Kaskus

Story

memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
Cerita Masa Kuliah Sebuah Kenangan Yang Terkubur
Quote:


Spoiler for cover:


Quote:


Quote:
Diubah oleh memedruhimat 01-08-2025 14:04
alizazetAvatar border
nomoreliesAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 25 lainnya memberi reputasi
26
48.5K
176
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
#91

Chapter 23

Je t’aime Vs Grand Pain


Apakah cinta itu? Apakah syarat untuk memiliki sebuah cinta harus semenyakitkan itu?

Setelah pembicaraan dengan Dewi kemarin, akhirnya gue menyadari bahwa gue telah melakukan kesalahan paling besar dalam hidup gue. Inilah kesalahan paling indah untuk gue sesali... jatuh cinta.

Quote:


Hari ini gue hanya terbaring di atas kasur dengan keadaan yang belum pernah gue pahami sebelumnya. Ada satu lobus di otak gue terus menerus mengirimkan perintah-perintah antagonis ke seluruh tubuh dan panca indra gue.

Di buku-buku novel roman picisan sering diceritakan, katanya orang sakit hati itu dadanya seperti mau sobek. Mungkin itulah yang sedang gue alami sekarang. Dada ini terasa begitu panas, tepat berada di bagian jantung hati.
Apakah ini yang dimetaforiskan sebagai jantung yang tertusuk.
emoticon-noroseemoticon-breakheart emoticon-babi emoticon-Frown

Mungkin fenomena ini bisa juga dijelaskan dari sisi ilmiah. Misalnya, bisa jadi ada luapan hormon yang tidak stabil di dalam tubuh. Kondisi stres dan depresi memicu tekanan darah yang tidak stabil, sehingga menyebabkan kinerja jantung tidak normal?

Katanya cowok itu kalo nangis malu-maluin ya? Harusnya cowok itu kan bandel, nakal, brengsek dan bajingan. Ditolak satu ya cari lah mangsa lagi, ngapain nangis.

Tapi, kenapa gue masih saja terus bersedih sampai detik ini? Ya mungkin karena gue udah capek, berjuang untuk gagal. Karena nggak cuma dalam hal asmara, namun kegagalan demi kegagalan terus menghantui hidup gue selama sembilan belas tahun hidup gue.

Ahhh... gue hanya bisa menghela nafas._ Apapun itu, sekarang semua sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi. Gue harus menerima kenyataan jika sang pujaan hati bukanlah jodoh buat gue. Gue bahkan belum ditakdirkan untuk berjodoh dengan siapa-siapa.

Gue rasa, mungkin gue memang sudah ditakdirkan untuk berjalan sendiri di atas bumi ini.

Quote:


Beberapa hari ini gue hanya berdiam diri di rumah, males untuk keluar. Gue males ketemu orang, gue males ditanya-tanya, gue males ngomongin soal pacar-pacaran atau hal-hal yang berbau tentang cari-cari pasangan. Gue males lihat orang yang jalan gandengan sama pasangannya, gue males lihat orang yang tertawa ceria dengan lawan jenisnya, gue males dengan semua yang digambarkan sebagai keindahan cinta.

Karena itu semua jauh dari kehidupan gue, semua keindahan itu bisa dinikmati oleh semua orang.

Semua orang...

Kecuali...

Gue...


Gue muak dan lelah dengan dunia yang ada di sekitar gue.

***


Puluhan SMS berderet di HP gue. Gue tengok di layar HP nama pengirimnya nggak muncul. Waktu gue coba buka, ternyata... itu dari Puspa! Dia baru punya HP, dan dia dapat nomor gue dari Dewi.

Males banget! Ngapain sih dia masih aja kirim-kirim SMS ke gue njir!_ gue menggerutu dalam hati. emoticon-Mad

Gue baca satu per satu isi pesan-pesan tersebut. Puspa bilang kalo dia ngotot mau ketemu gue, ada hal yang tidak dapat dijelaskan lewat telepon maupun pesan singkat SMS, jadi dia meminta buat ketemuan langsung.

Gue tidak pernah membalas pesan-pesan teks tersebut.



Hari-hari selanjutnya, HP gue berdering...

Dan berdering lagi...

Lagi...

Lagi...

dan lagi...

Dan... lagi...

Baiklah, sepertinya deringan ini nggak akan pernah berhenti seumur hidup kalo gue nggak menjawabnya.

Akhirnya gue angkat juga panggilan telepon tersebut. Sebuah suara yang sangat tidak asing menyapa gue. Tentu saja gue selalu ingat nada suaranya yang khas, intonasi logat sundanya yang khas. Sekejap gue jadi kembali teringat masa-masa ketika gue pernah dekat dengan dirinya.

"Kenapa kamu telepon?" langsung gue tanya.

"Kenapa? Emangnya ga boleh?"

Gue hanya diam saja.

"Kamu marah sama aku?"

Marah sama lo? Anjing masih pake nanya juga?_ gue ketus dalam hati. emoticon-Mad

"Kamu mau apa?" gue balas.

"Aku cuma mo ketemu kamu."

"Ngapain?"

"Ada yang mau aku bicarain sama kamu."

"Apa lagi yang perlu dibicarain?"

"Kenapa sih kamu menghindari aku kayak gini? Kalau kamu mau marah sama aku marah aja, luapkan kekesalan kamu, memang aku yang bersalah sama kamu. Tapi please... kita ketemu sekali aja, biar aku bisa ngomong satu hal aja sama kamu..."

"Kamu kan sekarang udah bahagia hidup sama lelaki pilihan kamu, ya udah jalanin aja hidup kalian."

Gue baru saja ingin mengakhiri pembicaraan dengan langsung menutup telepon itu. Tapi...

"Ari... please Ri... kasih aku kesempatan ngomong sekali aja..." kali ini gue bisa mendengar kalau nada suaranya berubah jadi serak dan parau. "Please biarkan aku bicara sekali aja, abis itu kamu boleh bicara apa aja tentang aku, kamu boleh marah sesuka hatimu. Tapi biarkan aku ketemu sama kamu sekali aja." ucapnya sambil terisak.

"Baiklah..."

Akhirnya gue menuruti permintaannya untuk bertemu kembali.

Mungkin satu pertemuan ini akan menyelesaikan semua kegundahan yang terjadi di antara kita sekali untuk selamanya.

Spoiler for Air Mata Lelaki:
Diubah oleh memedruhimat 02-08-2025 14:55
yusufchauza
itkgid
itkgid dan yusufchauza memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.