Kaskus

Story

memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
Cerita Masa Kuliah Sebuah Kenangan Yang Terkubur
Quote:


Spoiler for cover:


Quote:


Quote:
Diubah oleh memedruhimat 01-08-2025 14:04
alizazetAvatar border
nomoreliesAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 25 lainnya memberi reputasi
26
48.5K
176
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
memedruhimatAvatar border
TS
memedruhimat
#73
Quote:


Sampai di kampus... Betapa terkejutnya gue, karena suasana kampus berubah jadi kaya taman binaria Ancol. Di lapangan rumput isinya pasangan muda-mudi lagi pacaran mesra udah kayak suami-istri. Di temaram kegelapan gue bisa melihat ada yang curi-curi baik. Ada juga yang gelar tiker piknik dan duduk bareng rame-rame sama kumpulannya.

Semua orang benar-benar menikmati suasana panggung hiburan sambil menunggu puncak acara malam itu.

Speaker masjid yang tadi sore berlomba sama sound system panggung udah nggak kedengeran lagi, sepertinya speakernya rusak.

Semua pengunjung tampak bahagia pada malam itu.

Ya semua bahagia...

Kecuali...

Gue...

Saat itu gue betul-betul merasa jika hidup gue adalah kegagalan. Udah umur segini tapi gue nggak punya kemajuan dalam bidang apapun. Gagal dalam banyak hal, termasuk hubungan asmara. Bahkan gue pun kalah sama anak-anak SMA ini.

Gue ngelantur jalan-jalan sendiri ke gedung fakultas, niatnya gue pengen menyendiri di Lantai 3, nonton dari kejauhan.

Pas sampai di Lantai 3 yang begitu sepi, sayup-sayup terdengar suara cewek. Bulu kuduk gue sempat merinding. Soalnya gue sering denger sih kalau gedung fakultas Sastra dan Ekonomi ini adalah yang nomor dua paling angker setelah gedung Rektorat. Beredar cerita, katanya sering ada penampakan wanita dengan baju serba putih kaya kain kafan. Ada juga anak kecil yang suka lari-larian sendiri dan menghilang di arah belokan WC cewek.

Tapi rasa penasaran yang mengalahkan rasa takut terus mendorong gue untuk menyelidiki asal penampakan tersebut.

Gue terus berjalan menyusuri lorong, ternyata suara itu berasal dari salah satu ruang kelas di gedung Sastra. Saat itu kondisi lorong gelap gulita, namun ada segaris cahaya tipis yang tampak dari salah satu ruangan kelas.

Bukankah seharusnya ruang-ruang kelas ini sudah dikunci oleh petugas?` pikir gue dalam hati. Mungkin yang satu ini kelupaan, atau bisa jadi habis dipakai kuliah malam. Tapi setau gue kuliah malam biasanya hanya pakai ruangan di lantai 2 saja, nggak sampai ke lantai 3.

Lantas gue ikuti dengan perlahan asal suara misterius itu... lama kelamaan semakin jelaslah rupa suara itu.

Anehnya, rupa suara itu kini tidak lagi mengerikan. Namun justru jadi sesuatu yang cenderung membangkitkan fantasi erotis. Seperti sebuah erangan,

Erangan sengau disertai desahan nafas, suara-suara aneh yang bisa bikin cowok geli-geli ga jelas kalau mendengarnya.

Gue semakin penasaran, jadilah gue memberanikan diri untuk mengintip dari celah salah satu pintu kelas yang terbuka itu. Penerangan ruangan sangat minim, sehingga agak menyulitkan untuk melihat jelas. Namun meski begitu gue masih tetap bisa yakin kalau yang gue lihat itu adalah wujud sepasang manusia.

Dan benar saja!

SIALAN!!!` dalam hati gue berseru. Karena ternyata itu hanyalah pasangan muda mudi yang lagi asyik nikmat beradu cumbu mantap-mantap tap tap plap plap plap wik wik wik. Si cewek dalam posisi duduk di atas meja dosen, sementara si cowok berdiri di hadapannya. Cowoknya malah juga lagi asyik menjelajah bukit kenikmatan, selagi menelusuri sorga dunia menuju asal kehidupan.

Dan gue yakin mereka bukan anak kampus gue, karena dari rupa-rupanya sih mereka kelihatan masih terlalu muda untuk jadi mahasiswa.

