Kaskus

Story

memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
Cerita Masa Kuliah Sebuah Kenangan Yang Terkubur
Quote:


Spoiler for cover:


Quote:


Quote:
Diubah oleh memedruhimat 01-08-2025 14:04
alizazetAvatar border
nomoreliesAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 25 lainnya memberi reputasi
26
48.6K
176
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
#80
Quote:


kaskus-image


Chapter 21

Ledakan Dangdut


Semakin gue melihat ke seberang sana, semakin rasanya gue seperti dirasuki setan. Mimpi buruk gue selama ini ternyata jadi kenyataan.

Tepatnya gue sedang menyaksikan dari arah gedung yang saling berseberangan ini. Ada seorang gadis yang sangat gue kenal sedang bersama seorang pria. Mereka berpelukan begitu erat, tangan kecil gadis itu melingkari seluruh wajah pria itu dan merangkulnya dengan begitu erat.

Tidak salah lagi... gadis itu adalah Puspa. Dia lagi mengenakan baju kaos tipis berwarna putih. Rambutnya yang hitam itu tampak basah dan berkilau, terbelai semilir angin malam. Dengan mata terpejam, tangannya terus merangkul bahu lelaki itu, meraih wajahnya seakan tak pernah mau melepaskan. Begitu pula sang lelaki pun juga terus merangkul mesra pinggang ramping sang gadis.

Di balik siluet pencahayaan malam, wajah mereka nampak menyatu. Sepasang bibir saling beradu, berpadu harmoni dalam panasnya asmara. Penuh gejolak nafsu saling sambut menyambut dalam kenikmatan duniawi. Gue bisa melihat dengan jelas mulut mereka yang saling membuka dan menutup, udah kayak lele yang baru diangkat dari kolam, kecap kecup mesra megap megap.

Spoiler for Warning: Konten Dewasa Woi!:


Sungguh pemandangan erotis bercampur romantis---yang tampak begitu indah, namun hanya bagi yang menikmatinya.

Di saat yang bersamaan pula panggung hiburan telah mencapai acara puncaknya. Kembang api yang meledeak-ledak menerangi langit pun turut melengkapi dan menyempurnakan momen indah mereka. Sungguh momen yang tepat---bersamaan dengan ledakan gairah asmara yang luar biasa.

kaskus-image


Sementara di seberang sana, gue terjatuh lemas. Tubuh gue seperti kehilangan seluruh tenaganya, gue serasa disedot habis oleh gravitasi bumi.

Quote:


Si Kun mau bantuin gue bangun, "Udah ayo kita cabut dari sini." katanya ke gue.

Dia ngajak gue keluar lewat pintu samping supaya tidak ketahuan.

"Eh, lu berat amat sih! Ayo donk jalan yang bener!" kata si Kun.

"Semua sudah selesai... sekarang semua sudah ga ada artinya lagi buat gue..." gue ngomong pelan.

"Apa? Lu ngomong apa barusan??"

"Tinggalin gue di sini." kata gue.

"Ngomong paan sih lu?? Eh, udah cewek mah banyak, lupain dia. Lagian sih lu masih ngarep aja ma tu cewek."

"TINGGALIN GUE DI SINI!"

Tiba-tiba gue dorong si Kun dan gue lari naik tangga.

"EH BEGOK LO MO NGAPAIN!!"

Gue terus berlari sampai ke lantai 4 dan memanjat balkon. Dengan sigap si Kun langsung tarik pinggang gue dan melempar tubuh gue ke lantai. Tapi gue masih berusaha bangun. Si Kun kembali menahan tubuh gue yang berontak meronta-ronta.

Sebuah tamparan keras kemudian mendarat di wajah gue. Kepala gue langsung pusing mutar-mutar rasanya, bola mata gue melihat tak tentu arah.

"G O B L O K! LU MAU MATI? HAEH!? LU MAU MATIEEE!? KALO LU MAU MATI, MENDING LU MATI DI TEMPAT YANG LEBIH TERHORMAT DARI PADA CUMA MATI KONYOL DI SINI!!"

Habis dibentak-bentak si Kun, gue pun baru tersadar.

"Gila lu? Yang bener aja? Lu mau mati cuma gara-gara cewek?" katanya lagi.

"Lu tau apa mengenai yang gue rasakan? Lu tuh kagak tau apa-apa!!" ketus gue.

