- Beranda
- Stories from the Heart
Riding to Jannah
...
TS
neopo
Riding to Jannah
Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”
Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.
Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.
Tokoh :
- Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
- Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
- Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
- Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
- Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
- Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
- Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
- Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)
- I N D E X -
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34 by Nuri
Part 35 by Dina
Part 36 by Alyssa
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34 by Nuri
Part 35 by Dina
Part 36 by Alyssa
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Diubah oleh neopo 16-09-2022 12:17
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
43K
308
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
neopo
#78
Part 14 - Jawaban Alyssa
Aku terpatung melihat Alyssa yang sedari tadi diam tak berbicara. Seharusnya aku tak mengatakan itu. Mungkin aku melukai perasaannya. Alyssa merupakan teman baikku. Aku tak ingin jika hubunganku dengan Alyssa rusak hanya karena masalah cinta.
Kamipun pergi dari penginapan diikuti anak-anak yang baru saja tiba.
Aku dan Alyssa pun pergi menuju pesisir pantai. Aku dan Alyssa duduk disebuah tembok pembatas yang tingginya sekitar satu meter itu sambil menghadap kearah laut. Banyak anak-anak bermain dengan pasir, berenang, membuat istana pasir, bahkan menaiki motor trail. Aku masih bingung harus berkata apa lagi pada Alyssa. Aku takut salah bicara, bahkan aku takut salah bertindak seperti tadi.
Alyssa tersenyum padaku. Rambutnya tertiup angin. Oh dia terlihat begitu cantik. Entah kenapa gue jadi mellow gini, begitu juga dengan Alyssa. Apa karena hal tadi? Entahlah, mungkin saja. Aku hanya sedikit lebih gugup dari sebelumnya. Yang jelas sekarang aku sangat menikmati apapun hubunganku dengan Alyssa.
Sekitar jam 5 sore, kami kembali ke penginapan dan juga membawa pesanan untuk makan malam kami. Para gadis mulai memasak, sementara para bapak-bapak semua sibuk main UNO, termasuk aku.
Keesokan paginya, mereka merubah jadwal dan pulang pagi hari agar bisa beristirahat dulu. Aku dan Alyssa membantu persiapan mereka semua. Awalnya Azril dan Riko ragu untuk meninggalkan kami, tetapi aku meyakinkan mereka bahwa kami akan baik-baik saja. Sekitar jam 9 pagi mereka pulang dan aku kembali ke penginapan bersama Alyssa.
Benar, kami hanya memesan satu kamar saja. Biar Alyssa tidur disini, aku tak perlu dipikirkan. Hari itu, entah kenapa perasaanku menjadi tak karuan. Padahal semuanya nampak baik-baik saja. Alyssa tampak ceria seperti biasanya. Bahkan ia terlihat sangat ceria. Aku sedang duduk di sofa sambil mendengarkan lagu dari handphone. Alyssa datang menghampiriku dan ikut duduk disampingku. Aku bangkit dan membuka jendela kamar dan kembali duduk disana.
Alyssa tersenyum kembali. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah laptop. Dia membawa laptop? Lalu ia mengeluarkan kembali kamera DSLR miliknya dan memindahkan semua foto kami ke laptopnya. Aku melihat ia memasukkannya ke folder pribadinya.
Alyssa menyetel beberapa lagu dari laptopnya sehingga terdengar di seluruh kamar. Sambil mendengarkan lagu, aku dan Alyssa membuat makan siang sederhana. Nasi dengan telur yang tadi pagi sempat kami beli.
Saat itu, kami berdebat soal masakan. Tetapi karena aku tahu bahwa Alyssa lebih berpengalaman, aku ikuti saja kemauannya. Dan aku membiarkan ia masak sendiri, hahaha. Rasanya kami seperti sudah menikah, tinggal satu rumah.
Kamipun makan bersama. Aku benar-benar bahagia bisa berada disisinya. Mungkinkan ini yang dinamakan cinta? Tetapi yang jelas, aku benar-benar merasakan sesuatu yang indah. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dadaku. Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku melihat layar Hpku dan aku mendapati nama Nuri disitu.
Sore hari, aku dan Alyssa jalan-jalan di sekitaran pantai. Saat itu udara terasa begitu panas sampai akupun yang biasa memakai jaket jika keluar kini tak aku pakai. Angin berhembus cukup kencang. Aku berencana mencari oleh-oleh untuk Nuri dan kak Afifah. Alyssapun bersedia untuk menemaniku. Aku membeli sebuah kalung berbentuk hati yang bisa dibagi menjadi dua bagian dan menjadi dua buah kalung. Aku membelinya tanpa sepengetahuan Alyssa, ketika ia juga sedang mencari suvenir. Dan aku juga membeli sebuah kotak musik berbentuk piano, dan dibawahnya terdapat kotak kecil seperti laci yang bisa dibuka.
Alyssa membeli manik-manik dan sebuah syal berwarna pink.
