Kaskus

Story

meta.morfosisAvatar border
TS
meta.morfosis
Tiga.... ( bisikan pelepas jiwa )
Tiga.... ( bisikan pelepas jiwa )



Izinkan saya untuk kembali berbagi sebuah cerita.....


Chapter :
Tiga - Chapter 1
Tiga - Chapter 2
Tiga - Chapter 3
Tiga - Chapter 4
Tiga - Chapter 5
Tiga - Chapter 6
Tiga - Chapter 7
Tiga - Chapter 8
Tiga - Chapter 9
Tiga - Chapter 10
Tiga - Chapter 11
Tiga - Chapter 12
Tiga - Chapter 13
Tiga - Chapter 14
Tiga - Chapter 15
Tiga - Chapter 16
Tiga - Chapter 17

Diubah oleh meta.morfosis 02-09-2019 10:11
amron7497170Avatar border
aryanti.storyAvatar border
nightstory770Avatar border
nightstory770 dan 60 lainnya memberi reputasi
59
60.7K
271
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
meta.morfosisAvatar border
TS
meta.morfosis
#2
Chapter 2







“ beberapa hari yang lalu imse pernah mengatakan kepada gw, kalau dirinya sempat beberapa kali mendengar adanya seseorang yang mencoba untuk berkomunikasi dengan dirinya....walaupun semuanya itu imse rasakan ketika dirinya sedang tertidur....”
“ maksud teh nenden...imse mengalami semuanya itu disaat imse bermimpi....?” tanya gw berusaha mempertegas akan maksud dari perkataan nenden
“ bukan...bukan bermimpi dar...imse mengatakan, dia merasakan semuanya itu seperti sebuah bisikan, dan kerena bisikan bisikan itulah terkadang imse merasa enggan untuk melanjutkan tidurnya, tapi untuk satu hal yang pasti...imse bisa memastikan kalau suara bisikan yang telah didengarnya itu adalah suara bisikan dari seorang wanita....”
“ wanita....?” gumam gw pelan
“ apa mungkin teh...bisikan yang telah imse dengar itu ada hubungannya dengan rasa ketertarikan imse atas wanita yang ada di album photo lama....karena...”
“ ahhhh...kamu jangan terlalu berpikir jauh dar....justru saat ini gw menjadi sangat khawatir akan kondisi mental imse, kan lu tau sendiri bagaimana kondisi mental imse selama ini, bisa jadi apa yang telah imse alami dalam beberapa hari belakangan ini adalah akibat dari ketertutupannya atas masalah yang tengah dialaminya di sekolah....” ujar nenden yang berbalas dengan keterdiaman gw, sejujurnya kini gw begitu merasa sedih jikalau membayangkan kejadian kejadian yang telah imas alami dalam beberapa hari belakangan ini erat hubungannya dengan ketertutupan imas atas masalah yang tengah dialaminya di sekolah
“ kalau memang kejadiannya seperti itu, biar besok gw akan mengajak imse untuk berbicara...ya siapa tau aja imse mau menceritakan akan masalah yang tengah dialaminya....”
“ sebaiknya memang begitu dar...tapi lu harus ingat, lu enggak boleh memaksa imse untuk menceritakan semua masalahnya itu....”
“ iya teh....”
Seiring dengan berakhirnya percakapan antara gw dan nenden, nenden pun memutuskan untuk beranjak keluar dari dalam kamar dan meninggalkan kesendirian gw yang masih terbaring dalam keterdiaman
Keesokan paginya sesuai dengan apa yang telah gw bicarakan dengan nenden, gw pun mencoba untuk menggali keterangan dari imas mengenai masalah yang mungkin kini tengah dihadapinya, tapi sepertinya seiring dengan pembicaraan yang gw lakukan itu, usaha gw untuk menggali keterangan dari imas harus berakhir dengan tangan kosong, imas tetap bersikukuh bahwa dirinya saat ini memang tidak sedang menghadapi suatu masalah seperti apa yang telah gw dan nenden sangkakan
Empat bulan sudah waktu berlalu dari pembicaraan antara gw dan imas, sinar mentari pagi yang masuk melalui beberapa celah lubang jendela, kini seperti mengantarkan akan adanya sebuah kabar berita yang akan kami dengar pagi ini, untuk beberapa kali terlihat papah mengarahkan pandangannya ke wajah mamah, hingga akhirnya seiring dengan ekspresi persetujuan yang terlihat di wajah mamah, papah pun mulai menceritakan akan maksud dan tujuan dari permintaan papah yang meminta kami untuk berkumpul pagi ini
“ jadi kita akan benar benar pindah ke sukabumi pah.....?” tanya gw yang masih berusaha meyakinkan diri ini, bahwa apa yang telah gw duga selama ini kini telah terucap dari mulut papah
“ iya dar....tapi kamu enggak usah khawatir, papah enggak akan menjual rumah kita ini....jadi dengan kata lain kamu dan nenden masih bisa tinggal di jakarta ini untuk menyelesaikan perkuliahan kalian, sedangkan untuk angga dan imas...papah dan mamah memutuskan untuk membawa serta mereka...”
