Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK

Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
0 suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Diubah oleh Martincorp 09-01-2020 12:25
aji601602662Avatar border
dukronisirya115Avatar border
exlusive2Avatar border
exlusive2 dan 261 lainnya memberi reputasi
248
593.7K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#305
BAGIAN 28
ADIKKU TERSAYANG

Asnawi telah selesai mengikuti kuliah lebih awal. Karena dosen yang mengajar mendadak ada urusan, jadi kelas langsung dibubarkan. Berhubung waktu menuju kuliah berikutnya masih sekitar 1 jam lagi, jadi Asnawi pergi ke kantin untuk menghabiskan waktu sambil ngopi. Kali ini dia nongkrong sendirian, karena dia tidak sekelas dengan Febri dan Eka yang memilih mata kuliah lain. Asnawi duduk di sebuah bangku panjang yang terletak paling pojok. Dia cuma memesan segelas kopi dan beberapa cemilan, sekarang Asnawi mulai berhenti merokok karena dirinya sudah berjanji kepada Hayati untuk hidup sehat dengan tidak merokok. Terasa sangat berat bagi dirinya untuk menghentikan kebiasaanya itu, namun demi cintanya, dia berusaha keras.

Asnawi tengah melamun sambil menyeruput kopi hitamnya. Dia melamunkan jika dirinya suatu hari menikah dengan Hayati, hidup bersama tinggal di sebuah kampung yang terpencil dengan sebuah rumah sederhana dipinggir gunung dan di belakang rumahnya memelihara beberapa ekor kambing yang dibiarkan berkeliaran mencari rumput. Dalam lamunannya Asnawi tengah duduk disebuah kursi di beranda rumah, dia melihat Hayati yang sedang memetik sayuran di halaman sambil membawa sebuah boboko. Hayati hanya berselimut sarung batik dengan rambutnya terurai indah. Dia menoleh ke arah Asnawi sambil tersenyum seperti seorang kembang desa yang sangat cantik. Suatu pemandangan yang sangat indah pikir Asnawi yang juga tersenyum untuk membalas senyuman Hayati, namun tiba-tiba muncullah Cascade dari dalam rumah, dia hanya memakai kaos oblong warna hitam dan celana dalam saja. Cascade langsung menghampiri Asnawi yang tengah duduk di kursi yang sedang memandangi Hayati, dia langsung duduk diatas pangkuan Asnawi. “Did you missed me Honey...??” tanya Cascade yang kemudian langsung nyosor mencium bibir Asnawi.

Asnawi langsung kaget dan tersadar dari lamunan indahnya. Ternyata memang Cascade sudah berada dihadapan Asnawi. “wey...weyy...Nawi sadar....!!!....lu kaya orang gila...!!! “ kata Cascade yang menepuk-nepuk pipi Asnawi untuk menyadarkannya.

“ aahhhh.....elu Cas...huhhhh....kaget gue” kata Asnawi kaget.

“abisnya elu ngelamun sambil senyam-senyum sendiri....kan kaya orang gila” kata Cascade yang kemudian duduk di hadapan Asnawi, disebelah Cascade ada Rani yang terlihat masih menertawakan dirinya. Cascade tidak pernah memanggil Asnawi dengan sebutan ‘HONEY’ di depan teman-temannya. Cascade tampil seperti biasa dengan memakai stelan tomboynya namun sekarang dia memakai dua kalung yaitu kalung salib pemberian ayahnya dan kalung liontin hati pemberian Asnawi, sementara Rani tetap konsisten dengan pakaian hijab syar’i nya dan tampak tidak henti-hentinya menertawakan Asnawi.

“Nawi...Nawi....lu kenapa sih sampe ngelamun segitunya hahaha”kata Rani.

“hehehe.....gue lagi bahagia banget Ran akhir-akhir ini.....jadi kebawa suasana” kata Asnawi.

Segerombolan cewek tiba-tiba datang menghampiri bangku yang diduduki oleh Asnawi, Cascade dan Rani. Mereka adalah teman-teman Cascade yang terlebih dulu memesan makanan sebelumya. Mereka adalah Milla, Vania dan Merry. Untuk nama yang terakhir, Asnawi mendadak langsung menaruh perhatian. Dia masih sakit hati dengan penolakan cinta oleh Merry yang menggunakan alasan yang sangat Mainstream yaitu menjadi Kakak-Adik. Asnawi melihat adanya suatu kesempatan untuk membalas rasa sakitnya kepada Merry.

