- Beranda
- Anime & Manga Haven
Episode Filler dalam Anime, Dibutuhkan Enggak Sih?
...
TS
arai01
Episode Filler dalam Anime, Dibutuhkan Enggak Sih?

source: memecenter.com
Di saat kita menonton anime serial, terkadang kita mendapati satu atau lebih episode yang berisi cerita tambahan yang terlepas dari alur cerita utama, atau yang tidak tersedia pada source material-nya. Episode-episode tersebut dinamakan dengan episode filler. Episode filler kebanyakan digunakan oleh author atau penulis skrip untuk memproduksi konten ekstra dalam penayangan anime tersebut. Kadang, saat ane nonton anime juga sewot sendiri, alih-alih mendapatkan progres cerita yang berarti, kok lagi-lagi filler yang dirilis?
Banyak judul anime yang mempunyai episode filler, khususnya anime-anime long runmacem One Piece, Detective Conan, dan Bleach. Nah kapan saja episode filler tersebut digunakan? Jawabnya adalah saat studio tidak punya bahan dari source materialnya untuk dijadikan sebagai cerita. Seperti yang kita ketahui, kadang penayangan anime di TV itu bisa saja mengejar alur cerita yang ada di manganya. Oleh karena itu, studio animasi tidak ada pilihan lain selain membuat episode filler sehingga penayangan anime tidak menjadi hiatus hanya untuk menunggu cerita di manganya mempunyai bahan yang cukup untuk diadaptasi. Faktanya, dengan jumlah episode sebanyak 500, Naruto Shippuden berisi filler sekitar 40% dari seluruh episodenya. Banyak sekali kan untuk sekadar konten ekstra?
Tabel dan Grafik Anime Filler, diolah sendiri (referensi)
Lalu, apa yang menentukan episode filler itu benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar memanjangkan cerita?
Pertama, kita bisa nilai dari seberapa besar keterkaitannya dengan alur cerita utama. Terkadang, episode filler bisa jadi berisikan cerita tentang karakter utama atau sampingan yang sedang mengalami konflik di luar timeline alur cerita episode sebelumnya. Kita ambil contoh filler dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood episode 27. Episode ini bercerita mengenai gejolak jiwa-jiwa yang ada di dalam tubuh Van Hoenheim, serta bagaimana Hoenheim menerima kemarahan dari jiwa-jiwa yang terjebak di dalam tubuhnya itu. Episode ini datang entah dari mana, dan hanya merupakan sisipan cerita, yang berfungsi untuk mengukuhkan karakterisasi Hoenheim selaku karakter sampingan yang akan berperan besar di akhir cerita. Oleh karena itu, meskipun filler disini sifatnya hanya sisipan dan tidak mempunyai implikasi yang besar terhadap ending cerita utama, namun keberadaannya signifikan bagi penonton untuk mengenal karakter ini, sehingga keputusan-keputusan yang dibuat oleh karakter tersebut akan terasa masuk akal di episode-episode selanjutnya. Jadi, ini merupakan filler yang sangat berguna.
One Piece episode 406-407 juga merupakan filler, yang bercerita tentang kehidupan kru mugiwara jika ditempatkan di zaman feodal jepang. Ceritanya tidak berimplikasi sama sekali, dan tidak ada perkembangan karakter disini, secara penonton juga sudah mengenal luar dan dalam para kru mugiwara ini. Jadi, ane rasa filler ini tidak terlalu dibutuhkan.
Kedua, kita bisa nilai dari seberapa efektifnya filler dalam menceritakan karakter baru dalam sebuah flashback. Karakter baru yang akan mengambil peran tertentu, dapat diperkenalkan dalam suatu flashback dalam anime. Contohnya yaitu One Piece episode 500-505 yang bercerita mengenai masa lalu tiga bersaudara, Luffy, Ace, dan Sabo. Dalam flashback ini penonton dikenalkan dengan Sabo sambil menyelami persaudaraan mereka bertiga. Hal ini menjadikan 6 episode filler tersebut salah satu dari filler terpenting dalam One Piece, karena Sabo akan menjadi karakter kunci dalam Arc Dressrosa nanti. Kalau tidak ada pengenalan terlebih dahulu, maka penonton akan merasa cringey akan kehadiran orang yang tak dikenal dan mengaku sebagai saudara Luffy. Eh, tapi ini bukan filler asli ding, di manganya ada.

