- Beranda
- B-Log Personal
BASUKA (Bacotan Suka - Suka)
...
TS
desperatehearts
BASUKA (Bacotan Suka - Suka)

Seiring maraknya kebebasan berpendapat dalam berbagai media, manusia merasa bahwa mereka bisa berbacot sesuka mereka, termasuk gue.
Jadi trit ini akan berisi bacotan suka - suka gue ataupun kalian yang mau ngikut nimbrung. Harapannya, jika bacotannya ditanggapi namun tidak sesuai dengan pendapat pribadi TOLONG JANGAN DIMASUKKAN KE HATI...!
Dibawa santai aja, semua orang bebas berpendapat dan karena menggunakan platform kaskus, diharapkan mengikutin aturan yang berlaku.
Sekian dari saya dan saya akan memulai bacot dari Post 2.
[URL="https://S E N S O Radulbacot"]BACOTAN VIA SUARA[/URL]
Spoiler for indeks Bacot Saya:
Diubah oleh desperatehearts 18-06-2019 22:20
someshitness memberi reputasi
1
8.6K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
B-Log Personal 
6.8KThread•14.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
desperatehearts
#1
Trend Kencan Jaman NOW di kota metropolitan

Pengguna aktif internet di Indonesia sudah mencapai angka 87 juta jiwa dan 70% nya ada di kota metropolitan. Kegunaannya pun beragam seperti mencari informasi yang receh, memesan makanan, belanja, mencari komunitas, mencari tujuan hidup, bahkan mencari jodoh. Membuktikan Internet sudah menjadi komoditas yang mempengaruhi hidup manusia dari hulu ke hilir.
Sebagai pengguna internet aktif, gue juga memanfaatkan kemampuan dari internet untuk bertemu dengan para wanita. Beberapa alasan utama yang gue gunakan untuk pembenaran menggunakan internet sebagai alat bergaul dengan wanita:
1. Terlalu sibuk sama kerja, ga ada waktu kenalan dengan para wanita di RL.
2. Ingin mencoba bertemu dengan orang asing, merasakan sensasi berkenalan dari nol.
Banyak cerita yang gue kumpulkan dan simpulkan, bahwa pencarian teman wanita melalui internet sudah menjadi hal yang ‘biasa’ di kota metropolitan. Nilai tambah yang utama adalah efisiensi, waktu, tenaga, dan biaya.
Waktu, variabel ini menjadi penting bagi para orang - orang yang ingin serius mendapatkan jodoh dalam waktu singkat. Hal ini dapat dilakukan melalui internet untuk memperbanyak kemungkinan pilihan pasangan yang diinginkan. Terlebih jika mereka sudah memiliki kriteria tertentu dan itu bisa dimasukkan sebagai faktor kecocokan ketikan melakukan pencarian sehingga waktu yang ditempuh menjadi lebih singkat. Internet akan membaca faktor tersebut dan mencari pilihan yang paling mendekati harapan mereka.
Tenaga, variabel ini gue masukkan dengan contoh seorang pria yang ingin mendekati wanita biasanya akan mengeluarkan tenaga yang lebih, seperti antar - jemput, membawa barangnya, ngobrol dengan teman - temannya, nganterin kemanapun calon pasangan inginkan. Semenjak ada internet, faktor ini bisa diminimalisir, contoh nganterin ke tempat yang diinginkan tapi lo lagi capek, pesen aja ojol atau taksol. Misal calon pasangan lagi laper, pesenin aja melalui aplikasi. Contoh lainnya, pasangan pengen dipijet, pesenan via aplikasi juga. Jadi, ketika tenaga sedang kurang, manfaatkan teknologi.
Selanjutnya, faktor biaya. Yang gue maksud disini adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan proses pendekatan terhadap calon pasangan. Jaman dahulu kala, orang tua kita mengeluarkan biaya untuk pendekatan seperti kirim surat, beliin bunga, dan ngajak ketemuan langsung padahal lagi LDR ketika kangen sehingga harus mengeluarkan biaya transportasi. Nah dengan adanya internet, hal - hal tersebut tergantikan dengan sticker, video call, voice note dan telefon (yang sekarang tarifnya sudah jauuuuhhhh lebih murah).
Banyak yang merasakan manfaat Internet untuk mencari calon pasangan seperti di atas. TAPI ada beberapa efek samping yang terjadi, seperti yang pernah gue tonton di youtube VICE tentang kecanduan ‘online dating’.
Efek psikologis yang dirasakan adalah rasa tidak pernah puas untuk mencari calon pasangan. Semakin banyak pilihan membuat orang merasa ‘berkuasa’ untuk menentukan pasangannya. Padahal semakin mencari yang sesuai keinginan, akan ‘membutakan’ manusia dari kesempatan yang ada di depan mata. Ketika tidak dapat yang diinginkan, ada kecenderungan orang mengalami kondisi depresi, bahkan di tingkat ekstrim. Merasa bahwa tidak ada yang ‘mau’ sama dia. Tidak ada yang menginginkan dia. Bunuh diri.
Selain itu, ada kecenderungan untuk lebih memperhatikan penampilan terutama untuk foto, mencari angle yang bagus, edit menggunakan aplikasi untuk memperindah hasil foto, dan bahkan mencari spot yang bagus. Ekstrimnya, bahkan ada yang harus operasi plastik untuk bisa memperindah penampilannya ketika di foto. WAW. WOW. WEW. Harus ada biaya, tenaga dan waktu yang dikorbankan untuk itu semua dan manfaat nilai - nilai yang gue sebutin di atas menjadi tidak valid.
Jika teknologi sudah bisa mencapai tingkat mendapatkan pasangan hidup, apakah suatu saat nanti akan bisa menentukan akhir hidup manusia? Who knows?
0