Dan aku hanya bisa mengangguk dan melihat dia masuk kedalam, masih dengan tampang bingung.
"Gila gue baru liat dia senyum begitu, dan lo disenyumin" Kata Rakha sambil menyenggol ku.
"Tampang lo jangan kayak orang bego" Kata Rakha sambil menepuk pipiku.
"Ehh..." Kataku yang langsung tersadar.
"Nih es tehnya, ayok" Kata Rakha.
Dan kami menuju ke Alfy dan Putri.
Hari semakin sore, dan pertandingan-pertandingan classmeeting pun sudah selesai dan dilanjutkan besok.
"Pulang yuk udah sore" Kataku.
Lalu kami kembali kerumah masing-masing.
Esok harinya ketika beberapa menit sebelum jam istirahat, ada beberapa anggota osis yang datang ke kelas. Memberi informasi tentang classmeeting, bahwa pulang sekolah nanti yang berpasipasi dalam classmeeting diharapkan berkumpul diruang osis untuk mengadakan rapat.
"Eh...ayok kita keruang osis" Kata Alfy.
"Oh iya ya... lupa gue" Jawabku.
Lalu kami berjalan menuju ruang osis, ternyata sudah lumayan banyak murid-murid yang sudah berkumpul.
Dan ketika berada dikelas depan ruang osis Rakha menepuk pundakku.
"Eh na... na" Kata Rakha.
"Apaan?" Jawabku.
"Itu ada Diva sama si Mutiara" Jawabnya.
"Hah? Mana?" Jawabku sambil melihat-melihat kearah kerumunan murid yang sedang duduk didepan ruang osis.
"Itu yang deket pintu" Kata Rakha.
Betul disana ada Diva, sudah pasti dia ikut lomba voli.
Dan tak lama kita disuruh masuk oleh anggota osis untuk memulai rapat.
"Gue yakin pasti timnya Diva menang nanti" Kata Rakha.
"Iya sih udah pasti... mereka belum pernah kalah" Jawabku.
"Sehebat itukah mereka?" Tanya Alfy.
Lalu kami masuk kedalam ruang osis untuk rapat classmeeting.
Setelah kita rapat kami kembali kerumah masing-masing.
Dan kegiatan kita beberapa hari sebelum acara classmeeting adalah seperti biasa, seperti latihan dirumahku, dan lain-lainnya.
Dan hari ini adalah hari dimana lomba classmeting dimulai. Pertama kali aku mencoba untuk berada dihadapan kerumunan orang, dan itu merupakan hal yang menurutku sangat memacu adrenalin sama seperti kita terjun bebas haha.
Oh iya kalau lomba nanyi antar kelas itu adanya hari terakhir...
"Eh ke mading yu, liat jadwal-jadwal classmeting" Kata Alfy.
Lalu kami menuju ke mading yang berada didepan ruang osis.
"Weh gila hari ini pertandingan voly timnya Diva nih na" Kata Rakha sambil menunjuk susunan jadwalnya.
"Oh iya bener" Jawabku.
"Bentar lagi nih... gue penasaran deh ingin lihat gimana mereka main, sehebat apa ya" Kata Alfy.
"Kita mau nonton disamping lapangan apa didepan kelas atas?" Tanya Rakha.
"Didepan kelas aja deh biar leluasa haha" Jawabku.
"Yaudah yuk kesana" Kata Alfy.
Lalu kami menuju kelas, karena memang tempatnya enak untuk melihat kearah lapangan kalau dari atas.
"Pasti kalian pengen nonton Diva dan kawan-kawannya kan?" Tanya Putri yang sudah dari tadi berada didepan kelas.
"Hehe" Jawabku.
Dan selang satu pertandingan, giliran teamnya Diva yang bertanding.
"Wah anjir gila cuy, itu mereka mulus-mulus banget badannya haha" Kata Alfy.
"Otak lo fy" Kataku sambil menoyor kepalanya.