Setelah membeli makan, aku dan Alyssa kembali ke penginapan. Aktivitas di sekitar penginapan masih cukup ramai oleh para pengunjung yang juga menginap disini. Aku dan Alyssa duduk di teras depan kamar kami sambil melihat keluarga yang sedang bercanda ria disitu. Malam harinya, aku sedang keluar untuk membeli camilan. Besok kami akan pulang ke Bandung sekitar jam 9 pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku mengabari Alyssa bahwa sebentar lagi aku akan pulang. Angin berhembus cukup kencang malam ini. Sialnya aku tak membawa jaket. Setibanya aku dipenginapan, aku langsung berbaring di sofa menggunakan jaketku. Entah kenapa yang tadinya terasa panas, sekarang tubuhku dingin.
Tidak hanya tubuhku yang dingin, tetapi mataku terasa sedikit perih. Alyssa datang menghampiriku dan ia duduk disebelahku.
Aku menahan tangannya, dan aku menyuruhnya untuk tidak pergi darisini.
Alyssa menghampiriku dan mengangguk setuju. Alyssa menaruh kompres dikeningku dan membuatkanku teh manis hangat. Alyssa menyuruhku untuk pindah di kasur agar badanku tak sakit. Tak butuh waktu lama aku tertidur. Sekitar jam 11 malam aku terbangun, dan aku lihat Alyssa tidur disampingku sambil menghadap kearahku. Ya Tuhan, ia cantik sekali. Aku mengambil segelas air. Dan saat itu suaraku tak sengaja membangunkan Alyssa.
Malam itu kami habiskan dengan mengobrol. Yang menjadi topik pembicaraan kami banyaknya seputaran kampus. Waktu terus berlalu dan malampun makin larut. Aku bisa melihat mata Alyssa yang sudah lelah. Aku dan Alyssa memutuskan untuk tidur agar besok cukup tenaga untuk pulang ke Bandung. Keesokan paginya, aku merasa sedikit membaik. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Aku sedang membereskan barang-barangku. Setelah semua barangkuselesai dikemas, aku memutuskan untuk membersihkan diri. Sementara Alyssa sedang pergi keluar. Selesai aku membersihkan diri, aku lihat Alyssa sudah duduk di sofa sambil tengah membereskan barang-barangnya.
Oh senyumnya selalu berhasil membuat hatiku luluh.
Singkat cerita, setelah keluar dari penginapan, sebelum pulang aku memutuskan untuk ke pantai dan mengambil beberapa foto terakhir. Setelah berfoto ria, kami duduk sejenak diatas motor yang terparkir di sisi pasir pantai. Tidak, hanya Alyssa yang duduk, sementara aku berdiri sambil sedikit bersandar di motorku.
Angin bertiup membuat beberapa helai rambut Alyssa mengenaiku. Wangi dan nyaman. Itulah yang aku rasakan saat itu.
Alyssa terus menatapku tanpa berkata apa-apa. Namun kulihat senyum mulai tersungging di wajahnya. Ia memelukku
Aku tak menyangka pada akhirnya aku mengutarakan isi hatiku. Mengutarakan isi hati pada gadis asing pertama yang aku cintai itu. Pantai ini menjadi saksi bagaimana perasaan kami saling bertemu. Ketika memiliki perasaan cinta terhadap seseorang, kamu akan menganggap bahwa dia sangat berharga dalam hidupmu. Pasanganmu ialah seseorang yang sangat berarti yang kamu punya. Apapun yang berkaitan tentang dirinya menjadi penting bagi dirimu.
Dalam segala situasi, kamu akan selalu menganggap enteng jika kamu berada di dekatnya. Entah dalam keadaan senang, susah, sakit, sehat atau apapun. Bahkan, ketika dalam situasi yang sulit, dengan rasa cinta diantara berdua, segalanya bisa dilalui dengan mudah. Itu semua karena perasaan cinta yang ada dalam hatimu. Seberat apapun cobaan, semuanya rasanya bisa diatasi.
Sebenarnya, cinta tidak membutuhkan alasan. Ketika seseorang ditanya mengapa mencintai, pasti dia tidak bisa menjawabnya karena banyaknya faktor yang membuat seseorang jatuh cinta. Kamu hanya perlu yakin bahwa dia mencintaimu apa adanya, bukan hal-hal lain di luar dirimu. Meskipun begitu jadilah orang yang patut dicintai oleh kekasihmu dengan berbuat yang terbaik untuknya. Perasaan cinta tidak bisa dilebih-lebihkan dan tidak bisa pula dikurang-kurangi, karena ini berjalan dengan sendirinya. Ketika seseorang memiliki rasa cinta tentu dia akan melakukan sesuatu yang biasanya pengorbanannya akan sesuai dengan kadar cintanya.
Contoh seorang isteri yang mencintai suaminya, tentu akan memberikan yang terbaik bagi suaminya. Jika suaminya senang makan sop misalnya, maka isterinya akan berusaha untuk memasakkan sop dengan resep yang menurutnya paling enak. Begitu juga sebaliknya seorang suami pada isterinya. Jadi cinta seseorang akan terlihat pada perbuatan yang dilakukan pada pasangan yang dicintainya, dan akan selalu membuat pasangannya bahagia.
Jam 9, kami memutuskan untuk pulang ke Bandung agar punya waktu yang cukup untuk istirahat. Selama perjalanan Alyssa berpegangan begitu erat
Aku melaju dengan kecepatan rata-rata 40km/h namun tetap berhati-hati. Benar saja, ketika aku sampai di daerah Cicalengka, hujan mulai turun dan membasahi kami berdua. Aku langsung menepikan motorku di sebuah minimarket dan mengeluarkan jas hujan yang ada di tankbagku. Aku memberikan jas hujanku pada Alyssa.
