- Beranda
- Stories from the Heart
LIMA BELAS MENIT
...
TS
gitartua24
LIMA BELAS MENIT


PROLOG
"Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir?. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi.
Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue membentuk jati diri. Terkadang gue bantuin temen yang lagi kena masalah dengan petuah-petuah sok bijak anak umur tujuh belas tahun. Gak jarang juga gue ngerasa labil sama sikap gue sendiri. mau gimana lagi, namanya juga anak muda. Kadang gue suka ketawa-ketawa sendiri dan mengamini betapa bodohnya gue saat itu.
Gue SMA di jaman yang namnya hp B*ackberry lagi booming-boomingnya. Di jaman itu juga yang namanya joget sapel-sapelan lagi hits. Mungkin kalo lo inget pernah masuk atau bahkan bikin squd sendiri terus launching jaket sambil jalan-jalan di mall mungkin lo bakal malu sendiri saat ada temen lo yang ngungkit-ngungkit masa itu. Gue sendiri paling kesel kalo adan orang petantang-petenteng dengan bangganya bilang kalu dia anggota salah satu squad sapel terkenal di ibu kota dan sekitarnya. Secara saat itu gue lebih suka nonton acara metal di Rossi Fatmawati. Playlist lagi gue juga ga jauh-jauh dari aliran metal, punk, hardcore. Mungkin itu yang ngebuat gue ga terlalu suka lagu EDM atau rap yang mumble. Atau bahkan lagu RnB yang sering ada di top 100 Joox dan Spotify. Yaaa meskipun gue sekarang lebih kompromi dengan dengerin lagu apa aja yang gue suka, ga mandang genre.
Oiya, nama gue Atreya xxxxx. Biasa dipanggil Treya, dengan tinggi 182 cm dan berat 75 kg (naik turun tergantung musim). Ganteng dan menawan? relatif. Nama gue mungkin aneh ntuk orang Indonesia. Tapi gue suka dengan nama ini. karena pada dasarnya gue emang gasuka segala sesuatu yang banyak orang lain suka. Gue anak kedua dari dua bersaudara. Gue lahir dan besar di Jakarta, lebih tepatnya Jakarta selatan. Ga tau kenapa ada pride lebih aja Jakarta selatan dibanding bagian Jakarta lainnya, meskipun gue tinggal di Bintaro, hehe. Bokap gue kerja di suatu kantor yang ngurusin seluruh bank yang ada di Indonesia. Meski kerja kantoran tapi bokap gue suka banget yang namanya musik. mungkin darah itu menurun ke gue. Nyokap gue seorang ibu rumah tangga yang ngerangkap jadi pebisnis kecil-kecilah dimana orderan paling ramenya dateng pas bulan puasa. mulai dari makanan kering sampe baju-baju. Kakak gue cewek beda empat tahun. Waktu gue masuk SMA berarti doi baru masuk kuliah. Kakak gue ini orangnya cantik pake banget gan. kembang sekolah gitu dah. Gue bahkan sampe empet kalo ada temen cowoknya yang sok-sok baikin gue.
Lo percaya dengan dunia pararel? Dunia dimana ada diri kita yang lain ngelakuin sesuatu yang beda sama apa yang kita lakuin sekarang. Misalnya lo ada di dua pilihan, dan lo milih pilihan pertama. Untuk beberapa lama setelah lo ngejalanan pilihan lo mungkin lo bakal mukir ""Gue lagi ngapain yaa sekarang kalo milih pilihan yang kedua. mungkin gue lebih bahagi. Atau mungkin lebih sedih." Hal itulah yang ngebuat gue bikin cerita ini.