Bukan hanya kecewa sakit hati yang gue rasakan, tetapi juga kecewa terhadap kehidupan gue selama ini yang tidak pernah mendapatkan apa yang gue inginkan.

Setelah kondisi gue agak tenang, baru akhirnya gue ikut turun sama si Kun.

Letusan kembang api telah usai. MC mengumumkan bahwa panggung dangdut sebagai puncak penutupan acara telah dibuka dan akan turut diramaikan oleh raja sawer. Orang-orang saling berlomba berjoged meriah, karena juragan sawer bakal ngasih duit buat yang jogednya dianggap paling asik. Semua orang pada berusaha buat menarik perhatian si juragan.

Juragan sawer penampilannya sangat mencolok. Dia pakai jas panjang, topi model fedora, dan kaca mata hitam. Serta kumis palsu, guna menyamarkan wajahnya. Dia adalah bagian dari panitia yang bertugas. Duit buat saweran ini adalah fresh money dari sponsor.

Sementara gue malah berusaha buat menghindari keramaian. Gue lihat ke arah halaman gedung fakultas teknik, di sana sudah sepi nggak ada orang lagi. Pastilah semua orang sudah berkumpul di lapangan, asyik berjoged terbawa suasana.

Musik dangdut yang disetel emang asik banget, DJ-nya mantep bos. Pokoknya koplo pantura oha ohe yang bikin goyang makin resep. Yang cewek tangannya di atas! yang cowok tangannya di bawah! (eh--salah) Maksudnya... yang cowok tangannya harus dijaga (takutnya sembarang g+r+e+p+e g+r+e+p+e).

kaskus-image


Kampus gue betul-betul kaya pantai festival di Ancol. Cewek-cewek banyak yang keringetan seksi pake tanktop, masing-masing pada punya pasangan cowok. Kayaknya sih itu cewek-cewek SMA yang tadi siang jadi peserta modern dance.

Akan tetapi... meskipun suasana sudah semeriah itu... walaupun irama musik dibawakan sangat enerjik dan penuh semangat --- namun pikiran gue tetep aja hampa. Tidak ada apapun yang bisa gue nikmati di pesta meriah yang hanya terjadi sekali seumur hidup itu. Gue malah berada di pojok kegelapan, merenung dan menyesali seluruh kehidupan gue yang payah dan membosankan.

***


Tak terasa waktu untuk acara meriah ini pun berakhir. Usai dangdutan, para rombongan pengunjung semua pada bubaran. Gue lihat jam, ternyata udah pukul 23:30. Gila... udah larut banget, nyaris tengah malam. Saking meriahnya acara, sampai-sampai yang harusnya tadinya cuma dijadwalkan sampai jam 22:00 malah jadi ngaret sampai selarut ini. Yah, wajar aja sih... event ini sangat spesial, karena momen ultah ke tujuh belas tahun tidak akan pernah terulang.

Pada saat acara bubar baru gue lihat satu per satu orang-orang. Ada rombongannya si Buyung, mereka tadi joged di depan panggung tapi gue nggak memperhatikan. Dan ada anak-anak kelas gue juga yang baru mau pulang, rupanya mereka semua juga pada mengikuti acara sampai habis.

Bus kampus menawarkan jasa untuk mengantar yang mau pulang ke arah Bekasi, walaupun hanya di drop sampai Mall Bekasi.

"Eh, Ri lu mo ke mana?" tanya si Lia.

"Pulang lah." gue jawab.

"Eh, kita masih pada mo nongkrong nih, kita mo nyari roti bakar. Lu mo ikut kagak?"

Gue belum jawab karena bingung.

"Udah ikut aja yuk." kata si Lia lagi.

"Yah, elu mo pergi ke mana? Masa gue ditinggal sendiri?" tiba-tiba si Kun muncul.

Sebetulnya gue bingung juga mau temenin si Kun, atau mau ikut Lia dan kawan-kawan.

Pas gue tengok ga taunya si Kun udah menghilang aja. Mungkin dia jadi bete dan milih cabut duluan dari pada gue tinggal.

Sementara itu gue masih diam di kampus nunggu teman-teman gue yang katanya mau keluar cari makan. Tapi emang dasar anak-anak cewek, tunggu sana tunggu sini, ngecap sana ngecap sini. Akibat kelamaan ngalor-ngidul, akhirnya malam sudah semakin larut.

Walhasil acara nyari roti bakar itu pun batal.