Langsung aja gue dobrak pintu dan gue nyalain lampu, dan gue labrak mereka berdua.

"Woi!! Lu Kira ini hotel!?" gue teriak.

Spontan mereka pun kaget! Si cowok malah langsung melompat mundur dan gelagapan (slepp --- langsung kecabut spontan gitu deh emoticon-Malu). Sementara si cewek masih sibuk pegangin t[o]kednya yang melorot ke mana-mana, kancing bajunya masih tampak berantakan.

Si cowok tadinya lagi asyik main raket, pas lagi basah... eh malah ketangkep basah betulan.

(Raket=raba t[o]ked) emoticon-Stick Out Tongue

Saking panik, si cowok refleks mendorong gue sekuat tenaga sampai gue tersungkur. Pada kesempatan itu langsung mereka berdua nyerobot ke pintu keluar.

Tapi pas sebelum si cowok keluar, gue tackle kakinya sehingga dia pun jatuh. Bunyi berdebum terdengar keras bersamaan dengan benturan gigi depan yang sukses mendarat cium lantai.

Si cowok meringis kesakitan.

Entah ada perasaan apa yang mendorong gue, tapi saat itu timbul perasaan 'SADOHIS'. Detik detik itu si setan yang ada di kepala gue muncul membisikkan sesuatu yang sangat jahat. Wajah lelaki yang sedang kesakitan di hadapan gue, sekilas jadi mirip bayangan lelaki yang menyetubuhi gadis di dalam mimpi gue.

Perasaan SADOHIS itu pun semakin menjadi-jadi, hingga seluruh emosi memuncak dan memanas di dalam dada. Seluruh kekuatan berkumpul dan kaki ini lantas bergerak dengan sendirinya---berayun dengan segenap tenaga yang ada. Sepak maut itu mendarat dengan sempurna di antara selangkangan lelaki malang itu.

Quote:


"UWAAADOOWWWW... UUUU... AAAA...!!!" terdengar jeritan yang cumiik pilu, lengkingan cowok tapi bersuara tinggi seperti cewek. Bagian hitam dari kedua bola mata cowok itu berkumpul di tengah-tengah kemudian menghilan ke dalam kelopak mata. Mulutnya mangap total selebar-lebarnya sampai membentuk BIG O. Cowok itu meringis seperti anak kecil yang baru disunat.

Spoiler for Warning PIC BB 22++:


"AAANJIIIINGGG!! TEGA BANGET SIH LOOO!!!" si ceweknya langsung marah-marah dan maki-maki gue, sambil bantuin cowoknya yang lagi menyilangkan kedua kakinya sambil nungging dengan posisi melengkung bongkok udang.

Gue pun lantas baru tersadar, dan gue sendiri malah bingung.
Astaga... apa yang baru saja gue lakukan? Kenapa juga gue sampai harus melakukan itu?

Mereka berdua turun sambil si cowok jalan ngengkang tertatih-tatih---persis kaya baru dirudapaksa bences satu Taman Lawang. Dalam hati gue pengen ketawa, tapi gue juga merasa bersalah.

Si cowok teriak-teriak dan sumpah serapahin gue. Gue jadi takut, jangan-jangan nanti gue dilaporin terus dituntut. Ah tapi mana mungkin dia berani, lagian dia juga berbuat mesum di gedung fakultas, parahnya lagi kampus orang. Udah untung cuma ketangkep sama gue. Coba kalau ketangkepnya sama Satpam kampus, yang ada bakal digiring ke penghulu di kampung Bojong dah lu pada.

Gue lihat dari lantai 3, sepertinya panggung hiburan sudah mau sampai di penghujung acara. Di panggung masih ada satu band yang mau tampil.

Dan tiba-tiba... gue mendengar sebuah intro musik yang sangat tidak asing di telinga gue!

Quote:


Gue ikutin itu lagu yang dibawain sama cover Band sambil karaoke baper sendiri. Setelah lagu usai, acara akan siap-siap memasuki babak final. Gue pun turun di tangga lantai satu depan BEM Sastra. Ternyata di situ gue ketemu sama semua temen-temen kelas gue.

"Eh ada si Ari!" si Lia langsung manggil begitu melihat gue.

"Dari mana aja lu Ri? Kirain udah pulang." kata si Cucun.

