- Beranda
- Stories from the Heart
LIMA BELAS MENIT
...
TS
gitartua24
LIMA BELAS MENIT


PROLOG
"Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir?. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi.
Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue membentuk jati diri. Terkadang gue bantuin temen yang lagi kena masalah dengan petuah-petuah sok bijak anak umur tujuh belas tahun. Gak jarang juga gue ngerasa labil sama sikap gue sendiri. mau gimana lagi, namanya juga anak muda. Kadang gue suka ketawa-ketawa sendiri dan mengamini betapa bodohnya gue saat itu.
Gue SMA di jaman yang namnya hp B*ackberry lagi booming-boomingnya. Di jaman itu juga yang namanya joget sapel-sapelan lagi hits. Mungkin kalo lo inget pernah masuk atau bahkan bikin squd sendiri terus launching jaket sambil jalan-jalan di mall mungkin lo bakal malu sendiri saat ada temen lo yang ngungkit-ngungkit masa itu. Gue sendiri paling kesel kalo adan orang petantang-petenteng dengan bangganya bilang kalu dia anggota salah satu squad sapel terkenal di ibu kota dan sekitarnya. Secara saat itu gue lebih suka nonton acara metal di Rossi Fatmawati. Playlist lagi gue juga ga jauh-jauh dari aliran metal, punk, hardcore. Mungkin itu yang ngebuat gue ga terlalu suka lagu EDM atau rap yang mumble. Atau bahkan lagu RnB yang sering ada di top 100 Joox dan Spotify. Yaaa meskipun gue sekarang lebih kompromi dengan dengerin lagu apa aja yang gue suka, ga mandang genre.
Oiya, nama gue Atreya xxxxx. Biasa dipanggil Treya, dengan tinggi 182 cm dan berat 75 kg (naik turun tergantung musim). Ganteng dan menawan? relatif. Nama gue mungkin aneh ntuk orang Indonesia. Tapi gue suka dengan nama ini. karena pada dasarnya gue emang gasuka segala sesuatu yang banyak orang lain suka. Gue anak kedua dari dua bersaudara. Gue lahir dan besar di Jakarta, lebih tepatnya Jakarta selatan. Ga tau kenapa ada pride lebih aja Jakarta selatan dibanding bagian Jakarta lainnya, meskipun gue tinggal di Bintaro, hehe. Bokap gue kerja di suatu kantor yang ngurusin seluruh bank yang ada di Indonesia. Meski kerja kantoran tapi bokap gue suka banget yang namanya musik. mungkin darah itu menurun ke gue. Nyokap gue seorang ibu rumah tangga yang ngerangkap jadi pebisnis kecil-kecilah dimana orderan paling ramenya dateng pas bulan puasa. mulai dari makanan kering sampe baju-baju. Kakak gue cewek beda empat tahun. Waktu gue masuk SMA berarti doi baru masuk kuliah. Kakak gue ini orangnya cantik pake banget gan. kembang sekolah gitu dah. Gue bahkan sampe empet kalo ada temen cowoknya yang sok-sok baikin gue.
Lo percaya dengan dunia pararel? Dunia dimana ada diri kita yang lain ngelakuin sesuatu yang beda sama apa yang kita lakuin sekarang. Misalnya lo ada di dua pilihan, dan lo milih pilihan pertama. Untuk beberapa lama setelah lo ngejalanan pilihan lo mungkin lo bakal mukir ""Gue lagi ngapain yaa sekarang kalo milih pilihan yang kedua. mungkin gue lebih bahagi. Atau mungkin lebih sedih." Hal itulah yang ngebuat gue bikin cerita ini.