Ditahun itu gue baru masuk salah satu SMA di Jakarta selatan. Disaat itu juga cerita gue dimulai
INDEX
Part 1 - MOS day
Part 2 - Perkenalan
Part 3 - Peraturan Sekolah
Part 4 - Balik Bareng
Part 5 - Masih MOS Day
part 6 - Terakhir MOS Day
Part 7 - Hujan
Part 8 - Pertemuan
Part 9 - Debat Penting Ga Penting
Part 10 - Atas Nama solidaritas
Part 11 - Rutinitas
Part 12 - Om Galih & Jombang
Part 13 - Gara Gara Cukur Rambut
Part 14 - Rossi Bukan Pembalap
Part 15 - Bertemu Masa Lalu
Part 16 - Menghibur Hati
Part 17 - Ga Makan Ga Minum
Part 18 - SOTR
Part 19 - Tubirmania
Part 20 - Bukber
Part 21 - Masih Bukber
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Part 23 - Latihan
Part 24 - The Rock Show
Part 25 - After Show
Part 26 - Anak Kuliahan
Part 27 - Malam Minggu Hacep
Part 28 - Aneh
Part 29 - Kejutan
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni
Part 31 - Perasaan
Part 32 - Sela & Ramon
Part 33 - HUT
Part 34 - Masuk Angin
part 35 - Kunjungan
Part 36 - Wacana Rico
Part 37 - Atletik
Part 38 - Pengganggu
Part 39 - Nasib jadi Adek
Part 40 - Boys Talk
Part 41 - Taurus
Part 42 - Klise
Part 43 - Eksistensi
Part 44 - Utas VS Aud
Part 45 - Naik Kelas
Part 46 - XI IPA 1
Part 47 - Yang Baru
Part 48 - Lo Pacaran Sama Putri?
Part 49 - Sok Dewasa
Part 50 - Masih Sok Dewasa
Part 51 - Salah Langkah
Part 52 - Penyesalan
Part 53 - Bubur
Part 54 - Bikin Drama
Part 55 - Latihan Drama
Part 56 - Pertunjukan Drama
Part 57 - Coba-Coba
Part 58 - Greet
Part 59 - Sparing
Part 60 - Sedikit Lebih Mengenal
Part 61 - Hal Tidak Terduga
Part 62 - Hal Tidak Terduga Lainnya
Part 63 - Ngedate
Part 64 - Berita Dari Kawan
Part 65 : Second Chance
Part 66 - Maaf Antiklimaks
Part 67 - Bikin Film
Part 68 - Sudden Date
Part 69 - Masih Sudden Date (Lanjut Gak?)
Part 70 - Kok Jadi Gini
Part 71 - Sedikit Penjelasan
Part 72 - Sehari Bersama Manda
Part 73 - Masak Bersama Manda
Part 74 - Malam Bersama Manda
Part 75 - Otw Puncak
Part 76 - Villa & Kebun Teh
Part 77 - Malam Di Puncak
Part 78 - Hari Kedua & Obrolan Malam
Part 79 - Malam Tahun Baru
Part 80 - Shifting
Part 81 - Unclick
Part 82 - Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
Part 83 - 17
Part 84 - Hari Yang Aneh
Part 85 - Pertanda Apa
Part 86 - Ups
Part 87 - Menjelang Perpisahan
Part 88 - Cerita Di Bandung
Part 89 - Obrolan Pagi Hari & Pulang
Part 90 - Awal Baru
Part 91 - Agit
Part 92 - Tentang Sahabat
Part 93 - Keberuntungan Atau Kesialan
Part 94 - Memulai Kembali
Part 95 - Belum Ingin Berakhir
Part 96 - Makan Malam
Part 97 - Rutinitas Lama
Part 98 - Sekedar Teman
Part 99 - Bukan Siapa-Siapa
Part 100 - Seperti Dulu
Part 101 - Kue Kering
Part 102 - Perusak Suasana
Part 103 - Cerita Di Warung Pecel
Part 104 - Konfrontasi
Part 105 - Tragedi Puisi
Part 106 - Gak Sengaja Jadian
Part 107 - Day 1
Part 108 - Mengerti
Part 109 - Sisi Lain
Part 110 - Cemburu
Part 111- Cemburu Lagi
Part 112 - Cerita Akhir Tahun
Part 113 - Ketemu Lagi
Part 114 - Malam Panjang
Part 115 - Malam Masih Panjang
Part 116 - Malam Berakhir
Part 117 - Mereka Bertemu
Part 118 - rekonsiliasi
Part 119 - Bicara Masa Depan
Part 120 - Langkah
Part 121 - UN
Part 122 - Pilox & Spidol
Part 123 - Menjelang Prom
Part 124 - Malam Perpisahan
Part 125 - Sebuah Akhir Untuk Awal Baru (TAMAT)
Epilog - Untuk Perempuan Yang Sempat Singgah Di Hati
Terima Kasih, Maaf, & Pengumuman
Special Part : Gadis Manis & Bocah Laki-Laki Di Kursi Depan
MULUSTRASI
Diubah oleh gitartua24 25-04-2022 01:17
JabLai cOY dan 122 lainnya memberi reputasi
119
198.8K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gitartua24
#121
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Ga kerasa waktu libur lebaran yang sekitar dua minggu udah selesai. gatau kenapa yang namanya liburan itu cepet banget abisnya kaya uang gajian
tau-tau abis aja. gue ga nyeritain cerita waktu lagi liburan. bukannya gamau, tapi emang ga ngapa-ngapin.
