- Beranda
- Stories from the Heart
JAKARTA dan JAKARTA (ku)
...
TS
myearth11
JAKARTA dan JAKARTA (ku)
Untuk sebagian orang (dan bahkan termasuk aku), jika mendengar kata "JAKARTA" yang terpikirkan pertama kali adalah kota yang semrawut, macet, kelebihan, metropolitan, kriminalitas dan sebagainya. Mungkin sebagian besar adalah negatif. Ya, memang begitu adanya. Melihat berita saja seperti tidak ada keapikan dari sebuah kota bernama JAKARTA. Hmmm...
Hari itu seperti aku gak percaya. Seorang aku bisa sampai Jakarta yang notabene adalah kota yang....ah sudahlah. Aku paling benci kota ini sebenarnya. Dulu aku pernah berkoar-koar kalau gak bakal mau ke Jakarta. Kecuali untuk sementara waktu ya. Tapi cerita ini berawal dari kebencian itu jadii.......
Berawal dari aku yang penat dengan keadaanku dan bosan nih gan. Tau sendiri ya kalau kerjaan mondar mandir riwa riwi itu capek, bosen, itu-itu aja. Hmmm..aku mulai berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Bayangin aja kerja dari pagi sampai malem. Dan kerjaannya dari rumah ke rumah les privat. Seperti itulah. Jadi sebagai anak muda yang kreatif dan pekerja keras (haha padahal bosen
) aku harus keluar dari kehidupan ini
Malam itu aku mulai menyiapkan segala perlengkapan. Hari itu hari sabtu. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Tiket sudah di tangan, barang-barang sudah di siapkan dan disitu aku mulai berpikir ulang.
"Berangkat gak ya?" yampun aku bingung setengah mati waktu itu. Bayangin aja aku dapat panggilan interview di Jakarta gan. Masak iya aku mau kerja disana? kota yang tingkat kriminalitasnya tinggi. Dan akupun gak punya sodara yang ada disana. Hmm....entahlah. Yang aku pikirkan cuman kok aku senekat itu. Ya ini first time buatku untuk pergi sendirian dan itu pergi ke Jakarta.
Waktu itu aku berangkat jam 01.00 dini hari ya kalau gak salah dan sampai jakarta itu sekitar pukul 09.00. Sepanjang perjalanan aku sakit gan. Gak tau kenapa nih perut gak bersahabat sama sekali. Atau mungkin gara-gara aku mbatek atau apa ya? Rasanya aku gak pernah merasakan sesakit ini kalau sakit perut. Aku buat tidur aja gan biar gak terasa sakit. Udah fisrt time ke Jakarta, first time naik kereta dan ditambah sakit pula. Lengkap sudah penderitaan. Nasib
Akhirnya aku sampai di salah satu stasiun di Jakarta. Tau dong gimana bingungnya aku, anehnya aku, ngerinya aku, tapi ada senengnya sih. Coba tebak karena apa? Haha..karena ada yang jemput.
"aku udah sampai di stasiun ya" aku watsap dia.
"iya tunggu bentar ya aku otw. Kamu tunggu di tempat rame aja" katanya lagi.
Sebut saja dia Bumi. Bumi itu temen SMA aku yang dulu pernah deket beberapa bulan. Dan setelah sekian tahun kira-kira 4 tahun gak ketemu akhirnya bentar lagi ketemu. Jujur aja sih rada deg-degan. Ya tau sendiri kan dulu pernah deket dan gak ketemu trus ketemu lagi. Hahaha
Aku cari toilet dulu nih gan, mau ngaca dong biar keliatan cakep dikit secara mau ketemu seseorang yang udah lama gak ketemu. Centil banget dah
. Setelah itu aku nunggu dia di ruang tunggu. Di dalem ruangan gitu kan sambil mainan HP. Stasiunnya lumayan rame sih, tapi kebanyakan aku mainan HP sendiri. Iyalah mau ngobrol ya ngobrol sama siapa juga.
"Aku udah sampe ini coba kamu keluar. Aku di deket ruang tunggu", katanya. Dengan perasaan yang sedikit deg-degan dan penasaran aku keluar. Celingak-celinguk, gak ada orangnya. Tiba-tiba dari belakang eh dia nongol. Lucu banget waktu itu haha.