Ditahun itu gue baru masuk salah satu SMA di Jakarta selatan. Disaat itu juga cerita gue dimulai
INDEX
Part 1 - MOS day
Part 2 - Perkenalan
Part 3 - Peraturan Sekolah
Part 4 - Balik Bareng
Part 5 - Masih MOS Day
part 6 - Terakhir MOS Day
Part 7 - Hujan
Part 8 - Pertemuan
Part 9 - Debat Penting Ga Penting
Part 10 - Atas Nama solidaritas
Part 11 - Rutinitas
Part 12 - Om Galih & Jombang
Part 13 - Gara Gara Cukur Rambut
Part 14 - Rossi Bukan Pembalap
Part 15 - Bertemu Masa Lalu
Part 16 - Menghibur Hati
Part 17 - Ga Makan Ga Minum
Part 18 - SOTR
Part 19 - Tubirmania
Part 20 - Bukber
Part 21 - Masih Bukber
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Part 23 - Latihan
Part 24 - The Rock Show
Part 25 - After Show
Part 26 - Anak Kuliahan
Part 27 - Malam Minggu Hacep
Part 28 - Aneh
Part 29 - Kejutan
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni
Part 31 - Perasaan
Part 32 - Sela & Ramon
Part 33 - HUT
Part 34 - Masuk Angin
part 35 - Kunjungan
Part 36 - Wacana Rico
Part 37 - Atletik
Part 38 - Pengganggu
Part 39 - Nasib jadi Adek
Part 40 - Boys Talk
Part 41 - Taurus
Part 42 - Klise
Part 43 - Eksistensi
Part 44 - Utas VS Aud
Part 45 - Naik Kelas
Part 46 - XI IPA 1
Part 47 - Yang Baru
Part 48 - Lo Pacaran Sama Putri?
Part 49 - Sok Dewasa
Part 50 - Masih Sok Dewasa
Part 51 - Salah Langkah
Part 52 - Penyesalan
Part 53 - Bubur
Part 54 - Bikin Drama
Part 55 - Latihan Drama
Part 56 - Pertunjukan Drama
Part 57 - Coba-Coba
Part 58 - Greet
Part 59 - Sparing
Part 60 - Sedikit Lebih Mengenal
Part 61 - Hal Tidak Terduga
Part 62 - Hal Tidak Terduga Lainnya
Part 63 - Ngedate
Part 64 - Berita Dari Kawan
Part 65 : Second Chance
Part 66 - Maaf Antiklimaks
Part 67 - Bikin Film
Part 68 - Sudden Date
Part 69 - Masih Sudden Date (Lanjut Gak?)
Part 70 - Kok Jadi Gini
Part 71 - Sedikit Penjelasan
Part 72 - Sehari Bersama Manda
Part 73 - Masak Bersama Manda
Part 74 - Malam Bersama Manda
Part 75 - Otw Puncak
Part 76 - Villa & Kebun Teh
Part 77 - Malam Di Puncak
Part 78 - Hari Kedua & Obrolan Malam
Part 79 - Malam Tahun Baru
Part 80 - Shifting
Part 81 - Unclick
Part 82 - Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
Part 83 - 17
Part 84 - Hari Yang Aneh
Part 85 - Pertanda Apa
Part 86 - Ups
Part 87 - Menjelang Perpisahan
Part 88 - Cerita Di Bandung
Part 89 - Obrolan Pagi Hari & Pulang
Part 90 - Awal Baru
Part 91 - Agit
Part 92 - Tentang Sahabat
Part 93 - Keberuntungan Atau Kesialan
Part 94 - Memulai Kembali
Part 95 - Belum Ingin Berakhir
Part 96 - Makan Malam
Part 97 - Rutinitas Lama
Part 98 - Sekedar Teman
Part 99 - Bukan Siapa-Siapa
Part 100 - Seperti Dulu
Part 101 - Kue Kering
Part 102 - Perusak Suasana
Part 103 - Cerita Di Warung Pecel
Part 104 - Konfrontasi
Part 105 - Tragedi Puisi
Part 106 - Gak Sengaja Jadian
Part 107 - Day 1
Part 108 - Mengerti
Part 109 - Sisi Lain
Part 110 - Cemburu
Part 111- Cemburu Lagi
Part 112 - Cerita Akhir Tahun
Part 113 - Ketemu Lagi
Part 114 - Malam Panjang
Part 115 - Malam Masih Panjang
Part 116 - Malam Berakhir
Part 117 - Mereka Bertemu
Part 118 - rekonsiliasi
Part 119 - Bicara Masa Depan
Part 120 - Langkah
Part 121 - UN
Part 122 - Pilox & Spidol
Part 123 - Menjelang Prom
Part 124 - Malam Perpisahan
Part 125 - Sebuah Akhir Untuk Awal Baru (TAMAT)
Epilog - Untuk Perempuan Yang Sempat Singgah Di Hati
Terima Kasih, Maaf, & Pengumuman
Special Part : Gadis Manis & Bocah Laki-Laki Di Kursi Depan
MULUSTRASI
Diubah oleh gitartua24 25-04-2022 01:17
JabLai cOY dan 122 lainnya memberi reputasi
119
200.2K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gitartua24
#12
Part 8 - Pertemuan.