ciri khas orang yang lahir dan besar di jakarta, lebaran paling banter ke bekasi sama ke depok. karena kerumah saudara itu juga. jadi, biarlah cerita libur lebaran gue jadiin tugas bahasa indonesia
balik lagi ke sekolah. kalo ga bulan puasa itu artinya pulang sekolah jam normal. gue sama rico dan bobby lagi makan di kantin bawah waktu jam istirahat pertama. untung waktu bel kita bertiga langsung meluncur kekantin, jadi masih bisa kebagian tempat duduk. sebenernya sih bisa makan dikelas. tapikan jadi gabisa liat cewek-cewek
makanan gue udah abis, sementara makanan rico baru dateng karena pesenan dia tadi ngantri. sementara bobby lagi cemilin cireng abis makan satu porsi nasi warteg
"Cuy, mama neban gimi-gimi aja..." kata bobby waktu lagi ngunyak cirengnya.
"Telen dulu napa bob." kata rico. padahal dia ngomongnya sambil nyeruput mi ayam.
"lo juga samanya bego." timpal gue. "lu ngomong apaan sih bob?"
bobby langsung nelen tuh cirengnya. "Masa ngeband gini-gini aja."
"Emangnya lo mau ngapain gendat?" tanya rico.
"tampil lah, di pensi kek atau dimana gitu."
"lo pada gue ajakin main di rossi ga mau kemaren kemaren."
"yaa kaga disitu juga lah tre..."
"terus mau main dimana? mau bikin panggung sendiri disekolah?"
"b*lcup aja kuy, sebulan lagi nih." usul bobby ngebutin salah satu acara sekolah tahunan yang diadain sekolah negri yang di b*lungan.
"Seriusan gak lo? jangan wacana doang nih."
"seriusan gue, kali aja dapet wadon."
"kaya ada yang mau aja lo." ledek gue yang langsung dikasih jari tengah sama bobby.
"jangan bego bob, yang ada nanti putri di incer sama sekolah lain."
"lah terus apa urusannya sama lo co?"
"bukan gue yang masalah, ini entar orang didepan ga dapet order ojek dibayar cium lagi." kata rico sambil nunjuk gue.
"yeee biji. emang lo udah pada pernah mentas sebelomnya?" tanya gue.
"belom." jawab bobby polos. sementara rico cuman geleng-geleng
"yeee amplas, gimana mau menang kalo belom ada pengalaman."
"kaga usah ngincer menangnya tre, yang penting mainnya. menang mah urusan belakangan."
"yaa gue sih gas, lo gimana co?"
"kuy..."
"yauds ntar gue tanyaain putri mau apa engga."
setelah bel masuk kita bertiga ga langsung balik kekelas. tapi masih nongkrong-nongkrong sulu di kantin. ga kapok nih dibikin pitak jombang
tapi karena bosen akhirnya kita balik kekelas. lagian kantin udah sepi juga.
sampe dikelas ternyata guru yang ngajar belom dateng. beberapa anak kelas juga masih diluar. gue mutusin masuk kelas buat leyeh-leyeh di meja gue. tapi baru aja merem ada yang nyolek gue. pas gue bangun ternyata itu si hasan ketua kelas.
"kenapa san?" tanya gue.
"panggil gurunya gih, udah sepuluh menit belom dateng."
"lo aja sih san, mager gue."
"lo wakil ketua kelas kaga ada kerjaannya banget."
gue akuin, sebagai wakil ketua kelas gue emang kaga ada kerjaan. bukannya ga ada kerjaan, tapi emang gue gatau kerjaannya apaan. ketua mah enak tinggal nyuruh-nyuruh, sekertaris? tinggal nyatet kalo ada berita penting sama absen. bendahara? nagih duit kas.
lah gue? dari awal cuma disuruh nganterin buku ke ruang guru sama manggil guru kalo lama masuknya. tau gitu dari awal jangan bilang gue jadi wakil ketua kelas, langsung aja bilang jadi babu kelas. paling penting juga suruh foto kopi berkas diluar sekolah. kalo gitu gue baru seneng
"emang ga masuk kali gurunya."
