Kaskus

Story

angelous91Avatar border
TS
angelous91
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]
Mohon maaf sebelumnya kalau metode penulisan masih berantakan. 🙏 this is my latest novel story. Hope you will like it.
Enjoy.. 😁
Kalau lebih demen baca pake Apps lain:
-[URL="https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream"]Webnovel Link[/URL]

A Girl from My Dream
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]
Cover from Webnovel
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]

PROLOG


Tak terasa sudah hampir 10 tahun aku tinggal di Jakarta. Tepatnya di Jakarta Barat. Orang bilang hidup di Jakarta itu keras. Dan di Jakartalah tempat orang-orang licik dan munafik bersarang. Bagiku tidak demikian, karena masih banyak orang-orang yg tidak licik dan munafik di Jakarta. Contohnya, ya orang-orang yang dibohongi sama orang munafik dan licik alias korban. Lebih banyak korban daripada pelaku. Untungnya aku sendiri bukan orang yang licik ataupun munafik. Ya..soalnya aku juga korban.

Anyway, pada kesempatan ini aku akan menceritakan tentang pengalamanku selama hidup di Jakarta. Sebelumnya, perkenalkan namaku Mawar*(red: nama samaran). Eh salah, nama aku Angelo dan aku ini pria btw. Biasa dipanggil Gel dan terkadang Gelo alias Gila. Saat ini aku berumur 29 tahun. Status saat ini memiliki pacar. Untuk cerita mengenai kehidupanku dengan sang pacar akan ada dalam cerita ini. Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara dimana aku memiliki 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan.  Dan, Yang akan aku share disini adalah pengalaman cinta, karir, pengkhianatan dan sedikit komedi untuk menghibur ceritaku yang mungkin agak suram nanti.

Ceritaku bermula sekitar 3 tahun yang lalu. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan auditing terbesar di Indonesia dengan tingkat stres dan jam kerja yang cukup tinggi. Aku telah bekerja selama kurang lebih 4 tahun di perusahaan ini. Kalau dari segi skill dan pengalamanku di bidang keuangan,  menurutku sih sudah cukup baik. mengingat aku juga dulu aktif dalam berorganisasi selama kuliah. Untuk jabatan dan gaji yah juga sudah cukup lumayan untuk seumuran aku. Aku sudah bisa membeli motor sendiri, hidup tanpa bantuan dana dari orang tua dan bahkan bisa menyisihkan sedikit dana untuk ditabung. Namun aku belum bisa memberikan sebagian dari penghasilanku untuk amal dan untuk orang tua. Mungkin aku masih pelit dan egois.

Pacarku Bethy, biasa dipanggil Beth berumur 1 tahun dibawahku. Dulunya merupakan mantan muridku selama kuliah. Oh iya, aku dulu membuka jasa mengajar privat untuk adik-adik kelas. Dulu sih demi mencukupi kebutuhan perut selama masih menjadi anak rantau yang suka kehabisan uang sebelum kiriman datang.  Dari sinilah cinta bersemi dan kami pun jadian.

Aku bekerja setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur. Lembur, dimarahin atasan, memarahin bawahan, gajian, senang, hedon, jalan-jalan, kehabisan uang, pake uang tabungan, kerja lagi, gajian lagi, dapat bonus, senang, hedon lagi,kehabisan uang lagi dan gitu aja terus sampai meteor coklat jatuh ke ladang gandum dan jadilah coco crunch.

Kehidupan seperti ini yang menurutku biasa-biasa saja dan normal seperti masyarakat lemah pada umumnya ini siapa sangka dapat tiba-tiba seperti membanting setir dan menjadi tidak dapat ditebak lagi.

--End of Prolog--


A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]

----

Direct link :
Prolog
[link PROLOG]
Bag 1. Mimpi
[link Bag 1]
Bag 2. Reality
[link Bag 2]
Bag 3. Mimpi2
[link Bag 3]
Bag 4. Sang Pacar
[link Bag 4]
Bag 5. Botol
[link Bag 5]
Bag 6. Minggu
[link Bag 6]
Bag 7. Zinx
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 7][/URL]
Bag 8. Month dan Rani
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 8][/URL]
Bag 9. Problem
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 9][/URL]
Bag 10. One Month Later
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 10][/URL]
Bag 11. Pulau
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 11 ][/URL]
Bag 12. Vele
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 12][/URL]
Bag 13. Paul and Jane
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 13][/URL]
Bag 14. Beth
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 14][/URL]
Bag 15. Game
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 15][/URL]
Bag 16. Month Menikah
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 16][/URL]
Bag 17. Month Menikah (2)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link bag 17][/URL]
Bag 18. Masa Lalu
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 18][/URL]
Bag 19. Masa Lalu (2)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 19][/URL]
Bag 20. Masa Kini
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 20][/URL]
Bag 21. Lost
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 21][/URL]
Bag 22. Ros
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 22][/URL]
Bag 23. Reuni
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 23][/URL]
Bag 24. Bahagia
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 24][/URL]
Bag 25. You are The One (The End)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 25][/URL]