Setelah siap, kami kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar hampir dua jam, kami tiba dirumah. Aku membawa Alyssa kerumahku dulu untuk mengeringkan badan karena posisi rumahku lebih dekat. Saat dirumah hujan sudah berhenti sejak tadi. Namun aku langit tetap saja gelap. Matahari seperti enggan menunjukkan dirinya. Nuri membuatkan coklat panas untukku dan Alyssa.
Alyssa: Ardi
Aku: Iy...iya Lis
Alyssa: Jalan-jalan yuk
Aku: Kemana?
Alyssa: Ke pesisir aja.
Aku: Emm... yuk
Aku: Iy...iya Lis
Alyssa: Jalan-jalan yuk
Aku: Kemana?
Alyssa: Ke pesisir aja.
Aku: Emm... yuk
Kamipun pergi dari penginapan diikuti anak-anak yang baru saja tiba.
Azril: Kalian mau kemana?
Aku: Jalan
Dina: Nah kan bener, kita dateng mereka pergi, pasti mau berduaan hahaha
Alyssa: Biarin, lagian kalian aja yang perginya kecepetan hehe
Riko: Yaudah hati-hati, oh iya, sekalian bawa makanan aja
Aku: Yaudah nanti SMS gue aja beli apanya, pake duit gue dulu
Dina: Siap
Aku: Jalan
Dina: Nah kan bener, kita dateng mereka pergi, pasti mau berduaan hahaha
Alyssa: Biarin, lagian kalian aja yang perginya kecepetan hehe
Riko: Yaudah hati-hati, oh iya, sekalian bawa makanan aja
Aku: Yaudah nanti SMS gue aja beli apanya, pake duit gue dulu
Dina: Siap
Aku dan Alyssa pun pergi menuju pesisir pantai. Aku dan Alyssa duduk disebuah tembok pembatas yang tingginya sekitar satu meter itu sambil menghadap kearah laut. Banyak anak-anak bermain dengan pasir, berenang, membuat istana pasir, bahkan menaiki motor trail. Aku masih bingung harus berkata apa lagi pada Alyssa. Aku takut salah bicara, bahkan aku takut salah bertindak seperti tadi.
Alyssa: Ardi
Aku: Iya Lis?
Alyssa: Jangan bilang siapapun tentang hal tadi ya
Aku: Iya Lis
Alyssa: Kita pulangnya besok ya?
Aku: Iya Lis
Alyssa: Lo lusa ada kuliah?
Aku: Ga ada Lis, ga ada jadwal. Kenapa?
Alyssa: Kita pulang lusa ya
Aku: Emang lo ga kuliah?
Alyssa: Gue juga ga ada kuliah
Aku: Kalau orang rumah nanyain gimana?
Alyssa: Ya bilang apa adanya aja
Aku: Yakin?
Alyssa: Iya, lo mau kan? Liburan sehari lagi. Hanya lo dan gue
Aku: Baiklah Lis
Aku: Iya Lis?
Alyssa: Jangan bilang siapapun tentang hal tadi ya
Aku: Iya Lis
Alyssa: Kita pulangnya besok ya?
Aku: Iya Lis
Alyssa: Lo lusa ada kuliah?
Aku: Ga ada Lis, ga ada jadwal. Kenapa?
Alyssa: Kita pulang lusa ya
Aku: Emang lo ga kuliah?
Alyssa: Gue juga ga ada kuliah
Aku: Kalau orang rumah nanyain gimana?
Alyssa: Ya bilang apa adanya aja
Aku: Yakin?
Alyssa: Iya, lo mau kan? Liburan sehari lagi. Hanya lo dan gue
Aku: Baiklah Lis
Alyssa tersenyum padaku. Rambutnya tertiup angin. Oh dia terlihat begitu cantik. Entah kenapa gue jadi mellow gini, begitu juga dengan Alyssa. Apa karena hal tadi? Entahlah, mungkin saja. Aku hanya sedikit lebih gugup dari sebelumnya. Yang jelas sekarang aku sangat menikmati apapun hubunganku dengan Alyssa.
Aku: Alyssa
Alyssa: Iya Di?
Aku: Jadi kita ngebiarin yang lain pulang duluan?
Alyssa: Iya
Aku: Berati pesen kamar lagi dong? Duit gue juga pas-pasan
Alyssa: Gapapa Di, kita pesen satu kamar aja. Gue percaya lo ga akan aneh-aneh
Aku: Tetep aja ga enak, tapi gue bisa tidur di mushola
Alyssa: Jangan, kasian lo nya
Alyssa: Iya Di?
Aku: Jadi kita ngebiarin yang lain pulang duluan?
Alyssa: Iya
Aku: Berati pesen kamar lagi dong? Duit gue juga pas-pasan
Alyssa: Gapapa Di, kita pesen satu kamar aja. Gue percaya lo ga akan aneh-aneh
Aku: Tetep aja ga enak, tapi gue bisa tidur di mushola
Alyssa: Jangan, kasian lo nya
Sekitar jam 5 sore, kami kembali ke penginapan dan juga membawa pesanan untuk makan malam kami. Para gadis mulai memasak, sementara para bapak-bapak semua sibuk main UNO, termasuk aku.