“ tapi pah....”
“ enggak ada tapi tapian dar....semuanya ini sudah papah putuskan dengan matang dan telah mendapat persetujuan dari mamah kamu juga....”
“ boleh nenden tau pah...apa alasan papah sebenarnya hingga memutuskan untuk pindah ke sukabumi, apakah salah satunya karena mimpi papah itu....?” tanya nenden yang berbalas saling berpandangnya papah dan mamah
“ mungkin itu salah satu alasan dari banyaknya alasan....tapi alasan utama papah adalah, papah merasa posisi papah sebagai seorang anak, masih sangat jauh dari kata berbakti....jangankan papah membahagiakan nenek kalian, di usia nenek kalian yang sudah setua ini...papah malah meninggalkannya di panti jompo...” untuk sesaat terlihat papah menghentikan perkataannya, sebuah cangklong rokok yang sedari tadi hanya bermain main ditangannya, kini telah berpindah tempat diantara himpitan dua bibirnya yang berwarna hitam
“ bagi papah....mimpi mimpi yang papah alami itu hanyalah sebuah pertanda yang diberikan oleh alam untuk menegur kelalain papah selama ini, usia nenek kalian itu kini sudah semakin tua....dan mungkin waktu yang diberikan tuhan bagi nenek kalian untuk menikmati semua keindahan yang ada di dunia ini hanya tinggal sebentar lagi, dan papah benar benar ingin memanfaatkan waktu yang sebentar itu untuk membahagiakan nenek kalian......” ucap papah yang berbalas dengan anggukan kepala mamah
“ lantas bagaimana dengan pekerjaan papah.....?” tanya gw dengan perasaan yang masih merasa bimbang atas keputusan papah ini
“ papah sudah memikirkan semuanya, usia papah kini sudah empat puluh sembilan tahun.....dan di usia tersebut papah sudah mendapatkan semuanya, jadi kemungkinan besar papah akan memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan berprofesi sebagai konsultan lepas di perusahaan tempat papah bekerja sekarang ini....”
“ mengundurkan diri....” ujar gw dan nenden hampir bersamaan
“ iya mengundurkan diri.....sepertinya saat ini tuhan memang telah memberikan jalan kepada papah untuk mengambil semua keputusan ini, entah mengapa disaat mimpi mimpi buruk itu mulai papah alami, disaat itu juga perusahaan tempat papah bekerja kini sedang mengeluarkan kebijakan mengenai program pengurangan karyawan bagi karyawan yang bersedia untuk mengundurkan diri......dan tentu saja disertai dengan kompensasi yang sesuai....”
“ hmmmm...kalau memang keputusan papah itu sudah bulat, nenden rasa....nenden enggak bisa berkata apa apa lagi, kira kira kapan papah akan memulai perpindahan ini....?”
“ mungkin dalam beberapa bulan kedepan nden.....banyak yang harus papah urus terlebih dahulu, mulai dari mengurus perpindahan sekolah adik adik kamu, mengurus administrasi perpindahan nenek kamu sampai dengan mengurus proses pengunduran diri papah di kantor....”
