Kaskus

Story

deevan99Avatar border
TS
deevan99
History Pemburu Wanita Berjilbab
History Pemburu Wanita Berjilbab Sebuah perjalanan yang tetap saya syukuri meski harus melaluinya dengan penuh dosa. Tapi jika di katakan menikmati, ya betul saya adalah sosok pria yang sangat menikmati dunia itu, waktu itu!! Alhamdulillah kini sudah bisa menikmati hidup yang jauh lebih baik menurut saya dibanding beberapa tahun lalu.

Perjalanan hidup yang akhirnya membuat saya menemukan seorang wanita yang kini setia mendampingiku dalam kondisi apapun. Meski dulu pria yang kini di sampingnya ini penuh dengan masa lalu yang sangat kelam. Molimo sudah pernah dijalani semua dengan penuh kenikmatanemoticon-Frownemoticon-Frown . Seakan cukup dengan jentikkan jari, wanita-wanita itu tunduk dan patuhemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin . Sampai-sampai oleh orang-orang di sekitarku, saya ini pakai sihir, padahal sama sekali tidak pernah pakai sihir-sihir macam apapunemoticon-Nohope

Diri ini tumbuh jadi sosok yang sangat kontroversial di lingkungan teman-teman dekatku. Karena mereka antara salut dan sedih, melihatku yang dalam ibadah cukup rajin. Shalat 5 waktu tiada tertinggal meski kadang tidak tepat di awal waktu. Namun di sisi lain, MOLIMO ku langgar dengan sangat ciamik. Molimo itu sendiri adalah sebuah kata yang kepanjangannya adalah Moh Limo alias tidak akan melakukan 5 hal yang termasuk larangan dari Allah SWT, yaitu :
1. Moh Main (Tidak akan berjudi)
2. Moh Medok (Tidak akan berzina)
3. Moh Maling (Tidak akan Mencuri)
4. Moh Madat (Tidak akan mengkonsumsi barang candu/adiktif, semacam shabu, ekstasi dll)
5. Moh Minum (Tidak akan meminum minuman yang memabukkan)

Kesempatan dalam hidup setelah untuk pertama kalinya "merantau" akhirnya membuat diri ini yang kecilnya rajin adzan, ngaji dan terkenal santun, berubah jadi serigala berbulu domba. 2005 orang tua pindah dari kota Gudeg ini, dan pindah ke kabupaten dengan makanan khas bernama Simping. Saya tetap tinggal di kota Gudeg, jadi yang pindah orang tua, kalau saya mah tetep di Kota penuh kenangan ini. emoticon-Ngakak Bingung kan? Merantau kok gak pindahemoticon-Bingung , ya karena ku tetap berkuliah di tempat ini. Sedang kalau lebaran mudik, jadi deh namanya merantau. hahahahhaemoticon-Ngakak

Ku tumbuh jadi pria yang sangat mudah menaklukkan wanita-wanita berjilbab (80%) sisanya tidak berjilbab (2 orang aja sih). Jika dulu SMA diri ini terlalu pendiam karena berasa salah sekolah (temen-temen anak horang kayah semua). Selepas SMA jadi pria yang tebar pesona sana sini. Hanya bermodalkan kalimat alm bapak saya "Lik, wong lanang kui nek wes mapan, wong wedok kui di petheti wae semrintil moro kabeh, tinggal milih" ("Dek, laki-laki itu kalau udah mapan (tidak harus kaya ya), wanita itu kalau di "jentikkan jempol ama telunjuk itu" akan datang berbondong-bondong, kita tinggal milih"). Itu modal awal saya untuk menjadi pria buas bertopeng malaikat.emoticon-Ngakak

Nah mapan di atas itu maksudnya adalah mampu menjadi pria yang menguasai penuh kendali wanita, jadi tidak melulu soal kaya (ekonomi), tapi bisa juga karena cakap alias pintar berkomunikasi, dan mampu menguasai medan lah intinya. Wanita itu tidak melulu soal tajir gak nya laki-laki, yang paling dominan itu nyaman dulu. Percaya deh bagi kalian Jamaah Jomblowan Rahimakumullah.emoticon-Ngakak


ok cuss aja ke bawah untuk lanjutannya ya

Indeks :