Aku: Eh besok kayanya gue ga akan pulang dulu
Riko: Lah kenapa?
Aku: Ada tempat yang pengen gue datengin
Riko: Lah, terus Alyssa gimana?
Aku: Alyssa sama gue, lagian gue sama dia ga ada kuliah besoknya, jadi dia tetep bareng sama gue
Azril: Emang lo mau kemana?
Aku: Ke rumah om gue. Gue disuruh bantu disana *alibi
Riko: Oh, tapi kita ga bisa nemenin, gapapa kita tinggal? Soalnya kita-kita ada kuliah sama kerja
Aku: Gapapa sih, Cuma gue yang ga enak. Pergi bareng pulang pisah
Azril: Ah nyantai aja, lagian kasian juga Alyssa. Atau lo mau tukeran motor sama gue? Nanti Alyssa bareng gue
Aku: Ga usah Zril, lagian gue udah ngobrol juga sama dia
Riko: Oh gitu, yaudah, lo hati-hati aja
Riko: Lah kenapa?
Aku: Ada tempat yang pengen gue datengin
Riko: Lah, terus Alyssa gimana?
Aku: Alyssa sama gue, lagian gue sama dia ga ada kuliah besoknya, jadi dia tetep bareng sama gue
Azril: Emang lo mau kemana?
Aku: Ke rumah om gue. Gue disuruh bantu disana *alibi
Riko: Oh, tapi kita ga bisa nemenin, gapapa kita tinggal? Soalnya kita-kita ada kuliah sama kerja
Aku: Gapapa sih, Cuma gue yang ga enak. Pergi bareng pulang pisah
Azril: Ah nyantai aja, lagian kasian juga Alyssa. Atau lo mau tukeran motor sama gue? Nanti Alyssa bareng gue
Aku: Ga usah Zril, lagian gue udah ngobrol juga sama dia
Riko: Oh gitu, yaudah, lo hati-hati aja
Keesokan paginya, mereka merubah jadwal dan pulang pagi hari agar bisa beristirahat dulu. Aku dan Alyssa membantu persiapan mereka semua. Awalnya Azril dan Riko ragu untuk meninggalkan kami, tetapi aku meyakinkan mereka bahwa kami akan baik-baik saja. Sekitar jam 9 pagi mereka pulang dan aku kembali ke penginapan bersama Alyssa.
Alyssa: Makasih ya. Di
Aku: Untuk apa?
Alyssa: Karena mau memenuhi permintaan gue
Aku: Iya Lis.
Alyssa: Kita makan yuk
Aku: Ayo
Aku: Untuk apa?
Alyssa: Karena mau memenuhi permintaan gue
Aku: Iya Lis.
Alyssa: Kita makan yuk
Aku: Ayo
Benar, kami hanya memesan satu kamar saja. Biar Alyssa tidur disini, aku tak perlu dipikirkan. Hari itu, entah kenapa perasaanku menjadi tak karuan. Padahal semuanya nampak baik-baik saja. Alyssa tampak ceria seperti biasanya. Bahkan ia terlihat sangat ceria. Aku sedang duduk di sofa sambil mendengarkan lagu dari handphone. Alyssa datang menghampiriku dan ikut duduk disampingku. Aku bangkit dan membuka jendela kamar dan kembali duduk disana.
Alyssa: Lo kenapa Di?
Aku: Gapapa Lis
Aku: Gapapa Lis
Alyssa tersenyum kembali. Kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah laptop. Dia membawa laptop? Lalu ia mengeluarkan kembali kamera DSLR miliknya dan memindahkan semua foto kami ke laptopnya. Aku melihat ia memasukkannya ke folder pribadinya.
Alyssa: Abis ini kita foto-foto yuk
Aku: Dimana? Emang itu kurang?
Alyssa: Disini aja hehe. Lo keberatan ya?
Aku: Engga Lis.
Alyssa: Yaudah, aku sambil charge batre nya.
Aku: Dimana? Emang itu kurang?
Alyssa: Disini aja hehe. Lo keberatan ya?
Aku: Engga Lis.
Alyssa: Yaudah, aku sambil charge batre nya.
Alyssa menyetel beberapa lagu dari laptopnya sehingga terdengar di seluruh kamar. Sambil mendengarkan lagu, aku dan Alyssa membuat makan siang sederhana. Nasi dengan telur yang tadi pagi sempat kami beli.
Alyssa: Ardi, itu kurang mateng
Aku: Udah Lis segini mah
Alyssa: Belum, liat itu kuningnya masih belum padat
Aku: Gosong nanti
Alyssa: Engga lah. Apinya di kecilin aja, Di
Aku: Udah Lis segini mah
Alyssa: Belum, liat itu kuningnya masih belum padat
Aku: Gosong nanti
Alyssa: Engga lah. Apinya di kecilin aja, Di
Saat itu, kami berdebat soal masakan. Tetapi karena aku tahu bahwa Alyssa lebih berpengalaman, aku ikuti saja kemauannya. Dan aku membiarkan ia masak sendiri, hahaha. Rasanya kami seperti sudah menikah, tinggal satu rumah.
