Di dalam kondisi bangunan kumuh morroc seadanya serta keadaan yang belum sesungguhnya aman, Blacksmith Guild Einbroch mengirimkan tangan-tangan handal mereka. Besi-besi republik termasuk besi-besi alberta diolah oleh para penempa ini. Dipadu dengan mineral oridecon dan elunium, mereka membakar besi panas dan memukulnya di atas anvil untuk menciptakan senjata yang tepat untuk pertempuran. Para ksatria midgard di garis depan membutuhkan mereka, karena durabilitas senjata tidak bisa bertahan lama, tidak akan fit untuk perang yang terus memunculkan gelombang serangan tidak pernah berakhir. Minion incarnation morroc selalu bangkit dalam periode. Mereka tidak bisa mati seutuhnya. Selalu muncul kembali.
Gadis yang terbiasa tersenyum dan menyimpan kemuliaan hati itu, kini tubuhnya banjir oleh peluhnya sendiri. Panasnya ruangan perapian ini serta dituntut tenaganya untuk membuat two-handed-sword dari nol memperlihatkan keletihannya. Eir memakai dua gauntlet blacksmith yang sebelumnya di-enchant Altiregen untuk meningkatkan strength-nya +30. Eirma sekarang mengenakan tank top putih ketat dan celana hot pants biru lusuh terbuat dari bahan jeans. Bukan lagi seorang merchant dengan gaun pinknya, ia telah menjadi rookie serta apprentice blacksmith. Dipersiapkan menjadi bagian whitesmith penempa senjata terbaik.
Eir fokus dengan pekerjaannya, sama seperti yang dilakukan blacksmith yang lain di gedung ini. Tidak menyadari kehadiranku di sini yang khawatir dengannya, karena aku melakukan sesuatu seperti memaksanya, tetapi sesungguhnya aku lega karena dia bisa dan mau mencoba. Dia sudah termasuk lumayan membuat senjata Level 1 dan 2 itu yang Altiregen katakan padaku. Guild tidak memaksanya dalam detail seperti kepada veteran blacksmith. Hasilnya, senjata yang dihasilkannya tetap layak.
Seperti yang pernah kukatakan pada Altiregen, Eir cukup sabar sebagai individu. Hal itu dibuktikan oleh kepiawaiannya untuk membuat satu senjata tempaan, bukan jumlah kuantitas di atas kualitas. Pengalaman akan membuatnya lebih baik dan Altiregen sendiri akan memberikan mentoring langsung padanya; mengarahkan Eir.
“Mereka sudah tiba tetapi sepertinya masih ada yang membebani pikiranmu, Kiev?” tanya Rin padaku yang sedang menuangkan tepung gandum ke dalam tungku perapian yang berisi air santan yang sudah bergolak.
“Kita hanya terbantu untuk waktu yang sebentar,” ujarku sambil mengisi tungku dengan takaran tepung untuk memasak bubur gandum, “membuat penduduk morroc lega karena percaya adanya kepedulian kerajaan, itu membuatku tertolong.”
Rin melamun sejenak, “Kerajaan mungkin terlihat tidak peduli karena tidak melakukan fokus pada masalah di sini. Walau begitu mereka tetap mengirimkan sesuatu. Aku sendiri tidak tahu harus berterima kasih kepada Gabriel Valentine atau Kerajaan atas bantuan yang diterima,“ kegelisahan Rin dapat kulihat. Rin membantuku membaurkan gula pasir putih dan sedikit garam.
“Assassin Guild masih memihak kerajaan atas perlakuan mereka pada morroc?”
“Kami pelindung midgard sejak masa kuno, bukan guillotine cross yang tidak memiliki pihak yang dilindungi, Kiev. Mereka hilang dalam persepsi dan kebenaran mereka sendiri,” tutup Rin.
Aku diam mendengar itu. Menyadari ada sesuatu yang Rin ingin ucapkan tetapi masih dia simpan sendiri. Bergerak tubuhnya, mimiknya bahwa segalanya seperti biasa saja, tetapi aku tahu di sana ada sesuatu. Dia tidak ingin mengatakan itu padaku.
“Kamu tahu aku tidak berkeinginan untuk melakukan hal yang jahat padamu. Tidak juga pada kota ini.”
“Entahlah sepertinya aku merasa digunakan. Seperti Rayan Moore yang menggunakanku demi tujuannya,” jawab Rin tersenyum memandangi tungku.