"entar kalo dimarahin sama gurunya lo yang tanggung jawab yeee..." buset dah nih orang, baget banget kalo ada maunya udah kaya cewek. lagian masih kaku aja guru telat masuk.
"iye iye." kata gue yang terpaksa bangun dari tempat duduk. tapi sebenernya gue punya tujuan lain sih.
gue jalan menuju pintu keluar, tapi belom sampe buka pintu ada orang yang manggil gue.
"tre, mau kemana?" tanya putri yang nyamperin gue. doi waktu itu emang lagi duduk-duduk deket papan tulis.
"mau manggil guru put."
"ikut dong...."
"eh, jangan put. si treya sendiri aja." selak si hasan. hahaha, mampus lo. gue tau jadi dia jadi nyesel nyuruh gue. dan gue yakin besok-besok dia bakal ngajak putri buat manggil guru. karena selama ini gua selalu sendiri kalo disuruh manggil.
"gapapa san, gue mau ketemu guru juga soalnya." putri langsung dorong gue keluar kelas. kayanya kalo ga buru-buru si hasan bakal suka rela buat gantiin posisi gue
akhirnya kita berdua jalan ngelewatin lorong-lorong kelas yang udah sepi. semua kelas juga kayanya udah dimasukin gurunya masing-masing.
"lo ngapain ikut put?"
"gue tau lo pasti mau ke koprasi dulu kan beli basreng, hahaha...." sumpah ini anak kayanya punya indra keenam deh. ketauan dah tuh niat gue kalo lagi manggil guru.
mungkin agan nanya kenapa ga sekalian aja pas istirahat belinya. ini namanya strategi jalan-jalan keluar kelas gan. ibaratnya dari jakarta kebandung tapi lewat uruguay, biar jalan-jalan dulu. pulangnya langsung naik kereta dari bandung. apa hubungannya ya
"sok tau lo put..." sergah gue.
"emang gue tau, lo setiap abis manggil guru pasti kantong celananya langsung tebel, terus nyemil berdua sama rico waktu gurunya lagi nerangin."
"ciyee, perhatian banget sih." ledek gue sambil ketawa.
"apaan sih
" gamau ngaku doi.
setelah beli basreng dua bungkus sedangkan putri beli susu kotak rasa coklat, kita berdua langsung menuju rang guru. setelah ngumpetin makanan di kantong pastinya
kita berdua nemuin gurunya lagi meriksa berkas ulangan. gue bilang kalo waktunya jam pelajaran dia tapi katanya nanggung. yaudah gue sama putri balik lagi kekelas.
pas dilantai atas setelah naik anak tangga terakhir, gue liat beberapa anak cowok lagi duduk didepan kelas. sementara itu gue udah bisa denger kelas gue masih rubut. tiba-tiba ada lampu bohlan diatas kepala gue.
"put, lo diem aja ya..."
"hah, apaan tre?
" tanya putri penasaran.
"udah lo langsung masuk kelas aja." putri cuman manggut-manggut.
begitu gue nyampe didepan kelas, mendadak mimik wajah gue berubah jadi serius.
"woy, guru woy." kata gue ke anak-anak. tuh anak kelas yang ngeliat komuk serius gue langsung percaya aja masuk kekelas
gue masuk paling belakang ke kelas sambil nutup pintu. begitu gue masuk ternyata masih ada yang ngobrol. langsung aja gue suruh diem. gue dengan wajah polos langsung balik ketempat duduk.
kelas gue udah dalam keadaan sunyi. semua anak udah duduk dikursinya masing-masing. tapi belom ada tanda-tanda ada guru dateng.
"tre, mana gurunya?" tanya salah satu temen gue yang duduk deket pintu.
"lagi jalan." jawab gue polos.
karena penasaran, temen gue yang duduk deket pintu buka tuh pintunya sedikit buat masttin kalo gurunya jalan kesini. tugas dia emang jadi intel kalo ada guru dateng
gue gabisa nahan ketawa lagi ngeliat komuk anak kelas gue yang udah mulai serius dan ngeluarin buku pelajaran. "HAHAHA, gurunya masih meriksa ulangan....." kata gue sambil
"baik lo tre..."
