- Beranda
- Stories from the Heart
LIMA BELAS MENIT
...
TS
gitartua24
LIMA BELAS MENIT


PROLOG
"Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir?. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi.
Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue membentuk jati diri. Terkadang gue bantuin temen yang lagi kena masalah dengan petuah-petuah sok bijak anak umur tujuh belas tahun. Gak jarang juga gue ngerasa labil sama sikap gue sendiri. mau gimana lagi, namanya juga anak muda. Kadang gue suka ketawa-ketawa sendiri dan mengamini betapa bodohnya gue saat itu.
Gue SMA di jaman yang namnya hp B*ackberry lagi booming-boomingnya. Di jaman itu juga yang namanya joget sapel-sapelan lagi hits. Mungkin kalo lo inget pernah masuk atau bahkan bikin squd sendiri terus launching jaket sambil jalan-jalan di mall mungkin lo bakal malu sendiri saat ada temen lo yang ngungkit-ngungkit masa itu. Gue sendiri paling kesel kalo adan orang petantang-petenteng dengan bangganya bilang kalu dia anggota salah satu squad sapel terkenal di ibu kota dan sekitarnya. Secara saat itu gue lebih suka nonton acara metal di Rossi Fatmawati. Playlist lagi gue juga ga jauh-jauh dari aliran metal, punk, hardcore. Mungkin itu yang ngebuat gue ga terlalu suka lagu EDM atau rap yang mumble. Atau bahkan lagu RnB yang sering ada di top 100 Joox dan Spotify. Yaaa meskipun gue sekarang lebih kompromi dengan dengerin lagu apa aja yang gue suka, ga mandang genre.
Oiya, nama gue Atreya xxxxx. Biasa dipanggil Treya, dengan tinggi 182 cm dan berat 75 kg (naik turun tergantung musim). Ganteng dan menawan? relatif. Nama gue mungkin aneh ntuk orang Indonesia. Tapi gue suka dengan nama ini. karena pada dasarnya gue emang gasuka segala sesuatu yang banyak orang lain suka. Gue anak kedua dari dua bersaudara. Gue lahir dan besar di Jakarta, lebih tepatnya Jakarta selatan. Ga tau kenapa ada pride lebih aja Jakarta selatan dibanding bagian Jakarta lainnya, meskipun gue tinggal di Bintaro, hehe. Bokap gue kerja di suatu kantor yang ngurusin seluruh bank yang ada di Indonesia. Meski kerja kantoran tapi bokap gue suka banget yang namanya musik. mungkin darah itu menurun ke gue. Nyokap gue seorang ibu rumah tangga yang ngerangkap jadi pebisnis kecil-kecilah dimana orderan paling ramenya dateng pas bulan puasa. mulai dari makanan kering sampe baju-baju. Kakak gue cewek beda empat tahun. Waktu gue masuk SMA berarti doi baru masuk kuliah. Kakak gue ini orangnya cantik pake banget gan. kembang sekolah gitu dah. Gue bahkan sampe empet kalo ada temen cowoknya yang sok-sok baikin gue.
Lo percaya dengan dunia pararel? Dunia dimana ada diri kita yang lain ngelakuin sesuatu yang beda sama apa yang kita lakuin sekarang. Misalnya lo ada di dua pilihan, dan lo milih pilihan pertama. Untuk beberapa lama setelah lo ngejalanan pilihan lo mungkin lo bakal mukir ""Gue lagi ngapain yaa sekarang kalo milih pilihan yang kedua. mungkin gue lebih bahagi. Atau mungkin lebih sedih." Hal itulah yang ngebuat gue bikin cerita ini.
