Kaskus

Story

angelous91Avatar border
TS
angelous91
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]
Mohon maaf sebelumnya kalau metode penulisan masih berantakan. 🙏 this is my latest novel story. Hope you will like it.
Enjoy.. 😁
Kalau lebih demen baca pake Apps lain:
-[URL="https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream"]Webnovel Link[/URL]

A Girl from My Dream
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]
Cover from Webnovel
A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]

PROLOG


Tak terasa sudah hampir 10 tahun aku tinggal di Jakarta. Tepatnya di Jakarta Barat. Orang bilang hidup di Jakarta itu keras. Dan di Jakartalah tempat orang-orang licik dan munafik bersarang. Bagiku tidak demikian, karena masih banyak orang-orang yg tidak licik dan munafik di Jakarta. Contohnya, ya orang-orang yang dibohongi sama orang munafik dan licik alias korban. Lebih banyak korban daripada pelaku. Untungnya aku sendiri bukan orang yang licik ataupun munafik. Ya..soalnya aku juga korban.

Anyway, pada kesempatan ini aku akan menceritakan tentang pengalamanku selama hidup di Jakarta. Sebelumnya, perkenalkan namaku Mawar*(red: nama samaran). Eh salah, nama aku Angelo dan aku ini pria btw. Biasa dipanggil Gel dan terkadang Gelo alias Gila. Saat ini aku berumur 29 tahun. Status saat ini memiliki pacar. Untuk cerita mengenai kehidupanku dengan sang pacar akan ada dalam cerita ini. Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara dimana aku memiliki 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan.  Dan, Yang akan aku share disini adalah pengalaman cinta, karir, pengkhianatan dan sedikit komedi untuk menghibur ceritaku yang mungkin agak suram nanti.

Ceritaku bermula sekitar 3 tahun yang lalu. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan auditing terbesar di Indonesia dengan tingkat stres dan jam kerja yang cukup tinggi. Aku telah bekerja selama kurang lebih 4 tahun di perusahaan ini. Kalau dari segi skill dan pengalamanku di bidang keuangan,  menurutku sih sudah cukup baik. mengingat aku juga dulu aktif dalam berorganisasi selama kuliah. Untuk jabatan dan gaji yah juga sudah cukup lumayan untuk seumuran aku. Aku sudah bisa membeli motor sendiri, hidup tanpa bantuan dana dari orang tua dan bahkan bisa menyisihkan sedikit dana untuk ditabung. Namun aku belum bisa memberikan sebagian dari penghasilanku untuk amal dan untuk orang tua. Mungkin aku masih pelit dan egois.

Pacarku Bethy, biasa dipanggil Beth berumur 1 tahun dibawahku. Dulunya merupakan mantan muridku selama kuliah. Oh iya, aku dulu membuka jasa mengajar privat untuk adik-adik kelas. Dulu sih demi mencukupi kebutuhan perut selama masih menjadi anak rantau yang suka kehabisan uang sebelum kiriman datang.  Dari sinilah cinta bersemi dan kami pun jadian.

Aku bekerja setiap hari kecuali hari minggu dan hari libur. Lembur, dimarahin atasan, memarahin bawahan, gajian, senang, hedon, jalan-jalan, kehabisan uang, pake uang tabungan, kerja lagi, gajian lagi, dapat bonus, senang, hedon lagi,kehabisan uang lagi dan gitu aja terus sampai meteor coklat jatuh ke ladang gandum dan jadilah coco crunch.

Kehidupan seperti ini yang menurutku biasa-biasa saja dan normal seperti masyarakat lemah pada umumnya ini siapa sangka dapat tiba-tiba seperti membanting setir dan menjadi tidak dapat ditebak lagi.

--End of Prolog--


A Girl From My Dream - [Novel Fiction - Romance]