Dia gak berubah masih sama seperti dulu. Masih sama perhatiannya. Masih sama baiknya. Masih sama geroginya. Masih sama lucunya. Masih sama...
"Kita naik grab aja ya. Kamu sakit begini", dia kasian mungkin ya liat aku. Gak lama grab dateng dan kita berdua naik mobil.
"tadi sebenernya mau aku ajakin muter-muter naik busway naik KRL tapi kamu lagi sakit ya udah besok-besok aja kalau kamu kesini lagi ya" katanya.
"Lho gitu ya? hmm ntar juga sembuh", aduh kenapa ya aku pake sakit segala.
kan jadi ilang kesempatan pergi jalan-jalan lagi nostalgia. Ah jadi malu hihihi.
Aku istirahat di sebuah rusun. Ya aku di kasih tempat sama Bumi di rusun. Nah rusun ini tempat kayak mess karyawan gitu ya. Gak tau nih kenapa aku di kasih tempat disini. Sendirian gak ada temennya. Sakit pula. Hiks.
Aku mencoba istirahat dan tidur sampai aku bangun. Ini perut sama sekali gak bisa di ajak kompromi sedikit aja. Tau lagi di kota gede eh malah ngrepotin. Hmmm......
Setelah aku mandi aku mulai lapar nih. Aku telpon dong si Bumi. Tapi gak di angkat-angkat. Sebel juga nih. Katanya kalau laper pingin makan suruh hubungin dia. Eh malah begini. Yaudahlah pasrah.
Tiba-tiba HP bunyi nih, Bumi telpon. Akhirnyaaaa....
"Maaf ya aku tadi di jalan, gimana? kamu laper? yaudah aku jemput kamu ya sekarang kita makan" haduh kadang yang bukan milik kita itu perhatiannya itu melebihi.
"iya aku tunggu ya"
Kitapun makan di warung deket rusun. Kita waktu itu makan sate. Jujur aja sih lucu banget liat dia lagi. Liat dia sedekat ini. Bercerita lagi, berbagi lagi. Ya walaupun hanya sebatas sedikit saja tapi mungkin itu berawal dari semuanya.
"Kamu udah ngabarin belum?" katanya
"ngabarin siapa?" aku bingung
"ngabarin dia", katanya menunduk.
"ouh udah kok aku slalu ngabarin" yang dia maksud itu pacar aku gan. Iya aku masih punya pacar waktu itu. Tapi yasudahlah.
Bersambung ya agan....
selamat menikmati cerita ini, maaf aja kalau belepotan haha...
Semoga berkenan untuk membaca part-part selanjutnyaa...
Hari itu seperti aku gak percaya. Seorang aku bisa sampai Jakarta yang notabene adalah kota yang....ah sudahlah. Aku paling benci kota ini sebenarnya. Dulu aku pernah berkoar-koar kalau gak bakal mau ke Jakarta. Kecuali untuk sementara waktu ya. Tapi cerita ini berawal dari kebencian itu jadii.......

Berawal dari aku yang penat dengan keadaanku dan bosan nih gan. Tau sendiri ya kalau kerjaan mondar mandir riwa riwi itu capek, bosen, itu-itu aja. Hmmm..aku mulai berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Bayangin aja kerja dari pagi sampai malem. Dan kerjaannya dari rumah ke rumah les privat. Seperti itulah. Jadi sebagai anak muda yang kreatif dan pekerja keras (haha padahal bosen
) aku harus keluar dari kehidupan ini
Malam itu aku mulai menyiapkan segala perlengkapan. Hari itu hari sabtu. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Tiket sudah di tangan, barang-barang sudah di siapkan dan disitu aku mulai berpikir ulang.
"Berangkat gak ya?" yampun aku bingung setengah mati waktu itu. Bayangin aja aku dapat panggilan interview di Jakarta gan. Masak iya aku mau kerja disana? kota yang tingkat kriminalitasnya tinggi. Dan akupun gak punya sodara yang ada disana. Hmm....entahlah. Yang aku pikirkan cuman kok aku senekat itu. Ya ini first time buatku untuk pergi sendirian dan itu pergi ke Jakarta.
