- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
...
TS
Martincorp
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2019/01/24/3613068_20190124123251.png)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2020/01/09/3613068_20200109122459.jpg)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2020/01/09/3613068_20200109122545.jpg)
Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi.
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:
Spoiler for INDEX:
Spoiler for Penampakan:
Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya

.
Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2018/11/13/3613068_20181113090613.jpg)
![[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK](https://s.kaskus.id/images/2018/11/13/3613068_20181113090621.jpg)
Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:
Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69
Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
0 suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Diubah oleh Martincorp 09-01-2020 12:25
dukronisirya115 dan 260 lainnya memberi reputasi
247
592.8K
2.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#26
BAGIAN 10
KAMAR UTAMI (part 1)
KAMAR UTAMI (part 1)
Sudah tiga hari sejak Asnawi mulai masuk kuliah lagi, Hayati mulai merasa bosan tinggal di dalam kamar Asnawi. Setiap hari dia Cuma membersihkan kamar Asnawi dan membaca novel-novel koleksi Asnawi. Sesekali dia ditemani oleh Utami yang ngajak curhat tentang permasalahan hidupnya sebelum kematian.
Hayati tampak duduk di kursi sambil melamun dan Utami pun datang tiba-tiba ke dalam kamar kost.
“hayooohh........ngelamun aja nih ntar kesambet setan loh” kata Utami sambil menepuk pundak Hayati.
“iya nih.........aku bosen banget hari ini, aku udah baca abis semua novel milik Mas Nawi” kata Hayati dengan muka betenya.
“waw Mbak Kunti baca namatin novel harry potter sampe buku ke 7 cuman 3 hari?...wuih hebat banget euy” kata Utami kagum.
“eh ada ide ga buat ngilangin rasa bosen aku...?”tanya Hayati
Utami bengong dan mukanya tampak berpikir untuk menghilangkan kebosanan Hayati. “gimana kalo main di kamar aku, kamar aku masih ada dan sampai sekarang masih dirawat sama Ibu” kata Utami. Hayati mengangguk dan mereka langsung melayang keluar dari kamar Asnawi. Mereka menuruni tangga dan melayang menuju sebuah lorong yang cukup panjang. Di lorong itu terdapat 6 kamar yang berjejer di kiri dan kanan. Suasana di rumah kost sangat sepi karen sebagian besar penghuni kost sedang pergi kuliah. Setelah melewati lorong, Hayati melihat sebuah gerbang yang cukup besar dengan daun pintu terbuat dari papan kayu. Mereka masuk ke gerbang itu dengan menembusnya.
“wah ini rumah kamu yah....besar banget” kata Hayati kagum ,melihat rumah besar di balik gerbang yang mereka lewati begitu saja. Rumah Utami cukup besar, kalau dilihat dari bentuk sepertinya rumah Utami adalah bangunan peninggalan jaman Belanda. Terdapat teras yang cukup luas di depannya lengkap dengan kursi tamu yang terbuat dari kayu. Terdapat 3 jendela di depan rumahnya dan satu pintu yang terbuat dari kayu jati.
Ruang tamu rumah Utami cukup besar, terdapat dua set kursi tamu lengkap dengan vas bunga di atas mejanya. Di dinding sebelah kiri dari pintu masuk terdapat foto keluarga dengan ukuran yang besar. Di foto itu terdapat foto keluarga Ibu Kost. Pada potret itu tampak ada 5 orang, tiga orang pertama yang berposisi duduk disofa yaitu Ibu Kost, Utami dan seorang bapak-bapak yang Hayati kira itu adalah ayahnya Utami, sementara dua pemuda tinggi berdiri di belakang sofa dengan megenakan baju dinas TNI Angkatan Darat dan Kejaksaan Negeri. Hayati dan Utami berdiri di depan potret itu untuk melihatnya.
“itu kau yah yang duduk di tengah, terus yang berada di belakang kakak-kakak kamu ?”tanya Hayati
“iya Mbak Kunti, kakak-kakakku cowok semua dan sekarang mereka lagi bertugas di tempat yang jauh, jadi mereka jarang sekali pulang kesini, palingan pas lebaran doang” Utami mulai bercerita tentang keluarganya. “ foto ini diambil sebulan sebelum kau mati”.
“kamu mati udah berapa lama?” tanya Hayati
“sudah 3 tahun, waktu begitu cepat dan ga terasa”
“kok kamu bisa gantung diri sih, emang kenapa harus bunuh diri?”
“sebenernya aku mati bukan karena bunuh diri tapi kecelakaan”kata Utami
“kok bisa...maksudnya gimana?”tanya Hayati yang semakin penasaran mengorek info kematian Utami.
“awalnya aku berniat gantung diri, aku udah ga kuat dikhianati oleh sahabat aku sendiri.” Utami mulai menjelaskan penyebab di mati. “sahabatku menikung pacarku, selama ini dia seperti baik-baik saja tapi ternyata dia selingkuh sama pacar aku...hiks..hiks”Utami mulai mengeluarkan isak tangis dan Hayati mulai merangkul badan Utami untuk menenangkan dirinya. “aku ngasih segalanya sama pacar aku, tapi dia lebih memilih sahabatku yang diam-diam mendekati pacarku”.