----

Direct link :
Prolog
[link PROLOG]
Bag 1. Mimpi
[link Bag 1]
Bag 2. Reality
[link Bag 2]
Bag 3. Mimpi2
[link Bag 3]
Bag 4. Sang Pacar
[link Bag 4]
Bag 5. Botol
[link Bag 5]
Bag 6. Minggu
[link Bag 6]
Bag 7. Zinx
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 7][/URL]
Bag 8. Month dan Rani
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 8][/URL]
Bag 9. Problem
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 9][/URL]
Bag 10. One Month Later
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 10][/URL]
Bag 11. Pulau
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 11 ][/URL]
Bag 12. Vele
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 12][/URL]
Bag 13. Paul and Jane
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 13][/URL]
Bag 14. Beth
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 14][/URL]
Bag 15. Game
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 15][/URL]
Bag 16. Month Menikah
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 16][/URL]
Bag 17. Month Menikah (2)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link bag 17][/URL]
Bag 18. Masa Lalu
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][link Bag 18][/URL]
Bag 19. Masa Lalu (2)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 19][/URL]
Bag 20. Masa Kini
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 20][/URL]
Bag 21. Lost
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 21][/URL]
Bag 22. Ros
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 22][/URL]
Bag 23. Reuni
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 23][/URL]
Bag 24. Bahagia
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 24][/URL]
Bag 25. You are The One (The End)
[URL=https://www.S E N S O R/book/12834867305571605/A-Girl-from-My-Dream][Link Bag 25][/URL]

Special Chapter : Vele' POV
[LINK to Story]--> Last Update: 21 Mar 2019


Next BOOK!!!! LANJUTAN!!!!!!
A Girl from My Dream - Road to Wedding Day
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 11 suara
Gadis mana yang harus kupilih?
Beth --- (Selingkuh itu tidak baik!! Cocok ga cocok Jalanin!!!)
0%
Vele --- (Sebuah kebanggaan tersendiri memacari Vele)
55%
Ros --- ( Gadis Masa Kecil dan merupakan cinta pertamaku..)
27%
Sky --- (Pacarin adik sendiri aja)
9%
Rani --- (Ayo jadi penikung!!)
9%
Diubah oleh angelous91 10-09-2019 15:51
RideatInFinemAvatar border
someshitnessAvatar border
Gimi96Avatar border
Gimi96 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
22.3K
384
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
angelous91Avatar border
TS
angelous91
#4
Bag 4. Sang Pacar
Bagian 4. Sang pacar

kaskus-image

Bagian 4. Sang pacar

'Tuk-Tuk' terdengar suara ketukan dari pintu kaca. Aku sedang duduk di dalam ruangan kerjaku. Dari mejaku, aku dapat melihat Month sedang mengetuk pintu kaca ruanganku. Aku mengangguk mempersilahkan Month masuk. Month membuka pintu kaca ruanganku dan duduk di bangku di hadapanku.

"Gel,gel.." panggilnya, "..menurut lu, Rani gimana?". Sejak awal, aku sudah dapat menduga bahwa Month akan menanyakan hal tersebut.
"oke kok.." jawabku singkat tanpa memalingkan muka dari laptop. Aku sedang mengerjakan beberapa dokumen di atas meja dan membandingkan datanya dengan data di laptop.
"Lu gimana sama Vele?" lanjutnya.
"ya ga gimana-gimana. Gue antar Vele balik terus gue balik terus gue tidur." jawabku cuek.
"lu ga ada perasaan Klop atau gimana gitu sama Vele?"
Aku menghentikan pekerjaanku sesaat dan menatap Month. "Month, lu kan tau gue udah punya Beth. ya ga mungkin dong gue tertarik sama Vele."
"ya kali aja kan?" Jawabnya sambil tertawa. "By the way, hutang gue berapa?"
"hitung sendiri aja,bro. Gue lupa catat juga" jawabku sambil kembali melanjutkan pekerjaanku.

Month mengambil Token Bank BCA dari kantongnya dan mengutak-atik Handphonenya. "Done yak,Gel!" Month menunjukkan layar handphonenya. Dalam layar handphonenya tersebut, muncul resi pengiriman uang. Month telah mengirimkan sejumlah uang ke rekeningku melalui handphonenya. Handphone miliknya merupakan smartphone Samsung. Sepertinya jaman mulai berubah, handphone blackberryku masih belum bisa bertransaksi seperti smartphonenya. Apa aku beli hp baru ya? Aku mulai berfikir untuk mengganti handphone blackberryku yang sepertinya mulai ketinggalan jaman. Sepertinya aku sudah boleh mengganti handphone menjadi smartphone.
"Oke,Month." Jawabku, "Thank you."
"Dih..gitu doank reaksimu?" Sindir Month. "Gue habis bayar hutang lho"
"Ya terus gue mesti gimana? Ya say thank you kan? Masa gue harus joget-joget sambil sembah sujud gitu?"
Month hanya tertawa sambil berjalan keluar dari ruanganku.