“ mudah mudahan aja perpindahan itu berbarengan dengan masa libur kuliah darma dan teh nenden, jadi kami berdua bisa ikut serta ke rumah nenek....” ujar gw dan berbalas dengan anggukan kepala papah dan mamah
Pergerakan dari jarum jam yang terhenti pada pukul sepuluh malam, kini mengiringi kegelisahan gw untuk memejamkan mata ini, bayangan gw akan proses perpindahan yang akan terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan kedepan ini, kini seperti bermain main di dalam pikiran gw ini, entah mengapa kini gw merasa seperti ada sedikit keraguan di hati gw untuk menyetujui proses perpindahan ini...dan hal ini jelas sangat berbanding terbalik dengan keputusan awal gw yang mengatakan akan mengikuti apapun keputusan yang akan diambil oleh papah
“ kenapa gw jadi ragu begini ya....” ucap gw dalam hati seraya menghela nafas panjang, lama gw kembali terdiam didalam balutan keheningan malam, hingga akhirnya diantara ketidakberdayaan gw untuk memejamkan mata ini, gw pun memutuskan untuk beranjak keluar dari dalam kamar dan mendapati suasana di dalam rumah yang telah sepi
“ sepertinya mereka semua udah pada tidur....” seiring dengan perkataan gw tersebut, pandangan gw pun terarah ke setiap sudut yang ada di dalam rumah, bayangan gw akan rencana perpindahan yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan ini, kini seperti mengikis kenangan gw akan hangatnya canda dan tawa yang pernah tercipta di rumah ini
“ andai nanti gw hanya tinggal berdua dengan teh nenden....pastinya rumah sebesar ini akan terasa sepi....”gumam gw diantara irama langkah kaki ini yang berjalan menuju ke arah rak penyimpanan album photo, untuk sesaat lamanya, gw pun kini hanya bisa terdiam dengan pandangan menatap ke arah beberapa album photo yang tersimpan di dalam rak, hingga akhirnya setelah beberapa saat gw terpaku dalam keterdiaman itu, gw pun memutuskan untuk mengambil beberapa album photo dari dalam rak, lalu membawanya menuju ke kursi santai yang biasa dipergunakan oleh angga dalam menonton siaran televisi
“ ya tuhan...gw enggak akan mampu jika harus hidup berjauhan dengan mereka....” keluh gw diantara pergerakan mata ini yang tengah memandang ke sebuah halaman di dalam album photo...yaa sebuah halaman yang berisikan kumpulan dari photo photo yang mengabadikan kehangatan dari keluarga gw ketika menjalani beberapa aktifitas keseharian, dan sepertinya hampir cukup lama juga gw menikmati semua kenangan indah masa lalu ini, hingga akhirnya disaat kini gw mulai membuka halaman baru pada album photo, tanpa adanya sebuah kesengajaan, gw pun menemukan beberapa lembar photo yang mengabadikan bangunan rumah nenek, mulai dari bangunan rumah secara keseluruhan hingga beberapa bagian ruangan yang ada di dalam bangunan rumah, dan hal ini jelas saja menimbulkan sedikit tanda tanya di hati gw, karena sejujurnya baru kali ini gw melihat keberadaan dari beberapa photo ini di dalam album photo
“ apa mungkin papah baru menyimpan photo photo tua ini ya......”
Seiring dengan gumaman yang meluncur dari mulut gw tersebut, gw mencoba untuk mengingat ingat kembali atas keberadaan dari beberapa photo tua yang ada di dalam album photo, hingga akhirnya gw pun kini mengambil kesimpulan bahwa lembaran photo photo tua tersebut memang ada dan telah tersimpan dari dahulu, hanya saja ketika itu gw memang tidak begitu memperhatikannya dengan seksama, hingga akhirnya disaat kini gw merasakan kegamangan atas berita perpindahan yang telah disampaikan oleh papah, lembaran dari photo photo tua tersebut kini telah dapat menarik perhatian gw guna memperhatikannya secara lebih seksama
“ sumpah.....gw benar benar buta dengan apa yang ada di rumah nenek...hanya sebagian kecil aja dari ruangan ruangan ini yang gw ingat....” ujar gw seraya memperhatikan beberapa photo tua yang ada di dalam album photo, dan diantara keterfokusan pandangan mata gw tersebut, pandangan mata gw pun kini terhenti pada salah satu lembar photo yang mengabadikan sebuah gambar rumah besar, dengan ornamen bangunan belanda yang kental
....tik...tik...tik....
“ ini rumah siapa....?”
