TS
edx
Black Clover


"Black Clover" was screened at Jump Festa 2016 on November 27, 2016. The OVA will later bundled with the 11th volume of the manga, released May 2, 2017.
Synopsis
Information
Staff
Quote:
Information
Quote:
Staff
Quote:
Character
Quote:
Preview
Quote:
tien212700 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
181.2K
1.7K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Anime
5.9KThread•7KAnggota
Tampilkan semua post
kyuudere
#994
Black Clover #63 Animation Analysis
Ada yang sempat membandingkan episode ini dengan Naruto vs Pain karena sama2 eksperimental, tapi dengan nada seolah itu hal yang buruk. Mungkin belum tahu bahwa animator dibalik Naruto vs Pain, Shingo Yamashita, adalah salah satu animator terbaik yang ada saat ini.
https://www.sakugabooru.com/post?tag...ngo_yamashita+
Bukan masalah budget...coba baca post diatas, produksi Black Clover sudah sejak awal terkatung-katung masalah dari segi internal seisaku staff (production staff) Pierrot yang kurang becus. Mulai dari sang Director yang harus mencari dan mengajak para animator kenalannya sendiri, kemudian ditambah faktor eksternal seperti bangkutnya studio outsourcing Drop yang sering menjadi backup Pierrot.
Intinya kenapa bisa seperti ini, justru karena keterbatasan makanya mereka mau memberi kesempatan bagi para animator muda untuk mengerahkan tenaga 100%. Walau nggak seluruhnya memuaskan (ada animator yang memilih namanya tidak masuk dalam kredit atau memakai pen name), tapi Black Clover #63 patut mendapat praise karena berani mendobrak konvensi dari produksi anime biasa.
Kritik saya buat episode ini cuma sedikit, background yang terlalu eksperimental seperti memakai efek apps Olli waktu adegan terbang di hutan. Idenya Yusuke Kawakami, tapi kalau kamu cari di sakugabooru, Kawakami ini jelas animator muda yang handal. Karena keterbatasan waktu (salah satu poin minus Black Clover, schedulenya berantakan tapi dipaksa jadi long run anime), maka Kawakami memakai berbagai teknik inkonvensional seperti ini, termasuk Shota Goshozono yang bereksperimen menggabungkan Blender dengan 2D animation.
Re: Madhouse = budget besar = animasi bagus = OPM quality itu cuma kesalahpahaman anime fans yang awam terhadap dunia animasi. Staff OPM sebagian besar freelancer seperti Black Clover ini. Tatsuya Yoshihara sang direktur juga bahkan salah satu animator di OPM loh, tau?
Kalau belum, coba lihat ini
https://www.sakugabooru.com/post/show/18953
Tatsuya Yoshihara sendiri animator webgen yang relatif muda dan menjadi mentor bagi animator2 muda lain seperti Takahito Sakazume dll.
Kembali ke OPM, adegan Boros vs Saitama, dua part terbesar justru kontribusi animator dari studio lain, Arifumi Imai dari Studio WIT, dan Yutaka Nakamura dari Studio BONES (pakai pen name).
Sedangkan untuk Boruto, episode #65 menjadi episode dengan animasi epik karena memang sudah direncanakan dengan baik sebagai debut dari Chengxi Huang. Jadi lagi2 kalau disebut mendapat budget lebih itu cuma omong kosong. Saya kurang tahu seperti apa production schedule dan rotation dari staff Boruto, tapi dari yang saya dengar, jauh lebih mending ketimbang Black Clover. Salah satu yang membuat Yoshihara sedikit iri dan kecewa dengan Pierrot karena produksi Black Clover yang carut marut.
Yah, sakuga fans sebenernya kasihan dengan Yoshihara kenapa Black Clover ini harus lanjut terus sampai lebih dari 4 cour, satu hal yang menyiksa bagi staffnya. Saya juga berharap semoga animenya cepet tamat saja supaya staffnya bisa dapat project yang lebih bagus dan sehat.
Macem2, ada yang menggabungkan Blender (Shota Ghosozono), ada yang memakai Flash (not Macromedia flash), ada yang sepertinya memakai CSP dll. Ada yang analog juga seperti Kosuke Kato dan Kai Ikarashi.
https://www.sakugabooru.com/post/show/65619
https://www.sakugabooru.com/post/show/65607
Genga:
https://www.sakugabooru.com/post/show/65481
Staffnya sudah serius, tapi saya setuju di bagian seandainya Black Clover ini diberi waktu bernafas (dan bukan long run) pasti bakal memberi kesempatan bagi Yoshihara dkk untuk lebih maksimal. Sekali lagi, bukan kesalahan staffnya, tapi para project managernya yang ngotot menjadikan long run anime.
Read post saya buat alasan kenapa aimasi Black Clover ini naik turun.
Terkadang ketika mereka mau goes all out, hasilnya bisa memuaskan seperti episode 35
https://www.sakugabooru.com/post?tag...source%3A%2335
atau episode 49
https://www.sakugabooru.com/post?tag...source%3A%2349
Untuk perbaikan animasi, jelas tidak ada.
Pertama karena produksi untuk tv anime aja sudah berantakan karena ketidak becusan para Production Advancement nya, jelas mustahil mengumpulkan animator lagi untuk melakukan re-draw, yang justru malah melecehkan usaha para animator episode ini sendiri.
Kedua, karena anime ini bukan midnight anime (tayang sore hari), production managernya sudah pasti tidak menargetkan penjualan BD yang artinya no time and money to spent correcting everything on BD.