Aku menghentikan pekerjaanku. Aku meletakkan dokumen dari tanganku ke atas meja dan merenggangkan badanku. 'Krek-krek', sendi-sendiku berbunyi. Pegal juga, pikirku. Aku mengambil handphone blackberryku dan membuka pesan BBM. Aku mencari-cari chat dari Beth. Beth tidak mencariku sama sekali.

Aku menghela nafas panjang. Aku membuka profile Beth dan melihat profile picturenya. Beth memasang foto dirinya yang sedang berada di taman rumahnya. Di dalam foto, ia tersenyum lebar. Entah kapan terakhir kali aku tidak melihat Beth tersenyum, pikirku. Aku teringat masa-masa saat pertama kali berjumpa dengan Beth.

--

3 tahun yang lalu,

Aku bekerja di salah satu perusahaan auditor di Jakarta dengan jabatan 'associate'. 'Associate' merupakan level terbawah dari jejang karir di perusahaan ini. Aku baru 1 tahun bekerja disini dan dengan gaji masih UMR. Terus terang, menurutku gajiku disini masih sangat kecil. Namun jenjang karir disini cukup jelas. Apabila aku bekerja dengan giat, kemungkinan untuk naik jabatan ke level yang lebih tinggi dan mendapatkan gaji lebih tinggi bukan mimpi semata.

Dengan gaji yang kecil seperti sekarang, ditambah lagi dengan biaya kos yang harus kubayar setiap bulannya, aku memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan. Aku memutuskan untuk mengisi waktu kosongku di malam hari dengan membuka kursus private mengajar adik-adik kelas. Cukup banyak mahasiswa dan mahasiswi yang ingin belajar bersamaku. Mungkin metode mengajarku yang agak sedikit berbeda dengan metode mengajar dosen di kampus membuat mereka lebih mudah mengerti dengan konsep mata kuliah mereka.

Aku membuka kursus mengajar mata kuliah umum dan keuangan selama beberapa bulan. Hal yang menarik di sini adalah Beth, salah satu murid kursusku. Hampir setiap malam Beth membookingku untuk mengajarinya mata kuliah keuangan. Kami sering mengobrol bersama selama proses belajar. Aku jadi tahu bahwa Beth berasal dari keluarga konglomerat. Harta kekayaan keluarganya tidak akan habis beberapa keturunan. Beth kurang dapat fokus dalam belajar di kelas, sehingga ia lebih memilih untuk mengikuti kursus belajar dariku agar dapat mengikuti pelajaran di kampusnya.

Hingga suatu hari, Beth datang ke rumah kos tempat aku tinggal untuk belajar. Ia akan menghadapi ujian akhir semester keesokan harinya. Ia sudah membawa buku catatan dan perlengkapan tulis lainnya. Materi pelajaran untuk dia pun sudah aku siapkan.

Seperti biasa, kami belajar di ruang tamu Kosan-ku. Namun, tidak seperti biasanya, Beth tidak terlalu fokus dalam menangkap pelajaran dariku. Sepertinya ada yang berbeda dari biasanya. Wajahnya Beth malam ini terlihat pucat dan ia berkeringat dingin. Padahal ac di ruang tamu menyala.
"Kamu kenapa?" Tanyaku.
"Ga apa-apa,kak.." Jawabnya ."..eh.eh...ini cara ngerjain yang gimana tadi kak?" Beth menunjuk salah satu soal dalam buku panduanku.
Aku menyadari pasti ada yang tidak beres. Biasanya Beth selalu dapat mengerjakan soal-soal dariku dengan mudah.
"Kamu lagi sakit?" Tanyaku.
Beth menggelengkan kepalanya. "Enggak kok, aku ga kenapa-kenapa,kak..." Jawab Beth.
Aku mencoba memegang dahinya. Panas. Fix Beth demam.
"Ga apa-apa gimana? Panas gini. Tunggu bentar." Aku langsung bangkit berdiri dan menuju ke kamarku. Aku membuka-buka laci meja belajar untuk mencari obat dan termometer. Yah, panadol biru seharusnya bisa meredakan demamnya. Pikirku.

Aku kembali ke ruang tamu. Kulihat Beth sedang mengistirahatkan kepalanya di atas meja. Pasti ia sedang puyeng. Pikirku lagi.
Aku menaruh termometer di mulutnya. "Stay!" Perintahku. Beth hanya mengangguk perlahan dan kembali merebahkan kepalanya menyamping diatas meja dan beralaskan lipatan tangannya. Termometer masih tertempel di mulutnya. Kemudian aku keluar lagi dari ruang tamu dan menuju keluar kos. Aku membeli satu botol air mineral dan kembali lagi ke dalam kos. Kebetulan ada warung yang buka 24 jam di depan kosanku.