“terus berniat bunuh diri gara-gara itu?” tanya Hayati
“iya, aku ngambil tambang terus aku iket di kusen jendela atas di kamar mandi yang dekat kamar Asnawi” Utami mulai menghentikan isak tangisnya dan bercerita tentang kronologi kematiannya.
“pas mau gantung diri aku mikir lama banget dan akhirnya aku mengurungkan niat bunuh diri. Aku berdiri diatas kloset dengan tali yang udah menjerat leherku,” Hayati tampak mendengar dengan serius cerita Utami. “hampir setengah jam aku berpikir dan akhirnya aku sadar dan ga jadi buat bunuh diri....terus aku mau berusaha melepas tali yang terikat di kusen jendela atas kloset, namun jendelanya yang terlalu tinggi dan aku susah banget ngegapainya, tiba-tiba aku kepleset dan jatuh dari kloset dengan leher terjerat ama tali......aku ga bisa teriak minta tolong, ga bisa kembali berdiri di atas kloset karena licin dan akhirnya aku mati, rasanya sangat menyakitkan .”
“ooh kalo gitu kematianmu wajar karena kecelakaan, tapi kok kamu bisa bergentayangan sih”. Tanya Hayati.
Tiba-tiba pintu depan terbuka lebar dan masuklah Ibu Kost sambil membawa keranjang belanjaan. Tampaknya dia baru pulang dari pasar. Ibu Kost melewati Hayati dan Utami yang berdiri di depan potret keluarga dan Ibu Kost melewati mereka begitu saja dengan menembusnya. Ibu Kost kemudian menghentikan langkahnya dan memegang pundaknya. Dia merasa telah menabrak sesuatu dan bulu kuduknya berdiri. Ibu kost kemudian menoleh ke arah mereka berdua kemudian melihat-lihat kondisi seluruh ruang tamu yang kosong pada saat itu. Utami dan Hayati hanya terdiam melihat reaksi Ibu Kost. Setelah memastikan tidak ada apa-apa di ruang tamu Ibu Kost pun beranjak pergi menuju dapur. Utami dan Hayati merasa lega.
“kok kenapa Ibu sekarang bisa ngerasain keberadaan aku yah, padahal aku udah sering banget menembus badan Ibu?” tanya Utami
“mungkin ini karena ada aku disini, jadi Ibu Kost menembus dua hantu sekaligus atau kamu bisa menyerap energi dari tubuh aku” Hayati menebak kejadian barusan sambil berpikir dan memegang dagunya yang lancip. “eh iya pertanyaan aku belum kamu jawab, kenapa kamu bisa bergentayangan?”
“ ini semua gara-gara Ibu.....”
“emang kenapa dengan Ibu kamu”
“Ibuku ga pernah ngeikhlasin aku buat pergi, setiap saat dia selalu mengingat aku bahkan menganggap keberadaan ku masih ada. Ibu tiap hari selalu membersihkan kamarku dan mencuci baju-baju aku seolah-olah habis dipake sama aku. Ibu ku merasa kesepian banget ketika aku mati, begitu juga aku yang ngerasain kesepian”. Utami mulai meneteskan air mata lagi.
“sekarang kan udah aku, jadi kamu gausah sedih lagi karna kesepian ya sayang” kata Hayati berusaha menghIbur.
“oh iya ke kamar aku yuk....disana banyak hIburan loh, ada tv, leptop sama hape aku” ajak Utami kepada Hayati. Dia langsung menarik tangan Hayati untuk mengikutinya ke kamar. Letak kamar Utami berada di pojok ruang keluarga berhadapan dengan kamar Ibu Kost. Pintu kamar Utami berwarna pink dengan ornamen hello kitty yang menempel di daun pintu dan ada sebuah papan yang menempel di daun pintu bertuliskan “Trie Utami’s Room”. Utami dan Hayati pun masuk ke kamar dengan menembus pintu.
Kamar Utami lebih besar dari kamar kost Asnawi. Begitu masuk pintu Hayati langsung melihat ranjang ukuran king size dengan bed cover berwarna pink. Di sebelah kanan pintu masuk ada meja belajar lengkap dengan leptop yang masih tersiman rapi di atas meja. Disebelah meja belajar terdapat lemari yang juga berwarna pink. Di hadapan kasur tergantung tv LED 60 inch dan dvd yang tersimpan di atas meja kecil dibawah tv. Di dinding kamar banyak sekali foto-foto Utami dan keluarganya.
“waah kamar kamu bagus banget......aku jadi betah deh” kata Hayati sambil menjatuhkan diri keatas kasur empuk dan berbaring terlentang sementara Utami cuma duduk di atas kasur.
“nama kamu trie Utami yah, kok mirip penyanyi idolaku yah hihihih” Hayati bertanya ke Utami .