Putaran dari suara jarum jam dalam keheningan malam, kini mengiringi sebuah pertanyaan yang terbersit di hati gw ini, rasa keterasingan gw terhadap bangunan rumah tersebut telah membuat gw terdiam dalam beberapa saat, dan kini diantara keterfokusan gw dalam memandang photo bangunan tua tersebut, nampak terlihat di beberapa bagian photo tersebut, terdapat bercak bercak hitam yang sepertinya disebabkan oleh keberadaan jamur yang mulai menghinggapi photo tua tersebut, dan hal ini berarti mengindikasikan bahwa photo tua tersebut telah berumur sangatlah tua, hingga akhirnya disaat kini gw mulai memperhatikan bentuk bangunan rumah yang ada di dalam photo tua itu secara lebih seksama....entah ini karena tipuan mata gw yang sudah merasa lelah dalam memandang kumpulan photo tua tersebut, gw melihat di antara jendela yang terdapat pada bangunan rumah yang ada di dalam photo tua tersebut, seperti memperlihatkan adanya bayangan hitam yang tersamar dalam transparansi redupnya kaca jendela bangunan rumah, mendapati hal tersebut, kini diantara rasa percaya dan tidak percaya atas apa yang telah gw lihat, gw mencoba untuk memperhatikan bayangan hitam tersebut secara lebih seksama lagi....tapi kini baru saja beberapa saat pandangan mata gw kembali terfokus pada bayangan hitam tersebut, sebuah kejadian yang sangat tidak masuk akal kini tersaji di hadapan gw....
“ siallll.....ini enggak mungkin....!!” umpat gw seraya menghempaskan album photo yang tengah berada ditangan ini ke atas lantai, untuk sesaat lamanya gw pun kini hanya bisa terdiam dengan tatapan memandang ke arah album photo, bagi gw apa yang telah gw alami ini adalah sesuatu yang sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat ini...bagimana mungkin sebuah photo yang seharusnya adalah sebuah obyek yang tidak bernyawa kini memperlihatkan adanya aktifitas dari bayangan hitam yang ada di dalam photo tua tersebut
“ mana mungkin...semua ini pasti enggak nyata...gw pasti udah salah lihat....”
Dan kini diantara kalimat penyangkalan yang terucap dari mulut gw ini, gw mencoba untuk meredakan rasa takut yang muncul akibat kejadian baru saja gw alami tadi, hingga akhirnya disaat kini gw mulai bisa meredakan rasa ketakutan tersebut, dengan rasa ragu, gw pun mulai menggerakan tangan ini untuk mengambil album photo yang tergeletak di lantai, tapi disaat kini pergerakan dari jari jemari tangan gw mulai mendekati album photo tersebut....tiba tiba gw seperti mendengar adanya suara wanita yang terdengar begitu lirih memanggil nama gw, dan suara tersebut bisa gw pastikan terdengar dari arah belakang tubuh gw
.....darrmaaa.....
Untuk kali keduanya suara lirih yang memanggil nama gw itu kembali terdengar dari arah belakang tubuh gw, dan untuk kali ini gw bisa merasakan kalau suara wanita itu terasa semakin mendekat....bahkan bisa dikatakan suara lirih wanita itu kini benar benar telah berada tepat di belakang tubuh gw
“ ya tuhannn....apa ini yang telah dialami oleh imse.....” gumam gw dengan penuh ketakutan, dan kini diantara pergelutan rasa takut yang mulai meremangkan bulu kuduk di tubuh gw ini, keberadaan dari suara lirih yang tadi terdengar, kini secara perlahan mulai menghilang....tapi sepertinya fenomena menghilangnya suara lirih tersebut bukanlah menjadi sebuah pertanda yang baik, hal ini didasari oleh kenyataan yang gw alami saat ini, kini diantara pikiran gw yang masih mencoba menerka nerka atas fenomena menghilangnya suara lirih tersebut, gw bisa merasakan adanya hembusan nafas yang terasa menyentuh kulit sensitif di bagian tengkuk gw ini....mendapati hal tersebut, bayangan menyeramkan akan sesuatu yang akan gw temui malam ini kini seperti bermain main di dalam pikiran gw....hingga akhirnya disaat bayangan menyeramkan itu mulai merangkak naik menuju puncak dari rasa takut yang kini gw rasakan....sebuah tepukan keras yang gw rasakan pada bahu ini, kini telah membuat puncak dari rasa takut yang gw rasakan itu telah berubah menjadi sebuah teriakan keras yang terlontar dari mulut ini
“ astaga dar....lu kenapa sih...” tegur nenden dengan ekspresi rasa paniknya, sepertinya nenden tidak menyangka, kalau apa yang telah dilakukannya malam ini telah membuat gw berteriak sekeras itu
“ ya tuhan teh....lu apa apaan sih....jantung gw terasa benar benar mau copot nih...” gerutu gw dengan rasa jengkel, dan kini baru saja gw hendak kembali menumpahkan rasa jengkel yang tengah gw rasakan ini, sebuah pergerakan yang terlihat dari gagang pintu kamar papah, kini telah memperlihatkan keberadaan papah yang tengah berdiri dengan menunjukan ekspresi wajahnya yang terlihat bingung
“ tadi itu suara teriakan siapa....?” tanya papah dan berbalas dengan saling berpandangnya gw dan nenden
“ darma pah...gara gara teh nenden tuh main ngagetin aja....” mendapati jawaban gw tersebut, papah hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali beranjak masuk dan menutup pintu kamar
“ hehh lu kenapa sih dar...enggak biasa biasanya lu kaget seperti itu......”
