Kaskus

Story

memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
Cerita Masa Kuliah Sebuah Kenangan Yang Terkubur
Quote:


Spoiler for cover:


Quote:


Quote:
Diubah oleh memedruhimat 01-08-2025 14:04
alizazetAvatar border
nomoreliesAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 25 lainnya memberi reputasi
26
48.5K
176
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
#112
Quote:


Di Semester 3 ini, perubahan mulai terasa juga di tongkrongan warung tongkrongan Ma'oi. Karena tahun ini warung Mak mulai diisi oleh mahasiswa angkatan baru.

Quote:


Tahun ini warung Ma'oi jadi pos rondanya mereka-mereka ini. Pokoknya tiap hari, bisa seharian mereka nongkrong di sana. Setiap tiap jam istirahat pasti langsung nongkrong di warung. Apalagi kalau udah jam selesai kuliah, mereka bisa nongkrong sampai larut malam.

Tapi saat ini gue masih belum dekat sama sekali dengan mereka. Gue lebih sering nongkrong bareng si Kun atau si Buyung dan anak-anak geng Bojong.

***


Kita kembali dulu dengan kegiatan gue di kampus,

Seperti yang udah gue bilang sebelumnya, kegiatan gue tahun ini adalah mengisi waktu di UKM Kempo. Dan ternyata mencari anggota buat UKM bela diri itu bukan hal yang mudah. Kala itu masih sangat jarang orang yang minat sama bela diri. Apalagi bagi muda-mudi pada angkatan tersebut, image latihan bela diri adalah sesuatu yang menakutkan. Katanya pada takut badannya lecet dan bonyok.

Padahal kalo mereka sadar betul, kegiatan bela diri ini bakal banyak manfaat ke depannya. Apalagi Ibu kota ini kan rawan sama orang jahat, kita nggak tau di jalanan kita bakal ketemu orang yang kayak gimana. Kalo ada yang jahatin kita, entah siapa itu, minimal kan kita jadi bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan menjaga diri.

Ironisnya yang takut bonyok itu kebanyakan justru cowok-cowok. Kalau yang ditanya itu cewek mungkin masih bisa dianggap wajar---tapi kenapa ini takut justru malah cowok njir?

Waktu kita lagi promosi ke cowok-cowok kampus, kebanyakan langsung pada megangin muka sambil nanya;
"Nanti gak ada yang dipukul-pukul kena muka kan? Atut lecet muka aing..."

Ya, maklum sih... mahasiswa cowok di fakultas Sastra dan Ekonomi memang rata-rata laki-laki glowing.

Tapi kenapa kita nggak promosiin ke fakultas Teknik? Oh, saat itu Teknik dan Sastra adalah musuh bebuyutan. Kita cowok dari fakultas Sastra, nyebrang ke sana itu sama dengan masuk sarang penyamun.

Quote:


Sedangkan responden cewek lebih banyak menjawab takut KECAPEAN. Selain itu ada juga yang bilang, "Nanti takut ‘anu’ nya yang lecet mas... kalo ada gerakan-gerakan yang kayak split-split gitu." kata seorang cewek dengan muka manis yang tersipu malu. emoticon-Embarrassment

"Anu... yang mana itu mba? Nanti saya yang jagain deh anunya."

Spoiler for softex?:


Pernah juga nih... ada cowok datang waktu kami lagi pada latihan, terus dia nanya;

"Lho ini bukan Kempo ya yang pake pedang itu? Yang kayak di film anime hari minggu pagi itu lho! Yang keren banget, jagoannya yang rambutnya merah."

"Aduh mas, kalo itu sih namanya KENDO..." kata gue. Kendo sama Kempo mah beda!

"Nhaa... Iyaaak... gue mo nya belajar Kendo! Biar kayak Kenshin Himura... terus nanti gue bakal nikahin cewek Jepang yang mirip Kaoru..."

Kemudian itu anak langsung bergaya pedang-pedangan sambil menyebutkan jurus-jurus pedang Kenshin.

"Ciaat... ciaat... GOCENG MISTUUU RUGIII!"

Njirrr... rugi paan bang? Kalo rugi ya jangan dijual lah...emoticon-Frown

Spoiler for si rambut merah:


Spoiler for kendo:


Spoiler for pacarnya si pendekar:


Si Kun cuma nganga-nganga doank karena heran.

Tapi di sini gue MALU banget, sumpah! emoticon-Frownemoticon-Frown emoticon-Frown

Soalnya itu anak kampus juga dilihatin sama anak-anak atlit Pelatda yang kebetulan waktu itu lagi latihan bareng kita juga.