Ditahun itu gue baru masuk salah satu SMA di Jakarta selatan. Disaat itu juga cerita gue dimulai
INDEX
Part 1 - MOS day
Part 2 - Perkenalan
Part 3 - Peraturan Sekolah
Part 4 - Balik Bareng
Part 5 - Masih MOS Day
part 6 - Terakhir MOS Day
Part 7 - Hujan
Part 8 - Pertemuan
Part 9 - Debat Penting Ga Penting
Part 10 - Atas Nama solidaritas
Part 11 - Rutinitas
Part 12 - Om Galih & Jombang
Part 13 - Gara Gara Cukur Rambut
Part 14 - Rossi Bukan Pembalap
Part 15 - Bertemu Masa Lalu
Part 16 - Menghibur Hati
Part 17 - Ga Makan Ga Minum
Part 18 - SOTR
Part 19 - Tubirmania
Part 20 - Bukber
Part 21 - Masih Bukber
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Part 23 - Latihan
Part 24 - The Rock Show
Part 25 - After Show
Part 26 - Anak Kuliahan
Part 27 - Malam Minggu Hacep
Part 28 - Aneh
Part 29 - Kejutan
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni
Part 31 - Perasaan
Part 32 - Sela & Ramon
Part 33 - HUT
Part 34 - Masuk Angin
part 35 - Kunjungan
Part 36 - Wacana Rico
Part 37 - Atletik
Part 38 - Pengganggu
Part 39 - Nasib jadi Adek
Part 40 - Boys Talk
Part 41 - Taurus
Part 42 - Klise
Part 43 - Eksistensi
Part 44 - Utas VS Aud
Part 45 - Naik Kelas
Part 46 - XI IPA 1
Part 47 - Yang Baru
Part 48 - Lo Pacaran Sama Putri?
Part 49 - Sok Dewasa
Part 50 - Masih Sok Dewasa
Part 51 - Salah Langkah
Part 52 - Penyesalan
Part 53 - Bubur
Part 54 - Bikin Drama
Part 55 - Latihan Drama
Part 56 - Pertunjukan Drama
Part 57 - Coba-Coba
Part 58 - Greet
Part 59 - Sparing
Part 60 - Sedikit Lebih Mengenal
Part 61 - Hal Tidak Terduga
Part 62 - Hal Tidak Terduga Lainnya
Part 63 - Ngedate
Part 64 - Berita Dari Kawan
Part 65 : Second Chance
Part 66 - Maaf Antiklimaks
Part 67 - Bikin Film
Part 68 - Sudden Date
Part 69 - Masih Sudden Date (Lanjut Gak?)
Part 70 - Kok Jadi Gini
Part 71 - Sedikit Penjelasan
Part 72 - Sehari Bersama Manda
Part 73 - Masak Bersama Manda
Part 74 - Malam Bersama Manda
Part 75 - Otw Puncak
Part 76 - Villa & Kebun Teh
Part 77 - Malam Di Puncak
Part 78 - Hari Kedua & Obrolan Malam
Part 79 - Malam Tahun Baru
Part 80 - Shifting
Part 81 - Unclick
Part 82 - Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
Part 83 - 17
Part 84 - Hari Yang Aneh
Part 85 - Pertanda Apa
Part 86 - Ups
Part 87 - Menjelang Perpisahan
Part 88 - Cerita Di Bandung
Part 89 - Obrolan Pagi Hari & Pulang
Part 90 - Awal Baru
Part 91 - Agit
Part 92 - Tentang Sahabat
Part 93 - Keberuntungan Atau Kesialan
Part 94 - Memulai Kembali
Part 95 - Belum Ingin Berakhir
Part 96 - Makan Malam
Part 97 - Rutinitas Lama
Part 98 - Sekedar Teman
Part 99 - Bukan Siapa-Siapa
Part 100 - Seperti Dulu
Part 101 - Kue Kering
Part 102 - Perusak Suasana
Part 103 - Cerita Di Warung Pecel
Part 104 - Konfrontasi
Part 105 - Tragedi Puisi
Part 106 - Gak Sengaja Jadian
Part 107 - Day 1
Part 108 - Mengerti
Part 109 - Sisi Lain
Part 110 - Cemburu
Part 111- Cemburu Lagi
Part 112 - Cerita Akhir Tahun
Part 113 - Ketemu Lagi
Part 114 - Malam Panjang
Part 115 - Malam Masih Panjang
Part 116 - Malam Berakhir
Part 117 - Mereka Bertemu
Part 118 - rekonsiliasi
Part 119 - Bicara Masa Depan
Part 120 - Langkah
Part 121 - UN
Part 122 - Pilox & Spidol
Part 123 - Menjelang Prom
Part 124 - Malam Perpisahan
Part 125 - Sebuah Akhir Untuk Awal Baru (TAMAT)
Epilog - Untuk Perempuan Yang Sempat Singgah Di Hati
Terima Kasih, Maaf, & Pengumuman
Special Part : Gadis Manis & Bocah Laki-Laki Di Kursi Depan
MULUSTRASI
Diubah oleh gitartua24 25-04-2022 01:17
ezzasuke dan 123 lainnya memberi reputasi
120
201K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gitartua24
#130
Part 23 - Latihan
hari makin berlalu. udah dua minggu lebih setelah ngomongin wacana mau ukut lomba band. gue udah ngomong ke bang ramon kalau band gue mau ikut lomba di b*lcup dan dia support terus, dan berusaha untuk ngajak anak-anak yang lain buat nonton juga pas tampil nanti.