Gak kerasa udah satu minggu lamanya gue ngerasaain jadi siswa SMA. ga terlalu ada yang berbeda sebenernya dengan SMP dulu. berhubung dulu SMP gue negri juga jadi udah paham lah kurang lebihnya peraturan sekolah sampe janji siswa yang diucapin waktu upacara bendera di hari senin. cara ngajar guru-gurunya juga ga beda jauh dari cara guru smp gue meskipun semua itu balik lagi ke pribadi masing-masng gurunya. kalau yang dulunya SMP swasta ga tau deh ngerasaain perbedaan yang mencolok apa engga.
Salah satu perbedaan yang paling gue rasaain adalah pencarian jati diri. Ya, gue rasa kebanyakan siswa di SMA ingin menunjukan dirinya siapa. mulau dari yang dulunya diem-diem sekarang ikutan nongkrong di tongkrongan sekolah. yang dulunya ogah masuk osis sekarang getol banget buat gabung osis. yang dulunya begajulan sekarang lebih memperbaiki dirinya, meskipun lebih banyak yang tetep konsisten begajulan
gue rasa anggur merah dan ijo bukan lagi hal yang tabu. diambah lagi br, sm, gosir, gobi, klewang dan sajam lainnya.
begitu pula dengan gue. meskipun dulu sempet ikut ekskul basket, tapi yaudah, itu doang. sisanya kalau pulang sekolah langssung pulang. berhubung rumah gue yang lumayan jauh. tapi sekarang gue ga bisa munafik kalo ada perasaan pingin dikenal oleh satu angkatan, atau malah semua angkatan. mungkin itu salah satunya gue ikut ekskul band.
hari itu hari jumat. menurut pemberitahuan kak Sela hari ini bakal ada pertemuan ekskul meskipun belum ada kepastian. kelas gue yang jam pelajaran kedua kebagian pelajaran olah raga lagi pada ganti baju buat siap siap. yang cowok didalem kelas yang cewek pada kekamar mandi.
sebelum pelajaran olah raga dimulai, gue sempet ngomong ke guru olah raganya tentang kondisi gue. karena menurut gue lebih baik jujur dari pada bahaya nantinya.
"pah maaf kaki saya ada sedikit cidera permanen, nanti kalo saya udah ngerasa sakit gapapa ya pak kalo saya istirahat sebentar. tapi saya tetep ikut pelajaran olah raga kok pak." kata gue ke guru olah raganya. tentunya gue ngmong diem-diem. males juga kalo dita-tanyain sama anak-anak.
"Emang kaki kamu kenapa?"
"waktu SMP latihan basketnya ga di forsir pak, terus malah cidera waktu pertandingan."
"oh yaudah, kamu gausah maksain diri. yang penting waktu praktek nilai kamu ada."