"biji lo!"
"tai lo tre, ciki lidi gue tumpah tadi pas masuk!"
dan akhirnya suasana kelas ribut lagi
meskipun beberapa menit setelahnya gurunya beneran dateng.
ditengah pelajaran, gue puka tuh basreng yang gue beli karena bosen. gue taro di kolong meja terus gue makan. rico juga comotin satu dua tapi ga banyak. gue sengaja makannya pelan. bukan karena takut ketauan guru, tapi takut diminta bobby
seperti yang gue bilang sebelumnya, tugas gue sebagai ketua kelas setelah pelajaran itu nganterin buku tugas ke ruang guru kalau emang ada tuga. begitu terus sampe bel pulang.
pulang sekolah seperti biasa kita berempat kita nongkrong dulu dirumah bobby. kenapa cuma gue rico dan putri yang sering kerumah bobby? mungkin karena emang kita udah deket dari awal mos. sebenernya sih beberapa kali anak kelasan gue ikut nongong kerumah bobby. tapi emang paling sering kita bertiga sama empunya rumah.
kita sempet mainin beberapa lagu sebelum akhirnya kita istirahat. gue malain buat ngomongin wacana kita barusan.
"gimana jadinya b*lcup?"
"kuy lah..." kata rico semangat.
"eh ada apaan sih?" tanya putri penasaran.
"itu bobby katanya bosen main-main doang, pengan manggung katanya." jelas gue.
"gimana put?" tanya bobby dari atas kursi drum.
"eee, gimana yaa..." putri keliatan mikir bentar. kayanya dia juga rada malu.
"ga mentingin juara kok put, have fun doang." jelas bobby.
"boleh deh, tapi bawain lagu apa?" kita bertiga saling tatap-tatapan, meskipun akhirnya gue lagi yang ngomong.
"ngikut vokalis aja put kita mah..."
"yaudah deh, nanti gue pikirin."
"yaudah tre, lo langsung daftar, pembukaannya udah dibuka setau gue." suruh bobby.
"lah kok gue?" tanya gue sewot.
"kan lo wakil ketua kelas." selak rico.
bajirut emang, pake bawa-bawa pangkat.
Ga kerasa waktu libur lebaran yang sekitar dua minggu udah selesai. gatau kenapa yang namanya liburan itu cepet banget abisnya kaya uang gajian
tau-tau abis aja. gue ga nyeritain cerita waktu lagi liburan. bukannya gamau, tapi emang ga ngapa-ngapin.ciri khas orang yang lahir dan besar di jakarta, lebaran paling banter ke bekasi sama ke depok. karena kerumah saudara itu juga. jadi, biarlah cerita libur lebaran gue jadiin tugas bahasa indonesia
balik lagi ke sekolah. kalo ga bulan puasa itu artinya pulang sekolah jam normal. gue sama rico dan bobby lagi makan di kantin bawah waktu jam istirahat pertama. untung waktu bel kita bertiga langsung meluncur kekantin, jadi masih bisa kebagian tempat duduk. sebenernya sih bisa makan dikelas. tapikan jadi gabisa liat cewek-cewek
makanan gue udah abis, sementara makanan rico baru dateng karena pesenan dia tadi ngantri. sementara bobby lagi cemilin cireng abis makan satu porsi nasi warteg
"Cuy, mama neban gimi-gimi aja..." kata bobby waktu lagi ngunyak cirengnya.
"Telen dulu napa bob." kata rico. padahal dia ngomongnya sambil nyeruput mi ayam.
"lo juga samanya bego." timpal gue. "lu ngomong apaan sih bob?"
bobby langsung nelen tuh cirengnya. "Masa ngeband gini-gini aja."
"Emangnya lo mau ngapain gendat?" tanya rico.
"tampil lah, di pensi kek atau dimana gitu."
"lo pada gue ajakin main di rossi ga mau kemaren kemaren."
"yaa kaga disitu juga lah tre..."
"terus mau main dimana? mau bikin panggung sendiri disekolah?"
"b*lcup aja kuy, sebulan lagi nih." usul bobby ngebutin salah satu acara sekolah tahunan yang diadain sekolah negri yang di b*lungan.
"Seriusan gak lo? jangan wacana doang nih."
"seriusan gue, kali aja dapet wadon."