gue juga udah daftarin band gue buat tampil nanti, meskipun sempet debat ga penting lagi buat mutusi nama band buat di daftarin
"Annlihation aja...." usul bobby waktu lagi milih nama band dirumahnya.
"buset dan bob, kita mau bikin band bukan detasmen perang." selak rico. "lagian pasti aneh sama lagu yang kita bawaain."
"yee gue cuman usul." kata bobby sambil ngunyah somay.
"nih nih, gue ada ide, namanya anti-social aja." usul gue. bukan dari nama brand yaa karena tahun segitu belom ada assc. gue pilih tuh nama karena keren aja.
"engga engga, emang siapa yang ansos?" kata putri.
"yaaa kan keren aja..."
"udah gue bilang rico and the blues friend." usul rico.
"kenapa jadi kaya solo project tai, kaga kaga." omel bobby.
akhirnya kita diem-dieman lagi buat mikir nama bandnya, sampe akhirnya putri ngusulin nama yang pas buat bandnya.
"udah sih pake nama kelas aja." usul putri.
kita bertiga saling liat-liatan, dan karena males debat buat putusin nama band lagi akhirya semuanya setuju.
"yauds lah." kata gue.
dan ditemtiun lah nama band kita buat daftar lomba. 'Senam Pagi.' singkatan dari sepuluh enam paling gila. karena anggota kita semuanya anak X6.
seminggu lagi sebelum lomba, senam pagi lagi ngumpul dirumah bobby buat latihan. kita berempat udah sengaja kosongin jadwal sabtu ini. siang-siang gue udah jemput putri buat kerumah bobby. sengaja kita pilih latihan siang karena takut malemnya rame.
"tolong pengangin dong put..." kata gue minta tolong pegangin bass gue yang sengaja gue bawa dari rumah. dari dulu emang gue punya wacana naro bas gue yang biasa buat tampil di rumah bobby biar gampang di bawa kalo perlu.
"lo bawa bass sendiri tre nanti?" tanya putri sambil nyelepangin tas bassnya.
"iya. biar lebih enak mainnya. dah yuk jalan."
hari sabtu siang, jalanan ga terlalu rame. tapi ga au kenapa cuaca lagi panas banget waktu itu. istilahnya 'neraka bocor.' jadi gue sengaja ngebutin jalannya motor gue.
"pelan-pelan dong tre..
" kata putri sambil gebuk bahu gue, padahal belom diatas 80 kmh.
"panas put, biar cepet sampe." tapi tetep gue turunin kecepatan dikit.
tiba-tiba putri ga ngomong lagi. masa iya dia ngambek gara-gara gue bawa ngebut.
"put, lo kenapa?" tanya gue penasaran.
"eh, kenapa tre?
"
"lo kenapa, gue bawa motornya kekencengan yaa?"
"engga kok."
"terus?"
"kok gue demam panggung yah..." lah aneh nih bocah.
"demam panggung mah pas mau naik panggungnya put, kan masih seminggu lagi"
"yaaa tiap orang kan beda-beda tre. gue lagi mikirin aja."
"bawa santai aja put, waktu mos dulu lo berani kan."
"itu juga kan gara-gara ngedadak, jadi mau ga mau." jelas putri "emang lo ga gugp apa gimana gitu tre?"
"biasa aja sih." kata gue polos.
"emang lo udah biasa tampil di panggung gitu yaa tre?" tanya putri.
"ga sering-sering banget sih, paling dulu waktu acara smp."
"terus terakhir lo manggung kapan?"
"belom lama sih, sebelan sebelum puasa di rossi. itu juga ga sengaja jadi additionalnya bang ramon."
"serius?"
"eeh, emang gue belom cerita ya?"
