- Beranda
- Stories from the Heart
"Revenge by order (Thriller Romance 18+)"
...
TS
alexamini
"Revenge by order (Thriller Romance 18+)"
Surat terbuka
Kepada agan sista, sepuh penghuni kaskus, ane sebagai newbe ijin posting sfth.
Sebagai newbe di kaskus dan dunia penulisan ane minta diingatkan kalo ada salah kata atau tata bahasa penulisan, walaupun eyd yang sering ane pakai itu acak acakan tapi ane nyaman dengan itu, kritik dan saran ane terima lapang dada.
Sebagai pembuka ane ucapkan
Assalammualaikum

INTRO
Eindhoven, Belanda
Waktu terasa begitu cepat, membawaku sampai terlalu jauh memasuki dunia gelap.
Kalau kamu ada disini malam ini bersamaku, kamu pasti mengerti yang kumaksudkan dalam arti "gelap"
Aku sudah mempersiapkan semua rencana dengan matang, dimana posisi yang tepat, apa kebiasaan target, kapan target datang, bagaimana cara kabur, kapan polisi akan tiba, lalu aku menghilang di kegelapan. Seakan tanpa ada masalah yang berarti.
Ya profesiku adalah "Pembunuh Bayaran".
Ini adalah kesekian kalinya aku melakukan aksiku, selama itu pula semua berjalan sesuai rencanaku.
20.00
Aku sudah siap di posisiku yang sekarang berada di atap gedung berlantai 5, gedung ini berupa kantor yang kalau siang di pakai untuk bekerja. Gedung ini punya tangga yang menjulang keatas yang terletak di belakang gedung. Punya 5 kamera cctv yang semuanya berada di depan gedung ini. Aku memilih tempat ini karna tidak terlalu ramai, dan penjaganya pun jarang sekali terlihat. Jadi aman
Aku sudah mengamati target sejak 10 hari yang lalu, dari pengintaian ini aku banyak mendapati informasi tentang dia.
Dari pengamatanku, setiap jam 10 malam pasti dia akan ke tempat karaoke karaokebar ameezing eindhoven, kadang sendiri kadang bersama 3 orang bodyguardnya. Di tempat karaoke tersebut dia mempunyai wanita yang selalu terlihat mesra bersamanya. "Selingkuhannya mungkin" pikirku saat pertama kali melihatnya. Parasnya Cantik untuk seukuran pasangan selingkuh.
Tempat karaoke karaokebar ameezing eindhoven itu memeiliki 3 lantai 2 lantai bawah digunakan untuk karaoke lantai paling atas untuk office. Dengan hanya sedikit lahan parkir, Jarak tempat karaoke dengan gedung ini berjarak 3 blok. Tidak terlalu ramai jika kamu datang sebelum jam 12 malam
Sudah 1,5 jam aku disini, yang berarti 0,5 jam lagi dia akan tiba. Sedari aku datang aku sudah mempersiapkan peralatan untuk kabur. Langit cerah tidak ada tanda tanda hujan angin berhembus, tidak kencang mungikin hanya 10 knot. Sangat ideal
Segera aku mempersiapkan sebuah senjata laras panjang jenis TRUVELO .50 berkaliber 50mm buatan afrika selatan. Sniper ini cocok dengan ku hanya berbobot 16 kg dan dapat menampung 5 butir peluru. Seandainya tembakan pertama meleset aku masih memiliki 4 kesempatan berikutnya.
22.20
Setelah menunggu cukup lama akhirnya tergetpun tiba dengan mobil chrysler dan 3 orang bodyguadnya, dia tiba di depan tempat karaoke tersebut, disambut oleh pasangan selikuhannya.
Aku yang sudah siap dengan posisi menembak. Dengan segera jari telunjuk kuarahkan ke triger, mataku mengarahkan ke scoop. Target ku adalah kepala bagian belakang roman.
Jantung terasa memopa darah semakin cepat jariku bergetar dengan hebat, pengelihatanku mulai tak tekendai. Sebisa mungkin untuk ku kendalikan, dengan menarik nafas dalam dan menahannya aku mulai dapat kembali normal.
Dengan hentakan jari, peluru melesat 1.5 km/jam
sedetik kemudian target jatuh. Dengan puas hati aku mulai tersenyum. Segera kumasukan sniper kedalam sarung gitar yang biasa kubawa, memungut slongsong peluru dan kumasukan ke kantong celanaku. Mengamati sekitar agar tidak meninggakan jejak. Sebelum pergi tak lupa aku menyimpan peluru pistol utuh berkaliber 22 mm di lokas yang tadi ku pakai menembak. Itu adalah kebiasaanku, bisa dibilang ciri khas. Agar kalau media meliput itu akan menjadi poin penting saat diliput
Dengan segera aku turun dengan tali yang ku persiapkan, sesampainya di bawah aku berlari dengan kencang melewati semak di belakang gedung. Aku memang memarkirkan kendaraan jauh dari lokasiku agar tidak mudah terendus polisi.