”iya Mbak Kunti, ibuku ngefans banget sama dia sampai-sampai ngasih nama aku sama dengan dia dan kebertulan aku anak ke 3 jadi pas banget....... kok Mbak Kunti bisa punya idola yang sama dengan artis favoritnya Ibu? Jangan-jangan Mbak ini seumuran Ibuku ?” Utami bertanya ke Hayati yang lagi sIbuk memainkan rubik yang ada di kasur.
“bisa jadi....mungkin seumuran sama Ibumu, aku mati udah lama banget, puluhan taun”jawab Hayati yang dalam sekejap bisa menyelesaikan teka teki kubus rubik. Utami sangat terpukau melihat kemampuan Hayati yang super cerdas. “waw Mbak Kunti pinter banget...aku sampe mati ga pernah bisa berhasil”.
Hayati melihat di sekililing kamar yang penuh dengan barang-barang elektronik yang baru pertama dilihatnya seperti tablet dan console X-box. “pasti Ibu kamu sayang banget sama kamu sampe-sempe banyak sekali beliin kamu barang yang aneh”.
“iya Mbak Kunti, Ibuku memang royal banget tetep ngebeliin aku barang baru walupun aku udah ga ada, tujuan nya sih biar bisa aku pake.....tapi semua itu percuma Mbak Kunti, aku ga bisa make semua barang disini, tiap kali aku coba megang barang selalu tembus...” keluh Utami.
“kamu ga pernah nakutin orang sih sama ga pernah latihan, jadi energi kamu lemah dan ga bisa megang benda”kata Hayati
“yah...susah dong Mbak kalo gitu, muka aku kan imut-imut jadi kalo nakutin orang bukannya takut malah gemes liat aku” kata Hayati dengan memasang ekspresi muka imutnya.
Hayati berjalan mendekati Utami kemudian dia mengelus wajah, mencubit pipi tembem Utami dan menilik-nilik dengan teliti penampilan Utami. “hmmmmm...emang bener sih kamu ga ada serem-seremnya” Hayati mengernyitkan dahinya.” Kalo gitu aku kasih nih energi ke tubuh kamu biar bisa memegang benda fisik” kata Hayati yang memegang kepala Utami dan mulai mengalirkan enerinya. Tubuh Utami begetar seperti orang yang tresengat listrik. Sesekali Utami berteriak karna merasakan sakit akibat aliran energi yang masuk ke tubuhnya. Hayati melepas tangannya dari kepala Utami dan Utami langsung terjengkang ke belakang dan jatuh di lantai.
Utmi perlahan berusaha berdiri lagi dan melihat-lihat keadaan disekitarnya. “coba kamu pegang benda itu” perintah Hayati yang menunjuk ke sebuah benda hitam yang ada di atas meja. Benda itu adalah remote tv. Utami mulai meraba dan dia langsung bisa memegang benda itu.
“waahhh...aku bisa megang remote yeeaaayy..”kata Utami yang kegirangan dan menari-anari sementara Hayati pun ikut senang meilhat Utami. Utami pun menyalakan tv dan memindah-mindahkan channel tv.”makasih banget Mbak Kunti, sekarang aku bisa nonton tv lagi” ucap Utami sambil memeluk erat Hayati.
“tapi kamu harus tetep banyak latihan dan belajar mengendalikan energi itu, dengan konsetrasi”kata Hayati.
“siap Mbak Kunti sayang...hehe dan semoga aku juga bisa nyentuh manusia seperti Mbak ”sambung Utami yag kemudian melepaskan pelukannya ke Hayati dan kemudian duduk di kursi.
“emang Mbak Kunti belajarnya gimana bisa sampe menyentuh Asnawi bahkan grepe-grepe trus sampe melukin Asnawi kaya boneka pas dia lagi tidur...hehehehehe”
“tunggu dulu!!...kok kamu tau sih aku sering grepein Mas Nawi? Kamu ngintip yah”
“apa sih yang aku gatau di rumah ini ...heheheheh”
“huuuu......dasar tukang ngintip”. Kata Hayati sambil mencubit kedua pipi Utami yang tembem.”awwww....sakit tau...!! “kata Utami yang mengelus pipi yang merasa kesakitan setelah di cubit Hayati.
“aku menyerap banyak energi dari Mas Nawi, jadi bisa aku gunain buat megang barang bahkan menampakan diri kaya manusia tapi bukan Cuma itu aja sih aku sering meluk Mas Nawi” kata Hayati.
“oohh...jadi kalo diibaratin nih Mbak Kunti tuh Hape dan Asnawi adalah power bank nya?”tanya Utami yang diikuti dengan ekspresi kebingungan Hayati mendengar kata hape dan power bank. “Aku engga ngerti apa yang kamu omongin?” tanya Hayati. Utami kemudian mengambil Smartphone miliknya dan menyambungkannya dengan powerbank yang tersimpan di laci untuk diperlihatkan ke Hayati. Setelah beberepa menit smartphone itu menyala dan ada indikator pengisian energi di di layar. Hayati langsung mengerti ketika melihat hal itu.”iya seperti itu “ kata Hayati mengangguk.
sulkhan1981 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
udah kasep sekarang mah