Yaah... sekali lagi... maklum lah... ini kan kampus para otaku dan wibu. Penggemar anime yang banyak berkhayal. (Ya, gue dulu juga suka nonton drama Jepang sih. Tapi sekarang gue udah tobat!)

***


Masih lanjut seputar kegiatan Kempo,

Kemarin gue udah dikenalin sama pak Bambrong, berikutnya Kun juga ngenalin gue ke seorang cowok yang bekerja di bagian administrasi, kantornya di gedung Rektorat. Kita panggil saja namanya Rico. Tingkatannya di Kempo sama kaya si Kun, yaitu Kyu 1 yang ditandai dengan sabuk warna coklat.

Waktu kita kenalan, si Rico ini langsung nawarin gue untuk sekalian gabung secara resmi di Kontingen Pelatda DKI.

"Ah saya cuma pengen ikut Kempo, cuma buat ngisi kegiatan UKM kampus aja koq mas." gue jawab.

"Yang gabung sama Kontingen itu bisa dapet kesempatan jadi atlit PON lho Ri." kata Rico.

"Lagian kalo kamu mau ikut pertandingan, kamu juga harus resmi dulu terdaftar di Kontingen. Kamu kan asalnya dari Bekasi, kamu bisa tuh join sama Kontingen Jawa Barat, nanti ikut Pelatda Bekasi. Tapi berhubung kamu anak kampus sini, kamu juga bisa kalo mo pilih join di Kontingen DKI Jakarta. Nah, kamu pilih mana? Kalo Dojo Kampus sih masuknya Pelatda Jakarta Timur." kata si Rico lagi.

Dan tiba-tiba aja si Rico udah nyodorin formulir yang ada kop surat resmi dari dinas olah raga untuk cabang bela diri.

Untuk sementara formulir itu gue simpan aja dulu tapi belum gue isi.

***


Selain jadwal latihan rutin yang diadakan tiap 2 kali dalam seminggu, gue juga menambah porsi latihan ekstra di hari sabtu pagi jam 10.

Semenjak gue rutin dengan kegiatan Kempo, otomatis gue jadi semakin sering bergaul sama Kun. Sebetulnya si Kun ini orangnya baik sih menurut gue. Hanya saja, ada beberapa sifatnya yang nggak disukai sama orang-orang di sekitarnya. Tingkahnya dianggap kurang sopan dalam pergaulan. Dan itu yang menyebabkan dia dimusuhi banyak orang, bahkan termasuk di lingkungan tempat dia kos. Udah berapa kali dia mau diusir sama orang-orang di sana.

Ya itulah sepintas gosip yang gue dengar dari mulut ke mulut.

Awalnya sih gue pikir... mungkin bukannya dia kurang sopan, tapi kan dia anak daerah. Dia berasal dari kampung di Indonesia Tengah yang kultur, budaya dan segala-galanya beda sama kita yang biasa hidup di pulau Jawa. Logat dan gaya biacaranya mungkin emang udah kayak gitu dari sananya.

Namun tidak cuma itu, kata orang-orang dia juga suka minta rokok gratis---tapi masalahnya giliran dia sendiri malah pelit banget nggak pernah mau bagi-bagi sama orang lain. Dia cuma suka nebeng doank, pokoknya apa-apa nebeng. Apalagi kalo numpang makan, itu lebih nggak tau malu. Dan yang paling dibenci sama orang-orang adalah, soal kalo dia udah ngutang duit. Pas lagi mintanya mohon-mohon banget, tapi giliran ditagih malah kabur menghilang.

Mak pun juga pernah cerita, dia kalau dikasi nebeng makan sama numpang tidur langsung aji mumpung. Makan sebanyak-banyaknya dan tidur seenak-enaknya.

Ya iya sih kalo poinnya kayak gini, gue paham banget. Kalau kita hidup cuma modal nebeng doank ya nggak sopan juga sih.

Dan ada satu lagi kebiasaan buruknya yaitu... pemborosan! Dia ini kalau sudah main Game PlayStation di rental borosnya bukan main. Makanya uang bulanannya sering abis sampai ngutang sana sini cuma gara-gara keborosan main PSX.

Namun meski seburuk apapun orang ini, gue tetap ingat kalau dia lah orang yang menyelamatkan gue---pas malam kejadian kasus Puspa---di acara perayaan ultah kampus waktu lalu. Kalau nggak ada dia, mungkin gue udah berbuat tolol dan cacat konyol akibat lompat dari lantai 4, cuma gara-gara cinta.
Diubah oleh memedruhimat 04-08-2025 14:06
yusufchauza
alverno23
itkgid
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.