- Beranda
- Stories from the Heart
Your Tea (Love Story 17++)
...
TS
panjul1993
Your Tea (Love Story 17++)

Thanks buat agan claymite, yang udah bikinin cover keren ini. Thanks yah gan.

Quote:
Spoiler for Mulustrasi Pemeran Utama:
Quote:
Apakah pertemuan gw waktu itu hanya kebetulan semata?
atau...
Memang sudah takdir gw untuk bisa kenal sama lo?
Quote:
Jika nanti ku sanding dirimu...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...
Miliki aku dengan segala kelemahanku...
Dan bila nanti engkau di sampingku...
Jangan pernah letih tuk mencintaiku...
Quote:
~BALI~
~New Chapter~
~Chapter II~
~END~
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pacarnya Tommy sampai sekarang??
Diubah oleh panjul1993 06-05-2023 17:10
santet72 dan 62 lainnya memberi reputasi
59
179.5K
754
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
panjul1993
#303
Episode 16
(Bimbang)
(Bimbang)
Quote:
21 September 2014

Gw sama Vanny sedang berada di cafe favoritnya Vanny di daerah Kemang.
"Beb... Beb... TOMMYY!" panggil Vanny gregetan ke gw.
"Hah? Apa sih van teriak-teriak! Bikin kaget aja."
"Kamu kenapa sih?! Dari tadi aku dicuekin mulu," tanya Vanny agak kesal.
"Nggak kenapa-kenapa," jawab gw datar.
"Bohong! Aneh kamu tom. Akhir-akhir ini kamu tuh kayak orang lain tau nggak sih! Kamu lagi ada masalah?" tanya Vanny. "Kalau memang ada masalah, cerita dong sama aku," lanjut Vanny kemudian.
"Nggak ada masalah kok van. Aku biasa aja," jawab gw. "Apanya yang aneh sih?" tanya gw heran.
"Tau ah! Bete! Aku mau pulang aja!" sembur Vanny tiba-tiba.
"Lah? Makanan aja belum dateng van, masa udah mau pulang? Makan dulu yah," kata gw agak memelas.
"Aku mau pulang sekarang!" Wah, beneran marah nih kayaknya si Vanny. "Kalau kamu nggak mau, aku pulang aja sendiri!" Vanny pun tiba-tiba bangkit berdiri, lalu berjalan ke arah luar cafe. Kaget gw. Gw pun langsung kejar si Vanny.
"Vanny!" gw tahan tangannya. "Please van. Kita duduk dulu yah, please." Akhirnya Vanny pun nurut juga dan kembali lagi ke meja makan.
"Makan dulu yah. Makanannya udah dateng tuh."
"Hmm," jawab Vanny singkat.
"Van...," panggil gw lembut sambil gw pegang tangannya. "Maafin aku yah. Kita ke sini kan mau ngerayain satu tahunan kita. Harusnya kita senang-senang dong bukan malah jadi begini. Maaf yah sayang."
Vanny pun cuman menganggukkan kepalanya, lalu ia tiba-tiba tersenyum manis ke gw.
"Maaf yah sayang," kata gw lagi.
"Harus banget yah aku nunggu setahun buat denger kata-kata itu lagi dari mulut kamu langsung tom, haha," bales Vanny.
"Haha." Gw cuman bisa ketawa. "Jangan bete lagi yah," kata gw kemudian.
"Iyah, iyah."
Satu tahun sudah gw pacaran sama Vanny. Nggak kerasa waktu berlalu terlalu cepat yah. Btw, selama satu tahun ini gw pacaran sama si Vanny, ada satu rahasia yang gw jaga baik-baik dari dia. Semenjak Canya chat dan telepon di hari ulang tahun gw waktu itu, gw nggak gitu aja lepas kontak sama dia. Di belakang Vanny, gw sampai sekarang masih tetap berhubungan sama Canya. Baik itu via chat, via telepon, dan via video call.
Sumpah gw jadi nggak enak banget sama Vanny, dan jujur gw jadi bimbang sama perasaan gw ke Vanny sekarang. Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Terlebih lagi Canya adalah pacar pertama gw. Gw memang sayang sama Vanny, tapi di dalam hati terdalam gw juga masih belum bisa move on dari Canya. Sialan! Pusing gw jadinya!
Quote:
Sepanjang perjalanan pulang dari cafe favoritnya Vanny menuju ke rumahnya, gw sama sekali nggak keluarin sepatah kata pun. Pikiran gw lagi melayang-layang kembali ke waktu di mana gw lagi di balkon kosan. Kayaknya gw memang harus ceritain semuanya ke Vanny. Gw bakalan jujur dan akan coba minta ijin ke Vanny untuk menyelesaikan masalah gw sama Canya yang belum sepenuhnya tuntas.
Di depan halaman rumahnya Vanny...
"Van...," panggil gw.
"Hmm," sahut Vanny.
"Aku mau jujur sama kamu van. Tapi aku mohon kamu jangan marah yah," kata gw.
"Oke beb," bales Vanny lembut.
"Aku..."
Gw ceritain semuanya ke Vanny tanpa ada yang gw tutup-tutupin. Vanny kaget pas denger cerita dari gw, dan dia pun mulai menangis. Cukup lama Vanny terdiam dalam tangisannya. Gw juga ikut terdiam. Bingung gw. Gw sih udah siap kalau gw bakalan kena gampar sama Vanny atau apalah terserah dia. Tapi ternyata Vanny nggak ngelakuin hal itu.
"Kamu datengin dia yah tom ke Bandung. Aku bakalan baik-baik aja di sini. Aku ngerti kok. Aku mungkin bukan pacar yang sempurna buat kamu tom. Mungkin juga aku bukan yang terbaik buat kamu. Aku nggak akan marah sama kamu tom. Aku selalu percaya kalau kamu nggak akan pernah kecewain aku, apalagi ninggalin aku. Aku bakalan selalu nungguin kamu di sini sampai kapan pun tom."
Kaget gw dengernya, asli! Gw berusaha mati-matian menjaga air mata gw agar tidak jatuh turun. Mulut gw tiba-tiba jadi kaku, jadi gw cuman bisa terdiam. Vanny pun bangkit berdiri dari kursinya, lalu dia cium kening gw. Kemudian ia pun masuk ke dalam rumahnya meninggalkan gw yang masih duduk terdiam kaku bagaikan patung di halaman depan rumahnya. Betapa bodohnya seorang Tommy yang bisa-bisanya mengecewakan seorang wanita yang begitu sempurna seperti Vanny.
Diubah oleh panjul1993 01-06-2022 04:16
g.azar dan jimmi2008 memberi reputasi
11
Tutup




"Halo, kenapa vin?"
: Ini beneran kamu ca?