Ya elah... tau gitu tadi gue pergi bareng si Kun aja. Siapa tau gue bisa numpang nginep di tempat kosnya ketimbang pulang jauh ke Bekasi tengah malem gini.

Semua mahasiswa-mahasiswi satu per satu udah pada pulang. Kampus yang tadinya kaya pantai festival ancol sekarang kaya kuburan kober di tanah karet. Kembali gue terdiam seorang diri. Gue cuma bengong dan jadi kembali teringat-ingat bayangan si Puspa yang tadi lagi bermesraan sama cowoknya. Entah kenapa bayangan itu tak juga mau hilang dari kepala gue.

Tik... Tik... Tik...

Bunyi detik jam...

Suasana begitu gelap dan sunyi...

Gue menjerit-jerit ga jelas sendiri sambil pegangin kepala gue.

Kemudian, tau-tau gue ditegur satpam karena disangka gue kesurupan. Gue langsung terkejut dan tengsin bukan main begitu lihat muka pak Satpam, kumisnya dan alisnya tebel, badannya juga buncit banget. Gue tengok sekeliling, kampus udah gelap banget, lampu-lampu udah pada dipadamkan. Dan ternyata motor di parkiran juga tinggal motor gue aja.

"Kenapa belum pulang? Kesurupan ya mas?" tanya pak Satpam.

"Oh, maaf pak. Iya, saya baru mo pulang nih." langsung aja buru-buru gue keluarin motor gue dari parkiran dan cabut dari kampus.

Sambil jalan pelan-pelan, gue tengok warung Ma'oi. Di sana juga udah gelap gulita dan sepi.

Akhirnya gue pun pulang ke rumah.

Bener-bener hari yang ancur dan membosankan banget!

***


Jam satu dini hari gue sampai di rumah. Langsung gue masuk kamar dan tiduran di kasur. Badan gue rasanya capek banget gila! Namun anehnya, meski badan udah lelah seperti ini, tetap aja gue nggak bisa langsung tertidur. Entah berapa lama gue cuma bengong dalam keadaan hampa sambil menatap kegelapan langit-langit kamar gue.

Gue sempet ngira kalau gue mungkin udah sempet tidur, atau mungkin setengah sadar dalam mimpi. Tapi ternyata... mata gue melek terus kaya ikan, terbuka sepanjang malam dalam kegelapan kamar --- alias gue tidak tidur sama sekali.

Gue tengok jam udah menunjukkan pukul empat pagi. Gue menyalakan lampu kamar dan komputer PC di kamar gue. Terus gue dengerin lagu, main game, pokoknya berusaha mengalihkan pikiran gue dari bayang-bayang masa lalu.

Meski tetap saja hal itu sia-sia. Karena pikiran gue terus aja flashback mengulang-ngulang memori-memori tentang dirinya yang telah menyakiti gue.

Gue teringat semuanya mulai dari pertama ketemu si doi, hingga kita sering ngobrol, pulang bareng, masa-masa menyenangkan kami. Hingga suatu hari gue terlambat menyadari kalau ternyata gue telah jatuh cinta --- dan dari situlah seluruh kekacauan terjadi. Gue udah berjuang dan selalu berharap kalau gue bisa jadi yang terbaik buat dia. Namun rupanya gue terlambat menyadari kalau gue tidak akan pernah mendapat jawaban yang pasti. Karena ternyata sang gadis sudah menetapkan siapa yang menjadi pujaan hatinya --- dan orang itu bukan gue.

Aku tidak pernah bisa jadi sosok seperti yang kau minta. Malam ini, akan menjadi jawaban terakhir atas semuanya.

Spoiler for Puspa:


Tidak terasa adzan subuh berkumandang. Gue denger bokap dan nyokap gue yang udah pada bangun dan keluar dari kamar. Buru-buru gue matikan komputer dan lampu kamar pura-pura tidur. Jadi waktu nyokap dateng bangunin gue, mereka ga tau kalau gue begadang semalam suntuk. Sebetulnya tidur selepas Subuh itu sangat teramat tidak baik, tapi entah kenapa gue baru bisa benar-benar tertidur pas abis subuh.

Pagi hari tiba, hari ini gue udah niat buat bolos kuliah dan tidur seharian. Lagian gue yakin pasti banyak yang bakalan nggak masuk karena kelelahan setelah acara kemarin.
Diubah oleh memedruhimat 02-08-2025 01:19
yusufchauza
itkgid
itkgid dan yusufchauza memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.