- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#9
Part 7
Siang itu sehabis pulang sekolah, kami berkumpul dirumahku. Alfy yang sudah lebih dulu berada dirumahku, ku ajak dia masuk kekamarku sambil menunggu Rakha dan Putri datang.
"Wah kamar lo keren na"
"Pakai wallpaper dinding gambar Killua" Tanya Alfy.
"Iya fy... gue suka banget sama Killua, padahal gua belum pernah nonton Animenya Hunter x Hunter"
"Tapi kerena waktu itu di Toko Baju ada Tshirt yang designnya Killua, gua jadi suka... kelihatannya keren gitu karakternya" Jawabku.
"Wah gila koleksi Action Figure lu banyak juga na"Katanya.
"Iya lumayan lah haha" Jawabku.
Tak lama Rakha dan Putri datang. Dan langsung masuk ke Kamarku, karena memang sudah biasa berkunjung kerumahku dari sewaktu SD dulu. Kami mulai berteman sejak kelas 6 SD dulu ketika aku baru pindah ke perumahan ini.
"Na... bunda kamu lagi bikin kue ga?" Tanya Putri.
"Iya tuh didapur" Jawabku.
"Aku mau kesana dulu ya" Jawab Putri dan langsung kedapur.
"Si Putri emang suka begitu na?" Tanya Alfy.
"Iya... dia kalau main kesini pasti nyamperin nyokap gue kalo lagi bikin kue"
"Katanya kue buatan nyokap gue enak, jadi dia pengen belajar bikin kue sama nyokap gue" Jawabku.
"Trus kita ngapain nih?" Tanya Alfy.
"Main PS na" Kata Rakha.
"Lo punya na?"Tanya Alfy.
"Punya ko... yaudah bentar gue siapin dulu... soalnya udah lama gak gue mainin, jadi gue simpan dilemari" Jawabku.
"Mau main game apa nih?" Tanyaku.
"PES lah" Jawab Rakha.
"Nah boleh tuh" Kata Alfy.
Setelah lumayan lama kita main game, Putri dan Bunda datang kekamarku sambil membawa kue.
"Dimakan ya... ini yang bikin Putri loh" Kata Bunda.
"Aman gak nih bun?" Tanyaku sambil melihat kue nya.
"Heh! Kamu kira aku bikinnya pake racun?" Jawab Putri, lalu kita membalas dengan tertawa.
"Kalau lagi nyantai gini, enaknya sambil main gitar... "
"De... coba Bunda pinjam gitarnya" Kata Bunda. Lalu ku ambilkan gitar dan memberikannya ke Bunda.
"Ini lagunya Oasis judulnya Wonderwall" Kata Bunda.
"Jreng...jreng...jreng" Bunda mulai memainkan gitarnya.
"Today is gonna be the day that they're gonna throw it back to you...
By now you should've somehow realized what you gotta do...
I don't believe that anybody...
Feels the way I do about you now" Lalu kami mulai menikmati lirik dan merdunya alunan gitar dan suara Bunda.
"Because maybe...
You're gonna be the one that saves me..
And after all...
You're my wonderwall..." kami semua menyanyi.
"Wah... tante keren banget" Kata Alfy.
"Iya Bun... keren" Kata Putri.
"hehe terima kasih loh"
"Tante jadi inget waktu muda dulu, kumpul begini sama teman-teman sehabis pulang sekolah" Kata Bunda.
"Lagi dong bun..." Kataku.
"Mau lagu apa?" Jawab Bunda.
"Don't look back in anger bun..." Kata Putri.
"Wah...boleh tuh" Jawab Bunda.
"Jreng...jreng...jreng..." Bunda mulai memainkan gitarnya.
" Slip inside the eye of your mind...
Don't you know you might find...
A better place to play...
You said that you'd never been...
But all the things that you've seen...
Will slowly fade away..."
"And so Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by...
Her soul slides away...
But don't look back in anger...I heard you say".
Kali ini kami semua bernyanyi dengan riangnya, sambil menggerakan tangan keatas... lalu menggoyangkannya kekanan dan kekiri... layaknya sedang menonton konser. Karena ini adalah lagu yang paling populer.
"Udah ah tante mau kebelakang lagi... mau beres-beres".
"Yah... konsernya udah selesai" Kata Putri, lalu kami semua tertawa.
"Gak kerasa ya bentar lagi kita kelas 3" kataku.
"Wah... iya juga ya, gak kerasa" Jawab Rakha.