1. Selepas SMA di Kota Penuh Kesan

2. Paris Van Java

3. Zaman Pra Sejarah

4. Perubahanku
Diubah oleh deevan99 01-01-2019 02:30
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
4
5.2K
25
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
deevan99Avatar border
TS
deevan99
#10
Zaman Pra Sejarah

"Belum," jawabku singkat. Karena memang dari keluargaku sangat keras mengenai hal ini. Bapak Ibuku melarang anak-anaknya berpacaran. Singkat cerita, nyaris semua kakak2ku tidak berpacaran sama sekali hingga lulus SMA. Atau setidak-tidaknya SMA baru pacaran.

<Skip>

Perjalanan di BIP waktu itu berasa cepat karena kami hanya jalan-jalan saja dan makan di luar. Selepas itu ke Gramed untuk ambil buku dan belilah satu dua buku. Waktu itu karena ketertarikanku pada Negara Jepang akhirnya mencoba melengkapi otakku dengan buku percakapan-percakapan bahasa Jepang. Walau sebenarnya SMA ku waktu itu ada extra bahasa jepang, namun oleh orang tuaku tidak diijinkan ikut itu. Bulu tangkislah yang akhirnya jadi kesibukanku di waktu sore selepas sekolah. Oh iya, sekolahku rutin masuk pukul 07.15 sampai pukul 14.30. Jadi bagiku yang anak pinggiran alias anak dusun yang hanya naik bus kemana-mana ini tidak ada lagi kesempatan untuk main.

Selepas pertemuan dengan Okta itu, akhirnya ku sering sms atau telponan (belum jaman WA dan BBM waktu itu), kalau pengen lihat foto atau video dulu make YM, atau kalau foto saja bisa kirim via MMS (jadul banget ya) emoticon-No Hope

Perjalanan hidup jadulku ini akhirnya benar-benar berakhir di tahun 2005, selepas ketemu dengan Okta itu. Hidupku yang ku sebut jadul ini adalah hidup yang tidak pernah lihat dunia di luar garis yang ada. Luruuuuus aja. Akhirnya 2005 pertengahan kira-kira bulan Juli q mengenal dunia baru.

"Dayat dimana?", suara wanita dari ujung telpon yang ku genggam

"Masih di rumah aja, gimana?"

"Rumah mana? Yogya apa Bandung?"

Ya memang saat itu ortuku resmi pindah dari Yogya di tahun kelulusanku dari SMA, ya tahun 2005. Ortu pindah ke Jabar karena sesuatu hal, dan selalu ku bilang ke semua orang bahwa karena Bapak sakit-sakitan dan kakak-kakakku lebih banyak di Jabar, makanya di pindah kesana. Padahal ada hal yang menyedihkan yang membuat kami harus angkat kaki dari rumah tempatku lahir itu. Tepat waktu ku lulus juga tepat pas Ibuku pensiun.

"Rumah Yogya, karena di sini masih ada beberapa barang belum sempat dikosongkan semuanya, gimana?"

"Lu, lama-lama kek pejabat ditanya wartawan aja, tiap jawab selalu diakhiri pertanyaan", protes Okta padaku

"Hahaha"

"Yaelah malah ketawa ngakak bukannya jawab",

"Yah salah lagi, emang sih ya, laki tempatnya salah mulu"

"Beuh, udah kek bunglon nih orang, tadi kek pejabat sekarang jadi tukang gombal"

"Lha kan sebelas dua belas pejabat ma tukang gombal"

"hahahahha" tertawalah kami berbarengan di telpon.

"Eh, bentar ya ada tamu, tar kita sambung lagi", segera ku akhiri telpon waktu itu.

Saat itu sudah malam kurang lebih pukul 21.00 lah. Pintu di gedor tetangga yang biasa nemenin tidur di rumah. Maklum rumah tua jaman dulu, Cukup luas dan rada horor sih. Jadi kadang minta temen depan rumah buat nemenin.

"Woi, Yat, yat, turu po?" teriak temenku nama Ervin ini dari depan pintu rumah karena responku lama, dengan logat jawanya yang kental

"Sek sek, diluk", jawabku
Diubah oleh deevan99 27-12-2018 14:45
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.