Kaskus

Story

MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK


Sebelumnya ane Mohon izin kepada para sesepuh di Forum SFTH, ane mau sharing cerita fiksi yang ane dapet dari wangsit di alam mimpi semalem berhubung kisah hidup ane nggak menarik buat di share jadi ane share cerita fiksi. 
ane mohon maaf juga bila ada kata-kata yang tidak berkenan di hati agan-agan yang baik dan penulisan yang berantakan karena ini pertama kalinya ane menulis wangsit yang ane terima ke dalam sebuah karya tulis.
Spoiler for Sinopsis:



Spoiler for INDEX:


Spoiler for Penampakan:



Mohon Commentnya ya gan, biar ane semangat Update wangsit nya emoticon-Blue Guy Peace
emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Peace

Ane mau ngucapin terima kasih banyak buat Agan-agan yang baik hati yang udah ngasih Cendol Manis, Semoga Rezeki Agan-agan yang baik hati semakin Berlimpah ......emoticon-thumbsup emoticon-Salaman emoticon-Smilie emoticon-Smilie emoticon-Smilie
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK
[TAMAT] PACARKU KUNTILANAK

Akhirnya kisah ini selesai dengan meninggalkan banyak misteri yang belum terkuak, untuk itu nantikan kisah selanjutnya di novel lanjutan cerita ini
Spoiler for Sudah Terbit:


Follow Instagram Martincorp_Official di : Martincorp69

Kunjungi juga Wattpad ane di Link : PACARKU KUNTILANAK
Polling
0 suara
Siapakh Karakter Favorit Agan ?
Diubah oleh Martincorp 09-01-2020 12:25
aji601602662Avatar border
dukronisirya115Avatar border
exlusive2Avatar border
exlusive2 dan 261 lainnya memberi reputasi
248
594K
2.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.2KAnggota
Tampilkan semua post
MartincorpAvatar border
TS
Martincorp
#22