Ketiga, kita bisa nilai dari seberapa efektif filler dalam menjawab pertanyaan dan misteri dalam alur cerita utama. Anime-anime dengan tema cerita yang berisikan misteri dan karakterisasi yang rumit, sering mengungkapkan jawaban-jawaban atas misteri tersebut dalam suatu filler berbentuk flashback. Contoh untuk poin ketiga ini yaitu Arc Chikara di Naruto Shippuden (eps. 290-295). So, bagaimanakah filler ini bekerja menjawab pertanyaan mengenai origin Kabuto dalam menguasai Edo Tensei? Ok, mungkin filler ini berfokus pada penyelidikan tentang suatu desa yang penduduknya meninggal secara misterius. Namun, anehnya filler ini disisipkan setelah panas-panasnya arc 5 Kage Summit. Seperti pengalihan isu, filler ini memberikan efek mengendurkan rasa excitement penonton yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan kisah selanjutnya di timeline sebenarnya. Jika bukan tentang Edo Tensei Kabuto, lalu apalagi yang menjadi daya tarik filler ini? Namun faktanya, filler ini terkesan repetitif dan tidak menjawab misteri tentang Edo Tensei itu sendiri, yang malahan dijawab melalui flashback di episode lain. Yeah, sh*t happens.
Resiko
Ane jadi inget anime Gintama pernah membahas dampak dari episode filler bagi serialisasi animenya sendiri. Katanya, jika suatu anime telah mengejar timeline di manganya, maka anime itu harus mengambil jalan memutar dengan menggunakan filler sebelum melanjutkan kembali ke timeline manganya. Tapi, hal ini memiliki beberapa resiko. Pertama, anime yang menayangkan filler terlalu banyak untuk memberikan waktu yang cukup bagi manganya, bisa saja anime itu diberhentikan serialisasinya (ex: Naruto lawas). Kedua, manganya keburu berakhir ketika animenya mau nyambung kembali plotnya. Ketiga, karena ceritanya berkembang sendiri-sendiri, para karakter dan settingnya menjadi terlalu berbeda, sehingga manga dan animenya gak akan pernah bergabung sama sekali. Dalam beberapa kasus, studio animasi terpaksa membuat remake dari awal dikarenakan resiko yang terjadi tersebut. Ehem, senggol H x H dan FMAB.
. Ane enggak masalah sih, yang penting kualitasnya bagus.
Beberapa Resiko dari Episode Filler, diolah sendiri (referensi: anime Gintama eps. 145)
Sebenarnya masih banyak poin yang bisa diulas mengenai episode filler anime. Namun ane males riset lagi