"kaya ada yang mau aja lo." ledek gue yang langsung dikasih jari tengah sama bobby.
"jangan bego bob, yang ada nanti putri di incer sama sekolah lain."
"lah terus apa urusannya sama lo co?"
"bukan gue yang masalah, ini entar orang didepan ga dapet order ojek dibayar cium lagi." kata rico sambil nunjuk gue.
"yeee biji. emang lo udah pada pernah mentas sebelomnya?" tanya gue.
"belom." jawab bobby polos. sementara rico cuman geleng-geleng
"yeee amplas, gimana mau menang kalo belom ada pengalaman."
"kaga usah ngincer menangnya tre, yang penting mainnya. menang mah urusan belakangan."
"yaa gue sih gas, lo gimana co?"
"kuy..."
"yauds ntar gue tanyaain putri mau apa engga."
setelah bel masuk kita bertiga ga langsung balik kekelas. tapi masih nongkrong-nongkrong sulu di kantin. ga kapok nih dibikin pitak jombang
tapi karena bosen akhirnya kita balik kekelas. lagian kantin udah sepi juga.sampe dikelas ternyata guru yang ngajar belom dateng. beberapa anak kelas juga masih diluar. gue mutusin masuk kelas buat leyeh-leyeh di meja gue. tapi baru aja merem ada yang nyolek gue. pas gue bangun ternyata itu si hasan ketua kelas.
"kenapa san?" tanya gue.
"panggil gurunya gih, udah sepuluh menit belom dateng."
"lo aja sih san, mager gue."
"lo wakil ketua kelas kaga ada kerjaannya banget."
gue akuin, sebagai wakil ketua kelas gue emang kaga ada kerjaan. bukannya ga ada kerjaan, tapi emang gue gatau kerjaannya apaan. ketua mah enak tinggal nyuruh-nyuruh, sekertaris? tinggal nyatet kalo ada berita penting sama absen. bendahara? nagih duit kas.
lah gue? dari awal cuma disuruh nganterin buku ke ruang guru sama manggil guru kalo lama masuknya. tau gitu dari awal jangan bilang gue jadi wakil ketua kelas, langsung aja bilang jadi babu kelas. paling penting juga suruh foto kopi berkas diluar sekolah. kalo gitu gue baru seneng
"emang ga masuk kali gurunya."
"entar kalo dimarahin sama gurunya lo yang tanggung jawab yeee..." buset dah nih orang, baget banget kalo ada maunya udah kaya cewek. lagian masih kaku aja guru telat masuk.
"iye iye." kata gue yang terpaksa bangun dari tempat duduk. tapi sebenernya gue punya tujuan lain sih.
gue jalan menuju pintu keluar, tapi belom sampe buka pintu ada orang yang manggil gue.
"tre, mau kemana?" tanya putri yang nyamperin gue. doi waktu itu emang lagi duduk-duduk deket papan tulis.
"mau manggil guru put."
"ikut dong...."
"eh, jangan put. si treya sendiri aja." selak si hasan. hahaha, mampus lo. gue tau jadi dia jadi nyesel nyuruh gue. dan gue yakin besok-besok dia bakal ngajak putri buat manggil guru. karena selama ini gua selalu sendiri kalo disuruh manggil.
"gapapa san, gue mau ketemu guru juga soalnya." putri langsung dorong gue keluar kelas. kayanya kalo ga buru-buru si hasan bakal suka rela buat gantiin posisi gue
akhirnya kita berdua jalan ngelewatin lorong-lorong kelas yang udah sepi. semua kelas juga kayanya udah dimasukin gurunya masing-masing.
"lo ngapain ikut put?"
"gue tau lo pasti mau ke koprasi dulu kan beli basreng, hahaha...." sumpah ini anak kayanya punya indra keenam deh. ketauan dah tuh niat gue kalo lagi manggil guru.
mungkin agan nanya kenapa ga sekalian aja pas istirahat belinya. ini namanya strategi jalan-jalan keluar kelas gan. ibaratnya dari jakarta kebandung tapi lewat uruguay, biar jalan-jalan dulu. pulangnya langsung naik kereta dari bandung. apa hubungannya ya
"sok tau lo put..." sergah gue.
"emang gue tau, lo setiap abis manggil guru pasti kantong celananya langsung tebel, terus nyemil berdua sama rico waktu gurunya lagi nerangin."