BAGIAN 9
OPERASI BEDAH TAMBAL SULAM

Asnawi pulang ke kosan sekitar jam 8 pagi. Dia langsung masuk ke kosan dan mengabaikan Hayati yang kembali menawarkan dirinya sebungkus sate. Asnawi tampak shock dan seakan telah hilang nafsu makannya.
“mas kenapa.....kok kaya yang habis nangis?” tanya Hayati heran.
“engga kok....hiks..hiks...” kata Asnawi yang langsung menjatuhkan dirinya ke kasur.
Hayati langsung menghampiri Asnawi dan mengangkat kepala Asnawi yang terbaring di atas kasur ke atas pangkuan pahanya. Tangan Hayati mulai mengelus-ngelus kepala Asnawi yang terlihat bersedih. Dadanya yang besar dan empuk menumpuk di atas wajah Asnawi dan menutupinya .
“udah mas..jangan sedih yah....” kata Hayati.
“aku gabisa napas............”. Kata Asnawi yang wajahnya tertutup oleh buah dada Hayati. Hayati kaget dan langsung menggeser kepala Asnawi ke depan. Tampak Asnawi bisa bernapas lagi dan wajahnya tampak membiru.
“ aduh maaf mas....hihihihi...wajahmu ketutup susu aku” kata Hayati genit.
“gapapa ko Hayati...eheheheh” kata Asnawi dengan ekspresi mesumnya.
“mas maafin aku yah, aku makannya kebanyakan jadi mas bangkrut deh” kata Hayati sambil mengusap-usap kepala Asnawi
“gapapa ti, nanti juga aku dapet uang lagi dari bapa aku” kata Asnawi pura-pura tegar.
“aku jarang makan loh mas, kadang sebulan sekali kadang tiga bulan sekali tergantung energi aku abis atau tidak...tapi mulai sekarang aku ga mau makan lagi...aku ga mau ngebangkrutin mas nawi”kata Hayati.
“jangan pundung gitu dong, gapapa kok.....hehehe, sok aja kamu bebas kalo mau makan, ambil aja di si abang sate, aku udah ngomong kok...” kata Asnawi
“ngomong apa....”tanya Hayati
“aku ngomong ke bang sate kalo cewek aku dateng lagi pesen sate, kasih aja dan tagihannya masukin ke tagihan aku” jawab Asnawi.
“waahhh....aku jadi terharu dengernya, makasih banget mas nawi...hihihihi...aku pijitan yah kepalanya...hihi”. Hayati langsung memijit kepala Asnawi dari pelipis hingga ubun-ubun.
“wah....pijitan kamu enak banget...kamu pernah jadi tukang pijit jama hidup?”tanya Asnawi yang merem melek menikmati pijatan kepala oleh Hayati.
“aku perneh belajar pijat refleksi pas kuliah dulu, jadi aku tau titik pijat yang paling enak...”.jawab Hayati.
Untuk sementara hati Asnawi merasa tenang dan bahagia. Dia merasakan aliran kasih sayang yang tercurah banyak dari belaian tangan dan pijatan Hayati. Seumur hidupnya Asnawi baru perama merasakan tidur di pangkuan wanita cantik, walaupun dia itu kuntilanak tapi tetap membuat Asnawi merasa senang. Asnawi menangis karena uangnya habis terkuras untuk bayar sate dan uang permohonan maaf kepada bang sate. Asnawi tidak mau bilang ke Hayati kalo uangnya habis untuk membayar kerugian si Abang sate dan dia berpura-pura tegar di hadapan Hayati. Dia mengklarifikasi dan berusaha keras untuk meyakinkan Abang sate bahwa Hayati itu temannya yang baru pulang dari acara lomba Cosplay di kampus. Asnawi bilang bahwa Hayati lupa mengganti kostum horornya. Setelah berbincangan yang cukup panjang dan alot akhirnya Abang sate pun mengerti dan dia akan tetap mangkal berjualan sate di depan komplek denga syarat Asnawi harus membawa Hayati makan bareng di lapak satenya.
“ngomong-ngomong lubang di punggung kamu bisa gak aku tutupin pake perban?” kata Asnawi.
“bisa mas....emang kenapa harus ditutup?”tanya Hayati
“ya biar ga bikin orang lain takut ...lah”kata Asnawi.
Asnawi bangkit dari pangkuan Hayati dan langsung berdiri di hadapan Hayati.
“aku mau melakukan operasi bedah tambal sulam untuk menutupi lubang di punggung kamu.” Kata Asnawi yang berbicara seolah-olah dia seorang dokter dan Hayati hanya menganggk saja.
Asnawi mulai mempersiapkan peralatan bedahnya. Dia mengambil kotak p3k, kotak peralatan bedah, kapas setoples besar, dan beberapa gulungan perban. Dia pun memasang sarung tangan karet di tangannya dan memakai masker.
“nah persiapan udah selesai, sebelum ngebedah kamu aku mau minum pil anti muntah dulu yah” kata Asnawi sambil meminum pil anti muntah. Dia meminum 2 biji pil anti muntah dan duduk selama 15 menit untuk menunggu reaksinya.
“nah sekarang obat udah bereaksi, coba Hayati kamu buka baju dan tengkurep di kasur yah....”kata Asnawi.
“aahhh....mas mesum deh, masa aku disuruh telanjang, nanti mas ngeliat pantat aku dong dan grepe-grepein badan aku” kata Hayati
“ya elah.....bukan gitu maksudku, kamu pake sarung dulu buat nutupin pantat kamu dan baju kamu ga usah dibuka semua, cukup di singkapin aja sampe keliatan lubangnya .” jelas Asnawi.
Hayati pun langsung memakai sarung dan langsung berbaring telungkup di atasi kasur. Dia menyingkapkan bajunya ke atas hingga lubangnya terlihat. Asnawi langsung mengambil kursi dan duduk di depan Hayati. Asnawi tampak memperhatikan dulu dan memikirkan bagaimana lubang di punggung Hayati bisa ditutup. Tampak luka di punggung Hayati tampak parah sekali, tampak daging berwarna merah dan berdebu terlihat jelas di depan mata Asnawi. Begitu juga tulang punggung dan beberapa tulang rusuk Hayati juga terlihat jelas. Asnawi memperhatikan ada sejenis organ yang berdenyut di pinggang Hayati.
“ini yang berdenyut di punggung kamu apan yah?” tanya Asnawi
“itu ginjal mas......”jawab Hayati
“ooh ginjal toh, aku baru pertama loh liat ginjal yang yang masih menempel di tubuh dan berdenyut.”kata Asnawi
“eh daging kamu kotor nih banyak debunya, aku bersihin yah pake kapas sama alkohol”kata Asnawi