"makasih pak."
mulailah pelajaran olah raga. dari pemanasan sampe disuruh keliling sekolah. bukan keliling di dalem sekolahnya gan. tapi diluarnya
waktu SMP sebenernya udah biasa sih lari muterin sekolah. tapi medan di sma gue lebih berat karena berangkatnya ada anjakkan baliknya ada turunan. kalau di SMP dulu treknya datar aja. bahkan setelah istirahat sebentar abis lari keliling sekolah masih dusuruh lari bolak balik lapangan.
seperti umumnya pelajaran olah raga, ketika para anak laki-laki ngumpul dipinggir lapangan pasti pada ngeliatin ceweknya
"awas mata lo ga bisa kedip tre ngeliatin putri mulu." kata rico yang ngegep gue lagi ngeliatin putri.
"apaan dah
" gue langsung ngalihin pandangan.
"yaudah gantian gue yang liatin."
"gue colok mata lo.
"
"katanya ga ada perasaan." si rico ngeledeki gue.
"tre coba liat tuh si anu." sekarang dia malah ngalihin pembicaraan ke cewek lain
"cakepan juga si anu." bales gue.
"tapi kalo gue mending si anu." si bobby ikutan.
"eh, bener kata rico, mending si anu." temen gue yang lain ikutan.
sampe akhirnya kita semua gabisa ngomong apa-apa ketika salah satu anak cewek kelas lari didepan kita. larinya sih biasa aja, tapi bemper depannya itu loh
lo tau goyang dribble kan? itu kan karena disengaja, nah kalo itu karena ga disengaja
. dan yang ga disengaja pasti lebih enak
.
"insap lo pada, kiamat 2012 woy." kata gue sambil ngelapin tuh komuk anak-anak yang pada mupeng sambil cabut ke kantin. bukannya nolak rejeki gan, tapi gue gamau kegep kalo lagi ngeliatin tuh cewek. reputasi itu penting
pelajaran olah raga udah selesai dan dilanjutin oleh pelajaran lain. sebelumnya ada fraksi antara anak cewek dan anak cowok buat nentuin siapa yang pake kelas duluan buat ganti baju. anak cowok pada protes kenapa tuh anak cewek pada gamau ganti baju di kamar mandi lagi. meskipun dengan alasan yang ga jelas, pertandingan itu dimenangkan oleh fraksi cewek
seperti yang gue khawatirkan di awal, belajar abis pelajaran olah raga itu gak banget. panas, pengap, bau keringet. sampe semua jendela dan pintu harus dibuka.
sebelum jam pelajaran terakhir selesai, ada pengumuman dari dari speaker kelas.
"pengumuman, bagi anak kelas satu yang sudah mendaftar ekskul band diharap berkumpul diruang serba guna, terima kasih." kata suara dari speaker itu yang gue tebak kak Sela.
hari jumat, itu berarti kbm pulang lebih awal. sekitar jam setengah dua. gue, putri, rico dan bobby langsung menuju ruang serba guna. setibanya disana udah ngumpul beberapa anak. empat yang dideket alat musik yang gue yakin agit atau aud. dan belasan anak yang duduk disebrangnya. udah pasti utas sama kayak gue. setelah dipersilahkan masuk oleh kak Sela kita berempat langsung duduk. sampe akhirnya acara dimulai ada sembilan orang agit dan aud, serta sekitar dua puluh utas. para utas dipersilahkan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
hampir semua orang ga gue kenal diruangan ini selain kita berempat yang sepertinya ga ada lagi anak kelas gue yang ikut ekskul ini, kak Sela, salah satu agit yang sepertinya pernah gue liat di suatu tempat selain sekolah, dan cowok yang katanya paling ganteng se angkatan si Andra. sepertinya cuma kita berempat yang dari kelas x6
setelah utas perkenalan, giliran agis dan aud yang perkenalan. dua orang terkahir yang ngenalin dirinya adalah kak Sela yang mengaku sebagai wakil ketua ekskul ini dan seorang agit yang gue yakin pernah gue liat di suatu tempat itu. sampe akhirnya agit itu ngenalin diri.