“hey..Milla..Vania....apa kabar?” sapa Asnawi kepada Milla dan Vania yang langsung menyalami mereka berdua.

“dan siapa ini.........hmmm.........halo Adikku Tersayang....apa kabar?” sapa Asnawi kepada Merry yang juga langsung menyalaminya, mendadak salaman itu disambut antusias oleh teman-temannya.

“CIEEEEE.....CIEEEEE...yang Kakak – Adik......baru ketemuan yah” kata Milla yang disambut tawa teman teman yang lainnya, tampak raut wajah malu Merry.

Mereka kemudian duduk berjejer di bangku panjang yang berhadapan Asnawi. Asnawi mendadak menggeser posisi duduknya yang semula tepat berhadapan dengan Cascade menjadi berhadapan dengan Merry.

“ Adindaku sudah lama diriku tidak bertegur sapa dengan dirimu, kemana saja dirimu melangkahkan kaki selama ini..??” tanya Asnawi yang mendadak berbicara seperti seorang penyair.

“apaan sih.....aku ada aja disini, nggak kemana-mana dan aku baik baik aja....biasa aja kali ngomongya” jawab Merry yang mulai merasa tidak nyaman dengan kelakuan Asnawi.

“cieee....adinda mulai bertegur sapa sama kakanda...hahahaha” ledek Rani sambil tertawa terabahak-bahak.

“baiklah Adindaku tersayang........syukurlah kalau selama ini dirimu ada disini baik baik saja....hehehe” kata Asnawi kepada Merry yang semakin terlihat canggung.

“ehh Wi...tadi lu bilang lagi bahagia........emang abis ngapain?” tanya Rani.

“si Nawi tuh baru dapet pacar baru..iya kan Wi” kata Cascade yang tiba-tiba mejawab pertanyaan Rani.

“Yuupps....betul sekali...hahahahha” kata Asnawi yang menanggapi perkataan Cascade, sontak semua orang mengucapkan selamat kepada Asnawi terkecuali Merry yang wajahnya mulai memerah mendengar hal itu.

“wah wajib...harus..kudu nraktir kita nih.....” kata Milla

“Kaleemmmm....nanti semua gue traktir...hahahah........bukan begitu adindaku?” kata Asnawi yang kembali meledek Merry.

Melihat kelakuan Asnawi yang terus-menerus meledeknya, Merry mulai merasa kesal, dia terus menerus menyedot minumannya tanpa henti sampai hampir habis. Sementara Cascade mulai merasa kalau perlakuan Asnawi ke Merry terlalu berlebihan.

“Nawi....pacar lu tuh anak mana yah...cantik gak yah...pengen kepo dong gue...hehe?” tanya Milla.

“yaahh........euuhhh??....cewek gue ini udah ga kuliah sih, dia DO karna gak ada biaya, sebelumnya dia kuliah kedoteran di UI, dia orang Jakarta tapi sekarang dia tinggal bersama sodaranya di Bandung” jawab Asnawi.

“eh lu belum jawab......Wi, cantik gak pacar lu tuh? Kalo sama Adindamu cantikan mana? Hehehe” tanya Milla sambil menunjuk ke Merry, sontak Cascade langsung menepuk paha Milla untuk tidak ikut meledek Merry yang tengah kesal sendiri.

“ya pastinya cantik banget.........hehehe...pokonya lebih cantik dari lu semua disini deh, kalo gak percaya tanya nih Cascade, dia udah pernah liat fotonya” jawab Asnawi.

“BITCH PLEASE.......palingan itu foto hasil editan..gue pengen liat langsung pacar lu..” kata Cascade dengan raut wajah kesal karena Asnawi menyebut pacarnya lebih cantik dari semua cewek yang ada di situ termasuk dirinya.

“okeh Cas....gue bakal langsung kenalin ama lu deh....sekalian sama lu semua...terutama kepada Adindaku ini..hehe” kata Asnawi.