"Eh... denger-denger katanya nanti pas classmeeting mau ada lomba nanyi antar kelas" Kata Putri.
"Kita harus ikut nih" Kata Alfy.
"Ah... apaan, gak mau ah malu gue" Jawabku.
"Nah boleh tuh... udah gapapa na, nanti kita akustikan aja"
"Nanti lo main gitar, gue yang main cajon deh... nah si Alfy yang nanyi"
"Soalnya tadi gue denger suara lo lumayan fy" Kata Rakha.
"Oke tuh... gimana na?" Kata Alfy.
"Ayolah na... sekali-sekali, jarang-jarang loh"
"Itung-itung mengasah mental kalian" Kata Putri.
"Gimana na?" Tanya Rakha.
"Hm... nanti kalau gue gerogi terus salah gimana?" Jawabku.
"Ya kita latihan dulu lah, biar kompak... jangan mikirin gimana nantinya" Jawab Rakha.
"Iya na... kamu mah belum apa-apa udah takut duluan" Kata Putri.
"Yaudah deh gue coba" Jawabku.
"Nah gitu dong!!! Semangat nih gue... siapa tau si kembar itu nonton gue terus minta foto kan enak" Kata Alfy.
"Haha betul fy... kali aja kita jadi idola para cewek-cewek di sekolah" Jawab Rakha.
"Wah gila emang lo berdua... sebelas duabelas" Kataku.
"Eh...Besok kita berangkat naik sepeda aja biar bisa bareng-bareng" Kata Rakha.
"Nah... sekalian olahraga pagi" Kata Alfy.
"Oke deh" Jawabku.
Tak terasa hari sudah sore, mereka pamit pulang.
Esok paginya ketika sampai diparkiran disekolah, aku melihat sosok Diva yang turun dari mobilnya. Betapa indahnya pemandangan pagi ini...
"Woy! Malah bengong, ayo buruan masuk kekelas, hari ini kan pelajaran pertama matematika... lo tau sendiri Pak Edi guru killer" Kata Rakha sambil menepuk pundakku.
"Eh... iya ayo" Jawabku yang langsung tersadar dari lamunanku karena ditepuk oleh Rakha.
Akhirnya jam pelajaran pertama yang menegangkan akhirnya selesai. Pak Edi memang terkenal galak, dan kadang dia suka main tangan kalau sama anak laki-laki... ya walaupun sekedar memukulnya dengan pulpen atau spidol dan dengan postur tubuh yang tinggi besarnya itu yang membuat murid-murid takut.
"Gila... gila... itu tadi guru serem banget cuy"
"Sampe hening nih kelas" Kata Alfy.
"Kamu belum tau aja sih fy... dulu si Warna pernah ditampar sama Pak Edi" Kata Putri.
"Hah... serius? kok bisa?" Tanya Alfy.
"Nih gara-gara dia" Jawabku sambil menunjuk Rakha.
"Udah tau guru killer, dia masih aja ngomong... langsung sawan gue digampar Pak Edi" Kataku.
"Haha sorry na..." Jawab Rakha.
"Eh keluar yu, kan ini jam olahraganya kelas Diva dan gengnya itu" Kata Rakha.
"Oh iya" Jawabku sambil memasang muka gembira.
Lalu kami bertiga keluar kelas dan melihat Diva dan gengnya sedang olahraga. Sekolah ku memiliki dua lantai dan lapangannya berada ditengah. Karena memang kelas ku menghadap ke lapangan, jadi ketika jam kosong halaman depan kelas lah yang menjadi tempat favorit murid.
"Ah Div... Lo cantik banget" Bisik ku sambil melamun.
Tiba-tiba lamunanku terpecah karena Putri datang menghampiri kami dengan membawa selembar kertas.
"Nih... formulir pendaftaran buat classmeeting" Kata Putri.
"Gila! Hari sabtu depan men" Kata Alfy.
"Udah deh mending gak usah ikut" Jawabku.
"Pokoknya kita harus ikut" Kata Rakha.
"Iya harus... nanti pulang sekolah kita latihan dirumahnya Warna".
"Eh tapi nanti anter gue ketoko musik dulu ya... beli gitar" Kata Alfy.
"Ok...sekalian gue juga beli cajon, gue udah nabung buat beli cajon". Jawab Rakha.
"Yaudah nih... formulirnya, besok harus udah dikumpulin" Kata Putri.