"kenalin, nama gue Ramon, ketua ekskul band." kata bang ramon emperkenalkan dirinya. kesan pertama gue ngeliat bang ramon adalah orang yang dingin dan to the point. secara fisik bang ramon lebih berotot dari pada gue, dengan pandangan muka yang tegas ditambah kulit coklatnya yang ngebuat dia keliatan garang.
"pertama-tama gue mau ngucapin selamat datang buat kalian anak kelas satu yang udah gabung ke ekskul band ini. selanjutnya karena ini ekskul band nantinya kalian akan disuruh untuk ngebuat kelompuk untuk band lain, baik itu kalian udah punya kelompoknya atau kita yang atu kalau kalian belom punya. mengerti sampe sini?" kata bang ramon.
"ngerti kak!" jawab utas kompak.
"sebenernya kita disini bukan cuma ngeband. tapi sering bantuin osis buat jadi panitia acara setiap osis ada kegiatan yang berhubungan dengan seni. jadi sekalian kita bisa belajar berorganisasi. selain itu kalau kalian mau minjem ruangan ini harus izin dulu sama Sela."
"oiya, kalian bebas nentuin genre dari band kalian nantinya" jelas bang ramon "sekarang gue mau satu persatu dari kalian maju buat nunjukin skill kalian. kalian bisa show off sesuka kalian buat nunjukkin ke kita kalau kaian emang pantes buat main band."
gue liat langsung pada jiper tuh beberapa anak. mungkin karena setengah-setangah kali niatnya dan cuma numpang eksis. yang pertama maju adalah si andra karena bang ramon ngebebasin kita buat gilirannya. namanya anak band harus pede dong.
si andra yang entah kenapa semangat banget gue perhatiin waktu itu ngambil gitar akustik dan mic. udah pasti dia mau akustikan. dia nyanyiin lagi sempurna andra and the backbone. untuk skill gitar standar lah ya, suaranya juga biasa aja. tapi mungkin karena dia ganteng jadi punya kharisma tersendiri. dia nyanyi sambil sering ngelirik si putri
tapi si putrinya malah keliatan grogi, bukan karena diliatin karena dia nunduk terus dati tadi, tapi karena bakalan tampil.
"kenapa put?" tanya gue yang ngeliatin dia dari tandi nunduk sambil bisik-bisik.
"grogi gue
"
"gara-gara diliatin andra?" saut si rico sambil cengengesan.
"kaga lah, mana sempet gue merhatiin
"
setelah andra tampil dan pada tepuk tangan dia langsung balik ke tempat duduk, tapi ga ada komentar apa-apa dari aud dan agit. gue yang ga mau kalah show off ke anak-anak dan putri tentunya
langsung maju setelah andra turun. disitu gue langsung ngambil bass dan nyari posisi nyaman gue sempet genjreng-genjreng nagasal dulu buat nyesuain. susah emang kalo bukan alat sendiri.
"bisa main ga lo?" teriak salah satu kakak kelas yang ngeliatin gue.
"sabar
" kata kak Sela belain gue.
"maaf bang." langsung aja gue mainin lagunya rufio yang judulnya still. gue yakin jarang ada yang tau karena koleksi lagu-lagu gue emang anti mainstream.
gue ga mainin full satu lagu. cuma bagian intro sampe bagian reff. ga semuanya tepuk tangan. cuma anak kelas gue dan beberapa kakak kelas yang sepertinya tau lagu yang gue mainin. sedangkan bang ramon cuma ngliatin gue. dan utas yang lain cuma bengong
"keren treya
." puji kak Sela
"sori bro, bukannya tadi ngeremehin" kata kakak kelas yang sebelumnya ngomelin gue.