Alyssa: Makanan sudah siap
Aku: Hmm kayanya enak
Alyssa: Pasti enak dong
Aku: Keasinan kayanya
Alyssa: Ih nyebeliiin. Yaudah ga boleh makan
Aku: Atuh . .
Alyssa: Bercanda hehe. Kita makan bareng
Aku: Hmm kayanya enak
Alyssa: Pasti enak dong
Aku: Keasinan kayanya
Alyssa: Ih nyebeliiin. Yaudah ga boleh makan
Aku: Atuh . .
Alyssa: Bercanda hehe. Kita makan bareng
Kamipun makan bersama. Aku benar-benar bahagia bisa berada disisinya. Mungkinkan ini yang dinamakan cinta? Tetapi yang jelas, aku benar-benar merasakan sesuatu yang indah. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dadaku. Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku melihat layar Hpku dan aku mendapati nama Nuri disitu.
Aku: Assalamualaikum
Nuri: Waalaikumussalam, kakak
Aku: Iya kenapa dek?
Nuri: Kapan kakak pulang?
Aku: Kakak kayanya besok pulangnya dek
Nuri: Loh, ga jadi hari ini?
Aku: Engga dek, kenapa?
Nuri: Gapapa kak. Jangan lupa oleh-olehnya hehe
Aku: Iya iya hehe, nanti kakak kasih keringet kakak
Nuri: Tuh kan, jahat kaka mah
Aku: Iya iya, insyaAllah
Nuri: Yaudah kakak hati-hati disana.
Aku: Iya adekku yang cantik
Nuri: Waalaikumussalam, kakak
Aku: Iya kenapa dek?
Nuri: Kapan kakak pulang?
Aku: Kakak kayanya besok pulangnya dek
Nuri: Loh, ga jadi hari ini?
Aku: Engga dek, kenapa?
Nuri: Gapapa kak. Jangan lupa oleh-olehnya hehe
Aku: Iya iya hehe, nanti kakak kasih keringet kakak
Nuri: Tuh kan, jahat kaka mah
Aku: Iya iya, insyaAllah
Nuri: Yaudah kakak hati-hati disana.
Aku: Iya adekku yang cantik
Sore hari, aku dan Alyssa jalan-jalan di sekitaran pantai. Saat itu udara terasa begitu panas sampai akupun yang biasa memakai jaket jika keluar kini tak aku pakai. Angin berhembus cukup kencang. Aku berencana mencari oleh-oleh untuk Nuri dan kak Afifah. Alyssapun bersedia untuk menemaniku. Aku membeli sebuah kalung berbentuk hati yang bisa dibagi menjadi dua bagian dan menjadi dua buah kalung. Aku membelinya tanpa sepengetahuan Alyssa, ketika ia juga sedang mencari suvenir. Dan aku juga membeli sebuah kotak musik berbentuk piano, dan dibawahnya terdapat kotak kecil seperti laci yang bisa dibuka.
Alyssa: Ardi, udah? *panggilnya
Aku: Udah. Lo udah?
Alyssa: Udah. Aku beli ini *sambil menunjukkannya
Aku: Udah. Lo udah?
Alyssa: Udah. Aku beli ini *sambil menunjukkannya
Alyssa membeli manik-manik dan sebuah syal berwarna pink.
Alyssa: Lo beli apa?
Aku: Ada deh
Alyssa: Iiissh gitu
Aku: Nanti aja di penginapan hehe
Alyssa: Huuuu curang
Aku: Kita cari makan dulu yu, sebelum pulang
Alyssa: Ayok
Aku: Ada deh
Alyssa: Iiissh gitu
Aku: Nanti aja di penginapan hehe
Alyssa: Huuuu curang
Aku: Kita cari makan dulu yu, sebelum pulang
Alyssa: Ayok
Setelah membeli makan, aku dan Alyssa kembali ke penginapan. Aktivitas di sekitar penginapan masih cukup ramai oleh para pengunjung yang juga menginap disini. Aku dan Alyssa duduk di teras depan kamar kami sambil melihat keluarga yang sedang bercanda ria disitu. Malam harinya, aku sedang keluar untuk membeli camilan. Besok kami akan pulang ke Bandung sekitar jam 9 pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku mengabari Alyssa bahwa sebentar lagi aku akan pulang. Angin berhembus cukup kencang malam ini. Sialnya aku tak membawa jaket. Setibanya aku dipenginapan, aku langsung berbaring di sofa menggunakan jaketku. Entah kenapa yang tadinya terasa panas, sekarang tubuhku dingin.
Alyssa: Ardi, lo kenapa? Dingin?
Aku: Iya, tadi panas, sekarang dingin
Alyssa: Iya sih, anginnya cukup kenceng
Aku: Iya, tadi panas, sekarang dingin
Alyssa: Iya sih, anginnya cukup kenceng
Tidak hanya tubuhku yang dingin, tetapi mataku terasa sedikit perih. Alyssa datang menghampiriku dan ia duduk disebelahku.
Alyssa: Ya ampun Di, badan lo kok anget gini?
Aku: Gapapa Lis, cuma sedikit pusing aja
Alyssa: Emang tadi lo darimana?
Aku: Beli cemilan Lis
Alyssa: Yaudah gue ke warung dulu cari obat ya
Aku: Gapapa Lis, cuma sedikit pusing aja
Alyssa: Emang tadi lo darimana?