Special Chapter : Vele' POV
[LINK to Story]--> Last Update: 21 Mar 2019


Next BOOK!!!! LANJUTAN!!!!!!
A Girl from My Dream - Road to Wedding Day
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 11 suara
Gadis mana yang harus kupilih?
Beth --- (Selingkuh itu tidak baik!! Cocok ga cocok Jalanin!!!)
0%
Vele --- (Sebuah kebanggaan tersendiri memacari Vele)
55%
Ros --- ( Gadis Masa Kecil dan merupakan cinta pertamaku..)
27%
Sky --- (Pacarin adik sendiri aja)
9%
Rani --- (Ayo jadi penikung!!)
9%
Diubah oleh angelous91 10-09-2019 15:51
RideatInFinemAvatar border
someshitnessAvatar border
Gimi96Avatar border
Gimi96 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
22.3K
384
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
angelous91Avatar border
TS
angelous91
#33
Bag 6. Minggu
Bagian 6. Minggu

Aku membuka mataku perlahan. Aku melihat langit-langit kamarku. Cahaya matahari pagi menembus jendela kamarku. Aku tidak dapat tidur dengan nyenyak semalaman. Aku terus memikirkan jenis usaha apa yang bisa aku kerjakan agar dapat memenuhi tuntutan dari Beth. Beth menuntutku untuk bisa merintis usaha sendiri.

Selama ini, Beth tidak pernah bermasalah dengan uang. Ia tidak pernah merasakan sulitnya mencari uang. Bahkan ia sendiri tidak perlu bekerja. Harta kekayaan keluarganya sudah lebih daripada cukup untuk hidup. Sedangkan, untuk membuka usaha baru itu tidak segampang membalikkan telapak tangan.

Aku tidak ingin mengakhiri hubunganku dengan Beth begitu saja. Aku harus berusaha memenuhi tuntutannya. Mencari peluang usaha baru. Tapi apa? Aku terus menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali pada diriku.

Sky masuk ke kamarku begitu saja tanpa mengetuk pintu. 'GREK!' Handle pintu dibuka dengan keras. Sky masuk dan langsung duduk di tepi ranjang. Gadis kecil dengan kucir rambut kuda sudah menjadi ciri khas dari Sky. Sky saat ini masih duduk di bangku kuliah. Umurku dengan Sky memang selisih cukup jauh.
"Kak Gel kak Gel... gimana kemarin? Berhasil kaan??" Tanyanya dengan muka berseri-seri.
Aku langsung bangkit dan melempar bantalku ke mukanya, "Kalau masuk ke kamar, ketok dulu!" Ujarku. Sebagai anak bungsu, Sky terkadang memang suka seenaknya sendiri. Mungkin kami terlalu memanjakannya sejak kecil.
"Tehehe.." Sky tertawa cengegesan setelah menerima lemparan bantal dariku. "..iyaaa..maap..maap.. terus gimana? Gimana,kak Gel? Oke ga?"
"Kamu kenapa ga bilang kalau beli bunga jangan pakai Potnya?" Protesku.
"Hah?" Sky kaget. "..kak Gel beli bunga sama Pot-potnya juga?" Serunya. Sky tidak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya sekaligus menahan tawa. Akhirnya Sky langsung tertawa lepas.
Aku memilih diam dan kembali berbaring diatas kasurku. "..tau aah.." ucapku sambil berusaha kembali tidur.
"Iiihh...kak Gelll...ceritaaaaaaa...ceritaa!!" paksanya sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
"Iyaa-iyaaa..."jawabku. "..kakak beli sama pot-potnya! Puas?"
"Terus gimana? Terus gimana?"
"Ya ga gimana-gimana.. diterima juga kok bunganya. Malahan Beth suka m..sampai-sampai dipajang di tamannya juga." Karang aku. Yah,sedikit membual dikit ga apa-apalah,pikirku.
"Hmm.."Sky menatapku dengan tatapan curiga.
"Kenapa?"
"Masa sih Kak Beth suka?" Ujarnya tidak percaya. "..terus kenapa sampai jam segini kakak ga ngapel ke rumah Kak Beth? Jangan-jangan ditolak bunganya terus kakak diusir gara-gara bawa bunga sama potnya ya?"
"Enak aja!" Bantahku. "Beneran diterima tau.." aku langsung bangkit berdiri dan mengambil handukku. "Nih mau mandi terus ke tempat Beth"
"Oh ya?" Sky menatapku dengan tatapan curiga. Sepertinya semakin aku meladenin Sky, ia akan semakin bawel. Sebenarnya aku dan Beth sudah baikan setelah aku memberikannya bunga tadi malam. Yaah, walaupun sebenarnya hubungan kami masih agak dingin gara-gara masalah tuntutan Beth tadi malam.
"Yauda kalau ga percaya.."jawabku cuek sambil berjalan ke luar kamar meninggalkan Sky di kamarku.