Waktu itu aku berangkat jam 01.00 dini hari ya kalau gak salah dan sampai jakarta itu sekitar pukul 09.00. Sepanjang perjalanan aku sakit gan. Gak tau kenapa nih perut gak bersahabat sama sekali. Atau mungkin gara-gara aku mbatek atau apa ya? Rasanya aku gak pernah merasakan sesakit ini kalau sakit perut. Aku buat tidur aja gan biar gak terasa sakit. Udah fisrt time ke Jakarta, first time naik kereta dan ditambah sakit pula. Lengkap sudah penderitaan. Nasib
Akhirnya aku sampai di salah satu stasiun di Jakarta. Tau dong gimana bingungnya aku, anehnya aku, ngerinya aku, tapi ada senengnya sih. Coba tebak karena apa? Haha..karena ada yang jemput.
"aku udah sampai di stasiun ya" aku watsap dia.
"iya tunggu bentar ya aku otw. Kamu tunggu di tempat rame aja" katanya lagi.
Sebut saja dia Bumi. Bumi itu temen SMA aku yang dulu pernah deket beberapa bulan. Dan setelah sekian tahun kira-kira 4 tahun gak ketemu akhirnya bentar lagi ketemu. Jujur aja sih rada deg-degan. Ya tau sendiri kan dulu pernah deket dan gak ketemu trus ketemu lagi. Hahaha

Aku cari toilet dulu nih gan, mau ngaca dong biar keliatan cakep dikit secara mau ketemu seseorang yang udah lama gak ketemu. Centil banget dah
. Setelah itu aku nunggu dia di ruang tunggu. Di dalem ruangan gitu kan sambil mainan HP. Stasiunnya lumayan rame sih, tapi kebanyakan aku mainan HP sendiri. Iyalah mau ngobrol ya ngobrol sama siapa juga."Aku udah sampe ini coba kamu keluar. Aku di deket ruang tunggu", katanya. Dengan perasaan yang sedikit deg-degan dan penasaran aku keluar. Celingak-celinguk, gak ada orangnya. Tiba-tiba dari belakang eh dia nongol. Lucu banget waktu itu haha.
Dia gak berubah masih sama seperti dulu. Masih sama perhatiannya. Masih sama baiknya. Masih sama geroginya. Masih sama lucunya. Masih sama...
"Kita naik grab aja ya. Kamu sakit begini", dia kasian mungkin ya liat aku. Gak lama grab dateng dan kita berdua naik mobil.
"tadi sebenernya mau aku ajakin muter-muter naik busway naik KRL tapi kamu lagi sakit ya udah besok-besok aja kalau kamu kesini lagi ya" katanya.
"Lho gitu ya? hmm ntar juga sembuh", aduh kenapa ya aku pake sakit segala.
kan jadi ilang kesempatan pergi jalan-jalan lagi nostalgia. Ah jadi malu hihihi.Aku istirahat di sebuah rusun. Ya aku di kasih tempat sama Bumi di rusun. Nah rusun ini tempat kayak mess karyawan gitu ya. Gak tau nih kenapa aku di kasih tempat disini. Sendirian gak ada temennya. Sakit pula. Hiks.
Aku mencoba istirahat dan tidur sampai aku bangun. Ini perut sama sekali gak bisa di ajak kompromi sedikit aja. Tau lagi di kota gede eh malah ngrepotin. Hmmm......
Setelah aku mandi aku mulai lapar nih. Aku telpon dong si Bumi. Tapi gak di angkat-angkat. Sebel juga nih. Katanya kalau laper pingin makan suruh hubungin dia. Eh malah begini. Yaudahlah pasrah.
Tiba-tiba HP bunyi nih, Bumi telpon. Akhirnyaaaa....
"Maaf ya aku tadi di jalan, gimana? kamu laper? yaudah aku jemput kamu ya sekarang kita makan" haduh kadang yang bukan milik kita itu perhatiannya itu melebihi.
"iya aku tunggu ya"
Kitapun makan di warung deket rusun. Kita waktu itu makan sate. Jujur aja sih lucu banget liat dia lagi. Liat dia sedekat ini. Bercerita lagi, berbagi lagi. Ya walaupun hanya sebatas sedikit saja tapi mungkin itu berawal dari semuanya.
