Kaskus

Story

natgeas2Avatar border
TS
natgeas2
Berbeda Agama
~Berbeda Agama~



Saya cuma seorang anak penjual pastel yang mencoba mencari peruntungan untuk mengubah nasib dimulai dengan kuliah di Universitas Gedhe Mbayare, salah satu kampus tertua di yogyakarta bahkan di indonesia. Langkah yang cukup berani menurut saya, karena bagi seorang anak penjual pastel yang penghasilannya hanya cukup untuk sehari-hari, tidak sedikit yang mencibir bahkan memandang rendah bahwa saya dan keluarga tidak akan mampu menyelesaikan kuliah saya.

Udah segitu aja, karena saya bingung mau bikin prolog apa, ga pernah bikin prolog, ngikutin thread lain bagus-bagus prolognya, tapi saya ga bisa ternyata emoticon-Ngakak (S)



Daftar Karakter :


Berbeda Agama
Arjuna
Karakter saya, ya bisa dilihat potongan saya seperti gambar diatas, tinggi, tegap, kepala cepak. ya walaupun gak mirip-mirip banget sama pak miller, tapi karena banyak orang yang bilang saya mirip pak miller ini, maka saya pasang saja foto pak miller sebagai representasi diri saya. emoticon-Ngakak (S)

Ibu&Ayah
Ibu saya bernamaSri Hartuti, ayah saya bernama lengkap Hendrikus Leon. ibu ras jawa, ayah ras indonesia timur. mereka berbeda agama, walaupun pas nikah ayah pindah menjadi muslim, tak beberapa lama setelah menikah ayah kembali ke keyakinan asalnya. Ayah saya dulunya pengusaha kontraktor di bidang maintenance elektrikal, namun saat ini nganggur. ibu saya penjual pastel yang dititipkan di setiap warung sarapan pagi disekitar rumah.

Adik-Adik
Saya punya dua adik, satu bernama Desi, perempuan usianya lebih muda dari saya yang lebih mirip ayah saya warna kulitnya sehingga sering dipanggil Rihanna, dan satu lagi Henrysepuluh tahun lebih muda dari saya, walau secara kasat lebih mirip ayah, namun warna kulitnya mengambil warna kulit ibu.


Berbeda Agama
Annisa
Perempuan idaman saya, berjilbab walaupun menurut sebagian manhaj tidak syar'i jilbabnya. wajahnya teduh, adem. siapapun yang memandangnya pasti akan jatuh cinta dengan wajah sendu-sendunya. pipinya bisa sangat merah jika tertawa dan malu. emoticon-Malu (S)

Ibu dan Ayah Annisa
Ayahnya bernama santoso, seorang pengacara yang cukup terkenal di jakarta. ibunya, kita panggil saja ibu. ayahnya merupakan teman baik ayah saya dan ibunya merupakan teman satu kampung masa kecil ibu saya.


Berbeda Agama
Dhanin
Walaupun wajahnya agak oriental, namun dhanin bukan lah ras china atau keturunan. dia lahir bandung, besar dijakarta. ayahnya seorang kristen yang taat dan seorang pengusaha besar yang bergerak dibidang properti dan perkebunan sawit. ibunya meninggal karena kecelakaan tragis di satu ruas jalan tol saat mengendarai mobil saat dhanin masih kecil.

Ayah Dhanin
Telah dijelaskan sebelumnya. oh iya tambahan, walaupun pengusaha yang bergerak dibidang properti, sebenarnya beliau adalah sarjana kedokteran hewan. keahlian bisnisnya didapat dari orang tuanya yaitu kakek dhanin yang berasal dari sumatra barat yang mempunyai bisnis kelapa sawit dan neneknya aseli bandung pengusaha properti yang masih merupakan keturunan raden patah.


Berbeda Agama
Felisiana
Seorang wanita aseli solo. wajahnya khas wajah aseli cantiknya seorang wanita jawa. siapapun yang didekatnya pasti jatuh cinta dibuatnya. ayah dan ibunya adalah seniman internasional dibidang seni lukis dan fashion designer. entah mengapa dia berkuliah dijurusan teknik tidak mengikuti kedua orang tuanya.