"gapapa bang." gue langsung balik ke tempat duduk.
temen-temen gue ga mau kalah. si rico langsung maju dan ngambil gitar akustik yang steel string.waktu itu dia main lagu moonlight sonata dengan aransemen jazz. kebayang gak lo jagonya kaya gimana. tapi seketika perasaan gue malah jadi ga enak.
lanjut giliran si bobby yang ngambil stik drum dan duduk dikursi. dia sempet senyum-senyum ga jelas. terus langsung mainin lagunya slipknot yang judulnya sulfur. ternyata dia senyum karena ngeliat double pedal. makin pusing dah gue
kalau putri mah gausah dijelasin ya gan. semuanya pada tepuk tangan.
Gak kerasa udah satu minggu lamanya gue ngerasaain jadi siswa SMA. ga terlalu ada yang berbeda sebenernya dengan SMP dulu. berhubung dulu SMP gue negri juga jadi udah paham lah kurang lebihnya peraturan sekolah sampe janji siswa yang diucapin waktu upacara bendera di hari senin. cara ngajar guru-gurunya juga ga beda jauh dari cara guru smp gue meskipun semua itu balik lagi ke pribadi masing-masng gurunya. kalau yang dulunya SMP swasta ga tau deh ngerasaain perbedaan yang mencolok apa engga.
Salah satu perbedaan yang paling gue rasaain adalah pencarian jati diri. Ya, gue rasa kebanyakan siswa di SMA ingin menunjukan dirinya siapa. mulau dari yang dulunya diem-diem sekarang ikutan nongkrong di tongkrongan sekolah. yang dulunya ogah masuk osis sekarang getol banget buat gabung osis. yang dulunya begajulan sekarang lebih memperbaiki dirinya, meskipun lebih banyak yang tetep konsisten begajulan
gue rasa anggur merah dan ijo bukan lagi hal yang tabu. diambah lagi br, sm, gosir, gobi, klewang dan sajam lainnya.begitu pula dengan gue. meskipun dulu sempet ikut ekskul basket, tapi yaudah, itu doang. sisanya kalau pulang sekolah langssung pulang. berhubung rumah gue yang lumayan jauh. tapi sekarang gue ga bisa munafik kalo ada perasaan pingin dikenal oleh satu angkatan, atau malah semua angkatan. mungkin itu salah satunya gue ikut ekskul band.
hari itu hari jumat. menurut pemberitahuan kak Sela hari ini bakal ada pertemuan ekskul meskipun belum ada kepastian. kelas gue yang jam pelajaran kedua kebagian pelajaran olah raga lagi pada ganti baju buat siap siap. yang cowok didalem kelas yang cewek pada kekamar mandi.
sebelum pelajaran olah raga dimulai, gue sempet ngomong ke guru olah raganya tentang kondisi gue. karena menurut gue lebih baik jujur dari pada bahaya nantinya.
"pah maaf kaki saya ada sedikit cidera permanen, nanti kalo saya udah ngerasa sakit gapapa ya pak kalo saya istirahat sebentar. tapi saya tetep ikut pelajaran olah raga kok pak." kata gue ke guru olah raganya. tentunya gue ngmong diem-diem. males juga kalo dita-tanyain sama anak-anak.
"Emang kaki kamu kenapa?"
"waktu SMP latihan basketnya ga di forsir pak, terus malah cidera waktu pertandingan."
"oh yaudah, kamu gausah maksain diri. yang penting waktu praktek nilai kamu ada."
"makasih pak."
mulailah pelajaran olah raga. dari pemanasan sampe disuruh keliling sekolah. bukan keliling di dalem sekolahnya gan. tapi diluarnya
waktu SMP sebenernya udah biasa sih lari muterin sekolah. tapi medan di sma gue lebih berat karena berangkatnya ada anjakkan baliknya ada turunan. kalau di SMP dulu treknya datar aja. bahkan setelah istirahat sebentar abis lari keliling sekolah masih dusuruh lari bolak balik lapangan.seperti umumnya pelajaran olah raga, ketika para anak laki-laki ngumpul dipinggir lapangan pasti pada ngeliatin ceweknya
"awas mata lo ga bisa kedip tre ngeliatin putri mulu." kata rico yang ngegep gue lagi ngeliatin putri.