"Kamu udah ngabarin belum?" katanya
"ngabarin siapa?" aku bingung
"ngabarin dia", katanya menunduk.
"ouh udah kok aku slalu ngabarin" yang dia maksud itu pacar aku gan. Iya aku masih punya pacar waktu itu. Tapi yasudahlah.
INDEKS
Bersambung ya agan....
selamat menikmati cerita ini, maaf aja kalau belepotan haha...
Semoga berkenan untuk membaca part-part selanjutnyaa...

Diubah oleh myearth11 24-01-2019 09:27
anasabila memberi reputasi
1
1.8K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
myearth11
#9
PART 5
"Hahaha", jawabku dan kupikir dia hanya bercanda. Tapi kali ini mungkin aku salah, atau mungkin benar? Entahlah.
Singkat cerita aku dapat kos gak jauh dari tempat aku bekerja waktu itu. Tapi tetep aja kalau jalan gak mungkin, jadilah Bumi yang sekali lagi pinjamin motornya untuk aku pulang pergi.
Sebulan sudah aku di kota metropolitan ini. Segala hiruk pikuknya akupun mulai terbiasa, dan juga terbiasa dengan rutinitas pekerjaan dan tentu saja bertemu dan chat watsapan dengan Bumi setiap hari
"Mas gimana kalau kita taruhan kamu berani gak cium aku? Seperti yang kamu lakuin di mimpi.", tanyaku menantang. Dan lagi-lagi pikirku pasti dia gak bakal berani buat lakuin itu.
"Dimana mbak?", jawabnya sedikit kaget.
"Di rusun dong, ntar babe suuh aja pergi dulu. Ntar kalau kamu gak berani aku minta hadiah nonton sama ke ragunan", jawabku menggebu-gebu, dan pasti aku menang pikirku.
"Oke deh aku tanya babe dulu", jawabnya pasrah.
Jadi dulu Bumi pernah bilang kalau dia pernah mimpiin ciuman sama aku di kantor, dan akupun juga pernah mimpi ciuman sama dia juga. Makanya aku taruhan karena pasti dia gak berani dan kalah, jadi bakal nonton deh
Abisnya Bumi kalau diajak nonton gak pernah mau.
Jangan di contoh ya gan, jadi lupa kalau punya pacar di kampung kalau ini mah
"Yuk beli makan dulu deh", ajaknya menuju warung pecel lele di dekat kantor. Maksudnya buat makan di rusun kan ngisi amunisi dulu sebelum bertempur eh ciuman maksudnya
"Oke deh abis itu ke minimarket buat beli jajan ya", ajakku kemudian.
Malam itupun kita berdua ke rusun yang jadi tempat persinggahanku saat pertama kali di kota ini. Entah kenapa aku jadi merasa tertantang malam itu. Lagi-lagi aku berpikir pasti gak bakal berani nih anak. Hahaha
"Makan udah abis ini, trus mau ngapain mbak?", tanyanya gerogi. Lucu juga ini anak jadi gemes
"Lha katanya mau nyium aku?", godaku.
"Mbak aku gerogi, yuk pulang aja".
"Lho kok pulang? Jadi kalah nih? Jadi besok nonton ya?", kataku senang.
"Eh gak ah belum, aku kan belum ngomong kalah". Wajahnya gak terima.
"Yaudah sini cium kalau berani", tantangku.
" Sini deket sini mbak", suruhnya sambil melambaikan tangan tanda mengajak.
"Gak ah masak cewek nyamperin cowok, gak lah".
"Yaudah deh", dia mendekat gan
Bumi mendekatkan mukanya, dan cupp
Satu kata yang aku pikirkan, sayang. Aku gak mungkin dong sayang sama dia secepat ini. Kita terus melumat bibir masing-masing, entah kenapa semua seperti kenyamanan yang gak pernah aku dapatkan. Perjanjian kita cuman 5 detik atau 10 detik, dan ini kita pastikan lebih dari 1 menit. Maakkk, anakmu selingkuhh
Oke, kita sudahi semuanya, aku menghindar menghentikan kenyamanan yang begitu hangat itu. Tapi lagi-lagi tubuhku didekapnya, dan kenyamanan itu berubah jadi kenikmatan. Ya, kita sama-sama larut dalam kesibukan yang mengasyikkan itu. Entah sudah berapa lama kita saling melumat dan akhirnya kita saling pegang bagian paling sensitif dan ehmm
"Mami aku selingkuh", ucapanku tanpa sadar waktu pergumulan mesra terjadi.