"Eh nanti puncak acaranya bakal seru banget lho, ada dangdutan." kata si Lia.

"Oh, jadi betul toh ada dangdutan? Terus slow dancenya itu gimana?" gue tanya.

"Yaaah itu mah kagak jadi, itu dialihkan buat pas acara Makrab aja."

Quote:


Di tengah obrolan itu gue melihat Tia, tapi dia diam aja. Gue mau coba tegur dia, tapi gue keburu ditarik sama Lia---gue diajak menjauh ke samping panggung.

"Eh pindah ke depan aja yuk, sumpek nih di sini." kata Lia. Gue diajak lagi pindah ke barisan paling depan panggung.

Saat itu MC udah naik dan mengumumkan acara pembagian door prize yang akan segera dimulai. Penonton ramai berkumpul depan panggung.

Gue ada di barisan depan, tapi gue malah nggak fokus sama sekali ke acara. Karena saat itu perhatian gue terpecah-pecah.

"Gue harus menyampaikan sesuatu ke Tia." ucap gue.

Tapi si Lia terus aja menahan gue. Sepertinya temen-temennya Tia ini nggak pengen gue deket-deket sama Tia. Atau... bisa juga Tia yang minta supaya gue jangan sampe deketin dia. Sudah gue duga... satu kejadian singkat itu telah mengubah segalanya.

MC membacakan acara doorprize, hadiahya macam-macam tapi yang pertama ini ada voucher makan. Tantangannya lucu juga, musti bawa anak kunci sebanyak-banyaknya.

Tiba-tiba si Kun datang dan narik-narik tangan gue, gue diseret ke arah UKM kerohanian.

Rupanya anak-anak pada antusias banget, secara UKM kerohanian punya banyak kunci-kunci, sampe kagak tau itu kunci apaan aja. Pokoknya ada kunci sekretariat, lemari buku, kotak amal, gudang, WC, tempat wudhu, pintu, dan lain-lain).

Apalagi si Kun, yang begitu mendengar kata "makanan", dia semakin antusias. Dia yang suruh gue bawa kunci itu naik ke panggung.

"Pasti menang dah lu! Buruan naik sana!!" katanya ke gue.

"Ayo Ri, lumayan tuh hadiahnya!" kata temen-temen di UKM.

"Lho koq gue... Gue demam panggung kalo sendirian..." balas gue.

"Anggap aja kaya lagi tanding randori, kan ditonton banyak orang juga..." kata si Kun.

Akhirnya si Kun paksa dan tarik gue ke atas panggung. Lampu sorot yang begitu putih silau langsung menerangi wajah dan membuat gue buta sesaat.

"Naah kita udah dapet satu peserta lagi rupanya." kata si MC.

MC-nya rada bences ala ngondek gitu bo.

"Eeh, satu aja yang naik... yang ini turun yaaa!"

Si Kun yang tadinya ikut naik bersama gue, langsung disuruh turun sama si Bences.

Tiba-tiba gue lihat, temen-temen sekelas gue semuanya ada di bawah sana---persis di barisan paling depan depan panggung. Mereka pada teriak-teriak ke arah gue. Gue jadi sempet gugup juga, sempet kepikir mau turun panggung.

Asli... gue ini anak introvert, sejujurnya gue demam panggung banget.

Gue lihat-lihatan dari jauh sama si Kun, dia cuma ngasi kode-kode tapi ga bisa gue terjemahin.

Udah terlambat banget buat turun panggung, MC sudah nyuruh kita baris berjejer ala-ala finalis cover boy. Pokoknya kita harus pada dikerjain dulu, disuruh gaya-gaya yang aneh-aneh.

Gue baru nyadar kalo semua peserta yang di atas panggung itu cowok semua, nggak ada peserta ceweknya. Tapi banyak juga ternyata yang berminat ikut kompetisi banyak-banyakan kunci itu. Kayanya ada yang naik sambil bawa kunci motor temen-temennya, pokoknya semua kunci-kunci dikumpulin biar banyak.

Tapi yang paling banyak kuncinya ternyata cuma 6 orang aja termasuk gue, yang lain tereliminasi dan disuruh turun. Dan kita ber 6 itu akhirnya harus diseleksi lagi.