"apaan dah
" gue langsung ngalihin pandangan."yaudah gantian gue yang liatin."
"gue colok mata lo.
""katanya ga ada perasaan." si rico ngeledeki gue.
"tre coba liat tuh si anu." sekarang dia malah ngalihin pembicaraan ke cewek lain
"cakepan juga si anu." bales gue.
"tapi kalo gue mending si anu." si bobby ikutan.
"eh, bener kata rico, mending si anu." temen gue yang lain ikutan.
sampe akhirnya kita semua gabisa ngomong apa-apa ketika salah satu anak cewek kelas lari didepan kita. larinya sih biasa aja, tapi bemper depannya itu loh
lo tau goyang dribble kan? itu kan karena disengaja, nah kalo itu karena ga disengaja
. dan yang ga disengaja pasti lebih enak
."insap lo pada, kiamat 2012 woy." kata gue sambil ngelapin tuh komuk anak-anak yang pada mupeng sambil cabut ke kantin. bukannya nolak rejeki gan, tapi gue gamau kegep kalo lagi ngeliatin tuh cewek. reputasi itu penting
pelajaran olah raga udah selesai dan dilanjutin oleh pelajaran lain. sebelumnya ada fraksi antara anak cewek dan anak cowok buat nentuin siapa yang pake kelas duluan buat ganti baju. anak cowok pada protes kenapa tuh anak cewek pada gamau ganti baju di kamar mandi lagi. meskipun dengan alasan yang ga jelas, pertandingan itu dimenangkan oleh fraksi cewek
seperti yang gue khawatirkan di awal, belajar abis pelajaran olah raga itu gak banget. panas, pengap, bau keringet. sampe semua jendela dan pintu harus dibuka.
sebelum jam pelajaran terakhir selesai, ada pengumuman dari dari speaker kelas.
"pengumuman, bagi anak kelas satu yang sudah mendaftar ekskul band diharap berkumpul diruang serba guna, terima kasih." kata suara dari speaker itu yang gue tebak kak Sela.
hari jumat, itu berarti kbm pulang lebih awal. sekitar jam setengah dua. gue, putri, rico dan bobby langsung menuju ruang serba guna. setibanya disana udah ngumpul beberapa anak. empat yang dideket alat musik yang gue yakin agit atau aud. dan belasan anak yang duduk disebrangnya. udah pasti utas sama kayak gue. setelah dipersilahkan masuk oleh kak Sela kita berempat langsung duduk. sampe akhirnya acara dimulai ada sembilan orang agit dan aud, serta sekitar dua puluh utas. para utas dipersilahkan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.
hampir semua orang ga gue kenal diruangan ini selain kita berempat yang sepertinya ga ada lagi anak kelas gue yang ikut ekskul ini, kak Sela, salah satu agit yang sepertinya pernah gue liat di suatu tempat selain sekolah, dan cowok yang katanya paling ganteng se angkatan si Andra. sepertinya cuma kita berempat yang dari kelas x6
setelah utas perkenalan, giliran agis dan aud yang perkenalan. dua orang terkahir yang ngenalin dirinya adalah kak Sela yang mengaku sebagai wakil ketua ekskul ini dan seorang agit yang gue yakin pernah gue liat di suatu tempat itu. sampe akhirnya agit itu ngenalin diri.
"kenalin, nama gue Ramon, ketua ekskul band." kata bang ramon emperkenalkan dirinya. kesan pertama gue ngeliat bang ramon adalah orang yang dingin dan to the point. secara fisik bang ramon lebih berotot dari pada gue, dengan pandangan muka yang tegas ditambah kulit coklatnya yang ngebuat dia keliatan garang.