"belooom. kapan-kapan gue ikut dong tre..."
"emang lo demen. tempatnya pengap. banyak yang ngerokok."
"yaa gapapa, kalo bosen tinggal balik."
"yeee sayang dong tiketnya."
kita nyampe rumah bobby dan ternyata rico udah nyampe duluan. gue sengaja minta bass gue lagi, maksudnya biar gue yang bawakarena gue tau pasti berat. tapi putri nolak. katanya biar keren, biar kaya anak band
gue langsung naik keatas dan masuk ke studionya. gue buka jaket langsung tiduran dibawah ac. putri masuk belakangan terus ngeluarin bass gue.
"anjiiiir panas banget sumpah...." keluh gue.
"itu bass lo put?" tanya rico ke putri.
"bukan, punyanya treya tuh."
"keren juga tre, banyak stiker gini." bass gue yang rada tuaan emang gue tempelin stiker. terinspirasi sama gitarnya billie joe armstrong.
"sayang tau tre di stikerin gini." kata putri.
"biarin, bini tua ini. yang bini muda baru masih mulus." bini maksudnya bass gan
"lagian barang kalo makin jelek makin enak pakenya. jadi ga takut rusak."
"lo nanti tampil pake ini juga tre?" tanya bobby.
"iya, sekalian gue nitip sini terus yaa bob. sampe lulus tapi, hahaha..."
"ya kalau rusak jangan salain gue."
"yaa jangan lo sewain ke orang lain."
"tapi emang boleh tre pake peralata sendiri?" tanya rico sambil megang bass gue.
"boleh lah, gue udah liat peraturannya kok. lagian ga jamin enak main pake alat yang disediain panit."
"nanti gue bawa juga aah..." kata rico.
"ikut ikutan aja lo..."
kita akhirnya mulai latihan. bawain tiga lagu. dua lagu bebas satu lagi lagu wajib pilihan panitia yang bebas milih. untungnya salah satu lagu wajibnya ada dari band yang sama.
putri mutusin buat bawaain lagu-lagunya paramore. sebenernya dia sempet bingung antara cranberries, coklat, utopia, sama paramore. tapi karena putri ngefans banget sama heyley william. jadilah dia milih paramore.
putri emang ngefans banget sama paromore. katanya dia koleksi semua albumnya sama beberapa tshirnya. gue juga pernah liat putri pake tuh tshirt waktu lagi main dirumahnya. emang tahun segitu kebawah anak-anak cewek idolain banget heyley william atau avril lavigne. belom jalan tuh keluarga kardashian, apa lagi selebgram.
beberapa kali latihan semenjak ada wacana, sekarang kita udah ga ada error-error lagi. paling cuma nambahin imrpovisasi aja sama atraksi panggung.
"nanti pas lagu terakhir tahan dulu cuy, yang sebelum reffnya abis. kaya di genjreng-genjrengin aj dulu gitarnya." usul bobby.
"boleh tuh." kata rico. "coba ulang lagi...."
dan hasilnya sempurna. jadi kaya ending konser-konser gitu. tinggal liat ninti eksekusinya.
"tre tre, coba dong lo puterin bas gitu." kata putri.
"kaya gimana put?"
"yang kaya gitu." putri langsung praktekin gerakan yang dimaksud. sebenernya gue tau sih, cuman mau ngerjain putri aja praktekin tanpa bassnya. ngeliat putri meraktekinnya gue malah ketawa.
"iihhh malah ketwa lagi lo
"
"hahaha, lagian lucu put ngeliat lo kaya gitu."
"coba lo praktekin, bisa ga?" tantang putri.
langsung aja tuh gerakan yang dimaksud putri. dan gue ngelakuinnya dengan sempurna kaya demian. putri langsung melongo sambil tepuk tangan.
"eh eh gue juga mau nyoba dong." kata rico latah.
gue sama putri langsung ambil jarak karena ga yakin si rico bisa ngelakuinnya. dan beneran ga bisa
kalah ketimpa gitarnya.
"mampus lo, latah sih..." ledek gue.
"eh bagsat gitar gue itu. tanggung jawab lo kalo rusak." omel bobby sambil nunjuk pake stik drumnya.
"sorry-sorry." rico bangun sambil ngusap-ngusap palanya yang kepentok.