Lalu, apakah filler itu dibutuhkan? Jawabnya yaitu dari seberapa besar impact filler tersebut terhadap jalan cerita. Filler yang dibutuhkan bisa berfungsi untuk memperdalam karakter, menjawab misteri yang belum terungkap, maupun berfungsi untuk media promosi suatu movie terbarunya. Bagaimanakah pendapat agan-agan yang lebih tau mengenai technical process pembuatan anime? Monggo dibantu meluruskan jika ada kekurangan ya.
Sekian dan terima kasih.
El. Psy. Congroo.
Diubah oleh arai01 02-02-2019 11:11
tata604 memberi reputasi
9
14.2K
82
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Anime & Manga Haven
6.7KThread•10.7KAnggota
Tampilkan semua post
momod.pro.oplas
#1
ohh iya. story/script writer bukan animator. harusnya ane tulis begitu. beberapa story/script writer mungkin suka bikin plot tambahan yg kontradiktif dengan manga. sehingga malah muncul plothole.
jadi kurang lebih alasan dibikin filler adalah:
1. untuk memperjauh gap antara manga dan anime. Fairy Tail mungkin contoh dimana gap antara manga dan anime sudah terlalu jauh. selain yg pernah disebutin agan2 di atas ane.
akan tetapi dalam beberapa kasus, ada manga yg kesannya kurang diperhatikan malah animenya sudah jauh melampaui plot manga. contoh :
Love Live School Idol Project
Sora Yori Moi Too Baso
Toji No Miko
Zombieland Saga
2. untuk menciptakan plot lain selain yang di manga supaya penggemar tidak bosan. dan berminat juga nonton animenya. gak cuma baca manganya saja.
terkadang dengan menambahkan arc baru atau membikin ulang arc lama dengan plot baru.
contoh:di anime Naruto, ada 2 versi episode ninja genin ingin membuka topeng Kakashi.
kedua maksud diatas pada akhirnya memberikan keuntungan ganda karena pasti akan menaikkan nilai jual animenya.
3. Mengungkapkan misteri yang tidak terungkap di manga. Boleh jadi, menutupi plothole di manga.
contoh: di manga Naruto, tangan Raikage putus bisa kembali dan tidak ada penjelasan. sementara di opening anime Naruto ada adegan Raikage pake artificial arm. hmmm.. pinter banget ya nutupin plothole-nya.
sayangnya beberapa studio mungkin kurang komunikasi dengan mangaka sehingga script/story writer malah menciptakan plot filler yang kontradiktif dengan manganya. malah bikin plothole baru.
sebagai contoh:
filler anime Naruto dengan background of time Tsunade baru terpilih jadi Hokage dan sebelum Sasuke meninggalkan Konoha. di episode tsb, ninja Konoha sudah mengetahui ninja Tsuna sudah jadi sekutu Konoha setelah sebelumnya mereka bermusuhan.
padahal di arc ketika Sasuke pergi meninggalkan Konoha yg notabene canon, Kiba saja tidak tau kalo ninja Tsuna jadi sekutu Konoha. makanya dia gelisah ketika mengendus bau mereka (Gaara, Kankuro, Temari) sewaktu melarikan diri dari Sakon. harusnya klo filler itu sesuai canon ya tidak mungkin Kiba gelisah ketika mendeteksi kedatangan ninja Tsuna.
contoh lain:
anime Fairy Tail, ada sedikit filler di arc Tower of Heaven. yaitu adegan Trinity Raven kabur dari ToH ketika serangan etherion cannon. ternyata terungkap di manga, mereka tewas (mungkin sebabnya lain).
masih di anime Fairy Tail. di Tartaros arc, muncul chara yg seharusnya sudah mati kaya Asuma dan Zancrow. parahnya lagi plothole ini justru muncul di anime setelah adegan Asuma dan Zancrow mati di manga.
4. untuk mengurangi unsur dewasa di manga supaya lebih layak ditayangkan di tv.
contoh: di manga Fairy Tail, adegan panty shot Juvia terjun bebas dilihat tapi di anime tidak. dan adegan mandi tanpa busana bareng cewe cowo diganti adegan lain di anime yg ga ada unsur nudity-nya.
5. untuk alasan terakhir ini, ini asumsi ane saja.
ane pikir beberapa story/script writer memang berusaha mencitrakan chara tertentu sebagai "apa" sesuai kehendak mereka.
terkesan seperti tidak menerima "kesan" yg tergambar di manga, sehingga dibikin "bantahan" lewat filler di anime.
contohnya:
di manga, seorang player tangguh (chara utama) pernah kalah sekali oleh player lain. jadi player lain tsb adalah satu-satunya yg pernah mengalahkan player chara utama ini. tapi di filler anime player utama itu berhasil mengalahkan player lain tsb.
di manga, seorang ninja cowo pernah diselamatkan ninja cewe sekali. tapi di filler anime, dia bales nyelamatin ninja cewe itu 2 kali.
*siapa bisa tebak manga/anime apa itu
itulah "pencitraan" yang ane maksud tadi. supaya chara tsb terkesan tetap lebih hebat dan lebih berjasa.
kalo kita jeli kita bisa ngeliat itu.
----------
jadi kurang lebih alasan dibikin filler adalah:
1. untuk memperjauh gap antara manga dan anime. Fairy Tail mungkin contoh dimana gap antara manga dan anime sudah terlalu jauh. selain yg pernah disebutin agan2 di atas ane.
akan tetapi dalam beberapa kasus, ada manga yg kesannya kurang diperhatikan malah animenya sudah jauh melampaui plot manga. contoh :
Love Live School Idol Project
Sora Yori Moi Too Baso
Toji No Miko
Zombieland Saga
2. untuk menciptakan plot lain selain yang di manga supaya penggemar tidak bosan. dan berminat juga nonton animenya. gak cuma baca manganya saja.
terkadang dengan menambahkan arc baru atau membikin ulang arc lama dengan plot baru.
contoh:di anime Naruto, ada 2 versi episode ninja genin ingin membuka topeng Kakashi.
kedua maksud diatas pada akhirnya memberikan keuntungan ganda karena pasti akan menaikkan nilai jual animenya.
3. Mengungkapkan misteri yang tidak terungkap di manga. Boleh jadi, menutupi plothole di manga.
contoh: di manga Naruto, tangan Raikage putus bisa kembali dan tidak ada penjelasan. sementara di opening anime Naruto ada adegan Raikage pake artificial arm. hmmm.. pinter banget ya nutupin plothole-nya.