Di dalam ruang tamu, aku mengambil kembali termometer dari mulut Beth. 38,5°C. Oke, dia demam. Sebenarnya, tanpa termometer pun,aku sudah tahu kalau Beth demam. 38,5°C itu cukup panas. Aku heran, bagaimana bisa Beth datang dalam keadaan demam begini. Seharusnya dengan demam setinggi ini, seseorang yang kuat sekalipun akan berbaring di atas kasur dan tidak sanggup bergerak.
"Astaga, 38,5 derajat,Beth??" Ujarku kaget."Kamu demam setinggi ini tapi masih bisa bela-belain datang buat belajar?"
"Iya,kak..habis mau gimana? Besok udah UAS." Jawabnya lirih menahan tangis. Beth menunduk sedih.
"Kalau kamu lagi sakit gini kan ga bisa konsen juga. Ini kamu minum obat dulu." Ucapku sambil menyodorkan sebutir panadol dan sebotol air mineral pada Beth.
"Ga usah,kak" Beth menolak. " aku beneren ga apa-apa kok"
"Kamu mau bikin sakitmu makin parah terus besok ga bisa ikut UAS?"
Beth terdiam sebentar. Kemudian ia menggelengkan kepalanya. Aku kembali menyodorkan panadol dan air mineral padanya. Akhirnya, Beth pun meminum panadol tersebut.
"Besok kamu UAS jam berapa?" Tanyaku lagi.
"Jam 10 pagi,kak"
Aku berpikir sebentar. Aku mencoba mencarikan solusi untuk Beth agar kesehatannya segera membaik dan dapat mengerjakan UAS nya dengan baik juga.
"Kamu kalau tidur di kamar kakak gimana?" Tawarku.
"Hah?" Beth terlihat kaget.
"Tenang aja, kakak ga akan ngapa-ngapain kok. Kamu istirahat di kamar kakak, terus kakak nanti tidur di ruang tamu aja. Yang penting kamu sehatan dulu" jelasku.
"Emangnya ga apa-apa,kak?"
"Iya, ga apa-apa kok"
Beth berpikir sebentar lalu menangguk.

Kami pun berjalan menuju ke kamarku. Beth terlihat berjalan sempoyongan. Wajar saja, ia sedang demam tinggi. Di dalam kamar, Beth merebahkan tubuh kecilnya di atas kasurku.
"Kakak tinggal ya, kamu tidur aja dulu." Ucapku sambil menyelimuti Beth dan mengusap kepalanya.
Aku bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kamar.
"Kak Gel.."panggil Beth.
"Ya?"
"Kakak di kamar aja. Ga apa-apa kok" ucap Beth. "Aku agak takut sendirian di kamar orang lain"

Bagaimana aku bisa tidur disini? Masa aku tidur di kasur bareng Beth? Beth itu muridku. Aku berpikir sebentar. Oh iya, aku masih ada kasur lipat cadangan. Biasanya kasur ini dipakai temen-temenku apabila datang menginap di kosanku.
"Yaudah. Kamu tidur sekarang ya. Kakak nanti tidur di kasur lipat di lantai saja kalau gitu." ucapku.
Beth mengangguk dan mulai memejamkan mata.

Kemudian aku duduk di meja belajar. Aku melihat jam, baru pukul 8 malam. Sebaiknya aku membuat ringkasan materi belajar untuk Beth agar dapat mengerjakan UASnya besok, Pikirku. Aku pun mulai membuat ringkasan-ringkasan belajar sepanjang malam. Aku mengerjakan ringkasan selama beberapa jam. Tanpa aku sadari, aku tertidur diatas meja belajarku.

Keesokan paginya, Beth membangunkanku.
"Kak Gel..."panggilnya.
Aku terperanjat kaget dan terbangun. Bekas liur di mulutku masih basah. Sepertinya air liurku tumpah saat aku tidur. Dengan buru-buru, aku mengelap mulutku. Beth melihatku sambil tertawa kecil. Sebenarnya aku malu, namun aku bersikap seolah biasa saja.

