Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#7
Part 5

Setelah log out game dan mematikan pc, aku langsung keluar untuk mengantar si nenek lampir ini ke Mini Market.

"Heh! Emang gue bocah malam mingguan naik sepeda... pake motor lah" Kata Sherin dengan tangan yang berada dipinggang.

"Lah kan ke Mini Market doang katanya... lagian lo ngapain pake rapih segala? Gue aja pake kolor sama Tshirt biasa doang" Jawabku.

"Udah gak usah banyak tanya cepet ambil kuncinya" Jawabnya.

Lalu aku masuk kedalam dan melihat Bunda sama Babeh lagi nonton tv.

Aku biasa manggil Babeh bukan Ayah atau Bapak, padahal Babeh orang Semarang bukan orang Jakarta.

"Beh... kunci motor mana?" Tanyaku.

"Itu di deket vas bunga dimeja" Jawabnya.

"Mau kemana de? Malam-malam gini naik motor" Kata Bunda.

"Itu bun... nganterin si Sherin ke Mini Market" Jawabku.

"Loh kok ke Mini Market pake motor segala?" Kata Bunda.

"Gak tau bun... kata Sherin suruh naik motor "Jawabku.

"Oh yaudah hati-hati ya" Kata Bunda.

"Iya bun... Assalamualaikum" Jawabku sambil berpamitan dengan Babeh dan Bunda.

Lalu aku langsung tancap gas untuk menuju Mini Market. Gak lama kita sudah sampai di Mini Market, karena jaraknya gak terlalu jauh dari rumah.

"Rin nih udah sampe"

"Rin!" Kataku sambil nyenggol si Sherin dengan tangan kebelakang.

"Eh... apaan de?" Kata Sherin.

"Lah ko paan sih... ini kita udah sampe diMini Market" Kataku.

"Eh de... jalan lagi yu kayaknya ada yang harus gue beli" Jawabnya.

"Hah? Mau kemana?" Jawabku dengan bingung.

"Udah jalan aja..." Kata Sherin.

Lalu kami kembali jalan entah kemana tujuannya.

"Rin.. ini kita mau kemana sihh?" Kataku, dan Sherin hanya diam.

"Bentar bentar... ini kan jalan ke Mall" Kataku.

Oh iya aku hampir lupa memberitahu kalian tempat tinggal ku, karena terlalu asik menceritakan tentang teman-teman dan keluarga ku hehe. Aku tinggal dikawasan Jabodetabek, tepatnya di wilayah Tangerang. Aku tumbuh besar disini, tapi aku lahir di Semarang tempat orang tuanya Babeh.

"Hehe iyaaa... gue tiba-tiba pengen novel, soalnya ini kayaknya bagus deh" Kata Sherin.

"Astaga rin... gue kan pake kolor doang sama Tshirt biasa..."

"Tau gitu mah gue pake celana jeans" Kataku dengan nada sewot.

"Salah sendiri... lagian kan gue udah bilang kalo sekalian malam mingguan" Kata Sherin sambil menoyor kepalaku.


Tak lama kita sampai di parkiran Mall, dan ya bisa bayangin malam-malam naik motor cuma pakai kolor jaraknya lumayan jauh pula.

"Yuk masuk..." Kata Sherin.

"Udah gila lo rin? malu lah gue masa kedalem pake kolor begini... disangka gembel gue" Kataku dengan nada sewot.

"Udah masuk aja... nanti kalo lo nunggu disini dikira anak ilang yang ditelantarin keluarganya haha" Kata Sherin sambil menarik tanganku.

"Apaan! gak ah... gua nunggu disini aja" Jawabku.

"Udah ayo... nanti gue traktir makan deh" Kata Sherin sambil menarik tanganku supaya ikut masuk kedalam. Dan ya...aku pasrah saja."

Tega lo rin sama adik sendiri" Kata ku sambil jalan masuk kedalam Mall.

"Hehe" Jawabnya.

Dan ya benar saya dugaanku, kita didalam Mall banyak orang-orang yang melihatku dengan tatapan-tatapan yang aneh. Mungkin mereka berpikir "ih... baik banget ya cewek itu bawa gembel jalan-jalan keMall" .

"Rin... tuh kan gue diliatin mulu sama orang" Kataku.

"haha biarin aja... pasti mereka ngiranya, ko mau ya cewek cantik kayak gue jalan sama gembel" Jawabnya sambil tertawa karena mengejekku.

