Kaskus

Story

anak86comeAvatar border
TS
anak86come
INTERVIEW WITH "TERAPIS"
[img]Downloads[/img]

Akhirnya Gue buat lagi nih cerita-cerita pendek yang sudah lama tidak terungkap dan ter-post, mudah-mudahan banyak yang minat membaca.

emoticon-Sundul

PROLOG


Karena diajak seorang sahabat membuat Gue pun terjerumus rasa "penasaran", apa sih enaknya, apa sih nikmatnya, apa sih faedah-nya, harus berapa duit yang harus Gue habiskan. Namun karena si Anis... ya si Anis yang merubah suasana di batin Gue, entah mungkin karena Gue sudah "bosan" sama cewek Gue atau emang Gue mulai "doyan" hal ini. Aneh.

Mendengar cerita, curhat, dan keluh kesahnya Anis gue cuma manggut-manggut tanda setuju dan kekaguman gue atas jerih payahnya Anis menjadi terapis. Gue sangat bersyukur terlahir dari keluarga yang meski tidak kaya raya namun cukup, tidak kurang dan tidak lebih meski semua hal harus di irit-irit. Berbanding terbalik dengan kondisi Anis yang terlahir dari keluarga yang bisa dibilang masih dibawah kondisi keluarga gue. Miris teramat miris.


Apakah hubungan Gue dengan Nisa cewek Gue akan berjalan mulus atau banyak hambatan ke depannya, siapakah Anis ini, orang yang bisa membuat perubahan "pemikiran" buat Gue.

emoticon-Shakehand2

INDEX
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7 Jilid I
PART 7 Jilid II
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
Diubah oleh anak86come 29-07-2019 13:31
lsenseyelAvatar border
redricesAvatar border
j4k4pnturaAvatar border
j4k4pntura dan 14 lainnya memberi reputasi
15
107.4K
302
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
anak86comeAvatar border
TS
anak86come
#245
PART 19


Setelah ribut-ribut lama dengan Alex dan sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Alex, membuat jalan hidup sekaligus gaya hidup Gue berubah drastis. Kalau dilihat sisi positifnya banyak banget, pertama Gue lebih sering kumpul dengan enyak sama ade Gue, kedua Gue bisa lebih banyak kesempatan merenung untuk memandang masa depan Gue mau seperti apa, ketiga Gue kerja selalu fokus dan membuat hasil kerja Gue bagus dimata atasan Gue. Negatifnya adalah. . . . . (kenapa negatif ya….) hahaha… ya karena Gue merasa hidup Gue jadi terasa statis, istilah jaman sekarang “begini-begini aja”. Berangkat pagi-sore pulang-malam tidur tidak lebih dari pukul 8 malam, sehatkan….

Oh iya… bagaimana kabarnya si sahabat Gue itu? jangan tanya Gue, karena Gue tidak mengetahuinya hingga sekarang. Kurang lebih 6 bulan sudah Gue hilang kontak dengan si Alex, tapi entah mengapa bagai petir di siang bolong yang cerah malah cenderung panas dan gerah dimana sedang asyik-asyiknya Gue memainkan game online di laptop, nomor tidak dikenal menghubungi Gue.

DREEIINNGG…… DREEINNGG……

Cukup lama dan tidak pernah Gue respon, begitulah kalau ada nommor yang tidak dikenal sudah barang tentu Gue tidak pernah mempedulikannya.

DREEINNG…..DREEIIINNGGG….

Berbunyi terus, kalau tidak salah di daftar miscall di handphone Gue sudah menunjukkan 15 kali calling tidak terjawab. Karena Gue bete akhirnya Gue angkat telpon dari nomor yang tidak jelas itu.

“Halo…” sapa Gue

“…..”

“halo…halo…” sapa Gue sekali lagi

Agak sedikit lama dan hanya terdengar seperti suara napas, namun tercekat dileher dan ini yang membuat Gue agak sedikit deg-deg-an dan mulai berpikir yang aneh-aneh

“halo…halo… dengan siapa ini? Ada keperluan apa ya? Mau bicara dengan siapa? Tanya Gue dengan sedikit nada tinggi

“aapphppakah ini dengan Bima?” sahut suara di balik handphone

“iiyyaa… saya sendiri, ini dnegan siapa ya?” tanya Gue

“iinnii… dengan.. ibunya Alex…” jawabnya sekali lagi

“oohh… ibu, apa kabar? Maaf bu saya gak tahu kalau ini nomor ibu, nomornya ganti ya?” ucap Gue dan sangat merasa tidak enak karena tidak mengenali suara ibunya Alex

“mas Bima, Alex meninggal” ucap ibunya Alex

Dan mendengar ucapan beliau membuat Gue berhenti napas sesaat, muka kaku dan kedua kaki Gue nampak sangat lemas dan tidak berdaya sejak mendengar kabar kematian sahabat Gue. rasa sesal, rasa kecewa, rasa menyesal, rasa sedih, rasa bersalah campur aduk di hati Gue dan perlahan mulai menetas lah air mata Gue, dan Gue terus sesunggukan menangis.

Setelah ibunya Alex mengabari kematian anaknya, Gue pun perlahan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah untuk memberitahu Enyak yang lagi di dapur.
Tepat pukul 15.00 WIB Gue dan Enyak sudah tiba dihalaman rumah orang tua Alex, sudah banyak tenda, kursi, baskom tertutup kain dan bendera kuning yang tertulis nama lengkap si Alex sahabat Gue. saat masuk ke ruang tamu telah terbujur kaku jenazah yang tertutupi kain putih tanpa noda, entah menutupi siapa, dan Gue tidak mau membuka kain yang menutup wajah jenazah itu. Gue pun duduk sila tepat disamping jenazah itu dan mulai melumatkan doa-doa, semua doa Gue bacakan untuk sahabat Gue ini dan tanpa sadar iar mata Gue pun mulai menetes tak tertahan, sangat terasa tangan enyak Gue mengusap-usap punggung Gue untuk membantu meredakan beban yang tidak tertahankan di batin Gue. pada saat itu Gue nyatakan memberikan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan Alex ke Gue. Sangat menyesal Gue belum meminta maaf ke Alex, mudah-mudahan Gue dimaafin sebelum dia menghembuskan napas. Aaminn.

“tong… makan dulu lo… dari semalem elo gk makan-makan” ucap enyak Gue pagi-pagi disamping tempat tidur Gue

“…..”

“heh…jangan bengong lo, enyak kan sedih ngeliat lo kayak begini” ucap enyak Gue sekali lagi

“heh… bang… bangun ngapa bang… temenin gue ke kampus bang” rayu Lelis adik Gue

“lah… kok elo belom lulus-lulus sih? Masih dikampus aja?” tanya Gue

“ini mau bimbingan skripsi bang, seot aja lu” sahut lelis

“nah… udah normal nih kayaknya, kucing ama tikus udah mulai ribut” ucap enyak Gue

“yeee… enyak.. enak aja” sahut Gue dan lelis kompak

Gue pun bangun dari kemalasan Gue, dan mulai melangkahkan kembali kaki untuk menggapai tujuan hidup Gue ke depan.

Kalau dibilang merasa kehilangan ya sudah pasti, dibilang menyesal sudah tentu, karena Alex lah yang menjadi sahabat satu-satunya Gue secara gw orang yang sangat anti social, lebih sering mendekam di kamar atau pergi ke suatu tempat yang sepi atau mencari teman yang tidak begitu banyak, konyol.

sormin180
joyanwoto
regmekujo
regmekujo dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.