“Aku menyukaimu Rin, tidak ingin kehilangan itu..”
“Aku menyukaimu juga, Kiev.”
Ada rasa hangat di dadaku mendengar itu. Kita sama-sama menyadari harus ada yang dihancurkan, namun kami sama-sama berusaha mengabaikan itu dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Memasak bubur gandum ini berdua untuk kami makan. Tertawa, bahagia, menikmati bahwa hidup masih membawa rasa itu ke dalam relasi hubungan kami.
Kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kupandangi matanya yang indah itu. Lelahnya kami dalam peluh yang saling bercampur. Tenda gelap ini sunyi dan dingin membangun suasana di antara kami. Bukan karena aku ingin tetapi karena kami merasakannya.
Rin berusaha untuk tidur setelah apa yang kami lakukan berdua. Menyamping tubuhnya dalam pelukanku. Nafas hangatnya menyentuh bidang dadaku. Kucium rambut cokelatnya. Segalanya akan baik-baik saja. Aku akan menjaganya. Kesepian hidupnya selama ini hanya terombang-ambing dalam misi. Tidak ada tempat untuk berpulang, tidak ada seorang pun yang menunggunya. Mungkin dengan ini, Rin akan mendapatkan apa yang selama ini hidup tidak berikan kepadanya. Seorang putera, kamu menginginkannya Rin. Itu kebahagiaan terbesar permintaanmu.
Valdes berusaha mengorganisir kembali assassin di candi assassin guild di wilayah padang pasir sograt. Dia mengirimkannya sebagai representatif dirinya kepadaku. Seseorang yang kukenal dan tidak kukira akan bertemu dengannya di sini. “Menjadi assassin, tidak pernah kukira akan melihatmu dalam pakaian itu, Jean Asker.”
Pemuda dengan rambut putih pendek lurus ini tetap tidak beremosi seperti terakhir kuingat. Dalam kediaman tanpa suara hanya melihatku. Di sampingnya berdiri seorang gadis swordman yang memiliki rambut panjang ungu sepunggung, Egnigem Cenia.
“Kontrak sudah selesai seperti permintaan Tuan Kiev. Assassin akan melihat mengamati jalur alberta-morroc dan memastikan itu aman,” pesan Valdes dia berikan padaku. Pemuda ini memegang dua bilah pisau Jur di kedua tangannya. “Aku juga membawa pesan untuk Nona Rin, untuk membawanya kembali ke Assassin Guild.”
Aku menolaknya. Katakan pada Valdes untuk tidak menyentuh Rin lagi. Rin bukan wanita yang bisa dikorbankan begitu saja untuk kepentingan guild. Untuk Rayan Moore kita masih memiliki kontrak yang belum selesai.
“Aku hanya ingin menyampaikan pesan ini langsung kepada Nona Rin, Tuan Kiev.”
“Tidak, kamu dengar dan paham apa yang kukatakan.”
Egnigem Cenia memegang gagang pedangnya yang tersimpan di pinggang kirinya. Gadis itu sejak tadi hanya diam saja dan kini berusaha mengancamku.
“Lunakkan masalah ini, ini bukan etik seorang assassin yang berseteru dengan kliennya hanya karena perdebatan semata,” assassin cross yang kulihat bicara dengan Rin saat di pasar morroc ada di tengah-tengah kami, “sampaikan kepada Valdes, masalah assassin cross akan diselesaikan di antara assassin cross.”
Jean Asker, dia tidak bicara dan memilih pergi bersama Egnigem Cenia. Assassin Cross ini sepertinya menyelamatkanku dari tindakan pertikaian yang tidak perlu. Berbeda dengan Berkesel yang mengeluarkan aura membunuh membuat orang-orang tidak nyaman dan ingin menjauh, pria ini terlihat seperti orang biasa yang mengenakan seragam assassin cross.
“Kidd Assassin Cross. Aku adalah rekan Rin di Assassin Guild dan aku adalah assassin cross yang melaksanakan misimu mengejar Rayan Moore.”
“Aku melihatmu sebelumnya,” jawabku.
“Kita tidak pernah bertemu langsung untuk saling mengenal. Anda sebagai klien sekarang mengetahui aku sebagai agen kotormu, bukan hal yang biasa. Rayan Moore masih dalam pengejaran, aku akan memberikan sograt report langsung perkembangannya kepadamu.”