"dah dah yuk, ulang sekali lagi abis itu udahan."
akhirnya kita nyelesain latihan setelah sekali lagi ngulang tiga lagu yang sama.
hari makin berlalu. udah dua minggu lebih setelah ngomongin wacana mau ukut lomba band. gue udah ngomong ke bang ramon kalau band gue mau ikut lomba di b*lcup dan dia support terus, dan berusaha untuk ngajak anak-anak yang lain buat nonton juga pas tampil nanti.
gue juga udah daftarin band gue buat tampil nanti, meskipun sempet debat ga penting lagi buat mutusi nama band buat di daftarin
"Annlihation aja...." usul bobby waktu lagi milih nama band dirumahnya.
"buset dan bob, kita mau bikin band bukan detasmen perang." selak rico. "lagian pasti aneh sama lagu yang kita bawaain."
"yee gue cuman usul." kata bobby sambil ngunyah somay.
"nih nih, gue ada ide, namanya anti-social aja." usul gue. bukan dari nama brand yaa karena tahun segitu belom ada assc. gue pilih tuh nama karena keren aja.
"engga engga, emang siapa yang ansos?" kata putri.
"yaaa kan keren aja..."
"udah gue bilang rico and the blues friend." usul rico.
"kenapa jadi kaya solo project tai, kaga kaga." omel bobby.
akhirnya kita diem-dieman lagi buat mikir nama bandnya, sampe akhirnya putri ngusulin nama yang pas buat bandnya.
"udah sih pake nama kelas aja." usul putri.
kita bertiga saling liat-liatan, dan karena males debat buat putusin nama band lagi akhirya semuanya setuju.
"yauds lah." kata gue.
dan ditemtiun lah nama band kita buat daftar lomba. 'Senam Pagi.' singkatan dari sepuluh enam paling gila. karena anggota kita semuanya anak X6.
seminggu lagi sebelum lomba, senam pagi lagi ngumpul dirumah bobby buat latihan. kita berempat udah sengaja kosongin jadwal sabtu ini. siang-siang gue udah jemput putri buat kerumah bobby. sengaja kita pilih latihan siang karena takut malemnya rame.
"tolong pengangin dong put..." kata gue minta tolong pegangin bass gue yang sengaja gue bawa dari rumah. dari dulu emang gue punya wacana naro bas gue yang biasa buat tampil di rumah bobby biar gampang di bawa kalo perlu.
"lo bawa bass sendiri tre nanti?" tanya putri sambil nyelepangin tas bassnya.
"iya. biar lebih enak mainnya. dah yuk jalan."
hari sabtu siang, jalanan ga terlalu rame. tapi ga au kenapa cuaca lagi panas banget waktu itu. istilahnya 'neraka bocor.' jadi gue sengaja ngebutin jalannya motor gue.
"pelan-pelan dong tre..
" kata putri sambil gebuk bahu gue, padahal belom diatas 80 kmh."panas put, biar cepet sampe." tapi tetep gue turunin kecepatan dikit.
tiba-tiba putri ga ngomong lagi. masa iya dia ngambek gara-gara gue bawa ngebut.
"put, lo kenapa?" tanya gue penasaran.
"eh, kenapa tre?
""lo kenapa, gue bawa motornya kekencengan yaa?"
"engga kok."
"terus?"
"kok gue demam panggung yah..." lah aneh nih bocah.
"demam panggung mah pas mau naik panggungnya put, kan masih seminggu lagi"
"yaaa tiap orang kan beda-beda tre. gue lagi mikirin aja."
"bawa santai aja put, waktu mos dulu lo berani kan."
"itu juga kan gara-gara ngedadak, jadi mau ga mau." jelas putri "emang lo ga gugp apa gimana gitu tre?"
"biasa aja sih." kata gue polos.
"emang lo udah biasa tampil di panggung gitu yaa tre?" tanya putri.
"ga sering-sering banget sih, paling dulu waktu acara smp."
"terus terakhir lo manggung kapan?"
"belom lama sih, sebelan sebelum puasa di rossi. itu juga ga sengaja jadi additionalnya bang ramon."
"serius?"
"eeh, emang gue belom cerita ya?"
"belooom. kapan-kapan gue ikut dong tre..."
"emang lo demen. tempatnya pengap. banyak yang ngerokok."
"yaa gapapa, kalo bosen tinggal balik."