Berbeda Agama
Fauziyyah
Perempuan cantik berjilbab syar'i, walaupun kelakuannya agak sedikit maskulin. perbedaan keyakinan tidak menghalanginya menjadi "Teman baik" felisiana.

Yusuf
Teman felisiana dari SMA dulu, agak kemayu walaupun laki-laki. namun cukup bersih dan rapih dalam segala hal terutama perawatan wajah.


Berbeda Agama
Annchi / Angchi
Seorang wanita chinese yang energik. salah satu anggota resimen mahasiswa kampus. kakeknya seorang pedagang terkenal dikawasan malioboro dan saya bekerja paruh waktu disana. oh iya dia menyukai salah satu teman kos saya.

Berbeda Agama
Valerie
Agamis, professional, Pekerja Keras dan cantik, kombinasi sempurna dari seorang wanita idaman untuk pria yang mencari seorang istri, minus, menurut saya ya, walaupun sebenarnya bukan poin minus, pandangan islam dan politiknya bisa dibilang garis keras (PKS)

Band Saya
Berbeda Agama
Ini adalah band saya yang beranggotakan enam orang,
Intan: Vokalis, badannya tinggi putih, rambutnya agak ikal dibawah dan panjang terurai, suaranya kayak mulan jameela.
Galih : Gitaris yang skillnya setingkat paul gilbert. mantap lah pokoknya ni orang.
Adi: Tambun, gemuk berkacamata, gak ganteng, tapi dialah otak dibalik semua lagu band kami.
Tanco/Ardi: salah satu personil paling tampan, putih ganteng, cuma sayang agak telmi.
Arrie: Drummer bermuka arab, walau aselinya dari sumatra utara medan.


Berbeda Agama
Temen-temen Kos
Putra : Jawa timur, kalo ngomong kaya ngajak berantem bagi yang baru kenal, tapi sebetulnya baik.
Viki : Bocah gamers dari tangerang. pinter boy.
Mas Peri : Jenius. namanya memang benar2 hanya PERI, di KTPnya juga begitu, chinese.

Didit
Ternyata saudaranya fauziah, ga ada yang spesial

Berbeda Agama
Myrna
Saudara kembarnya indra, campuran sunda banjarmasin, wajahnya ayu dan sangat putih, putihnya putih bening ya, bukan kaleng-kaleng apalagi pake pemutih yang bikin muka kaya zombi, macem orang-orang kota lah, dia nih cantiknya 100% natural.

Indra
Saudara kembarnya myrna, wajahnya mirip, ini laki-laki tapi cantik kalo saya mau bilangg, bersih, pinter, kutu buku, tapi doyan mabok, aduh susah dah dibilanginnya

Berbeda Agama
Ciput
Si gingsul yang keibuan, pengertian dan penengah konflik yang handal

Nanti saya update lagi kalau ada tokoh-tokoh baru yang masuk dalam cerita, hehehe.. sementara itu dulu. mohon maaf jika ada kesalahan link pada index yang saya buat, karena baru dalam perapihan. biar enak dibaca awal-awalnya seperti thread2 yang lain hehehe... emoticon-Malu (S)

Quote:







Diubah oleh natgeas2 03-01-2020 21:28
8
105.9K
694
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
natgeas2Avatar border
TS
natgeas2
#499
Sialan!!!

ini hari ketiga myrna jatuh sakit semenjak kami hujan-hujanan dan lupa sarapan pagi itu. demamnya tidak terlalu tinggi, namun itu membuat badannya lemah dan tidak bisa bergerak banyak. keluhan yang diceritakan kepada kakaknya badannya terasa pegal dan ngilu, dan sepertinya setiap malam myrna selalu bermimpi buruk karena beberapa kali indra mendapati myrna sedang terengah-engah dimalam hari.

Indra tidak sepenuhnya menyalahkan saya atas jatuh sakitnya myrna. namun, saya sangat merasa bersalah karena menurutinya untuk memaksa terus menembus hujan yang sangat deras pagi itu. masih teringat pagi itu dia memeluk saya kencang dan gemetar dari belakang, entah menggigil karena kedinginan atau ada perasaan lain yang dirasakannya. yang jelas, saat itu saya melaju motor menembus hujan hingga merasakan kedinginan yang sangat dan pastinya myrna merasakan hal yang tak jauh beda.