Beth terlihat sudah lebih sehat. Aku memegang dahi Beth. Sudah tidak panas.
"Kamu udah enakan?" Tanyaku.
"Iya kak.." jawab Beth sambil menangguk, "..tadi malam sorry banget,kak. Aku ga enak badan jadinya ga konsen" lanjutnya.
"Ga apa-apa,Beth"jawabku. "Kamu sekarang baca ringkasan ini ya. Seharusnya dari kisi-kisi dosenmu dan ringkasan ini, kamu sudah bisa mengerjakan UASnya dengan baik" ucapku sambil menyodorkan lembaran ringkasan pada Beth.
"Waah? Kakak buat ini semalaman? Jadi ga enak" Beth tampak takjub sambil menerima ringkasan dariku. "Aku harus bayar berapa kak untuk ini semua?" Tanyanya lagi.
"Ga usah. Kamu coba belajar aja dulu. Udah mau jam 7, masih ada sekitar 3 jam waktumu untuk belajar."
"Aku beneran jadi ga enak,kak. Beneren nih ga apa-apa?"
"Iya ga apa-apa." Jawabku. "Mungkin kamu masih sempat pulang untuk beberes dulu terus ke kampus sambil belajar."
"Thank you,kak Gel!!" Tiba-tiba Beth memelukku.
Aku kaget. Entah kapan terakhir kali aku dipeluk cewek. Aku tidak tahu harus merespon bagaimana.
"I..iya.. by the way, eh..eh..kakak udah harus ke kantor juga nih. Ka..Kamu baliknya gimana?" Tanyaku gelagapan.
Beth melepaskan pelukannya. "Aku bawa mobil kok. Lagian rumahku tidak jauh kok dari sini." Jawabnya sambil menunjuk kunci mobilnya.

Terlihat logo BMW di kunci mobilnya. Aku pun menjadi minder dan tersadar bahwa orang sepertiku bukanlah levelnya. Beth seorang anak dari konglomerat, sedangkan aku hanya seorang karyawan dengan level terbawah di perusahaan. Aku sedikit tersadarkan. Mungkin aku yang sedikit baper karena dipeluk tadi.

Tak lama kemudian, Beth pulang. Aku pun segera mandi dan bersiap-siap menuju ke kantor. Aku sempat berpikir bahwa mungkin ada baiknya aku lebih mendekatkan diri pada Beth mengingat bahwa selama beberapa minggu terakhir, kami cukup sering bersama dan lumayan dekat. Yah, Walaupun hanya sebatas belajar bersama. Tetapi niatku tersebut aku urungkan setelah melihat kunci mobilnya tadi. Aku tersadarkan pada realita kehidupan. Aku yang hidup biasa-biasa saja seperti ini tidak akan mungkin sepadan dengan anak konglomerat seperti Beth.

Malam harinya, aku baru pulang dari kantor sekitar pukul 6 sore. Seperti biasa, aku naik ojek langgananku untuk pulang dan pergi kerja. Di depan kosanku, aku melihat mobil BMW hitam sedang terparkir di halaman parkiran kosanku. Itu kan mobil yang dibawa Beth tadi pagi. Apakah Beth datang lagi hari ini? Padahal kami tidak ada jadwal kursus hari ini.

Aku masuk ke dalam rumah kos dan menemukan Beth sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan handphonenya. Beth sadar akan kedatanganku dan langsung kegirangan memelukku.
"Kak Gel!!"teriaknya sambil tertawa girang.
Aku terkaget-kaget karena Beth di datang ke kosanku dan tiba-tiba memelukku. "Eh,Beth? Ada apaa?" Tanyaku
"UASnya tadii..lancar jayaa!! Banzaiii!!" Beth terlihat sangat senang,"..kayaknya dapat 100 dehh. Soalnya tadi aku bisa kerjain semuanya lhoo"
"I..iya,Beth. Tapi..boleh ga dilepas dulu pelukannya?" Aku takut tidak dapat menahan perasaanku. Sudah lama aku tidak dipeluk cewek. Aku takut baper. Tetapi, aku kembali teringat bahwa aku dan Beth berbeda level. Tidak mungkin aku dan Beth bisa bersama.
Beth melepas pelukannya dan memegang erat tanganku.
"Kalau aja kak Gel tidak suruh aku istirahat tadi malam, mungkin aku ga bakal bisa ikut UAS. Ditambah lagi, ringkasan dari kak Gel berguna bangeeet"
"Iya, soalnya dari tahun ke tahun soal dari ringkasan kakak itu pasti keluar terus di ujian." Jelasku.
Beth nyengir melihatku. Kemudian, ia melihat jam di tangannya. "Kak Gel sibuk ga habis ini?" Tanyanya.
"Nggak kok.."Aku menggelengkan kepalaku. "Udah free. Kenapa?"
"Yuk nonton di bioskop!! Aku yang bayar!" Ajaknya. "Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena tadi malam."
"Eh? Ga usah,Beth!" Tolakku halus. Aku tidak enak menerima ajakan dari Beth.