--

Aku memberhentikan motorku di tepi jalan. Aku memilih kabur dari Sky sebelum Sky semakin bawel. Sky pasti akan terus menanyakan sedetail mungkin tentang Beth apabila aku tetap di rumah. Lebih baik aku keluar mencari makan atau ngongkrong,pikirku. Aku mengeluarkan handphone dari kantongku. Orang pertama yang kuingat adalah Month. Aku langsung menelpon Month.
"Month! Keluar yuk.. makan and nongkrong gitu.." ajakku
"Ga deh,Gel..gue mau bergalau-galau ria dulu di kasur.." jawabnya singkat. Dari suaranya, terdengar jelas Month bahkan belum bangkit dari tempat tidurnya. Baru kali ini kulihat Month sampai segalau ini sama cewek. Kalau udah gini, bisa-bisa Month akan seperti ini terus selama beberapa minggu ke depan.
"Gara-gara Rani?" Tanyaku. Sebenarnya aku tidak perlu menanyakannya lagi. Sudah pasti gara-gara Rani,gebetannya.
"Hu-uh.." Month menjawab tanpa semangat.
"Yauda deh.. next time aja deh.. silahkan lu lanjutin galau-galaunya.."

Aku mematikan teleponku. Ngapain ya enaknya? Pikirku. Apa aku coba ajak Beth jalan ya?
Aku menelpon Beth.
Tidak diangkat..
Setelah mencoba beberapa kali telpon, masih tidak diangkat juga. Sebaiknya aku meninggalkan pesan saja.
"Beib.. jalan yuk.." ajakku melalui pesan BBM dari blackberry.
Tidak ada balasan. Mungkin Beth masih tidur.

Aku menunggu selama beberapa saat di pinggir jalan dan menatap layar handphoneku. 'Bib-bib' Tiba-tiba ada pesan BBM masuk. Mungkin itu dari Beth. Aku buru-buru membuka pesan tersebut. Ternyata Vele yang menghubungiku.

"Gel.. hari ini sibuk ga?" Begitu isi pesannya.

Vele merupakan gadis berambut merah yang kami temui di kafebar malam itu. Tiba-tiba ia menghubungiku. Ada apa ya? Pikirku.

"Ga kok,Vel.. ada apa?"balasku.
"Hari ini ketemuan yuk!"ajaknya "aku mau ngomong sekalian.."
"Boleh..mo ngomong soal apa?" Tanyaku.
"Soal Rani.."jawabnya.
Aku langsung tertarik dengan arah pembicaraan ini. Mungkin aku bisa mencari tahu alasan kenapa Rani tiba-tiba menghindari Month. Soal botol itu,pikirku.
"Oke..ketemu dimana?" Jawabku.
"Di klinikku aja di daerah Jakarta Utara..nanti mungkin kita sekalian makan siang kalau mau."
"Boleh,Vel.. aku meluncur ya"
"Oke.." Vele mengirimkan alamat kliniknya ke handphoneku. Tidak terlalu jauh dari rumahku.

Aku langsung pergi menuju ke klinik tempat Vele bekerja. Sesuai arahan dari Vele, tidak butuh waktu yang lama untuk menemukan kliniknya tersebut.