Aku: Beli cemilan Lis
Alyssa: Yaudah gue ke warung dulu cari obat ya
Aku menahan tangannya, dan aku menyuruhnya untuk tidak pergi darisini.
Alyssa: Kenapa Di?
Aku: Jangan kemana-mana
Alyssa: Tapi nanti tambah parah kalau ga diobatin. Besok juga kita harus pulang
Aku: Gue gapapa. Gue ga biasa minum obat.
Alyssa: Tapi
Aku: Lo disini aja ya
Aku: Jangan kemana-mana
Alyssa: Tapi nanti tambah parah kalau ga diobatin. Besok juga kita harus pulang
Aku: Gue gapapa. Gue ga biasa minum obat.
Alyssa: Tapi
Aku: Lo disini aja ya
Alyssa menghampiriku dan mengangguk setuju. Alyssa menaruh kompres dikeningku dan membuatkanku teh manis hangat. Alyssa menyuruhku untuk pindah di kasur agar badanku tak sakit. Tak butuh waktu lama aku tertidur. Sekitar jam 11 malam aku terbangun, dan aku lihat Alyssa tidur disampingku sambil menghadap kearahku. Ya Tuhan, ia cantik sekali. Aku mengambil segelas air. Dan saat itu suaraku tak sengaja membangunkan Alyssa.
Alyssa: Ardi
Aku: Eh elo bangun
Alyssa: Gimana keadaan lo, gue ketiduran
Aku: Gue gapapa Lis.
Alyssa: Di, sini *sambil menepuk kasur dan menyuruhku menghampirinya
Aku: Kenapa Lis *ucapku sambil duduk disebelahnya
Alyssa: Udah ga terlalu panas *sambil memegang keningku
Aku: Berkat lo, makasih ya. Maaf gue jadi ngerepotin
Alyssa: Iyah lo repotin banget *sambil mengacak-acak rambutku
Aku: Iissh tangannya nakal
Alyssa: Di, kita belum nikah tapi udah sekamar gini
Aku: Ya lo yang gamau pesen kamar lagi.
Alyssa: Gue ga tega kalau lo tidur diluar
Aku: Emang lo ga takut gue apa-apain?
Alyssa: Engga, Di, gue percaya lo orang baik
Aku: Aneh aja Lis, Gue ga mau dianggap keenakan
Alyssa: Yaudah, lagipula terbukti kan lo ga apa-apain gue?
Aku: Belum Lis hahaha
Alyssa: Iiisshh jahaaaat
Aku: Eh elo bangun
Alyssa: Gimana keadaan lo, gue ketiduran
Aku: Gue gapapa Lis.
Alyssa: Di, sini *sambil menepuk kasur dan menyuruhku menghampirinya
Aku: Kenapa Lis *ucapku sambil duduk disebelahnya
Alyssa: Udah ga terlalu panas *sambil memegang keningku
Aku: Berkat lo, makasih ya. Maaf gue jadi ngerepotin
Alyssa: Iyah lo repotin banget *sambil mengacak-acak rambutku
Aku: Iissh tangannya nakal
Alyssa: Di, kita belum nikah tapi udah sekamar gini
Aku: Ya lo yang gamau pesen kamar lagi.
Alyssa: Gue ga tega kalau lo tidur diluar
Aku: Emang lo ga takut gue apa-apain?
Alyssa: Engga, Di, gue percaya lo orang baik
Aku: Aneh aja Lis, Gue ga mau dianggap keenakan
Alyssa: Yaudah, lagipula terbukti kan lo ga apa-apain gue?
Aku: Belum Lis hahaha
Alyssa: Iiisshh jahaaaat
Malam itu kami habiskan dengan mengobrol. Yang menjadi topik pembicaraan kami banyaknya seputaran kampus. Waktu terus berlalu dan malampun makin larut. Aku bisa melihat mata Alyssa yang sudah lelah. Aku dan Alyssa memutuskan untuk tidur agar besok cukup tenaga untuk pulang ke Bandung. Keesokan paginya, aku merasa sedikit membaik. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Aku sedang membereskan barang-barangku. Setelah semua barangkuselesai dikemas, aku memutuskan untuk membersihkan diri. Sementara Alyssa sedang pergi keluar. Selesai aku membersihkan diri, aku lihat Alyssa sudah duduk di sofa sambil tengah membereskan barang-barangnya.
Aku: Alyssa
Alyssa: Iya? *sambil berbalik
Alyssa: Iya? *sambil berbalik
Oh senyumnya selalu berhasil membuat hatiku luluh.
Aku: Udah siap?
Alyssa: Iya, Di. Jam 9 kan?
Aku: Iya Lis
Alyssa: Iya, Di. Jam 9 kan?
Aku: Iya Lis
Singkat cerita, setelah keluar dari penginapan, sebelum pulang aku memutuskan untuk ke pantai dan mengambil beberapa foto terakhir. Setelah berfoto ria, kami duduk sejenak diatas motor yang terparkir di sisi pasir pantai. Tidak, hanya Alyssa yang duduk, sementara aku berdiri sambil sedikit bersandar di motorku.