"jun", indra menepuk saya dari belakang ketika saya sedang merapihkan beberapa buku yang berserakan dilantai.
"eh iya, gmn dra?"
"myrna, mau ketemu kamu?"
"ketemu? dia udah sehat?"
"masih demam sih, cm dia bilang tadi mau ketemu mas juna, gitu katanya"
"oh, boleh aku kesana?"
"yaudah kerumah aja"

Saya udah cerita belum sih? Indra sama Myrna itu saudara kembar, orang tuanya cerai, myrna ikut ibunya, indra ikut ayahnya. ibunya myrna itu asli cianjur sini, sedang ayahnya orang banjarmasin, kalimantan selatan. semenjak orang tuanya pisah saat mereka SD, mereka sebenarnya jarang bertemu, hanya momen-momen tertentu seperti lebaran kadang indra datang untuk berlibur menemui ibu dan adiknya di antar oleh ayahnya.

"tok..tok..tok.., salamualaikum" ucap saya salam.
"Alaikumsalam, masuk mas," ucap seorang ibu paruh baya membukakan pintu,"mas juna ya?" tanyanya dengan aksen sunda yang sangat kental
"iya ibu"
"masuk aja, myrna di tempat tidur,"
"tapi bu,"
"ada temannya kok, gapapa,"

saya memasuki rumah yang seperti villa di daerah puncak pada umumnya dengan lantai yang dingin, dikamar depan saya melihat myrna sedang berbaring ditemani seorang perempuan,

"myr, aku keluar dulu ya" ucap temannya yang melihat saya mendekat dari luar pintu
"kamu sini aja fen, tunggu sebentar"
"gapapa nih?"
"gapapa"


*****

==KKN MINGGU-MINGGU PERTAMA==

17 Orang, kurang hapal saya nama panjangnya satu persatu namun rombongan ini diketuai oleh Indra: dan membernya Lala, Wendy, Johan, Mahendra, Fariz, Masta, Ely, Wida, Ciput, Puput, Myrna, Eva, Roswita, Farida, Laras, dan Saya Sendiri. laki-lakinya cuma tujuh orang, sisanya perempuan, jadi jangan lagi menyanyi wanita dijajah pria sejak dulu ya, disini kondisinya kebalikannya!! hehehe...

3 hari pertama hidup bersama lebih banyak dilalui dengan penyesuaian diri. Saling bercanda, saling bercerita antara satu teman dengan teman lain adalah pemandangan biasa. Dalam minggu pertama ini, rutinitas yang pasti dilakukan adalah bermain kartu. Nampak tidak bersungguh-sungguh memang, namun permainan ini rupanya mengakrabkan mereka. Permainannya simple: yang kalah akan dicolek mukanya dengan tepung. Ely dan Puput menjadi orang yang paling rutin wajahnya menjadi putih.

Seakan terjangkit Home Sick Syndrom, pada minggu pertama ini banyak anggota yang ingin segera kembali ke Jogja. Oke saya boleh bilang indra ini minum dan rokoknya kuat, untungnya dia juga lumayan bijaksana. Ia menetapkan aturan bahwa diperbolehkan pulang ke Jogjakarta asalkan bergantian. Kebijakan ini bagaikan angin surga bagi anggota kelompok yang terjangkit Home Sick Syndrom. Ciput, dan Roswita menjadi anggota rombongan yang pertama kali pamit pulang. Indrahanya berpesan: "Jangan lupa kalau balik ke Batokan bawa Arak(sejenis minuman ber-alkohol) ya." Dasar pemabuk...

Selanjutnya secara bergantian satu per-satu gerombolan manusia kota ini kembali ke habitat Batokan. Minggu kedua, mereka mulai menyusun program kegiatan bagi masyarakat sekitar. Tujuan mereka mulia, memberikan seluruh kemampuan untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Namun karena isi otak mereka berbeda-beda, rapat program kerja layaknya perang badhar. Lagi-lagi kedewasaan masing-masing individu menjadi penengah dalam perbedaan-perbedaan itu. Dalam semalam, Program Kegiatan KKN sudah tersusun dengan baik.