Kendaraanku adalah motor kawasaki ninja h2r. Kalau soal ini aku memilih motor agar mudah bermanuver, dan terlebih motor ini punya tenanga yang buas, cukuplah untuk kabur dari kejaran polisi. Pikirku
Aku mulai menjalankan motorku, jalanan seperi biasanya lengang dan harum suasana bunga di sekitar menyerbak. Dengan santai aku berkendara hingga tiba di apartemen ku di kota eindhoven kuparkirkan motor di basement. Tidak lupa aku menyapa beberapa security di basement dan segera naik ke atas. Dimeja resepsionis kulihat Rony sedang mengangkat telpon, lalu kusapa dia.
Apartement ini punya 20 lantai dan sebetulnya punya 2 lift yang 1 lift sedari lama udh tidak di pakai karna salah konstruksi. Dan setelah dicek ternyata benar liftnya rusak, dengan sangat terpaksa harus menyusiri tangga sampai ke lantai 15.
Apartement yg sedang ku tinggali tidak begitu luas 1 kamar tidur 2 toilet, ruang tamu, dapur, balkon, mini bar.
Dan sebagai pemanis beberapa funitur yang berwarna grey.
Sesampainya dikamar aku menyimpan sniper di tempat rahasia. Namanya rahasia jadi ga akan dikasih tau dimana tempatnya. Hihihi
Kunyalakan tv untuk memastikan kejadian tadi. Dan benar saja pemburu berita dengan sigap mengabarkan kejadian tadi.
Tidak ada lagi senyuman dari bibirku yang tersisa hanyalah ketakutan yang amat sangat, kurasakan tangan ku yang memegang secangkir wine mulai bergetar tak tentu arah pikiranku kacau. Kusandarkan tubuhku di pojok ruang tamu membuka sedikit kaca pintu balkon untuk menenangkan pikiran.
Kepada agan sista, sepuh penghuni kaskus, ane sebagai newbe ijin posting sfth.
Sebagai newbe di kaskus dan dunia penulisan ane minta diingatkan kalo ada salah kata atau tata bahasa penulisan, walaupun eyd yang sering ane pakai itu acak acakan tapi ane nyaman dengan itu, kritik dan saran ane terima lapang dada.
Sebagai pembuka ane ucapkan
Assalammualaikum

Spoiler for tentang cerita ini:

REVENGE BY ORDER
INTRO
Eindhoven, Belanda
Waktu terasa begitu cepat, membawaku sampai terlalu jauh memasuki dunia gelap.
Kalau kamu ada disini malam ini bersamaku, kamu pasti mengerti yang kumaksudkan dalam arti "gelap"
Aku sudah mempersiapkan semua rencana dengan matang, dimana posisi yang tepat, apa kebiasaan target, kapan target datang, bagaimana cara kabur, kapan polisi akan tiba, lalu aku menghilang di kegelapan. Seakan tanpa ada masalah yang berarti.
Ya profesiku adalah "Pembunuh Bayaran".
Ini adalah kesekian kalinya aku melakukan aksiku, selama itu pula semua berjalan sesuai rencanaku.
20.00
Aku sudah siap di posisiku yang sekarang berada di atap gedung berlantai 5, gedung ini berupa kantor yang kalau siang di pakai untuk bekerja. Gedung ini punya tangga yang menjulang keatas yang terletak di belakang gedung. Punya 5 kamera cctv yang semuanya berada di depan gedung ini. Aku memilih tempat ini karna tidak terlalu ramai, dan penjaganya pun jarang sekali terlihat. Jadi aman
Aku sudah mengamati target sejak 10 hari yang lalu, dari pengintaian ini aku banyak mendapati informasi tentang dia.
Quote:
Dari pengamatanku, setiap jam 10 malam pasti dia akan ke tempat karaoke karaokebar ameezing eindhoven, kadang sendiri kadang bersama 3 orang bodyguardnya. Di tempat karaoke tersebut dia mempunyai wanita yang selalu terlihat mesra bersamanya. "Selingkuhannya mungkin" pikirku saat pertama kali melihatnya. Parasnya Cantik untuk seukuran pasangan selingkuh.
Tempat karaoke karaokebar ameezing eindhoven itu memeiliki 3 lantai 2 lantai bawah digunakan untuk karaoke lantai paling atas untuk office. Dengan hanya sedikit lahan parkir, Jarak tempat karaoke dengan gedung ini berjarak 3 blok. Tidak terlalu ramai jika kamu datang sebelum jam 12 malam
Sudah 1,5 jam aku disini, yang berarti 0,5 jam lagi dia akan tiba. Sedari aku datang aku sudah mempersiapkan peralatan untuk kabur. Langit cerah tidak ada tanda tanda hujan angin berhembus, tidak kencang mungikin hanya 10 knot. Sangat ideal
Segera aku mempersiapkan sebuah senjata laras panjang jenis TRUVELO .50 berkaliber 50mm buatan afrika selatan. Sniper ini cocok dengan ku hanya berbobot 16 kg dan dapat menampung 5 butir peluru. Seandainya tembakan pertama meleset aku masih memiliki 4 kesempatan berikutnya.