Again, from the viewpoint of production environment and quality, Black Clover is a disaster. Para produsernya patut disalahkan karena tidak berusaha memperbaiki kondisi kerja para staff (direktur dan animatornya).
Spoiler for what sakuga fans say about this episode:
Ada yang sempat membandingkan episode ini dengan Naruto vs Pain karena sama2 eksperimental, tapi dengan nada seolah itu hal yang buruk. Mungkin belum tahu bahwa animator dibalik Naruto vs Pain, Shingo Yamashita, adalah salah satu animator terbaik yang ada saat ini.
https://www.sakugabooru.com/post?tag...ngo_yamashita+
Quote:
Bukan masalah budget...coba baca post diatas, produksi Black Clover sudah sejak awal terkatung-katung masalah dari segi internal seisaku staff (production staff) Pierrot yang kurang becus. Mulai dari sang Director yang harus mencari dan mengajak para animator kenalannya sendiri, kemudian ditambah faktor eksternal seperti bangkutnya studio outsourcing Drop yang sering menjadi backup Pierrot.
Intinya kenapa bisa seperti ini, justru karena keterbatasan makanya mereka mau memberi kesempatan bagi para animator muda untuk mengerahkan tenaga 100%. Walau nggak seluruhnya memuaskan (ada animator yang memilih namanya tidak masuk dalam kredit atau memakai pen name), tapi Black Clover #63 patut mendapat praise karena berani mendobrak konvensi dari produksi anime biasa.
Kritik saya buat episode ini cuma sedikit, background yang terlalu eksperimental seperti memakai efek apps Olli waktu adegan terbang di hutan. Idenya Yusuke Kawakami, tapi kalau kamu cari di sakugabooru, Kawakami ini jelas animator muda yang handal. Karena keterbatasan waktu (salah satu poin minus Black Clover, schedulenya berantakan tapi dipaksa jadi long run anime), maka Kawakami memakai berbagai teknik inkonvensional seperti ini, termasuk Shota Goshozono yang bereksperimen menggabungkan Blender dengan 2D animation.
Re: Madhouse = budget besar = animasi bagus = OPM quality itu cuma kesalahpahaman anime fans yang awam terhadap dunia animasi. Staff OPM sebagian besar freelancer seperti Black Clover ini. Tatsuya Yoshihara sang direktur juga bahkan salah satu animator di OPM loh, tau?
Kalau belum, coba lihat ini
https://www.sakugabooru.com/post/show/18953
Tatsuya Yoshihara sendiri animator webgen yang relatif muda dan menjadi mentor bagi animator2 muda lain seperti Takahito Sakazume dll.
Kembali ke OPM, adegan Boros vs Saitama, dua part terbesar justru kontribusi animator dari studio lain, Arifumi Imai dari Studio WIT, dan Yutaka Nakamura dari Studio BONES (pakai pen name).
Sedangkan untuk Boruto, episode #65 menjadi episode dengan animasi epik karena memang sudah direncanakan dengan baik sebagai debut dari Chengxi Huang. Jadi lagi2 kalau disebut mendapat budget lebih itu cuma omong kosong. Saya kurang tahu seperti apa production schedule dan rotation dari staff Boruto, tapi dari yang saya dengar, jauh lebih mending ketimbang Black Clover. Salah satu yang membuat Yoshihara sedikit iri dan kecewa dengan Pierrot karena produksi Black Clover yang carut marut.
Yah, sakuga fans sebenernya kasihan dengan Yoshihara kenapa Black Clover ini harus lanjut terus sampai lebih dari 4 cour, satu hal yang menyiksa bagi staffnya. Saya juga berharap semoga animenya cepet tamat saja supaya staffnya bisa dapat project yang lebih bagus dan sehat.
Quote:
Macem2, ada yang menggabungkan Blender (Shota Ghosozono), ada yang memakai Flash (not Macromedia flash), ada yang sepertinya memakai CSP dll. Ada yang analog juga seperti Kosuke Kato dan Kai Ikarashi.
https://www.sakugabooru.com/post/show/65619
https://www.sakugabooru.com/post/show/65607
Genga:
https://www.sakugabooru.com/post/show/65481
Quote:
Staffnya sudah serius, tapi saya setuju di bagian seandainya Black Clover ini diberi waktu bernafas (dan bukan long run) pasti bakal memberi kesempatan bagi Yoshihara dkk untuk lebih maksimal. Sekali lagi, bukan kesalahan staffnya, tapi para project managernya yang ngotot menjadikan long run anime.
Quote:
Read post saya buat alasan kenapa aimasi Black Clover ini naik turun.
Terkadang ketika mereka mau goes all out, hasilnya bisa memuaskan seperti episode 35
https://www.sakugabooru.com/post?tag...source%3A%2335
atau episode 49
https://www.sakugabooru.com/post?tag...source%3A%2349
Untuk perbaikan animasi, jelas tidak ada.
Pertama karena produksi untuk tv anime aja sudah berantakan karena ketidak becusan para Production Advancement nya, jelas mustahil mengumpulkan animator lagi untuk melakukan re-draw, yang justru malah melecehkan usaha para animator episode ini sendiri.
Kedua, karena anime ini bukan midnight anime (tayang sore hari), production managernya sudah pasti tidak menargetkan penjualan BD yang artinya no time and money to spent correcting everything on BD.
Again, from the viewpoint of production environment and quality, Black Clover is a disaster. Para produsernya patut disalahkan karena tidak berusaha memperbaiki kondisi kerja para staff (direktur dan animatornya).
Diubah oleh kyuudere 19-12-2018 14:33
1
Tutup