Minggu kedua rombongan kami sudah mulai dengan kesibukannya, mengurus ini-itu untuk kepentingan program. Kegiatan mereka bermacam, mulai dari pengobatan akupuntur, pengukuran tekanan darah, pengajaran di sekolah, sampai mengajarkan mengaji pada anak-anak kecil di sekitar. Bertambah hari, kelompok ini semakin solid. Mereka sudah saling memiliki, saling berbagi, bahkan saling menguatkan. Soliditas tim inilah yang membuat berbagai pekerjaan dilalui dengan mudah.

Di tengah kesibukan mereka, masih ada saja cerita lucu yang muncul. Kelucuan ini berasal dari masing-masing karakter individu dalam rombongan sebenarnya. Indra misalnya, seorang pemabuk yang sempat sakit chikungunya karena tidak minum arak selama tiga hari. Begitu ia menenggak arak, sembuh seketika penyakit itu. Memang benar-benar pemabuk.

Setipe dengan Indra, seorang lagi bernama Masta. Ia lebih fanatik dari Indra dalam menenggak alkohol, mungkin itu yang membuat wajahnya unik membuat orang lain melihatnya seperti orang habis mabuk. Banyak yang bilang, "Masta wajahnya bikin ngantuk." Berbeda lagi dengan Roswita, seorang perempuan bermental preman. Ia biasa dipanggil dengan sebutan "Bos Genk". Bicaranya ceplas-ceplos, suka bercanda dan selalu menjadi hiburan tersendiri bagi anggota rombongan lain. Meski begitu, hatinya tulus dalam membantu sesama teman.

Ely yang manja, Myrna dan Laras yang lugu, Eva yang cabul, Mahendra yang religius, Fariz yang misterius, Ciput yang keibuan, Puput yang supel, Wendy yang ndugal, Wida yang moody, Lala dengan suara kerasnya, dan Farida yang unik selalu menjadi cerita tersendiri dalam kehidupan mereka.

saya myrna dan ciput dapat tugas untuk mengajarkan anak-anak di bidang teknologi, karena satu kelompok dan paling sering bertatap muka, kami menjadi akrab. saya rasa, ini saya rasa sih, bukan kegeeran tapi sepertinya ciput menyukai saya, mungkin karena sifatnya yang keibuan dan selalu mengayomi saya dan myrna yang selalu bertengkar.

ya, awalnya saya dan myrna seperti di FTV-FTV, selalu bertengkar, masalahnya sih sepele, seperti sembarangannya saya menaruh sesuatu yang sudah dikerjakan, padahal kan tinggal dirapihin aja? kenapa mesti ngoceh-ngoceh kesaya. myrna nih, orangnya perfeksionis dan detail, hampir mirip saya saya "dulu", kenapa saya bilang dulu? karena sekarang udah engga lagi.

pertengkaran yang paling hebat adalah saat minggu pertama, saya membentak rehan, ya rehan, dengan sangat kencang, alasannya? tetiba dia masuk kedalam aula dan membanting beberapa laptop yang ada di meja hingga beberapa laptop pecah dan retak pada bagian monitornya. kontan, saya langsung tersulut emosi, saya melemparnya dengan penghapus papan tulis yang ternyata malah pengenai pelipis myrna yang mencoba menghalangi.

"maaf myr"

dia hanya diam ketika saya meminta maaf, pelipisnya masih merah, dan pasti indra akan sangat marah kalau mengetahui adiknya saya begitukan, namun nyatanya sampai keesokan harinya, indra tidak bicara apa-apa seperti dia tidak mengetahui apapun.

"myr, aku mau bicara" pinta saya kepadanya pelan
seakan mendukung saya, ciput mendorong myrna agar segera menghampiri saya dan berhenti menghindari saya terus menerus.

"apa mas?"
"aku minta maaf"
"itu doang?"
"eh.. itu"
"iya, udah aku maafin dari kemarin, tapi aku kecewa sama mas, terlalu tempramen"

haduh, yang di permasalahkan itu lagi, awalnya saya menikmati pertengkaran-pertengkaran yang terjadi karena saya merasa itu membuat saya dekat dengan myrna secara emosional, namun sepertinya pertengkaran terakhir ini membuat dia menjadi semakin dingin, sedingin tempat KKN ini.