"yeee sayang dong tiketnya."
kita nyampe rumah bobby dan ternyata rico udah nyampe duluan. gue sengaja minta bass gue lagi, maksudnya biar gue yang bawakarena gue tau pasti berat. tapi putri nolak. katanya biar keren, biar kaya anak band
gue langsung naik keatas dan masuk ke studionya. gue buka jaket langsung tiduran dibawah ac. putri masuk belakangan terus ngeluarin bass gue.
"anjiiiir panas banget sumpah...." keluh gue.
"itu bass lo put?" tanya rico ke putri.
"bukan, punyanya treya tuh."
"keren juga tre, banyak stiker gini." bass gue yang rada tuaan emang gue tempelin stiker. terinspirasi sama gitarnya billie joe armstrong.
"sayang tau tre di stikerin gini." kata putri.
"biarin, bini tua ini. yang bini muda baru masih mulus." bini maksudnya bass gan
"lagian barang kalo makin jelek makin enak pakenya. jadi ga takut rusak.""lo nanti tampil pake ini juga tre?" tanya bobby.
"iya, sekalian gue nitip sini terus yaa bob. sampe lulus tapi, hahaha..."
"ya kalau rusak jangan salain gue."
"yaa jangan lo sewain ke orang lain."
"tapi emang boleh tre pake peralata sendiri?" tanya rico sambil megang bass gue.
"boleh lah, gue udah liat peraturannya kok. lagian ga jamin enak main pake alat yang disediain panit."
"nanti gue bawa juga aah..." kata rico.
"ikut ikutan aja lo..."
kita akhirnya mulai latihan. bawain tiga lagu. dua lagu bebas satu lagi lagu wajib pilihan panitia yang bebas milih. untungnya salah satu lagu wajibnya ada dari band yang sama.
putri mutusin buat bawaain lagu-lagunya paramore. sebenernya dia sempet bingung antara cranberries, coklat, utopia, sama paramore. tapi karena putri ngefans banget sama heyley william. jadilah dia milih paramore.
putri emang ngefans banget sama paromore. katanya dia koleksi semua albumnya sama beberapa tshirnya. gue juga pernah liat putri pake tuh tshirt waktu lagi main dirumahnya. emang tahun segitu kebawah anak-anak cewek idolain banget heyley william atau avril lavigne. belom jalan tuh keluarga kardashian, apa lagi selebgram.
beberapa kali latihan semenjak ada wacana, sekarang kita udah ga ada error-error lagi. paling cuma nambahin imrpovisasi aja sama atraksi panggung.
"nanti pas lagu terakhir tahan dulu cuy, yang sebelum reffnya abis. kaya di genjreng-genjrengin aj dulu gitarnya." usul bobby.
"boleh tuh." kata rico. "coba ulang lagi...."
dan hasilnya sempurna. jadi kaya ending konser-konser gitu. tinggal liat ninti eksekusinya.
"tre tre, coba dong lo puterin bas gitu." kata putri.
"kaya gimana put?"
"yang kaya gitu." putri langsung praktekin gerakan yang dimaksud. sebenernya gue tau sih, cuman mau ngerjain putri aja praktekin tanpa bassnya. ngeliat putri meraktekinnya gue malah ketawa.
"iihhh malah ketwa lagi lo
""hahaha, lagian lucu put ngeliat lo kaya gitu."
"coba lo praktekin, bisa ga?" tantang putri.
langsung aja tuh gerakan yang dimaksud putri. dan gue ngelakuinnya dengan sempurna kaya demian. putri langsung melongo sambil tepuk tangan.
"eh eh gue juga mau nyoba dong." kata rico latah.
gue sama putri langsung ambil jarak karena ga yakin si rico bisa ngelakuinnya. dan beneran ga bisa
kalah ketimpa gitarnya."mampus lo, latah sih..." ledek gue.
"eh bagsat gitar gue itu. tanggung jawab lo kalo rusak." omel bobby sambil nunjuk pake stik drumnya.
"sorry-sorry." rico bangun sambil ngusap-ngusap palanya yang kepentok.
"dah dah yuk, ulang sekali lagi abis itu udahan."
akhirnya kita nyelesain latihan setelah sekali lagi ngulang tiga lagu yang sama.
mmuji1575 dan 23 lainnya memberi reputasi
24