“ sumpah teh...jantung gw ini benar benar mau copot nih, lagian teteh iseng banget sih...malam malam begini ngagetin orang...” ujar gw seraya mengambil album photo yang tergeletak di lantai, kini begitu mendapati nenden yang masih terdiam dalam kebingungan, gw pun segera membawa dan menyimpan album photo di dalam rak penyimpanan
“ ehh dar...lu masih belum jawab pertanyaan gw tuh, lu ini kenapa sih...?” mendengar pertanyaan nenden tersebut, dengan segera gw pun kini menarik tangan nenden untuk keluar dari dalam rumah, karena gw khawatir pembicaraan yang akan gw lakukan saat ini akan kembali mengusik ketenangan istirahat papah malam ini
“ wahh...sepertinya bakal ada yang serius nih....” ujar nenden begitu tiba di teras depan
“ teh...ada yang mau gw tanyakan sama lu....” gumam gw pelan seraya menghela nafas panjang, sepertinya udara segar yang kini gw rasakan, telah dapat sedikit meredakan rasa takut yang tadi sempat gw rasakan
“ lu mau bertanya apa dar...?”
“ apa teteh masih ingat dengan rumah nenek....?” mendengar pertanyaan gw tersebut, terlihat nenden tertawa kecil seraya menggelengkan kepalanya
“ pertanyaan lu aneh banget sih dar....”
“ yaa elah teh...tinggal jawab aja kok susah banget sih.....” ujar gw
“ yaa jelas gw masih ingatlah dar....tapi gw bisa maklum sih kalau lu udah lupa, soalnya saat itu usia lu itu baru empat tahun kurang, sedangkan usia gw udah enam tahun....memangnya kenapa sih dar lu menanyakan hal itu...?” tanya nenden dengan ekspresi keingintahuannya yang tinggi
“ rumah nenek itu apakah besar teh......?”
“ besar....?, setau gw sih rumah nenek ya enggak begitu besar.....”
“ apakah rumah nenek bergaya ornamen belanda teh...?”
“ ahhhh lu ini apa apan sih....pertanyaan lu jadi tambah aneh nih....” ujar nenden dengan rasa kesalnya, mendapati hal tersebut, gw pun segera merayu nenden untuk menjawab pertanyaan gw itu
“ rumah nenek itu yaa rumah kampung biasa....enggak ada tuh gaya gaya belandanya, memangnya kenapa sih dar...?”
“ tadi itu teh...secara enggak sengaja gw menemukan sebuah photo yang menggambarkan sebuah rumah besar dengan ornamen belan.....”
“ ohhh jadi itu yang menjadi penyebab lu bertanya seperti ini.....” sebuah perkataan yang terucap dari mulut nenden kini memotong perkataan gw, dan kini begitu mendapati perkataan nenden tersebut, gw pun hanya bisa terdiam dalam rasa bingung
“ lohh kok teteh tau...memangnya photo rumah tua itu sudah ada dari dulu....?”
“ yaa taulah...photo itu memang sudah ada dari dulu, lu nya aja yang mungkin enggak pernah melihat tuh photo....” jawab nenden dengan santainya
“ memangnya itu rumah siapa teh....?”
“ itu milik keluarga besar kita dar...ahh ceritanya sangat panjang jika gw harus menceritakan sejarah tentang rumah itu....” jawab nenden dengan ekspresi wajahnya yang datar, mendapati jawaban nenden tersebut, gw pun kini kembali merayu nenden untuk menceritakan akan apa yang telah diketahuinya mengenai rumah tersebut

anggaava18
meizhaa
rassof
rassof dan 13 lainnya memberi reputasi
14
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.