"tapi tingkah rehan sudah kelewatan myr"
"aku usah loh mas, ngajak dia masuk kedalam kelas, dia masuk saja sudah bagus"
"tapi kan dia merusak myr"
"mas tau rasanya hidup dengan orang tua yang cerai sejak kecil, aku dulu juga gitu mas, aku bisa ngerasain apa yang dirasakan rehan, dia cuma butuh perhatian" ucapnya dengan nada menekan

saya tertegun, soalnya baru kemarinnya saya mengetahui asal-usul keluarga myrna dan indra yang tidak baik.

"iya aku salah, aku akan minta maaf saya rehan dan coba buat rehan mau gabung kedalam kelas lagi"
"jangan buat janji yang tidak bisa ditepatin mas"
"anggap aja permintaan maaf aku ke kamu myr" jawab saya tegas

Okeh, langsung perhatian tertuju ke rehan,rehan dan rehan. ketika jam pulang sekolah tiba, mata saya mulai melalangbuana mencari sosok anak pendiam dan ketus namun berwajah lucu, kontradiksi ya, memang seperti itulah penggambarannya. ketika dia tersenyum, wajahnya amat lucu dengan lesung pipit menghias di kedua pipinya.

anaka-anak sudah berkumpul di aula, namun sepertinya rehan tidak tampak,

"ijan, rehan ada dimana ya, kok ga ikut, biasanya dia diluar kalau kalian di aula"
"rehan takut a, sama aa',takut dimarahin lagi, jadi rehan tidak mau dateng lagi"

aduh mendengar jawaban ijan, bocah kecil yang selalu menjadi satelit rehan, saya jadi merasa tak enak hati, namun tetiba, sosok rehan muncul di depan pintu dengan wajah menatap saya tajam.

"AA!!!" teriaknya

semua mata langsung tertuju pada rehan yang berteriak kencang di depan pintu, "abdi hoyong diajar"

Myrna yang mendengar itu langsung menghampiri rehan dan menggandengan tangannya menariknya kedalam aula, namun rehan seperti menahan langkahnya dan tetap menatap saya.

"Aa juna henteu galak deui,anjeun moal diambek deui" ucap myrna pelan kepada rehan.

"rehan, mas minta, maaf, mas ga akan marah lagi" ucap saya kepada rehan dengan nada perlahan, rehan bersembunyi dibalik myrna sambil terus menatap saya, "aa galak" balasnya pelan

beberapa kali saya mencoba memperbaiki hubungan saya dengan rehan, namun rehan tetap menjauh dan meminta perlindungan myrna. tapi, ada perkembangan sih, dia hari-hari terakhir mulai mau bicara dengan saya apalagi ketika saya mengajarkannya bahasa pemrograman, iya, bahasa pemrograman, awalnya saya mengajarkannya srkip2 kecil bahasa C, untuk anak sekecil itu, dia sangat cepat menangkap dan bisa membuat aplikasi kalkulator sendiri, ya walaupun dengan buku panduan manual, dulu saya waktu seumur rehan, memakai sepatu pun talinya masih minta diikatkan sama orang tua.

suatu waktu pada suatu magrib ketika kelas bubar, rehan terdiam didepan pintu,

"ga pulang rehan?"
"teu aya anu papag"
"apa myr artinya?"
"ga ada yang jemput, saleresna biasana dijemput saha?"
"teu aya"

memang, biasanya selepas ashar, rehan sudah pulang duluan, namun karena hujan dan memang pelajarannya sepertinya dia menyukainya, ya desain blog, menggunakan template bloger sih, namun sepertinya dia sangat suka, untuk ukuran anak SD, ehmm.. pintar sekali, jadilah lupa waktu hingga maghrib menjelang.

"Hoyong aa anteur?" ucap saya mencoba bicara dengan bahasa sunda.
selepas, saya melihat myrna tersenyum kecil karena saya mengucapkan bahasa sunda, rehan mengangguk tanda dia setuju saya mengantarnya.