“Bisakah kamu juga tidak menemui Rin lagi? Apakah dia tidak cukup menderita?”
“Aku tidak bisa menghakimi klienku. Aku lihat anda peduli padanya. Hubunganmu dengan Guillotine Cross Veins dan apa sebenarnya tujuan anda, mungkin itu yang akan menyakiti Rin lebih. Anda harus lebih baik mengambil keputusan dan ke mana kepentingan akan berujung.”
“Semuanya demi morroc, dan kamu sebagai assassin mungkin telah mengetahui mengapa aku ingin perang Satan Morroc ini cepat berakhir.”
“Karena Lucretia Valentine. Rin tetap assassin cross, Tuan Kiev. Dia bagian dari kami. Dia punya kewajiban dalam sumpahnya untuk melindungi morroc.”
***
“Jadi Lucretia baik-baik saja. Syukurlah.”
Aku menemuinya ibunda Lucretia, akhirnya bisa kutemui ketika barisan kavaleri naga mundur dari garis depan dalam pergantian shift dengan Kavaleri Lancer Lord Knight. “Jika anda menemuinya itu mungkin akan membuat Lucretia lebih nyaman,” mintaku kepada Marianne Valentine yang sedang sibuk dengan pelana naganya.
“Di kondisi perang seperti ini. Hal sentimentil seperti itu tidak perlu,” jawabnya membalikkan badan melihatku, “apa fungsi dari keberadaanmu jika bukan untuk menemani putriku? Rayulah dia, berikan seks yang indah, cukup lakukan apa yang biasa pria lakukan untuk membuat wanita senang. Kamu tahu bagaimana melakukannya dengan baik kan?”
“Walaupun tidak bicara, aku tahu Lucretia ingin agar anda datang menemuinya. Luka yang diterimanya cukup parah, dia menahan sakit itu sendirian.”
“Manjanya putriku, bukan hanya dia yang terluka parah karena perang melawan satan morroc. Banyak anggota royal guard dan rune-knight tewas menjadi abu karena ledakan api muspelheim. Dia harus menahan sakitnya sendiri. Itu pilihan hidup yang dia minta, menjadi ksatria wanita. Ketika kuberikan jalan menjadi seorang wanita aristokrat yang hanya hidup dalam kemewahan dan politik kerajaan, dia menolaknya keras. Sekarang setiap wanita di Keluarga Valentine menerima takdir yang sama. Takdir untuk keringat dan darah dalam perang.”
Aku masih berusaha membujuk Marianne Valentine untuk menemui putri bungsunya. Semuanya sia-sia. Pasukan naga mundur dan berkemah di wilayah luar puing-puing Kota Morroc. Mereka tidak membangun tenda di piramid morroc bersama penduduk yang lain. Sepertinya itu dilakukan agar tetap siap untuk segera kembali ke garis depan jika dibutuhkan.
Mentari mulai tenggelam, cahaya mulai berubah menjadi merah di langit lepas. Dapatkah kita bertahan dalam kondisi seperti ini. Kurasa rasa kecurigaan mulai muncul dan tidak ada yang bisa percaya kepada orang lain. Mungkin penduduk bisa merasa lebih tenang karena mereka bisa makan dan mendapatkan bantuan selimut hangat serta tenda makanan gratis yang dibuat oleh biarawati gereja prontera.
Setan tetap merayap dalam malam. Memantau korban-korban mereka. Kudengar penyerangan wanita masih terjadi. Desas-desus itu tidak diluapkan karena penduduk takut padaku. Mereka tidak ingin pembantaian yang dilakukan setan terjadi lagi yang dipicu olehku. Belum lagi mereka berusaha menjauhiku karena pembunuhan yang kulakukan. Kedatangan rombongan alberta tidak menyelesaikan masalah. Lebih tepatnya mungkin hanya bisa meredam sebagian.
Gabriel Valentine berusaha membangun order keteraturan. Sesuatu timbul antara guard morroc dan pasukan paladin. Pembentukan keamanan sepihak yang diambil alih ini membawa ketegangan dan rasa tidak saling percaya. Seperti terjadi masalah tentang integritas yang jelas memicu kemarahan mereka yang selama ini bertahan untuk membantu kota. Pecah rasa antara aku orang morroc dan kamu orang prontera itu jelas sekali. Lalu mereka yang bertahan hidup harus terombang ambing dalam keputusan pemerintahan darurat yang terjadi. Darah mungkin belum tumpah tetapi retakan itu sudah muncul. Dimulai dari pembiaran guard morroc pada penculikan anak gadis di piramid.