"ciyee, perhatian banget sih." ledek gue sambil ketawa.
"apaan sih
" gamau ngaku doi.setelah beli basreng dua bungkus sedangkan putri beli susu kotak rasa coklat, kita berdua langsung menuju rang guru. setelah ngumpetin makanan di kantong pastinya
kita berdua nemuin gurunya lagi meriksa berkas ulangan. gue bilang kalo waktunya jam pelajaran dia tapi katanya nanggung. yaudah gue sama putri balik lagi kekelas.pas dilantai atas setelah naik anak tangga terakhir, gue liat beberapa anak cowok lagi duduk didepan kelas. sementara itu gue udah bisa denger kelas gue masih rubut. tiba-tiba ada lampu bohlan diatas kepala gue.
"put, lo diem aja ya..."
"hah, apaan tre?
" tanya putri penasaran."udah lo langsung masuk kelas aja." putri cuman manggut-manggut.
begitu gue nyampe didepan kelas, mendadak mimik wajah gue berubah jadi serius.
"woy, guru woy." kata gue ke anak-anak. tuh anak kelas yang ngeliat komuk serius gue langsung percaya aja masuk kekelas
gue masuk paling belakang ke kelas sambil nutup pintu. begitu gue masuk ternyata masih ada yang ngobrol. langsung aja gue suruh diem. gue dengan wajah polos langsung balik ketempat duduk.
kelas gue udah dalam keadaan sunyi. semua anak udah duduk dikursinya masing-masing. tapi belom ada tanda-tanda ada guru dateng.
"tre, mana gurunya?" tanya salah satu temen gue yang duduk deket pintu.
"lagi jalan." jawab gue polos.
karena penasaran, temen gue yang duduk deket pintu buka tuh pintunya sedikit buat masttin kalo gurunya jalan kesini. tugas dia emang jadi intel kalo ada guru dateng
gue gabisa nahan ketawa lagi ngeliat komuk anak kelas gue yang udah mulai serius dan ngeluarin buku pelajaran. "HAHAHA, gurunya masih meriksa ulangan....." kata gue sambil
"baik lo tre..."
"biji lo!"
"tai lo tre, ciki lidi gue tumpah tadi pas masuk!"
dan akhirnya suasana kelas ribut lagi
meskipun beberapa menit setelahnya gurunya beneran dateng.ditengah pelajaran, gue puka tuh basreng yang gue beli karena bosen. gue taro di kolong meja terus gue makan. rico juga comotin satu dua tapi ga banyak. gue sengaja makannya pelan. bukan karena takut ketauan guru, tapi takut diminta bobby
seperti yang gue bilang sebelumnya, tugas gue sebagai ketua kelas setelah pelajaran itu nganterin buku tugas ke ruang guru kalau emang ada tuga. begitu terus sampe bel pulang.
pulang sekolah seperti biasa kita berempat kita nongkrong dulu dirumah bobby. kenapa cuma gue rico dan putri yang sering kerumah bobby? mungkin karena emang kita udah deket dari awal mos. sebenernya sih beberapa kali anak kelasan gue ikut nongong kerumah bobby. tapi emang paling sering kita bertiga sama empunya rumah.
kita sempet mainin beberapa lagu sebelum akhirnya kita istirahat. gue malain buat ngomongin wacana kita barusan.
"gimana jadinya b*lcup?"
"kuy lah..." kata rico semangat.
"eh ada apaan sih?" tanya putri penasaran.
"itu bobby katanya bosen main-main doang, pengan manggung katanya." jelas gue.
"gimana put?" tanya bobby dari atas kursi drum.
"eee, gimana yaa..." putri keliatan mikir bentar. kayanya dia juga rada malu.
"ga mentingin juara kok put, have fun doang." jelas bobby.
"boleh deh, tapi bawain lagu apa?" kita bertiga saling tatap-tatapan, meskipun akhirnya gue lagi yang ngomong.
"ngikut vokalis aja put kita mah..."
"yaudah deh, nanti gue pikirin."
"yaudah tre, lo langsung daftar, pembukaannya udah dibuka setau gue." suruh bobby.
"lah kok gue?" tanya gue sewot.
"kan lo wakil ketua kelas." selak rico.
bajirut emang, pake bawa-bawa pangkat.
mmuji1575 dan 23 lainnya memberi reputasi
24