"pertama-tama gue mau ngucapin selamat datang buat kalian anak kelas satu yang udah gabung ke ekskul band ini. selanjutnya karena ini ekskul band nantinya kalian akan disuruh untuk ngebuat kelompuk untuk band lain, baik itu kalian udah punya kelompoknya atau kita yang atu kalau kalian belom punya. mengerti sampe sini?" kata bang ramon.
"ngerti kak!" jawab utas kompak.
"sebenernya kita disini bukan cuma ngeband. tapi sering bantuin osis buat jadi panitia acara setiap osis ada kegiatan yang berhubungan dengan seni. jadi sekalian kita bisa belajar berorganisasi. selain itu kalau kalian mau minjem ruangan ini harus izin dulu sama Sela."
"oiya, kalian bebas nentuin genre dari band kalian nantinya" jelas bang ramon "sekarang gue mau satu persatu dari kalian maju buat nunjukin skill kalian. kalian bisa show off sesuka kalian buat nunjukkin ke kita kalau kaian emang pantes buat main band."
gue liat langsung pada jiper tuh beberapa anak. mungkin karena setengah-setangah kali niatnya dan cuma numpang eksis. yang pertama maju adalah si andra karena bang ramon ngebebasin kita buat gilirannya. namanya anak band harus pede dong.
si andra yang entah kenapa semangat banget gue perhatiin waktu itu ngambil gitar akustik dan mic. udah pasti dia mau akustikan. dia nyanyiin lagi sempurna andra and the backbone. untuk skill gitar standar lah ya, suaranya juga biasa aja. tapi mungkin karena dia ganteng jadi punya kharisma tersendiri. dia nyanyi sambil sering ngelirik si putri
tapi si putrinya malah keliatan grogi, bukan karena diliatin karena dia nunduk terus dati tadi, tapi karena bakalan tampil."kenapa put?" tanya gue yang ngeliatin dia dari tandi nunduk sambil bisik-bisik.
"grogi gue
""gara-gara diliatin andra?" saut si rico sambil cengengesan.
"kaga lah, mana sempet gue merhatiin
"setelah andra tampil dan pada tepuk tangan dia langsung balik ke tempat duduk, tapi ga ada komentar apa-apa dari aud dan agit. gue yang ga mau kalah show off ke anak-anak dan putri tentunya
langsung maju setelah andra turun. disitu gue langsung ngambil bass dan nyari posisi nyaman gue sempet genjreng-genjreng nagasal dulu buat nyesuain. susah emang kalo bukan alat sendiri."bisa main ga lo?" teriak salah satu kakak kelas yang ngeliatin gue.
"sabar
" kata kak Sela belain gue."maaf bang." langsung aja gue mainin lagunya rufio yang judulnya still. gue yakin jarang ada yang tau karena koleksi lagu-lagu gue emang anti mainstream.
gue ga mainin full satu lagu. cuma bagian intro sampe bagian reff. ga semuanya tepuk tangan. cuma anak kelas gue dan beberapa kakak kelas yang sepertinya tau lagu yang gue mainin. sedangkan bang ramon cuma ngliatin gue. dan utas yang lain cuma bengong
"keren treya
." puji kak Sela"sori bro, bukannya tadi ngeremehin" kata kakak kelas yang sebelumnya ngomelin gue.
"gapapa bang." gue langsung balik ke tempat duduk.
temen-temen gue ga mau kalah. si rico langsung maju dan ngambil gitar akustik yang steel string.waktu itu dia main lagu moonlight sonata dengan aransemen jazz. kebayang gak lo jagonya kaya gimana. tapi seketika perasaan gue malah jadi ga enak.
lanjut giliran si bobby yang ngambil stik drum dan duduk dikursi. dia sempet senyum-senyum ga jelas. terus langsung mainin lagunya slipknot yang judulnya sulfur. ternyata dia senyum karena ngeliat double pedal. makin pusing dah gue
kalau putri mah gausah dijelasin ya gan. semuanya pada tepuk tangan.
mmuji1575 dan 19 lainnya memberi reputasi
20