Siang itu sehabis pulang sekolah, kami berkumpul dirumahku. Alfy yang sudah lebih dulu berada dirumahku, ku ajak dia masuk kekamarku sambil menunggu Rakha dan Putri datang.
"Wah kamar lo keren na"
"Pakai wallpaper dinding gambar Killua" Tanya Alfy.
"Iya fy... gue suka banget sama Killua, padahal gua belum pernah nonton Animenya Hunter x Hunter"
"Tapi kerena waktu itu di Toko Baju ada Tshirt yang designnya Killua, gua jadi suka... kelihatannya keren gitu karakternya" Jawabku.
"Wah gila koleksi Action Figure lu banyak juga na"Katanya.
"Iya lumayan lah haha" Jawabku.
Tak lama Rakha dan Putri datang. Dan langsung masuk ke Kamarku, karena memang sudah biasa berkunjung kerumahku dari sewaktu SD dulu. Kami mulai berteman sejak kelas 6 SD dulu ketika aku baru pindah ke perumahan ini.
"Na... bunda kamu lagi bikin kue ga?" Tanya Putri.
"Iya tuh didapur" Jawabku.
"Aku mau kesana dulu ya" Jawab Putri dan langsung kedapur.
"Si Putri emang suka begitu na?" Tanya Alfy.
"Iya... dia kalau main kesini pasti nyamperin nyokap gue kalo lagi bikin kue"
"Katanya kue buatan nyokap gue enak, jadi dia pengen belajar bikin kue sama nyokap gue" Jawabku.
"Trus kita ngapain nih?" Tanya Alfy.
"Main PS na" Kata Rakha.
"Lo punya na?"Tanya Alfy.
"Punya ko... yaudah bentar gue siapin dulu... soalnya udah lama gak gue mainin, jadi gue simpan dilemari" Jawabku.
"Mau main game apa nih?" Tanyaku.
"PES lah" Jawab Rakha.
"Nah boleh tuh" Kata Alfy.
Setelah lumayan lama kita main game, Putri dan Bunda datang kekamarku sambil membawa kue.
"Dimakan ya... ini yang bikin Putri loh" Kata Bunda.
"Aman gak nih bun?" Tanyaku sambil melihat kue nya.
"Heh! Kamu kira aku bikinnya pake racun?" Jawab Putri, lalu kita membalas dengan tertawa.
"Kalau lagi nyantai gini, enaknya sambil main gitar... "
"De... coba Bunda pinjam gitarnya" Kata Bunda. Lalu ku ambilkan gitar dan memberikannya ke Bunda.
"Ini lagunya Oasis judulnya Wonderwall" Kata Bunda.
"Jreng...jreng...jreng" Bunda mulai memainkan gitarnya.
"Today is gonna be the day that they're gonna throw it back to you...
By now you should've somehow realized what you gotta do...
I don't believe that anybody...
Feels the way I do about you now" Lalu kami mulai menikmati lirik dan merdunya alunan gitar dan suara Bunda.
"Because maybe...
You're gonna be the one that saves me..
And after all...
You're my wonderwall..." kami semua menyanyi.
"Wah... tante keren banget" Kata Alfy.
"Iya Bun... keren" Kata Putri.
"hehe terima kasih loh"
"Tante jadi inget waktu muda dulu, kumpul begini sama teman-teman sehabis pulang sekolah" Kata Bunda.
"Lagi dong bun..." Kataku.
"Mau lagu apa?" Jawab Bunda.
"Don't look back in anger bun..." Kata Putri.
"Wah...boleh tuh" Jawab Bunda.
"Jreng...jreng...jreng..." Bunda mulai memainkan gitarnya.
" Slip inside the eye of your mind...
Don't you know you might find...
A better place to play...
You said that you'd never been...
But all the things that you've seen...
Will slowly fade away..."
"And so Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by...
Her soul slides away...
But don't look back in anger...I heard you say".
Kali ini kami semua bernyanyi dengan riangnya, sambil menggerakan tangan keatas... lalu menggoyangkannya kekanan dan kekiri... layaknya sedang menonton konser. Karena ini adalah lagu yang paling populer.
"Udah ah tante mau kebelakang lagi... mau beres-beres".
"Yah... konsernya udah selesai" Kata Putri, lalu kami semua tertawa.
"Gak kerasa ya bentar lagi kita kelas 3" kataku.
"Wah... iya juga ya, gak kerasa" Jawab Rakha.