"aku ikut ya mas" ujar myrna
"jangan myr, malam kan gelap banget,"
"yaudah mas jangan sendiri, ajak yang lain"

kebetulan di aula tersisa Masta, Mahendra, Winda, Fariz dan Ciput, semua langsung bubar dalam senyap ketika myrna menoleh ke mereka bertanya apakah ada yang mau ikut. awas kalian semua!!

"aku sendiri aja"
"ga mas, aku ikut, mas ga boleh sendiri, mas ga tau jalan,"
"yaudah aku tanya indra dulu" ucap saya menyela
"jangan diganggu, mas indra kan baru sembuh dari cikunguya, aku yakin gapapa sebentar kok"
"oke lah" tapi dalam hati masih ragu, apalagi kala malam, desa bisa menjadi sangat-sangat gelap, lebih parah lagi didaerah kebun teh yang pastinya akan kami lewati, pastinya akan sangat gelap.

"jun hati-hati" ucap masta melemparkan kunci motor honda ravionya ke saya."jangan lama-lama"
"iye... lagian elu pada tega, masa suruh myrna nganterin malam-malam dia kan perempuan" gerutu saya.
"kan sama lo jun" jawab farid menimpali."kesempatan..." ucapnya berbisik.

iya juga ya..

okelah, saya memacu motor perlahan disela-sela kumandang maghrib setelah beberapa menit berjalan. langit semakin gelap, lampu motor pun tidak cukup untuk menerangi gulita yang menyelimuti. beberapa kali saya mengklakson diarah tikungan tajam yang tidak terlihat ujungnya untuk menghindari tabrakan dengan motor lainnya.

saya membatin, ternyata rumah rehan jauh juga ya, dengan motor, 30 menit pun belum sampai, hampir satu jam perjalanan kami baru tiba di jalan setapak bawah bukit. rehan minta menepi disitu dan setelah mencium kedua tangan kami, ia melanjutkan perjalanan setapak keatas bukit menuju rumahnya yang terlihat dari bawah di pinggir jalan.

"myr gelap banget, dan dingin ya?"
"iya a, eh mas"
"kamu panggil aku aa' juga gapapa, kayanya seru juga dipanggil aa'""
"engga ah, mas aja"

saya memutar motor balik dan melaju motor lagi perlahan melewati jalan yang sudah saya lewati. ini jalan ninja saya. hehehe

"ttr..trrrt..trrt......" motor pun terhenti

"waduh celaka"
"kenapa mas?"
"bensin habis!!!"
"lah kok bisa mas?"
"mas ga merhatiin dan ngecek lagi ini kan jarumnya beda ya, ga kalibrasi, jadi mas, jalan-jalan aja, kirain masih banyak" seketika saya teringat dengan wajah masta dan farid dengan mimik menyeringai jahat.

"yaudah gapapa mas, kita telepon temen-temen aja suruh bawain bensin"
"kamu yang telepon ya myr, mas ga ada pulsa"
"iya mas"

terdengar suara gaduh di telepon ketika myrna berbicara bahwa kami kehabisan bensin, sepertinya sih bukan kepada prihatin dan kasihan dan lebih kepada senang dan menertawai, kurang ajar kalian semua, tunggu pembalasanku di episode selanjutnya.

"udah mas, katanya suruh nunggu aja"
"yaudah sini aja deh, mas parkir motor dulu ya"

saya pun memarkirkan motor di tepi kebun teh, sembari berharap akan ada yang segera lewat memberikan kami bensin tanpa menunggu masta dan teman-teman biadab disana datang. kami pun duduk bersebelahan beralaskan batu dan tanah yang basah menatap hamparan kebun teh yang menghitam.

"maaf ya mir"
"gapapa mas, walaupun aku kesel sih"
"ey, kok gitu"
"hihihi..." tawanya kecil.

tak beberapa lama kami mengobrol, pandangan yang tadinya gelap menjadi terang, ternyata purnama bersinar cukup terang sampai hamparan kebun teh yang tadinya gelap gulita terlihat menghijau. ini baru kali pertamanya saya merasakan purnama yang begitu terang hingga membantu mata saya menangkap cahaya lebih banyak.