Malam itu kita memuaskan satu sama lain walaupun hanya dengan tangan. Setelah itu Bumi ke kamar mandi buat bersih-bersih
Nada tanda chat masuk pun berbunyi, oh punyaku ternyata. Dan...
"Syg dimana?", chat dari pacarku ternyata, oh tidak apakah dia punya firasat kalau aku sedang...ah sudahlah.
"Aku lembur syg nanti aku kabarin lagi ya", jawabku seadanya.
"iya yaudah syg jgn lupa maem".
Jadi merasa berdosa sama pacar aku nih gan
Besok gak jadi nonton dong aku, hiks
"Aku pulang aja aku takut ntar kebablasan", pintaku ke Bumi.
"Kebablasan gimana? Gak lah", jawabnya sambil mengusap rambutku.
"Gak ah aku mau pulang aja", rengekku.
"Yaudah kamu pake pakaian dulu ntar aku anterin pulang. Besuk nonton jam berapa?", tanyanya lagi.
"Kok nonton? kan aku kalah, aku pikir kamu gak berani eh ternyata salaahhh".
"Besok nonton ya nok, kan kamu pingin nonton". Gak bisa berkata apa-apa gan, dia itu nyenengin sekaligus nenangin.
Cobaan berat apa ini tuhan, Engkau kirimkan orang yang baik, perhatian, sabar kayak Bumi tapi di waktu yang salah.
Kayaknya LDR memang racun yang harus dihilangkan. Cobaannya berat kamu gak akan kuat, biar orang lain saja
Sampai di kosan, setelah mandi aku merebahkan diri di kasur. Aku cek hp ku dan ku balas chat dari pacarku. Aku bilang aku udah sampai rumah dan aku sudah makan. Hemmm betapa bodohnya aku berani selingkuh walaupun aku belum ada status sama Bumi, tapi aku kan sudah...
Aku memikirkan ini semalaman, hingga akhirnya akupun tertidur, dan besok hari minggu. Seminggu sebelum bertambah usiaku.
Bersambung di PART 6
"Hahaha", jawabku dan kupikir dia hanya bercanda. Tapi kali ini mungkin aku salah, atau mungkin benar? Entahlah.
Singkat cerita aku dapat kos gak jauh dari tempat aku bekerja waktu itu. Tapi tetep aja kalau jalan gak mungkin, jadilah Bumi yang sekali lagi pinjamin motornya untuk aku pulang pergi.
Sebulan sudah aku di kota metropolitan ini. Segala hiruk pikuknya akupun mulai terbiasa, dan juga terbiasa dengan rutinitas pekerjaan dan tentu saja bertemu dan chat watsapan dengan Bumi setiap hari
"Mas gimana kalau kita taruhan kamu berani gak cium aku? Seperti yang kamu lakuin di mimpi.", tanyaku menantang. Dan lagi-lagi pikirku pasti dia gak bakal berani buat lakuin itu.
"Dimana mbak?", jawabnya sedikit kaget.
"Di rusun dong, ntar babe suuh aja pergi dulu. Ntar kalau kamu gak berani aku minta hadiah nonton sama ke ragunan", jawabku menggebu-gebu, dan pasti aku menang pikirku.
"Oke deh aku tanya babe dulu", jawabnya pasrah.
Jadi dulu Bumi pernah bilang kalau dia pernah mimpiin ciuman sama aku di kantor, dan akupun juga pernah mimpi ciuman sama dia juga. Makanya aku taruhan karena pasti dia gak berani dan kalah, jadi bakal nonton deh
Abisnya Bumi kalau diajak nonton gak pernah mau.