"Eh... denger-denger katanya nanti pas classmeeting mau ada lomba nanyi antar kelas" Kata Putri.
"Kita harus ikut nih" Kata Alfy.
"Ah... apaan, gak mau ah malu gue" Jawabku.
"Nah boleh tuh... udah gapapa na, nanti kita akustikan aja"
"Nanti lo main gitar, gue yang main cajon deh... nah si Alfy yang nanyi"
"Soalnya tadi gue denger suara lo lumayan fy" Kata Rakha.
"Oke tuh... gimana na?" Kata Alfy.
"Ayolah na... sekali-sekali, jarang-jarang loh"
"Itung-itung mengasah mental kalian" Kata Putri.
"Gimana na?" Tanya Rakha.
"Hm... nanti kalau gue gerogi terus salah gimana?" Jawabku.
"Ya kita latihan dulu lah, biar kompak... jangan mikirin gimana nantinya" Jawab Rakha.
"Iya na... kamu mah belum apa-apa udah takut duluan" Kata Putri.
"Yaudah deh gue coba" Jawabku.
"Nah gitu dong!!! Semangat nih gue... siapa tau si kembar itu nonton gue terus minta foto kan enak" Kata Alfy.
"Haha betul fy... kali aja kita jadi idola para cewek-cewek di sekolah" Jawab Rakha.
"Wah gila emang lo berdua... sebelas duabelas" Kataku.
"Eh...Besok kita berangkat naik sepeda aja biar bisa bareng-bareng" Kata Rakha.
"Nah... sekalian olahraga pagi" Kata Alfy.
"Oke deh" Jawabku.
Tak terasa hari sudah sore, mereka pamit pulang.
Esok paginya ketika sampai diparkiran disekolah, aku melihat sosok Diva yang turun dari mobilnya. Betapa indahnya pemandangan pagi ini...
"Woy! Malah bengong, ayo buruan masuk kekelas, hari ini kan pelajaran pertama matematika... lo tau sendiri Pak Edi guru killer" Kata Rakha sambil menepuk pundakku.
"Eh... iya ayo" Jawabku yang langsung tersadar dari lamunanku karena ditepuk oleh Rakha.
Akhirnya jam pelajaran pertama yang menegangkan akhirnya selesai. Pak Edi memang terkenal galak, dan kadang dia suka main tangan kalau sama anak laki-laki... ya walaupun sekedar memukulnya dengan pulpen atau spidol dan dengan postur tubuh yang tinggi besarnya itu yang membuat murid-murid takut.
"Gila... gila... itu tadi guru serem banget cuy"
"Sampe hening nih kelas" Kata Alfy.
"Kamu belum tau aja sih fy... dulu si Warna pernah ditampar sama Pak Edi" Kata Putri.
"Hah... serius? kok bisa?" Tanya Alfy.
"Nih gara-gara dia" Jawabku sambil menunjuk Rakha.
"Udah tau guru killer, dia masih aja ngomong... langsung sawan gue digampar Pak Edi" Kataku.
"Haha sorry na..." Jawab Rakha.
"Eh keluar yu, kan ini jam olahraganya kelas Diva dan gengnya itu" Kata Rakha.
"Oh iya" Jawabku sambil memasang muka gembira.
Lalu kami bertiga keluar kelas dan melihat Diva dan gengnya sedang olahraga. Sekolah ku memiliki dua lantai dan lapangannya berada ditengah. Karena memang kelas ku menghadap ke lapangan, jadi ketika jam kosong halaman depan kelas lah yang menjadi tempat favorit murid.
"Ah Div... Lo cantik banget" Bisik ku sambil melamun.
Tiba-tiba lamunanku terpecah karena Putri datang menghampiri kami dengan membawa selembar kertas.
"Nih... formulir pendaftaran buat classmeeting" Kata Putri.
"Gila! Hari sabtu depan men" Kata Alfy.
"Udah deh mending gak usah ikut" Jawabku.
"Pokoknya kita harus ikut" Kata Rakha.
"Iya harus... nanti pulang sekolah kita latihan dirumahnya Warna".
"Eh tapi nanti anter gue ketoko musik dulu ya... beli gitar" Kata Alfy.
"Ok...sekalian gue juga beli cajon, gue udah nabung buat beli cajon". Jawab Rakha.
"Yaudah nih... formulirnya, besok harus udah dikumpulin" Kata Putri.
aaaaaisyah memberi reputasi
3