sayangnya beberapa studio mungkin kurang komunikasi dengan mangaka sehingga script/story writer malah menciptakan plot filler yang kontradiktif dengan manganya. malah bikin plothole baru.
sebagai contoh:
filler anime Naruto dengan background of time Tsunade baru terpilih jadi Hokage dan sebelum Sasuke meninggalkan Konoha. di episode tsb, ninja Konoha sudah mengetahui ninja Tsuna sudah jadi sekutu Konoha setelah sebelumnya mereka bermusuhan.
padahal di arc ketika Sasuke pergi meninggalkan Konoha yg notabene canon, Kiba saja tidak tau kalo ninja Tsuna jadi sekutu Konoha. makanya dia gelisah ketika mengendus bau mereka (Gaara, Kankuro, Temari) sewaktu melarikan diri dari Sakon. harusnya klo filler itu sesuai canon ya tidak mungkin Kiba gelisah ketika mendeteksi kedatangan ninja Tsuna.
contoh lain:
anime Fairy Tail, ada sedikit filler di arc Tower of Heaven. yaitu adegan Trinity Raven kabur dari ToH ketika serangan etherion cannon. ternyata terungkap di manga, mereka tewas (mungkin sebabnya lain).
masih di anime Fairy Tail. di Tartaros arc, muncul chara yg seharusnya sudah mati kaya Asuma dan Zancrow. parahnya lagi plothole ini justru muncul di anime setelah adegan Asuma dan Zancrow mati di manga.
4. untuk mengurangi unsur dewasa di manga supaya lebih layak ditayangkan di tv.
contoh: di manga Fairy Tail, adegan panty shot Juvia terjun bebas dilihat tapi di anime tidak. dan adegan mandi tanpa busana bareng cewe cowo diganti adegan lain di anime yg ga ada unsur nudity-nya.

5. untuk alasan terakhir ini, ini asumsi ane saja.
ane pikir beberapa story/script writer memang berusaha mencitrakan chara tertentu sebagai "apa" sesuai kehendak mereka. terkesan seperti tidak menerima "kesan" yg tergambar di manga, sehingga dibikin "bantahan" lewat filler di anime.
contohnya:
di manga, seorang player tangguh (chara utama) pernah kalah sekali oleh player lain. jadi player lain tsb adalah satu-satunya yg pernah mengalahkan player chara utama ini. tapi di filler anime player utama itu berhasil mengalahkan player lain tsb.

di manga, seorang ninja cowo pernah diselamatkan ninja cewe sekali. tapi di filler anime, dia bales nyelamatin ninja cewe itu 2 kali.

*siapa bisa tebak manga/anime apa itu

itulah "pencitraan" yang ane maksud tadi. supaya chara tsb terkesan tetap lebih hebat dan lebih berjasa.

kalo kita jeli kita bisa ngeliat itu.

4