Jangan di contoh ya gan, jadi lupa kalau punya pacar di kampung kalau ini mah
"Yuk beli makan dulu deh", ajaknya menuju warung pecel lele di dekat kantor. Maksudnya buat makan di rusun kan ngisi amunisi dulu sebelum bertempur eh ciuman maksudnya
"Oke deh abis itu ke minimarket buat beli jajan ya", ajakku kemudian.
Malam itupun kita berdua ke rusun yang jadi tempat persinggahanku saat pertama kali di kota ini. Entah kenapa aku jadi merasa tertantang malam itu. Lagi-lagi aku berpikir pasti gak bakal berani nih anak. Hahaha
"Makan udah abis ini, trus mau ngapain mbak?", tanyanya gerogi. Lucu juga ini anak jadi gemes
"Lha katanya mau nyium aku?", godaku.
"Mbak aku gerogi, yuk pulang aja".
"Lho kok pulang? Jadi kalah nih? Jadi besok nonton ya?", kataku senang.
"Eh gak ah belum, aku kan belum ngomong kalah". Wajahnya gak terima.
"Yaudah sini cium kalau berani", tantangku.
" Sini deket sini mbak", suruhnya sambil melambaikan tangan tanda mengajak.
"Gak ah masak cewek nyamperin cowok, gak lah".
"Yaudah deh", dia mendekat gan
Bumi mendekatkan mukanya, dan cupp
Satu kata yang aku pikirkan, sayang. Aku gak mungkin dong sayang sama dia secepat ini. Kita terus melumat bibir masing-masing, entah kenapa semua seperti kenyamanan yang gak pernah aku dapatkan. Perjanjian kita cuman 5 detik atau 10 detik, dan ini kita pastikan lebih dari 1 menit. Maakkk, anakmu selingkuhh
Oke, kita sudahi semuanya, aku menghindar menghentikan kenyamanan yang begitu hangat itu. Tapi lagi-lagi tubuhku didekapnya, dan kenyamanan itu berubah jadi kenikmatan. Ya, kita sama-sama larut dalam kesibukan yang mengasyikkan itu. Entah sudah berapa lama kita saling melumat dan akhirnya kita saling pegang bagian paling sensitif dan ehmm
"Mami aku selingkuh", ucapanku tanpa sadar waktu pergumulan mesra terjadi.
Malam itu kita memuaskan satu sama lain walaupun hanya dengan tangan. Setelah itu Bumi ke kamar mandi buat bersih-bersih
Nada tanda chat masuk pun berbunyi, oh punyaku ternyata. Dan...
"Syg dimana?", chat dari pacarku ternyata, oh tidak apakah dia punya firasat kalau aku sedang...ah sudahlah.
"Aku lembur syg nanti aku kabarin lagi ya", jawabku seadanya.
"iya yaudah syg jgn lupa maem".
Jadi merasa berdosa sama pacar aku nih gan
Besok gak jadi nonton dong aku, hiks
"Aku pulang aja aku takut ntar kebablasan", pintaku ke Bumi.
"Kebablasan gimana? Gak lah", jawabnya sambil mengusap rambutku.
"Gak ah aku mau pulang aja", rengekku.
"Yaudah kamu pake pakaian dulu ntar aku anterin pulang. Besuk nonton jam berapa?", tanyanya lagi.
"Kok nonton? kan aku kalah, aku pikir kamu gak berani eh ternyata salaahhh".
"Besok nonton ya nok, kan kamu pingin nonton". Gak bisa berkata apa-apa gan, dia itu nyenengin sekaligus nenangin.
Cobaan berat apa ini tuhan, Engkau kirimkan orang yang baik, perhatian, sabar kayak Bumi tapi di waktu yang salah.
Kayaknya LDR memang racun yang harus dihilangkan. Cobaannya berat kamu gak akan kuat, biar orang lain saja
Sampai di kosan, setelah mandi aku merebahkan diri di kasur. Aku cek hp ku dan ku balas chat dari pacarku. Aku bilang aku udah sampai rumah dan aku sudah makan. Hemmm betapa bodohnya aku berani selingkuh walaupun aku belum ada status sama Bumi, tapi aku kan sudah...
Aku memikirkan ini semalaman, hingga akhirnya akupun tertidur, dan besok hari minggu. Seminggu sebelum bertambah usiaku.
Bersambung di PART 6
0