Lalu pertandingan dimulai. Dan seperti biasa banyak sorak-sorak suporter yang mendukung kedua tim, dan yang pasti suporter yang paling banyak adalah timnya Diva.
"Kira-kira siapa yang menang ya?" Tanya Alfy.
"Ya pasti timnya Diva lah" Jawab Rakha.
Pertandingan berjalan seru dan sengit, tidak seperti pertandingan awal-awal sebelumnya. Lawan tim Diva kali ini adalah tim kelas C yang menjadi lawannya kelas B yang memang kelasnya Diva di semi final tahun lalu.
"Wah gila ketat banget ni scorenya" Kata Alfy.
"Iya nih, ini musuhnya disemi final tahun lalu" Jawab Alfy.
"Ayok div, lo pasti bisa menang" Kataku dalam hati.
Dan timnya Diva hampir kalah dengan selisih score yang beda sedikit. Terlihat raut-raut wajah yang tegang dari tim Diva, yang belum pernah kulihat sebelumnya.
"Gila mukanya pada tegang tuh liat" Kata Alfy.
"Iya ya... ini ketat banget scorenya, gak biasanya timnya kak Diva bisa tegang gini" Kata Putri.
"Hoaaahhhhhh!!!!!" Terdengar teriak suporter tim Diva, karena berhasil menyamakan kedudukan.
"Yes! Ayo div pasti bisa" Kataku dalam hati.
"Muka lo tegang banget na haha" Kata Rakha.
Dan didetik-dekit akhir pertandingan Mutiara berhasil membuat score berbalik dan membuat tim Diva menang dan lolos ke babak berikutnya.
"Wooaaahhh!!!!" Terdengar lagi suara teriakan dan yel-yel dari suporter Diva.
"Yaaaa!!!... ehh" Teriakku seketika dan langsung tersadar karna terlalu kencang hehe.
"Buset na girang banget lo kayaknya" Kata Alfy.
"Hehe" Jawabku.
"Kantin yuk kantin" Kataku.
"Ayo... aku haus ni" Kata Putri.
"Iya ni seret banget tenggorokan gue gara-gara tengang liat pertandingan barusan haha" Kata Rakha.
Sesampainya dikantin, kami berhenti didepan musholah yang jaraknya dekat dengan kantin.
"Buset dah ramai banget" Kata Alfy.
"Duduk dulu yuk disini pegel ni" Kata Putri.
"Eh sini gue aja yang beli minumnya kalian tunggu sini" Kataku.
"Lah tumben lo na mau sendirian, biasa gak berani haha" Kata Rakha.
"Berdua lah sama lo haha" Jawabku.
"Ye dasar! Haha " Kata Putri.
"Yaudah gue es teh aja biasa" Kata Alfy.
"Aku juga sama deh" Kata Putri.
"Yaudah ayok rak" Kataku.
Dan kami pun berjalan menuju kantin dan menuju tempat Mas Ujo tempat biasa kami membeli minuman.
Dan ketika sedang mengantri pesanan tiba-tiba.
"Permisi maaf" Katanya.
Sontak aku langsung melihat kearah suara itu. Dan aku langsung terkejut dengan tampang bingung.
"Gue boleh masuk duluan?" Tanya sambil tersenyum.
Dan aku hanya bisa mengangguk dan melihat dia masuk kedalam, masih dengan tampang bingung.
"Gila gue baru liat dia senyum begitu, dan lo disenyumin" Kata Rakha sambil menyenggol ku.
"Tampang lo jangan kayak orang bego" Kata Rakha sambil menepuk pipiku.
"Ehh..." Kataku yang langsung tersadar.
"Nih es tehnya, ayok" Kata Rakha.
Dan kami menuju ke Alfy dan Putri.
Hari semakin sore, dan pertandingan-pertandingan classmeeting pun sudah selesai dan dilanjutkan besok.
"Pulang yuk udah sore" Kataku.
Lalu kami kembali kerumah masing-masing.
aaaaaisyah memberi reputasi
4