Beth tiba-tiba menarik kepalaku dan mencium pipiku. 'CuP' . Aku terdiam dan syok luar biasa. Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
"Itu juga hadiah dariku buat kak Gel." Ucapnya sambil tersenyum manis."..pokoknya kakak harus ikut ya"lanjutnya. Beth sangat agresif dan pemaksa.

Setelah kejadian ini, aku dan Beth pun jadian. Aku tidak lagi memikirkan masalah level kehidupan kami lagi. Masalah penghasilan dan gaya hidup mungkin bisa diselesaikan nanti sambil berjalannya hubungan kami.

--

Kembali ke 3 tahun kemudian.

Lamunanku terbuyarkan oleh perubahan profile picture Beth di BBM. Fotonya yang semula terpajang foto dirinya yang berada di taman kini berubah menjadi tulisan. Terlihat layar hitam dengan tulisan putih, 'kalau emank care harusnya cari cara!!'

Aku sadar bahwa profile picture tersebut berisikan pesan yang secara tidak langsung ditujukan padaku. Aku mencoba mengirimkan pesan pada Beth. "Beib.." begitu isi pesanku.
Hanya dalam hitungan detik, pesanku dibaca oleh Beth.
Beth langsung membalas, "Kamu ke rumahku habis pulang kerja! Ada yang mau aku bicarakan! Penting dan GPL!" Begitu isi pesan dari Beth.
"Oke.." balasku singkat. Paling tidak aku bisa memperbaiki hubungan dingin ini,pikirku.

--

Aku sampai di rumah Beth pukul 7 malam. Aku memutuskan untuk tidak lembur malam ini dan menemui Beth. Untuk kesekian kalinya, aku selalu terkagum-kagum melihat rumahnya yang besar disertai taman yang terawat dengan baik. Sepertinya selalu ada tukang kebun yang merapikan tamannya setiap siang hari.

Beth sudah menungguku di depan pintu teras rumahnya. Sepertinya ia sudah memperkirakan waktu sampaiku. Aku menghampiri Beth.
"Beib.."panggilku
"Kamu kemana aja tadi malam? Kenapa tidak coba untuk chat aku?" Tanyanya ketus.
"A..aku.." aku bingung harus menjawab apa. Aku teringat bahwa tadi malam aku pergi minum bersama Month,Vele dan Rani.
"Handphonemu mana?" Tanyanya tiba-tiba.
"Ha?"aku kaget "..disini."jawabku sambil mengeluarkan handphoneku dari kantong.

Beth langsung mengambil handphoneku dan membuka pesan-pesan di BBM. Ia membaca semua pesan di BBMku. Tiba-tiba Beth berhenti menggerakkan jarinya dan menatapku marah.
"Vele siapa????" Tanyanya. Nada bicara Beth sudah mulai meninggi.
"Vele? Oh itu temennya Month." Aku mencoba menjelaskan pada Beth.
"Kamu keterlaluan!!" Teriaknya. "..baru juga ribut berapa lama, kamu udah main di belakangku!!"
"Ha? Main di belakang?" Tanyaku heran.
"Ga ada yang perlu dibicarakan lagi!!! Kita putus ajaa!!!" Beth mulai menangis dan melempar handphoneku ke teras rumahnya. Handphoneku terbanting cukup keras hingga tercerai berai.

Pandanganku masih tertuju pada handphoneku yang tercerai berai di teras rumahnya tersebut. Beth masuk ke dalam rumah dan membanting pintu rumahnya dengan sangat keras. 'BLAM!!'

Apa salahku? Aku kan tidak berbuat apa-apa. Aku juga tidak selingkuh? Ada apa dengan Beth? Aku benar-benar bingung.

Aku memungut handphoneku yang tercerai berai dari lantai dan pulang menuju ke rumahku. Aku sudah pasti tidak akan diijinkan masuk lagi ke rumah Beth dalam keadaan seperti ini. Sebaiknya aku menunggu waktu yang tepat untuk berbicara pada Beth.

---

..to be continued...

If you like my story, please rate and comment.. thanks...
Diubah oleh angelous91 20-02-2019 20:44
pulaukapok
pulaukapok memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.