Karena untuk menentukan juara nggak bisa dari hitungan kunci lagi, jadinya kita harus dikerjain lagi. Kita disuruh berdiri berpasangan dan berhadap-hadapan. Terus kita disuruh saling nyolek-nyolek genit and cubit-cubit manja ke pasangan kita, sesuai instruksi si Bences. Yang salah colek atau salah cubit, langsung tereliminasi dan disuruh turun dari panggung.

Jadilah kita harus main permainan ala bences, colek cubit genit sampai enak. Gue enggak perlu jelasin deh bagian mana aja yang disuruh sama si bencong itu buat dicolek-colek (udah kaya sabun colek aja).

Tiba-tiba gue jadi inget, jurus 7 totokan Naga Kumis Lele.

"Ya ini sama kaya latihan jurus totokan tersebut." kata gue dalam hati.

Gara-gara begaul sama Kun gue jadi ikutan jadi tukang berkhayal soal film kung fu cina jadul.

Entah bagaimana... gue bisa menang!

Apakah karena jurus 7 totokan Naga Kumis Lele atau memang gue yang secekatan itu soal colek mencolek, atau lawan gue yang pada loyo gara-gara risih disenggolin bences. Yang pasti gue keluar sebagai pemenang dan akan turun panggung dengan mengantongi voucher makan tersebut.

Tapi sialnya waktu mau diserahin, vouchernya ga langsung diserahin.

"Ya ampun ini cowok, putih banget yaa... eke aja kalah putih!" kata si Bences.

Dan si Bences pun malah godain dan nyolek-nyolek gue!

Gue berusaha sebisa mungkin bertahan menghadapi gejolak nafsu duinawinya si MC bences---semata-mata karena gue nungguin voucher hadiah gue... emoticon-Frownemoticon-Frown

Sampai-sampai gue malah dipelototin sama cowoknya yang duduk di samping panggung!

Anjiiirr... koq jadi gue yang dipelototin sih, kan bukan gue yang salah woi... emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown

Setelah turun panggung, gue jadi bahan tertawaan temen-temen sekelas.

"Anjiir Ri, lu keren banget... ternyata lu bisa seru-seruan juga.

Betewe, dapet kunci dari mana lu?"

"Lu jago banget sih urusan colek mencolek, juragan sabun colek ya?"

"Anjiir itu dapet dari mana sih MC-nya?" kata gue.

Voucher itu enggak membuat gue tertarik sama sekali. Itu adalah voucher untuk mendapatkan satu loyang pizza gratis, ukuran kecil di salah satu stand bazaar. Langsung aja gue kasih sama anak-anak di UKM kerohanian, dan ternyata mereka emang laper banget.

Tapi sesaat tadi, jujur gue merasa cukup terhibur juga sih. Ada juga yang momen kecil yang bikin gue happy juga di acara ini. Baru kali ini gue yang notabene introvert jadi pusat perhatian, disorot lampu di atas panggung, ditonton satu kampus. Dan ternyata... jadi pusat perhatian itu... memang menyenangkan---meski bagi orang introvert sekalipun.

Setelah acara doorprize, kita lanjut menikmati musik dari Band terakhir sebelum nantinya kembang api akan diletuskan. Dan baru lah acara dangdutan dijadikan sebagai penutup.

Hingga tiba-tiba si Kun narik-narik gue... dia langsung ngomong,

"CEPETAN SINI LU! GUE MAU KASI LIHAT SESUATU!!"

Gue diseret ke depan Fakultas Ekonomi, yang mana gedungnya berhadapan persis dengan halaman depan Fakultas Teknik Kelautan.

DI SITU MATA GUE LANGSUNG TERBELALAK!

GUE HANYA BISA TERDIAM MEMBISU!!

TERPAKU! MEMBEKU!!

Rasanya bagai terkena serangan jantung.

Telinga gue berdengung keras, kaki gue rasanya seperti tidak menginjak tanah. Dada gue naik turun berdegup berasa isinya mau robek keluar. Badan gue langsung panas dingin. Seluruh keringat yang ada di tubuh gue rasanya mengalir dari atas kepala sampai ujung mata kaki.

Gue mundur dan terjatuh lemas ke arah dinding.

BETAPA TERKEJUTNYA GUE DENGAN PEMANDANGAN YANG TAMPAK DI HADAPAN MATA GUE ITU!!!
Diubah oleh memedruhimat 01-08-2025 22:58
yusufchauza
itkgid
itkgid dan yusufchauza memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.