Alyssa: Rasanya ingin lebih lama lagi disini
Aku: Damai ya liat ombak itu
Alyssa: Benar *sambil bersandar di pundakku
Aku: Damai ya liat ombak itu
Alyssa: Benar *sambil bersandar di pundakku
Angin bertiup membuat beberapa helai rambut Alyssa mengenaiku. Wangi dan nyaman. Itulah yang aku rasakan saat itu.
Aku: Lis
Alyssa: Iya, Di?
Aku: Gue mau bilang sesuatu
Alyssa: Kenapa, Di? Tanyanya sambil melihat kearahku
Aku: Gue suka sama lo, Lis
Alyssa: Hah? *ia menatapku keheranan
Aku: Gue suka sama lo, Alyssa
Alyssa: Ardi
Aku: ...
Alyssa: Hanya suka?
Aku: Engga Lis, gue ... sayang sama lo
Alyssa: Iya, Di?
Aku: Gue mau bilang sesuatu
Alyssa: Kenapa, Di? Tanyanya sambil melihat kearahku
Aku: Gue suka sama lo, Lis
Alyssa: Hah? *ia menatapku keheranan
Aku: Gue suka sama lo, Alyssa
Alyssa: Ardi
Aku: ...
Alyssa: Hanya suka?
Aku: Engga Lis, gue ... sayang sama lo
Alyssa terus menatapku tanpa berkata apa-apa. Namun kulihat senyum mulai tersungging di wajahnya. Ia memelukku
Alyssa: Makasih banyak, Di
Aku: ...
Alyssa: Gue juga sayang sama lo Di
Aku: Sudah lama, Lis
Alyssa: Kenapa lo bisa sayang sama gue?
Aku: Gue gatau Lis
Alyssa: Makasih untuk semua, Di.
Aku: Gue merasa lega udah bilang
Alyssa: Lo tau? Gue sudah menunggu kata itu sejak lama
Aku: Gue hanya gamau lo ngejauh dari gue Lis. Gue takut hubungan kita renggang karena masalah cinta
Alyssa: Di, gue ga akan pernah menjauh dari orang yang gue sayang. Sebisa mungkin, gue ingin bertahan sama dia. Selama kepercayaan gue sama dia bisa dia jaga.
Aku: Maksud lo Lis?
Alyssa: Lo tau saat gue sama Dimas, gue begitu sayang sama dia. Dia ngizinin gue buat pulang bareng lo dulu, karena dia percaya gue ga akan ke lain hati. Apalagi lo temennya. Dan gue percaya Dimas ga akan ngecewain gue. Tapi nyatanya kepercayaan gue sama dia udah dia hancurkan begitu saja.
Aku: Iya gue ngerti Lis. Tapi...
Alyssa: Kenapa Di?
Aku: Gue hingung apa yang harus gue lakukan sekarang
Alyssa: Lo ga perlu bingung Di. Gue bersedia untuk menjalani ini semua sama lo
Aku: Lo mau jadi pacar gue?
Alyssa: Gue mau, Di *sambil kembali memelukku
Aku: Makasih banyak Lis.
Alyssa: Gue yang harusnya berterima kasih, lo selalu bisa menjaga gue.
Aku: ...
Alyssa: Gue juga sayang sama lo Di
Aku: Sudah lama, Lis
Alyssa: Kenapa lo bisa sayang sama gue?
Aku: Gue gatau Lis
Alyssa: Makasih untuk semua, Di.
Aku: Gue merasa lega udah bilang
Alyssa: Lo tau? Gue sudah menunggu kata itu sejak lama
Aku: Gue hanya gamau lo ngejauh dari gue Lis. Gue takut hubungan kita renggang karena masalah cinta
Alyssa: Di, gue ga akan pernah menjauh dari orang yang gue sayang. Sebisa mungkin, gue ingin bertahan sama dia. Selama kepercayaan gue sama dia bisa dia jaga.
Aku: Maksud lo Lis?
Alyssa: Lo tau saat gue sama Dimas, gue begitu sayang sama dia. Dia ngizinin gue buat pulang bareng lo dulu, karena dia percaya gue ga akan ke lain hati. Apalagi lo temennya. Dan gue percaya Dimas ga akan ngecewain gue. Tapi nyatanya kepercayaan gue sama dia udah dia hancurkan begitu saja.
Aku: Iya gue ngerti Lis. Tapi...
Alyssa: Kenapa Di?
Aku: Gue hingung apa yang harus gue lakukan sekarang
Alyssa: Lo ga perlu bingung Di. Gue bersedia untuk menjalani ini semua sama lo
Aku: Lo mau jadi pacar gue?
Alyssa: Gue mau, Di *sambil kembali memelukku
Aku: Makasih banyak Lis.
Alyssa: Gue yang harusnya berterima kasih, lo selalu bisa menjaga gue.
Aku tak menyangka pada akhirnya aku mengutarakan isi hatiku. Mengutarakan isi hati pada gadis asing pertama yang aku cintai itu. Pantai ini menjadi saksi bagaimana perasaan kami saling bertemu. Ketika memiliki perasaan cinta terhadap seseorang, kamu akan menganggap bahwa dia sangat berharga dalam hidupmu. Pasanganmu ialah seseorang yang sangat berarti yang kamu punya. Apapun yang berkaitan tentang dirinya menjadi penting bagi dirimu.