Tak lama kita sampai ketoko buku, dan Sherin langsung menghilang begitu saja... entah buku apa yang dia cari. Aku coba melihat-melihat buku apa aja yang ada didepanku, yang kebanyakan buku novel tentang cinta anak SMA.

"Ini kenapa sih yang bikin buku tentang cinta semua, pasti galau-galau nih ceritanya"

"Apa harus ya dibikin buku begini? Apa ada yang mau baca cerita begini? Emang seru?" Gumam ku sambil melihat-melihat buku.

Aku yang memang saat itu tidak suka baca, rasanya malas lihat tulisan yang begitu banyak dan tak ada gambarnya. Bahkan ketika aku baca komik pun, aku hanya lihat gambarnya saja dan tidak kubaca tulisannya.

Tak lama Sherin datang.

"Sumpah de, lo kalo berdiri disitu sambil megang buku gitu kesannya kayak gembel yang lagi mencari inspirasi haha" Kata Sherin.

Aku langsung menaruh buku dan langsung jalan karah Sherin.

"Ayo makan" dengan nada datar.

"Haha... mau makan dimana?" Tanya Sherin.

"Kita makan diluar aja, gue mau makan ketoprak" Jawabku.

Lalu kita berjalan keluar dan menuju parkiran dan pergi meninggalkan Mall ini. Tak jauh dari Mall aku lihat ada penjuak ketoprak, kelihatannya enak dan tempatnya pun kelihatan nyaman.

"Rin... kita makan disitu aja yu" Tanyaku.

"Yaudah... tapi emang enak de?" Jawab Sherin.

"Ya cobain aja dulu...lagian itu tempatnya kayaknya enak deh buat nyantai"Jawabku.

Lalu kuparkirkan motorku disebelah gerobak ketopraknya.

"Bang... satu ya pedes"Kataku.

"Makan disini atau dibunggkus?" Jawab abang penjual ketopraknya.

"Kok satu sih...gue juga laper" Kata Sherin.

"Eh... lo laper juga? Haha" Jawabku.

"Yaudah bang pesen dua deh pedes" kataku ke abang penjual ketoprak.

"Oke siap" Jawabnya.


Tak lama pesanannya datang, dan langsung kita nikmati karena memang sudah lapar.

"Enak juga ya de"Kata Sherin dan aku hanya menjawab dengan anggukan kepala.

"Dah... kenyang, yok pulang" Kataku yang baru saja selesai makan.

"Gila... lo kelaperan de?"

"Bentar... ini dikit lagi" Jawab Sherin.

Setelah selesai makan, kami langsung pulang kerumah dan tak lupa membayar ketokpraknya.

Ketika kita baru sampai rumah, aku melihat ada Alfy sedang duduk diteras depan rumahnya.

"Woy! Ngapain lo bengong aja? Kesambet lo?" Kata ku.

"Eh na abis dari mana lo? Tadi gua samper, lo nya gak ada"

"Kata nyokap lo pergi sama kakak lo"Jawab Alfy.

"Iya nih abis nganterin dia ketoko buku"

"Bentar ya markirin motor dulu di dalam" Jawabku."Jangan lupa bawa gitar" Kata Alfy.

Setelah memarkirkan motor, dan kekamar untuk mengambil gitar...aku langsung menghampiri Alfy.

Lalu kita memainkan gitar dan bernyayi.

"Eh na, lo tau lagunya Slam yang judulnya Gerimis Mengundang ga?" Tanya Alfy.

"Oh tau kok, nyokap gue suka muter lagu itu" Jawabku.

"Yaudah... mainin lagu itu aja" Kata Alfy.

"Lagi galau lo ya? Haha" Jawabku.

Sudah hampir jam 12 malam, kita berhenti untuk memainkan gitar karena berisik, takut mengganggu tetangga.

"Eh fy... lo main pb ga?" Tanyaku.

"Main ko" Jawabnya.

"Mabar yu nanti mau ga?" Tanyaku.

"Boleh boleh... apa nickname lo?" Jawabnya.

"Mana sini nomor hp lo, nanti gua sms" Jawabku.


Lalu aku kembali kerumah dan masuk kekamar bersiap untuk online.

Dan begitulah kegiatan malam minggu ku.


aaaaaisyah
aaaaaisyah memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.