Ada yang menggunakan tidak kondusifnya morroc saat pemerintahan datang untuk keuntungan dirinya sendiri. Orang tua yang memohon-mohon untuk kepulangan putri mereka hanya bisa menangis. Mungkin gadis-gadis itu diculik oleh setan. Mungkin gadis-gadis itu pergi dari penampungan menyedihkan ini. Tidak ada yang bisa memastikan dan tidak ada pula yang bergerak untuk mengurus itu semua.
Lalu di Padang Pasir Sograt sana, yang ada hanyalah kematian. Kumpulan pedang dan tombak yang menancap pada tanah berpasir menjadi nisan kuburan ksatria-ksatria yang tewas. Bangkai mereka dimakan oleh burung condor, lalu orang-orang morroc memburu burung condor untuk mereka makan. Apa yang ada di perut kami adalah sisa-sisa dari pertempuran dan rekan-rekan kami sendiri. Menjijikan, kotor, jika memikirkan itu. Makan tetap harus makan demi untuk tetap bertahan hidup, berharap mimpi buruk berakhir tapi tidak berakhir juga.
Bard dan Minstrel mengalunkan kisah pelik itu dalam alunan gitar. Membagikan duka dan kepedihan itu kepada semua orang yang mendengar musik mereka, tentang harapan datangnya Einherjar yang menjadi mesias dari Ragnarὂk. Apa kami sekarang berada dalam masa Ragnarὂk? Orang-orang yang mendengar terbawa dalam kemuraman itu tetapi dialihkan kegembiraan mereka oleh tarian para dancer rael. Pakaian wanita-wanita itu yang minim dan transparan. Goyangan dada dan pinggul, juga gambaran tubuh wanita yang indah meliuk liuk mengikuti ritme mendistraksi maksud lirik lagu, membangun lagi hidup di hati mereka. Satu dari sekian kelas yang berusaha membagun harapan dari kegembiraan dan hura-hura.
Hanya aku yang tetap berada dalam elegi itu dan maksud bard itu. Mendengar itu, membuatku mengingat lagi Mentor Nicklio. Setelah masanya tidak ada lagi pahlawan. Apa orang-orang morroc melihat ksatria yang mati di garis depan dan menganggap mereka pahlawan? Tidak. Apakah ada yang berusaha menjadi pahlawan? Mereka takut untuk itu karena mereka hanya akan mati tanpa mendapatkan penghargaan apapun. Kebaikan dan solidaritas masih hidup dalam continetal guard. Kurasa hanya ada di continental guard.
Pasukan kerajaan yang dikirimkan untuk morroc terlihat tidak menginginkan hal itu. Mungkin yang ada di pikiran mereka, mereka hanya dikirimkan untuk mati; untuk alasan bahwa kerajaan peduli. Kenapa hanya sebagian kecil mereka? Kenapa tidak semua pasukan diturunkan untuk menaikan kepercayaan diri morale mereka semua. Perasaan hanya dikirimkan untuk mati, bagaimanakah rasanya? Entah apakah rasa seperti itu bisa membuat pasukan bertempur dengan prima.
Rasanya dingin, dan kesedihan itu masuk ke relung dada. Udara dingin morroc dan suasana sunyi puing-puing kota membawaku dalam alunan instrumen christmas in the 13th month, requiem yang cukup terkenal dimainkan di lighthalzen.
Ketika aku melamun berjalan di akhir cahaya mentari tenggelam menuju gelap, langkahku berhenti. Aroma tembakau terbakar menghalangi jalanku. Seseorang menghentikan langkah ini menuju Lucretia. Dia tersenyum melihatku lantas menjatuhkan rokok cigar-nya dan menginjaknya di depanku. Kenapa sekarang, kenapa ia ada di sini ketika keadaan mulai semakin rumit dan menekanku.
“Kukatakan aku akan mengejarmu jika kamu tidak kembali,” nada rayunya menyapaku.
Suara gemerincing rantai yang sama, pakaian cokelat panjang yang sama seperti yang kukenakan. Pistol Freedom Flame itu membidikku. Hanya satu pada tangan kanannya, untuk membuatku mengerti bahwa pistol simbol dari kami ‘Rebellion’, digunakan untuk mengeksekusi pengkhianat.