Dalam segala situasi, kamu akan selalu menganggap enteng jika kamu berada di dekatnya. Entah dalam keadaan senang, susah, sakit, sehat atau apapun. Bahkan, ketika dalam situasi yang sulit, dengan rasa cinta diantara berdua, segalanya bisa dilalui dengan mudah. Itu semua karena perasaan cinta yang ada dalam hatimu. Seberat apapun cobaan, semuanya rasanya bisa diatasi.
Sebenarnya, cinta tidak membutuhkan alasan. Ketika seseorang ditanya mengapa mencintai, pasti dia tidak bisa menjawabnya karena banyaknya faktor yang membuat seseorang jatuh cinta. Kamu hanya perlu yakin bahwa dia mencintaimu apa adanya, bukan hal-hal lain di luar dirimu. Meskipun begitu jadilah orang yang patut dicintai oleh kekasihmu dengan berbuat yang terbaik untuknya. Perasaan cinta tidak bisa dilebih-lebihkan dan tidak bisa pula dikurang-kurangi, karena ini berjalan dengan sendirinya. Ketika seseorang memiliki rasa cinta tentu dia akan melakukan sesuatu yang biasanya pengorbanannya akan sesuai dengan kadar cintanya.
Contoh seorang isteri yang mencintai suaminya, tentu akan memberikan yang terbaik bagi suaminya. Jika suaminya senang makan sop misalnya, maka isterinya akan berusaha untuk memasakkan sop dengan resep yang menurutnya paling enak. Begitu juga sebaliknya seorang suami pada isterinya. Jadi cinta seseorang akan terlihat pada perbuatan yang dilakukan pada pasangan yang dicintainya, dan akan selalu membuat pasangannya bahagia.
Jam 9, kami memutuskan untuk pulang ke Bandung agar punya waktu yang cukup untuk istirahat. Selama perjalanan Alyssa berpegangan begitu erat
Alyssa: Ardi . . .
Aku: Iya Lis?
Alyssa: Liat langitnya, kayanya mau hujan
Aku: Iya Lis, gue bawa jas hujan kok.
Alyssa: Gamau berhenti dulu?
Aku: Mungkin nanti Lis, kita istirahat di pombensin aja.
Alyssa: Hati-hati ya *sambil berpegangan erat
Aku: Iya Lis?
Alyssa: Liat langitnya, kayanya mau hujan
Aku: Iya Lis, gue bawa jas hujan kok.
Alyssa: Gamau berhenti dulu?
Aku: Mungkin nanti Lis, kita istirahat di pombensin aja.
Alyssa: Hati-hati ya *sambil berpegangan erat
Aku melaju dengan kecepatan rata-rata 40km/h namun tetap berhati-hati. Benar saja, ketika aku sampai di daerah Cicalengka, hujan mulai turun dan membasahi kami berdua. Aku langsung menepikan motorku di sebuah minimarket dan mengeluarkan jas hujan yang ada di tankbagku. Aku memberikan jas hujanku pada Alyssa.
Alyssa: Lo yakin mau nembus? Hujannya gede loh
Aku: Kita pelan-pelan aja Lis. Biar ga kesorean
Alyssa: Tapi hati-hati ya
Aku: Pasti. Yuk
Aku: Kita pelan-pelan aja Lis. Biar ga kesorean
Alyssa: Tapi hati-hati ya
Aku: Pasti. Yuk
Setelah siap, kami kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar hampir dua jam, kami tiba dirumah. Aku membawa Alyssa kerumahku dulu untuk mengeringkan badan karena posisi rumahku lebih dekat. Saat dirumah hujan sudah berhenti sejak tadi. Namun aku langit tetap saja gelap. Matahari seperti enggan menunjukkan dirinya. Nuri membuatkan coklat panas untukku dan Alyssa.
Aku: Maaf ya lo jadi basah gini. Harusnya tadi berteduh dulu
Alyssa: Ah gapapa Di, cuma sedikit kok.
Aku: Abis ini gue anterin lo pulang ya
Alyssa: Iya Di
Nuri: Mana oleh-olehnya kak hehe
Aku: Tuh ambil aja dek di tas. Buat kamu sama kak Afifah ada disitu
Nuri: Yeaaayy . . . makasih kakak *sambil mencium pipiku.
Alyssa: Lucu liat Nuri hehe
Aku: Yah dia mah gitu Lis
Alyssa: Di, sebelum pulang nanti, gue pengen ke alun-alun. Bisa?
Aku: Lo ga cape?
Alyssa: Cape sih, tapi ... lo mau kan?
Aku: Yaudah deh iya.
Alyssa: Ah gapapa Di, cuma sedikit kok.
Aku: Abis ini gue anterin lo pulang ya
Alyssa: Iya Di
Nuri: Mana oleh-olehnya kak hehe
Aku: Tuh ambil aja dek di tas. Buat kamu sama kak Afifah ada disitu
Nuri: Yeaaayy . . . makasih kakak *sambil mencium pipiku.
Alyssa: Lucu liat Nuri hehe
Aku: Yah dia mah gitu Lis
Alyssa: Di, sebelum pulang nanti, gue pengen ke alun-alun. Bisa?
Aku: Lo ga cape?
Alyssa: Cape sih, tapi ... lo mau kan?
Aku: Yaudah deh iya.
nasihiber dan telahmemblok memberi reputasi
4