“oke mas...” kata Hayati
Asnawi mulai menyiramkan alkohol pada kapas dan menggosokannya pada bagian daging dan tulang yang kotor terkena debu. Saking kotorannya terlalu banyak Asnawi akhirnya menyiramkan alkohol ke atas daging Hayati. Hayati berteriak kegelian. Beberapa saat setelah disiram tiba-tiba banyak belatung yang meggeliat keluar dari sela-sela daging. Belatungnya sangat banyak sampai ratusan.
“iihhh......kok banyak belatung yang keluar dari badan kamu” kata Asnawi dengan nada jijik.
“itu piaraan aku mas...hihihih.....properti buat nakutin orang” kata Hayati santai
“kamu mah aneh....belatung kok dipiara, kambing tuh piara biar bisa dijual”kata Asnawi
“kalo kambing mah udah habis aku makanin sendiri..hihihihhih”kata Hayati
“boleh ga hewan piaraan kamu aku singkirin ?”kata Asnawi
“boleh mas, toh aku juga udah gak ngebutuhin mereka lagi, kan aku janji ga akan nakutin orang lagi mas..” kata Hayati
Asnawi kemudian berdiri dan membuka lemari untuk mencari obat nyamuk. Setelah itu dia menyemprotkan obat nyamuk yang cukup banyak.
“aahhh......mas nyemprotin apa ke punggung aku?” tanya Hayati
“obat nyamuk ti, biar belatungnya pada mati semua”
“ah aku bisa keracunan dong dan mati...emang mas mau tanggung jawab?”
“Yaelah....kan kamu udah mati, jadi kalem ajah we lah....hehehehe”
Hayati merasa malu karena lupa kalo dirinya sudah mati. Belatung-belatung di punggung Hayati sudah mulai lemas dan mati akibat efek dari obat nyamuk. Asnawi mulai mengambil belatung-belatung itu dengan pinset dan dimasukannya kedalam plastik. Dia menghitung jumlah belatung yang berhasil diambil dari tubuh Hayati.
“ya ampun...ini piaraan kamu banyak banget, ini udah 237 belatung nih yang udah aku ambil dan mungkin masih banyak lagi nih yang belum keluar” kata Asnawi heran.
“iya mas, belatung cepet banget beranaknya jadi banyak deh..hihih”kata Hayati
Akhirnya Asnawi selesai dengan operasi penangkapan belatungnya. Dia mengumpulkan 586 belatung yang bersarang di punggung Hayati. Asnawi pun merasa kaget dengan hasil temuannya. Setelah membungkus belatung, Asnawi kemudian mulai membersihkan lagi pungggung Hayati dan mulai menambal lubang di punggung Hayati dengan kapas. Dengan telaten, Asnawi menyusun kapas-kapas di punggung Hayati hinggga semua lubang tertutupi dengan baik. Akhirnya penambalan selesai dengan menghabiskan kapas setoples besar. Setelah itu Asnawi menutup lubang yang sudah ditambal tadi dengan perban yang cukup tebal dan merekatkan bagian pinggirnya dengan menggunakan plester.
“ah udah 2 jam nih akhirnya selesai juga, coba kamu berdiri aku pengen liat” kata Asnawi sambil menggulung lagi perban sisayang tidak terpakai.
Hayati berdiri di depan Asnawi dan memunggunginya. Asnawi sambil duduk di kursi dengan teliti kembali merapikan hasil tembalannya.
“nah bagus....sekarang udah rapi..hehehe”kata Asnawi puas
“ wah iya mas bagus banget tambalannya, punggungku jadi ga bolong lagi..hihih”kata Hayati
Asnawi kaget bukan kepalang ketika dia menengok keatas dan melihat kepala Hayati yang melintir kebelakang untuk melihat hasil kerja Asnawi.
“AARRRRGGHH.....itu leher kamu melintir..”kata Asnawi panik.
“aduh iya mas...hihihi aku lupa”kata Hayati santai
Asnawi kemudian berdiri dan beralih ke depan tubuh Hayati ntuk membenarkan kembali posisi kepala Hayati yang melintir ke belakang. Dengan panik Asnawi memegang kepala Hayati dan kemudian memutarnya dengan cepat ke arah yang berlawanan dengan arah pelintiran sebelumnya. Tiba-tiba kepala Hayati terputus dari lehernya. Asnawi berteriak sambil memegang kepala Hayati yang terputus. Hayati malah senyum-senyum ketika melihat ekspresi Asnawi yang ketakuatan sambil memegang kepalanya. Beberapa detik kemudian Asnawi pun jatuh pingsan dan kepala Hayati juga ikut jatuh dan meggelinding di lantai.
“duh mas nawi....kok kepala aku malah dilempar sih..” Hayati berkata sambil tubuh Hayati merabraba lantai untuk mencari letak kepala Hayati. Akhirnya kepala Hayati ketemu dan disambungkan lagi oleh kedua tangannya ke leher. Beberapa detik kemudian kepala Hayati kembali tersambung tanpa bekas luka sedikitpun. Hayati tertawa puas karena berhasil mengerjai Asnawi sampai pingsan. Hayati kemudian mengankat tubuh Asnawi yang masih pingsan dan dibaringkannya di atas kasur dan kepalanya berada kembali diatas pangkuan Hayati. Hayati mulai kembali membelai-belai rambut Asnawi dan memijit kepalanya. Hayati memandangi wajah Asnawi dan berpikir kalo dia semakin jatuh cinta kapada Asnawi. Dia berpikir Asnawi adalah pria yang sangat baik, perhatian dan punya kepedulian yang sangat tinggi. Beberapa menit kemudian Asnawi pun mulai siuman. Asnawi kaget melihat kepala Hayati sudah tersambung kembali dan dia tiba tiba sudah berbaring lagi diatas kasur dengan kepala diatas pangkuan Hayati.
“tadi itu nyeremin banget tau...................”kata Asnawi kesal
“hihihihihi....maaf mas....tadi sih emas memutar kepala akunya salah” jawab Hayati dengan senyuman manisnya.
“ya abisnya kamu penasaran banget pengen liat punggung sampe-sampe kepala melintir” kata Asnawi.
“hihihihiihi iya mas penasaran banget”
Asnawi melihat jam dan ternyata dia sudah telat untuk mengikuti jadwal kuliah pagi. Dia langsung berdiri, langsung ganti baju dan pergi kampus meninggalkan Hayati sendirian di kamar kost.
sulkhan1981
santet72
MFriza85
MFriza85 dan 34 lainnya memberi reputasi
33
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.