"ternyata bulan bisa seterang ini ya myr"
"loh, mas baru pertama kali lihat terang bulan"
"iya, mas baru tau bulan bisa seterang ini" jawab saya menatap wajahnya yang manis dengan jilbab ping kesukaannya dan kupluk merah menutupi kepala hingga telinganya. ternyata dia sangat cantik, wajahnya teduh dan terang, seindah purnama malam ini.

"mas bicara apa?"
"eh enggak, memang apa?" saya kaget mendengarnya menanyakan saya bicara apa, sepertinya saya tidak berbicara apa-apa saat memandangnya,
"mas bilang aku seindah bulan purnama?"
"eh enggak siapa yang bilang, geer kamu"
"ah aku denger kok"
"ih apa sih myr"
"hihihi..." jawabnya tertawa kecil lagi.

itu kan lamunan dalam hati saya, kok dia bisa tau ya? apa dia cuma pura-pura?

"makasih ya mas"
"eh.. aku ga bilang kamu seindah bulan purnama" jawab saya menyela
"nah itu" jawabnya balik.
"itu kan contoh"
"ohh.. lagian aku bilang makasih karena mas udah berusaha dekat sama rehan" sambutnya pelan
"oh masalah itu, mas seneng aja, soalnya dia pintar dan cepat diajari"
"aku kan udah bilang sama mas dari awal"
"iya ya, kamu ngerti benar ya apa yang dia rasain"

"karena aku pernah menjadi dan di posisi rehan emoticon-Smilie"
"memang sejak kapan orang tua kamu dan indra bercerai"

myrna mendekatkan posisi duduknya ke arah saya sembari mulai bercerita, pundak kami saling bersentuhan selagi ia bercerita tentang masa kecilnya sebelum dan saat perceraian terjadi. saya bisa membayangkan masa kecilnya yang begitu indah seperti taman surga berubah drastis menjadi gurun kalahari yang jahat. sahara pun masih memiliki kehidupan, namun tidak dengan kalahari, begitulah penggambaran suasana hatinya yang saya rasakan.

saya hanya menjadi pendengar yang baik tentang keluh kesahnya, ketika ibunya menikah lagi namun ayah tirinya begitu kejam kepadanya dan sering main tangan, lalu kemudian ibunya kembali bercerai dengan ayah keduanya. alasan perceraian pertamanya karena ayahnya indra ternyata berkenalan dengan seorang perempuan dan berencana untuk poligami, namun ibunya myrna menolak dan lebih memilih untuk bercerai.

tampak dia meneteskan air mata ketika bercerita bahwa ia iri melihat anak-anak sekolah diantar oleh ayahnya dan ketika butuh perlindungan para ayah selalu pasang badan untuk melindungi anak perempuannya. dia benar-benar merindukan sosol seorang ayah seperti itu.

"tapi mas akhir-akhir ini bisa ya menguasai emosi"
"mas kan pembelajar, hehehe"
"ngomong-ngomong aku masih penasaran sama penyakit serangan panik mas"
"ah jangan jadi ngomongin mas ah, mas ga enak, eh... itu"

dari balik pohon-pohon teh yang rindang, sekumpulan cahaya berterbangan beriringan berkelap kelip bak bintang yang melesat.

"mas baru pertama kali lihat kunang-kunang?"
"iya, indah sekali" jawab ssaya dengan nada senang.

kunang-kunang itu muncul beriringan dari depan dan belakang kami disahuti dengan suara jangkrik yang membentuk orkestra indah, sangat indah, sangat indah. myrna mencoba menuruni tanah menangkap bbeberapa kunang-kunang dan membawanya kepada saya.

"lihat nih mas"
"lah kok ga bersinar?"
"harus ditutup dulu" ucapnya sambil menangkup kedua tangannya dan setelah beberapa saat membukanya dan kunang-kunangpun bersinar di bagian belakangnya dengan sangat terang.
"lucu ya mas," ucapnya sambil menatap kepada saya.
"iya lucu, dan indah (senyum lu myr, indah banget, meleleh gue, Suue)"

trrrt....trrrtt... trrtt... suara handphone berbunyi, "sebentar ya mas" ucap myrna

"iya myr"

"halo sayang, ada apa?" ucap myrna menjawab teleponnya.

3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.