Aku masuk ke dalam ruko yang dijadikan tempat klinik dokter giginya tersebut. Aku disambut gadis petugas resepsionis di pintu masuk.
"Selamat pagi, apakah sudah bikin janji dengan dokternya?" Tanya gadis di meja resepsionis tersebut.
"Ah,tidak,mba.. saya mau ketemu Ibu Vele..saya temannya."jawabku.
"oh,Dokter Vele sedang ada pasien,Pak"jawabnya "..silahkan tunggu di ruang tunggu lantai 2 saja,pak"

Aku menuju ke lantai 2. Hal pertana yang kulihat setelah menaiki tangga adalah area bermain anak-anak. Mungkin ini tempat anak dari para pasien bermain sembari menunggu orang tuanya ditangani oleh dokter giginya. Di sebelah kananku aku melihat sofa besar. Aku langsung duduk diatas sofa tersebut sambil menunggu Vele selesai menangani pasiennya.

Tidak ada pasien lain yang menunggu pagi ini. Hanya ada aku sendiri di ruang tunggu. Aku melihat sekeliling. Suasana di ruang tunggu ini cukup nyaman. Ada tempat bermain anak-anak yang disertai perosotan dan lantainya yang dilapisi gabus permainan anak-anak. Di hadapanku ada sebuah televisi berukuran 70 inch. Pasti mahal,pikirku. Selagi aku menunggu, gadis resepsionis di pintu masuk tadi membawakanku secangkir kopi panas. Wow, Servis yang baik sekali.

Vele keluar dari ruangan prakteknya bersama dengan seorang tante-tante berambut cetar. Tubuh tante-tante ini cukup besar. Ia mengenakan terusan berwarna merah dengan tas bermerk Louis Vuiton di lengannya dan beberapa perhiasan emas menghiasi pergelangan tangan dan jemarinya. Tidak lupa ada kalung dengan liontin sebesar jangkar kapal bergelantungan di dadanya. Tidak-tidak.. hanya sebesar kepalan tanganku. Tante ini tertawa cekikikan saat berbicara dengan Vele. Vele tertawa dengan anggun di hadapanku. Ia melayani tante-tante tersebut dengan ramah. Tante itu terus berbicara tanpa henti sambil berjalan ke arah tangga turun. Aku cukup takjub melihat Vele yang sanggup meladeni obrolan tante tersebut.

Akhirnya tante-tante tersebut turun dan meninggalkan kami berdua. Vele menghela napas lega kemudian menatapku. Aku menatap Vele dan tertawa.
"Kamu sanggup ladenin tante itu?" Ledekku.
"Namanya juga servis buat pasien.." jawabnya sambil tertawa.
Hari ini aku dapat melihat Vele dengan lebih jelas. Terakhir kali aku bertemu dengan Vele, tempatnya agak gelap. Aku melihat Vele mengenakan dress putih yang membentuk lekukan tubuhnya. Ia tersenyum manis menatapku. Wajah Vele benar-benar cantik. Rambut merahnya yang panjang dan ikal sungguh membuat wajahnya terlihat lebih segar dan semakin menarik. Ditambah lagi dengan kulitnya yang putih bersih bak bidadari. Ternyata Vele termasuk gadis dengan kategori level S. Aku tidak menduga kalau Vele ternyata jauh lebih cantik dari perkiraanku.
"Gel?"panggilnya membuyarkan lamunanku.
"Eh..ah..iyaa..."aku sedikit gelagapan karena terpesona dengan kecantikan Vele. Padahal terakhir kali aku bertemu dengannya, aku tidak melihat dirinya secantik ini. Mungkin karena gelap dan malam itu aku sedikit mabuk. Jadi aku tidak terlalu memperhatikan dengan jelas.

"Sorry,sorry tadi ada pasien tiba-tiba" ujarnya sambil menempelkan pipi kanan dan kirinya padaku. Cipika-cipiki sepertinya sudah biasa baginya.
Aku kembali terhipnotis dengan wangi parfumnya. pipinya yang kenyal juga mengenai pipiku saat cipika-cipiki.
Aku tersadarkan. Bukan waktunya untuk terbuai dengan kecantikan dari Vele.
"Iya..santai aja,Vel"jawabku sambil berusaha mengendalikan diriku. Aku sudah punya Beth,aku sudah punya Beth. Aku menekankan kata-kata itu berulang-ulang dalam benakku. "By the way, kita mau ngomongnya disini aja atau keluar?"tanyaku.
"Ehm..kamu bawa motor sport lagi ya?"tanyanya.
"Hu-uh"aku mengangguk.
"Aku lagi pake dress nih.. ga bisa naik motor kayaknya..." ujarnya sambil sedikit mengangkat roknya yang pendek.
Dress yang dikenakan oleh Vele memang agak pendek dan seksi. Pandanganku seolah tidak bisa terlepas dari pahanya. Bentuk kakinya juga bagus bak model. 'Glek' Aku menelan ludah. Ada apa denganku? Kenapa fokusku tidak bisa terlepas dari bentuk tubuh Vele. Sepertinya daya tarik Vele terlalu mempesona.
"Gel?" Lagi-lagi panggilan Vele membuyarkan lamunanku.
"Ah..iyaa..iyaa.."jawabku, "kita naik taksi aja ke mall di dekat sini gimana?
Vele tertawa kecil kemudian menangguk. Tak lama kemudian, taksi pesanan kami datang dan kami pun pergi ke mall di dekat kliniknya Vele.