“huuu sombong lu.....mentang-mentang baru punya cewek........gue ragu banget deh sama elu...palingan cewek lu ini gadis cupu...” kata Vania yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan karena merasa kesal dengan Asnawi yang memuji pacarnya labih cantik dari dirinya, begitu juga semua cewek yang ada di situ sepertinya merasa kesal.

“coba nanti pas acara Dies Natalis, lu bawa cewek lu kemari...kenalin sama kita-kita” kata Vania degan nada yang semakin meninggi.

“whoa...whoa...kok kalian jadi pada kesel yah ama gue..hehehe..maaf yah.....siyap lah, nanti gue bakal bawa dia kesini dan dikenalin sama lu semua....siapin mental kalian yah hehehe” kata Asnawi yang mulai cemas melihat para cewek mulai kesal dengannya. Sesekali Asnawi melihat ke arah Merry yang semakin tidak karuan, dia mulai berlagak seperti orang sakit dengan terus memegangi kepalanya.

“oke siapa takut............gue punya mental baja” tantang Vania.

Tiba-tiba Eka dan Febri datang dan menghampiri mereka. Eka dan Febri langsung menyapa dan duduk di sebelah Asnawi.

“Nih...Febri dan Eka udah pernah ketemu sama Cewek gue..gimana nih pendapat kalian....soalnya ibu-ibu disini pada nggak percaya ama gue” kata Asnawi.

“oh kalian pada lagi ngnomongin ceweknya Asnawi.....yaah menurut gue mah si Asnawi nih Lucky Bastard yah....gue juga nggak nyangka banget dia bisa dapetin cewek super duper cantik seksi bahenol nerkom montok cetar membahana....hahahahaa.....gue juga iri banget sama nih orang” kata Febri yang langsung menjelaskan secara gamblang.

“betul broo......gue juga iri sama si Nawi.....tapi gua salut banget sama Nawi, soalnya dia selalu sabar ketika ditolak cewek...betulkan broo??” kata eka sambil menepuk pundak Asnawi. Asnawi mengangguk mendengar pertanyaan Eka.” Gue pikir ini hadiah dari Tuhan buat Nawi atas kesabarannya yang selalu ditolak cewek..”. kemudian Asnawi merasa terharu mendengar perkatan Eka dan mereka langsung berpelukan.” Tengkiyu yah broo.....lu selalu dukung gue” bisik Asnawi ke telinga Eka.

“aahhh...aduh pusing banget nih..aku nggak kuat” kata Merry yang mendadak sakitnya makin parah setelah mendengar perkataan Eka tentang Asnawi yang selalu sabar ketika ditolak cewek.

“ guys...kita bawa Merry ke klinik kampus yuk....ayo...” kata Cascade yang terlihat panik.

Vania dan Milla langsung beranjak dari tempat duduknya dan membopong Merry yang sangat lemah, mereka langsung membawa Merry keluar gedung kantin. Asnawi dan kawan-kawan hanya terdiam melihat kondisi Merry.

“hey...Ran..ayo dong bantuin Merry....” kata Cascade.

“tapi ini baru satu suap makan......” kata Rani

“ayoo dong!!!!.....demi solidaritas” kata Cascade ngeggas

Rani pun langsung beranjak sambil membawa makanannya mengikuti Merry, Vania dan Milla yang sudah pergi duluan.

“Nawi, Eka, Febri...Gue pergi dulu yah.....inget yah Wi...kenalin Hayati sama gue” kata Cascade yang kemudian beranjak dan berlari mengejar teman-temannya.

Asnawi, Febri dan Eka hanya melambaikan tangan ketika Cascade berlari menjauhi mereka. Setelah menunggu Cascade menjauh sampai tidak terlihat, akhirnya mereka bersorak sorai. Eka dan Febri memberi selamat kepada Asnawi yang sudah berhasil membalaskan dendamnya kepada Merry.

“bro..beneran lu mau bawa Hayati ke acara nanti?” tanya Eka.

“bener broo....gue udah terlanjur nerima tantangan mereka” kata Asnawi.

“berarti lu musti banyak persiapan dong” kata Eka

“iya...si Eka bener broo...lu musti bawa Hayati ke kampus pake mobil, masa cewek secantik Hayati cuman dibonceng sama motor butut elu” kata febri yag diikuti oleh agguka Eka.

