- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.8K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#2
Part 2
"Permisi.. Assalamualaikum".
Suara yang mulai tidak asing terdengar dari depan pagar rumahku. Lalu aku segera menuju pagar, dan melihat sosok teman baruku itu. Sambil tersenyum aku membuka pagar agar Alfy bisa masuk.
"Masuk fy..." Kataku.
"Wah rumah lu adem ya sejuk gitu..." Kata Alfy.
"Nyokap lo suka tanaman ya? Ini banyak banget tamannya." Tanya Alfy.
"Ya begitulah" Jawabku.
Lalu bunda datang dari dalam menghampiri kami yang berada diteras rumah.
"Siapa de?"Tanya bunda.
"Ini bun tetangga baru kita yang rumahnya didepan rumah kita"Jawabku.
"Assalamuaikum tante... Saya Alfy" kata Alfy sambil salim ke bunda.
"Wa'alaikumsalam...wah sekarang kamu jadi temannya Warna... semoga cepet akrab ya..." Jawab bunda sambil tersenyum.
"Hehe iya tante" Jawab Alfy.
"Yaudah bunda kedalem lagi ya de... jangan lupa kasih cemilan sama minum buat kalian biar enak kalau ngobrol-ngobrol" Kata bunda.
"Iya bun". Jawabku
"Tunggu bentar ya, gue kedalem dulu ambil cemilan sama minuman buat kita disini". Kataku dan dibalas anggukan oleh Alfy.
Alfy ini orangnya asik gampang bergaul... jadi pas deh kalo jadi temanku. Soalnya kalau aku ketemu orang baru yang kebanyakan juga pendiem sama sepertiku, alhasil jadi sama-sama canggung. Kalau sama orang yang macam si Alfy ini aku jadi gak canggung, karena memang Alfy ini orangnya gampang buat buka suara dan gak canggung dengan orang yang baru.
Setelah kembali dari dapur mengambil cemilan dan minuman, dan ku taruh dimeja.
"Nih fy silahkan dinikmati haha" Kataku.
"Wah... kripik pisang nih kesukaan gue" Kata Alfy.
"Lo suka kripik pisang juga fy?" Tanya ku.
"Iya na, gak keripik pisang juga sih... ya yang penting yang menurut gue enak gue pasti suka haha" Jawab Alfy
"Ye... itu mah lo aja yang rakus" Jawabku. Lalu Alfy ketawa sambil mekakan kripik pisangnya.
Lalu kita ngobrol-ngobrol tentang kehidupan kita masing-masing. Dan ternyata Alfy ini orang Bandung, dia lahir dan besar disana. Alfy pindah kesini karena Ayahnya dipindahkan tugas, Ayah Alfy sekarang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.
"Oh iya lo kalau dirumah biasanya ngapain aja?" Tanya Alfy.
"Ya biasa paling main game atau ngedesign di laptop. Kalau gak ya paling gitaran disini." Jawabku.
"Wah lo bisa main gitar na?" Tanya Alfy.
"Iya bisa tapi ya gak jago-jago amat si hehe" Jawabku.
"Ajarin gue dong na, dulu gue pernah belajar gitar tapi udah agak lupa lagi gara-gara gak punya gitarnya" Kata Alfy.
"Yaudah bentar gue ambil gitar dulu dikamar". Jawabku
Setelah aku kekamar untuk ambil gitar, dan balik lagi. "Nih fy..."Kataku.
Lalu kita asik bermain gitar, bernyanyi lagu yang sedang naik daun saat itu.
"Assalamualaikum...Wah, siapa nih de?" Tanya Sherin yang baru pulang.
"Ini Alfy... tetangga baru kita, rumahnya didepan rumah kita itu." Jawabku sambil menunjuk kerumah Alfy.
"Lah ada yang pindahan toh, sejak kapan." Tanya Sherin.
"Tadi pagi pindahannya... lo sih pagi-pagi udah ngelayab aja" Jawabku.
"Sherin..."Kata Sherin sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman dengan Alfy.
"Alfy..."Jawab Alfy.
"Yaudah gue masuk dulu ya de" Kata Sherin.
"Fy... semoga betah ya, sama anak ini... anaknya jutek begini haha" Tambahnya lagi.
"Apaan sih lo rin!!! Yaudah sono-sono masuk" Jawabku dibarengi oleh tawa Alfy dan Sherin.
"Na... itu kakak lo?" Tanya Alfy.
"Iya itu kakak gue, gitu emang anaknya..." Jawabku.
"Gila! Kakak lo cakep begitu... adiknya mukanya kayak begini haha" Kata Alfy dengan muka-muka yang pasti kalian tahu lah ya gimana kalau laki-laki lihat cewek cantik.
"Gimana gimana ?, yang modelan begitu dibilang cakep?" Jawabku.
Sherin emang perempuan yang cantik sih cuma ya begitu kelakuannya, petakilan dan kadang-kadang emang gila.
"Eh na gue mau tanya dong" Tanya Alfy dengan wajah yang mulai serius.
"Nanya apaan?" Jawabku datar.
"Nama lo kan Warna, gue pengen tau kenapa orang tua lo ngasih nama itu. Aneh aja sih kedengarannya"Kata Alfy.
"Kan biasanya orang dikasih nama pakai nama yang warna nya gitu loh, kayak biru atau apa gitu lah" Tambahnya lagi.
"Permisi.. Assalamualaikum".