kaskus-image

Layaknya orang pacaran, Vele mengaitkan tangannya di lenganku. Kami mencari tempat yang pas untuk mengobrol. Aku menyadari bahwa orang-orang disekitar memperhatikan kami. Lebih tepatnya mereka memperhatikan Vele. Aku sepertinya mengerti perasaan mereka. Baru beberapa saat yang lalu aku juga terpesona dengan kecantikan Vele. Yaah, mungkin mereka tidak merasakan apa yang kurasakan saat ini. Digandeng oleh gadis kelas S. Walaupun mungkin Vele menganggap hal ini biasa aja,pikirku.

Kami duduk di salah satu rumah makan khas Indonesia. Seperti rencana awal, kami memang berencana untuk makan siang bersama. Vele memesan makanan pedas. Sepertinya ia suka makan makanan pedas. Seleranya tidak berbeda jauh dariku. Aku sempat berpikir, seandainya aku belum punya pacar.. tidak-tidak.. aku tidak boleh berpikiran seperti itu.

"Jadi,apa yang mau kamu bicarakan soal Rani?" Tanyaku.
"Gini,Gel.. Rani itu teman baikku.." Vele mulai menjelaskan,"..akhir-akhir ini mulai galau dan curhat sama aku.."
"Galau kenapa?" Aku mulai mengira-ngira hubungan kegalauan Rani dengan Month.
"..Rani itu sekarang lagi cari pacar yang serius. Dia mau cari pasangan yang bisa serius sampai ke jenjang pernikahan bahkan sampai tua."
"Oh? Terus?"
"..nah..yang kutau, Rani udah demen banget ma Month. Dari selera humornya..candaannya..pembawaannya.. semuanya deh..Rani sudah curhat sama aku.  Dia udah cocok banget sama Month."
"..nah lantas? Kenapa dia kayak ngejauhin Month ya?" Sambungku tiba-tiba
"..aku juga mau nanya hal yang sama..tapi.." ucapan Vele terhenti karena makanan pesanan kami telah datang.
"Sambil makan aja kali ya?" Ujarku.
Vele mengangguk dan mulai mengangkat sendoknya.
Aku juga mulai mengangkat sendokku dan mengambil suapan pertamaku. Makanan pertama yang masuk ke perutku hari ini.
"..terus..tapi apa?" Lanjutku.
"..tapi kamu jangan marah atau anggap aku gimana-gimana ya.."ucap Vele.
"..biasa aja kali..emank mo nanya apaan?"
Vele menghela napas. Dan menatapku serius.
"..Gel.. kamu bisa kencing dibotol ga?" Tanyanya tiba-tiba.
"Pfft!!" Makanan di mulutku tiba-tiba muncrat. Aku tersedak dan terbatuk-batuk. Aku benar-benar kaget mendengar pertanyaan Vele.
"Kamu ga apa-apa?" Tanya Vele senbari menepuk-nepuk pundakku. "Sorry..sorry  ga maksud nanya kayak gitu.."lanjutnya.
Aku meneguk minuman di meja dan berusaha menenangkan tenggorokanku. Makanan pedas di kerongkongan sungguh menyiksa. Apalagi sampai ke hidung.
"Ga apa-apa..aku yang salah.."ucapku.
"Maaf.." Suara Vele lirih. Sepertinya ia merasa bersalah menuturkan pertanyaan seperti itu.
"..Vel.. emanknya ada apa sih dengan kencing di botol?" Tanyaku,"..kemarin Month juga menanyakan hal yang sama dengan lesu. Month seperti orang yang kehilangan semangat hidup lagi lho."
"..ehm.. jangan kasih tau siapa-siapa ya.." Vele memelankan suaranya, "..kalau bisa kencing di botol bukannya 'itu'-nya cowok kecil ya?"
Sekali lagi aku hampir kesedak makanan.
"Nggak dong.. bukan kayak gitu cara ukurnyaa.." Jawabku. Pembicaraan macam apa ini?
"..yaa.. soalnya.. si Rani pernah bilang..dia pengen ngerasain buat pertama kalinya dia itu yang besar. Soalnya kan bakal seumur hidup.." jelas Vele. Raut muka Vele juga terlihat memerah dan menahan malu. Aku dapat merasakan kalau Vele juga berusaha menahan malu menanyakan hal seperti ini. Terutama pada cowok yang baru dikenalnya.
"..nggak,Vel..nggak.. bukan kayak gitu cara ukurnya..beneren deh.." aku juga malu untuk membicarakan hal ini. Tapi bagaimana ya? Mungkin demi Month, kami harus mengklarifikasi hal semacam ini. Month dan Rani sudah sama-sama suka. Mereka mungkin ditakdirkan bersama.
"..Rani pernah cerita, dia kalau sama Month, ada ngerasain Klik atau Zinc gitu.." lanjut Vele.
"klik?" Tanyaku.
"..iya..semacam perasaan Klop gitu..dia langsung yakin kalau Month orang yang cocok banget sama dia.. tapi gara-gara masalah botol itu..Rani jadi galau.."
"Month juga galau parah sekarang.  Dia dan Rani cuman miskomunikasi. Ukuran itu-nya cowok bukan diukur pake botol."jelasku. "..mungkin kita perlu klarifikasi ke Rani. Jangan sampai hanya karena hal seperti ini mereka jadi tidak dapat bersatu "
"Iya.."Vele mengangguk setuju.
"Sebaiknya kita atur waktu biar mereka bisa ketemu."
"Setuju..kita jebak mereka!"ujar Vele dengan semangat.
"Jebak?"
"Iya..kita jebak mereka agar bisa ketemuan. Waktu akan membantu mereka menyelesaikan masalah mereka. Kita cuman membantu agar mereka bisa ketemu lebih cepat." Ucap Vele.
Aku menangguk. Vele tersenyum lebar.