“iya yah bener juga....yaudah deh gue pinjem mobil lu aja Ka...boleh?” kata Asnawi

”waduh broo jangan mobil si Eka...nanti Hayatinya bisa-bisa bau solar...kan bahaya” kata Febri

“hmmmmm...........gimana atuh yah?” kata Asnawi bingung

“yaudah lu pake taksi online aja, pilih mobilnya yang bagus” jawab Febri.

“wah...That’s Fucking Good Idea......tengkiyu broo” kata Asnawi yang kembali bersemangat setelah mendengar ide berilian febri.

Asnawi langsung memikirkan persiapan untuk acara dikampus yang aka dilaksanakan pada malam minggu ini. acara Dies Natalies merupakan acara ruti tahuan yang diadakan di kampus. Himpunan Mahasiswa Fakultas Teknik selalu punya tradisi tersendiri ketika merayakan Dies Natalis, yaitu dengan mengadakan pesta dansa (DUGEM) di aula fakultas yang disulap menjadi seperti diskotek. Tidak hanya mahasiswa fakultas teknik yang hadir disitu, tetapi hampir seluruh mahasiswa di Universitas selalu hadir di acara tersebut. Asnawi berpikir kalau hari itu dia akan menggemparkan seluruh kampus dengan membawa Hayati. Untuk itu dia harus mendandani Hayati agar terlihat semakin sempurna. Asnawi mulai megeluarkan secarik kertas dan menulis daftar peralatan kosmetik yang harus dia beli.

“hey broo.......lu kan udah resmi pacaran nih sama Hayati, nah sekarang bantuin gue dong buat dapetin Cascade....yah..yah...kan elu deket banget sama dia...” bujuk Eka kepada Asnawi.

“wah...serius lu broo, mau sama Cascade?” tanya Febri

“serius broo.....hahahaha, Gapapa gue mah bekas si Nawi juga Tilas Tapi Raos (Bekas Tapi Enak) hahaha” kata Eka

“wah broo...lebih baik jangan deh...gue kasian sama lu?” kata Asnawi

“emang keapa broo...? soal ekonomi? Tenang bro....bapak gue juga tajir, bisa lah gue ngimbangin dia”

“bukan itu maksud gue bro.....”

“apaah atuh....??”

“lu bakalan nggak akan kuat berhubungan sama dia, Cascade itu cewek Ultra Agresif....lu bakal pingsan
broo.....gue udah pernah ngalaminnya”

“waah.........lu bisa selamat, gimana caranya..?”

“karna gue punya monster kyubii yang bisa menanggulanginya...”

“hahahaha lu pikir si NARTO yang punya Kyubii.....gue nanya serius euy”

“iya bener broo........gue dulu sering latihan fisik broo, latihan silat, renang, lari, angkat besi, squat 100x sehari, push up 100x sehari sit up 100x sehari....jadinya gue kuat”

“anjiirrrr............berat banget broo latihannya”

“bener broo.........itu baru si Cascade belum pembantunya yang sama-sama Ultra Agresif”

“ANJIIIIRRRR.........LU MAEN JUGA AMA PEMBANTUNYA CASCADE !!!!” kata Febri yang mendadak kaget dan tercengang.

“Gileee lu Brooo............lu nafsu juga ama pembantu...sama Mbok-mbok atau bibi-bibi? , sampe diembat juga ahahahaha” kata Eka.

“betul broo......sama Bibi-bibi hahaha” jawab Asnawi sambil manggut-manggut ketika mendengar perkataan Eka. Asnawi mengira pasti Eka dan Febri menyangka kalau pembantunya Cascade seperti pembantu pada umumnya.

“seandainya kalian tahu wujud pembantunya Cascade seperti tuh apa...hahahaha” gumam Asnawi di dalam hati ketika melihat Eka yang masih bergidig membayangkan Asnawi yang sedang berhubungan dengan seorang pembantu dengan tatapan sinisnya.

......................................................

LANCROTKAN PAMAN PECOS..................emoticon-Betty

Diubah oleh Martincorp 01-12-2018 09:41
symoel08
jamalfirmans282
sulkhan1981
sulkhan1981 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.