Suara yang mulai tidak asing terdengar dari depan pagar rumahku. Lalu aku segera menuju pagar, dan melihat sosok teman baruku itu. Sambil tersenyum aku membuka pagar agar Alfy bisa masuk.
"Masuk fy..." Kataku.
"Wah rumah lu adem ya sejuk gitu..." Kata Alfy.
"Nyokap lo suka tanaman ya? Ini banyak banget tamannya." Tanya Alfy.
"Ya begitulah" Jawabku.
Lalu bunda datang dari dalam menghampiri kami yang berada diteras rumah.
"Siapa de?"Tanya bunda.
"Ini bun tetangga baru kita yang rumahnya didepan rumah kita"Jawabku.
"Assalamuaikum tante... Saya Alfy" kata Alfy sambil salim ke bunda.
"Wa'alaikumsalam...wah sekarang kamu jadi temannya Warna... semoga cepet akrab ya..." Jawab bunda sambil tersenyum.
"Hehe iya tante" Jawab Alfy.
"Yaudah bunda kedalem lagi ya de... jangan lupa kasih cemilan sama minum buat kalian biar enak kalau ngobrol-ngobrol" Kata bunda.
"Iya bun". Jawabku
"Tunggu bentar ya, gue kedalem dulu ambil cemilan sama minuman buat kita disini". Kataku dan dibalas anggukan oleh Alfy.
Alfy ini orangnya asik gampang bergaul... jadi pas deh kalo jadi temanku. Soalnya kalau aku ketemu orang baru yang kebanyakan juga pendiem sama sepertiku, alhasil jadi sama-sama canggung. Kalau sama orang yang macam si Alfy ini aku jadi gak canggung, karena memang Alfy ini orangnya gampang buat buka suara dan gak canggung dengan orang yang baru.
Setelah kembali dari dapur mengambil cemilan dan minuman, dan ku taruh dimeja.
"Nih fy silahkan dinikmati haha" Kataku.
"Wah... kripik pisang nih kesukaan gue" Kata Alfy.
"Lo suka kripik pisang juga fy?" Tanya ku.
"Iya na, gak keripik pisang juga sih... ya yang penting yang menurut gue enak gue pasti suka haha" Jawab Alfy
"Ye... itu mah lo aja yang rakus" Jawabku. Lalu Alfy ketawa sambil mekakan kripik pisangnya.
Lalu kita ngobrol-ngobrol tentang kehidupan kita masing-masing. Dan ternyata Alfy ini orang Bandung, dia lahir dan besar disana. Alfy pindah kesini karena Ayahnya dipindahkan tugas, Ayah Alfy sekarang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta.
"Oh iya lo kalau dirumah biasanya ngapain aja?" Tanya Alfy.
"Ya biasa paling main game atau ngedesign di laptop. Kalau gak ya paling gitaran disini." Jawabku.
"Wah lo bisa main gitar na?" Tanya Alfy.
"Iya bisa tapi ya gak jago-jago amat si hehe" Jawabku.
"Ajarin gue dong na, dulu gue pernah belajar gitar tapi udah agak lupa lagi gara-gara gak punya gitarnya" Kata Alfy.
"Yaudah bentar gue ambil gitar dulu dikamar". Jawabku
Setelah aku kekamar untuk ambil gitar, dan balik lagi. "Nih fy..."Kataku.
Lalu kita asik bermain gitar, bernyanyi lagu yang sedang naik daun saat itu.
"Assalamualaikum...Wah, siapa nih de?" Tanya Sherin yang baru pulang.
"Ini Alfy... tetangga baru kita, rumahnya didepan rumah kita itu." Jawabku sambil menunjuk kerumah Alfy.
"Lah ada yang pindahan toh, sejak kapan." Tanya Sherin.
"Tadi pagi pindahannya... lo sih pagi-pagi udah ngelayab aja" Jawabku.
"Sherin..."Kata Sherin sambil mengulurkan tanganya untuk bersalaman dengan Alfy.
"Alfy..."Jawab Alfy.
"Yaudah gue masuk dulu ya de" Kata Sherin.
"Fy... semoga betah ya, sama anak ini... anaknya jutek begini haha" Tambahnya lagi.
"Apaan sih lo rin!!! Yaudah sono-sono masuk" Jawabku dibarengi oleh tawa Alfy dan Sherin.
"Na... itu kakak lo?" Tanya Alfy.
"Iya itu kakak gue, gitu emang anaknya..." Jawabku.
"Gila! Kakak lo cakep begitu... adiknya mukanya kayak begini haha" Kata Alfy dengan muka-muka yang pasti kalian tahu lah ya gimana kalau laki-laki lihat cewek cantik.
"Gimana gimana ?, yang modelan begitu dibilang cakep?" Jawabku.
Sherin emang perempuan yang cantik sih cuma ya begitu kelakuannya, petakilan dan kadang-kadang emang gila.
"Eh na gue mau tanya dong" Tanya Alfy dengan wajah yang mulai serius.
"Nanya apaan?" Jawabku datar.
"Nama lo kan Warna, gue pengen tau kenapa orang tua lo ngasih nama itu. Aneh aja sih kedengarannya"Kata Alfy.
"Kan biasanya orang dikasih nama pakai nama yang warna nya gitu loh, kayak biru atau apa gitu lah" Tambahnya lagi.
aaaaaisyah dan raaaaud20 memberi reputasi
4