"Anyway.. kamu free juga kan hari ini? Habis ini kita jalan-jalan yuk" ajakku.
"Boleh..aku mo beli baju juga nih..temanin ya"
Aku mengangguk. Kemudian kami menghabiskan hari kami di mall dengan shopping dan membeli beberapa cemilan. Di mata orang lain mungkin kami terlihat seperti orang pacaran. Tapi aku rasa Vele menganggap hal seperti ini adalah hal biasa. Begitu juga denganku. Aku tidak boleh menaruh perasaan pada Vele. Saat ini statusku masih punya pacar.

Malamnya, aku sedang tiduran di kamarku sambil membuka pesan dari BBMku. Beth belum membaca pesanku sampai sekarang. Ada apa dengannya? Kenapa sampai seperti ini? Aku sudah mengirimkan pesan untuk mengajaknya jalan dari tadi pagi.
Tidak lama kemudian, Beth membalas pesanku.

'Besok jangan lupa datang ke rumah! Kita bahas soal kemarin!' Begitu isi pesannya.

Gitu doang? Ga ada kata-kata sorry karena tidak membalas pesanku dari pagi? Gumamku. Aku menghela napas panjang. Bagaimana ya aku menghadapi Beth besok? Aku hanya membalas 'oke' dan melempar handphone blackberryku ke tepi kasur.

Aku mengambil handphone smartphoneku dan mulai mengutak-atik layarnya. Instagram? Apa ini? Oh iya.. ini aplikasi yang diinstall oleh Heed. Tidak ada salahnya aku buka dan bikin akun baru. Pikirku.

Aku sudah membuat akun Instagram baru dan orang yang ku-follow pertama kali adalah Heed. Di dalam list teman yang difollow oleh Heed, aku melihat ada nama yang tidak asing. Foto profilenya juga tidak asing. "ROS??" Aku tersentak sembari menyebutkan namanya.
Aku langsung membuka profilenya dan menekan tombol follow. Request Following.
Ah,akunnya private. Aku hanya bisa membuka akunnya setelah di-approve oleh Ros.

Mungkin aku sebaiknya tidur dan menemui Beth besok. Kebetulan besok tanggal merah dan aku libur.
Aku pun tidur.


----

..to be continued..

Thanks for reading.. please leave a rate and comment if you like my story..


Next:
Bag 7. Zinx
[link Bag 7]

Ane ngemis cendol dulu gan baru klik linknya ya.. emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh angelous91 07-02-2019 19:53
ipung1976
pulaukapok
pulaukapok dan ipung1976 memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.