Kaskus

Story

aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
Langit dan Bulan
Bisakah kita satu hari bersama, tanpa tumpukan kertas yang memenuhi meja kita?
Bisakah kau rasakan jika perasaan ini bukan hanya sekedar rekan kerja?
Bisakah kau raih tanganku, berjalan beriringan dibawah sinar senja?
Wahai Langit, kau begitu luas. Adakah satu tempat disana untuk diriku bersinar di kala kau gelap?


Langit dan Bulan

Daftar Isi


Quote:



Saran dan masukan sangat membantu dalam penggarapan. Kiranya berkenan untuk mengingatkan jika ada kekeliruan dalam menulis.

Sosial media
Instagram : aldisabihat
Twitter: aldisabihat
Diubah oleh aldiansyahdzs 10-06-2019 09:11
farrazaididAvatar border
bang.armenAvatar border
bukhoriganAvatar border
bukhorigan dan 7 lainnya memberi reputasi
8
6.1K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
aldiansyahdzsAvatar border
TS
aldiansyahdzs
#6
#3
Sesuai dengan janji kemarin, Langit mengecek jadwal fakultas teknik hari ini. Matanya merayap, menyapu kolom demi kolom kelas Teknik Komputer A Semester 3. Setelah tertangkap oleh matanya. Sebelum ia melangkah menuju kelas Bulan, diperiksanya kembali laporan yang akan ia berikan. Takut tertukar dengan laporan yang lain.

Langit mengetuk pintu kelas Teknik Komputer A. Seorang laki – laki menghampirinya. Langit langsung menanyakan keberadaan Bulan.

Quote:
.

***


Hubungan Bulan dengan Rizky sudah tiga tahun. Setiap bulannya mereka merayakan kebersamaan mereka. Demi Bulan, Rizky rela bolos kerja serta dipotong gajinya hanya untuk berjumpa dan mengucap langsung selamat tanggal 22 setiap bulannya.

Rizky tipikal lelaki romantis yang digilai oleh kaum hawa. Sepucuk mawar di kantung jas dada tidak pernah absen untuk disampaikan kepada Bulan saat candle light dinner. Bulan dimabuk kepayang oleh sang adam.

Quote:


Dua insan yang dadanya sudah sesak oleh rindu kini saling bertatap mata. Rasanya ingin malam ini tidak pernah berakhir bagi mereka. Terutama bagi Bulan, ia tak mau kekasihnya sering keluar–masuk kota untuk mengurusi kerjaannya.

***


Sinar mentari membangunkan Zafira dari mimpinya. Ia beranjak dari kasur. Melipat selimut dan menata bantal. Lalu bergegas untuk mencuci muka.

Langkahnya gontai, dunianya seolah bergoyang. Zafira menahan dirinya meletakan kedua telapak tangan pada tembok. Ini bukan gempa bumi. Kepalanya terasa tertekan.

Sepagi ini darah harus turun dari hidungku?
Diubah oleh aldiansyahdzs 27-12-2018 07:51
mychain
mychain memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.