22.20
Setelah menunggu cukup lama akhirnya tergetpun tiba dengan mobil chrysler dan 3 orang bodyguadnya, dia tiba di depan tempat karaoke tersebut, disambut oleh pasangan selikuhannya.
Aku yang sudah siap dengan posisi menembak. Dengan segera jari telunjuk kuarahkan ke triger, mataku mengarahkan ke scoop. Target ku adalah kepala bagian belakang roman.
Jantung terasa memopa darah semakin cepat jariku bergetar dengan hebat, pengelihatanku mulai tak tekendai. Sebisa mungkin untuk ku kendalikan, dengan menarik nafas dalam dan menahannya aku mulai dapat kembali normal.
Dengan hentakan jari, peluru melesat 1.5 km/jam
sedetik kemudian target jatuh. Dengan puas hati aku mulai tersenyum. Segera kumasukan sniper kedalam sarung gitar yang biasa kubawa, memungut slongsong peluru dan kumasukan ke kantong celanaku. Mengamati sekitar agar tidak meninggakan jejak. Sebelum pergi tak lupa aku menyimpan peluru pistol utuh berkaliber 22 mm di lokas yang tadi ku pakai menembak. Itu adalah kebiasaanku, bisa dibilang ciri khas. Agar kalau media meliput itu akan menjadi poin penting saat diliput
Dengan segera aku turun dengan tali yang ku persiapkan, sesampainya di bawah aku berlari dengan kencang melewati semak di belakang gedung. Aku memang memarkirkan kendaraan jauh dari lokasiku agar tidak mudah terendus polisi.
Kendaraanku adalah motor kawasaki ninja h2r. Kalau soal ini aku memilih motor agar mudah bermanuver, dan terlebih motor ini punya tenanga yang buas, cukuplah untuk kabur dari kejaran polisi. Pikirku
Aku mulai menjalankan motorku, jalanan seperi biasanya lengang dan harum suasana bunga di sekitar menyerbak. Dengan santai aku berkendara hingga tiba di apartemen ku di kota eindhoven kuparkirkan motor di basement. Tidak lupa aku menyapa beberapa security di basement dan segera naik ke atas. Dimeja resepsionis kulihat Rony sedang mengangkat telpon, lalu kusapa dia.
Quote:
Apartement ini punya 20 lantai dan sebetulnya punya 2 lift yang 1 lift sedari lama udh tidak di pakai karna salah konstruksi. Dan setelah dicek ternyata benar liftnya rusak, dengan sangat terpaksa harus menyusiri tangga sampai ke lantai 15.
Quote:
Apartement yg sedang ku tinggali tidak begitu luas 1 kamar tidur 2 toilet, ruang tamu, dapur, balkon, mini bar.
Dan sebagai pemanis beberapa funitur yang berwarna grey.
Sesampainya dikamar aku menyimpan sniper di tempat rahasia. Namanya rahasia jadi ga akan dikasih tau dimana tempatnya. Hihihi
Kunyalakan tv untuk memastikan kejadian tadi. Dan benar saja pemburu berita dengan sigap mengabarkan kejadian tadi.
Tidak ada lagi senyuman dari bibirku yang tersisa hanyalah ketakutan yang amat sangat, kurasakan tangan ku yang memegang secangkir wine mulai bergetar tak tentu arah pikiranku kacau. Kusandarkan tubuhku di pojok ruang tamu membuka sedikit kaca pintu balkon untuk menenangkan pikiran.
Spoiler for Peta Panduan:
Spoiler for Sudut Pandang tokoh lain:
Spoiler for Ilustrasi:
Spoiler for index cerita:
Diubah oleh alexamini 18-11-2018 02:58
noilsan dan radetra memberi reputasi
5
20.9K
168
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
alexamini
#30
Revenge
Pita Police line melingikari seluruh rumah kim, polisi lalu lalang di sekitaran dan di dalam rumah kim, untuk mencari barang bukti. Sedangkan Tim DVI dikerahkan untuk autopsi para korban.
Ayah, Ayah adalah orang di balik semua komando, dialah sang pengambil keputusan, orang yang paling dihormati disana. Ayah memberikan komando kepada tim DVI untuk mengautopsi pembantunya saja, sedangkan keluarga kim dibiarkan agar langsung dimandikan dan dikuburkan.
Aku dan bunda datang setelah Polisi dan Tim DVI selesai melakukan tugasnya dan pergi. Sebelum semua pergi ayah memerintahan anak buahnya untuk mengerahkan semua pasukan yang ada, demi meringkus pembunuh sadis ini.
Ayah masih tetap di tkp, aku pun kenal ayah dengan jelas. Tidak pernah sekalipun dia menunjukan wajah yang seperti aku lihat sekarang, Ayah benar benar murka hari ini. Dia memeluku tapi segera aku melepaskannya.
Bukannya aku takut dibilang yang aneh aneh olehmu
Kim adalah alasanku kesini, aku langsung mencari keberadaan kim. Aku berlari sekencang yang aku bisa, pikirku. nyatanya aku berlari dengan terhuyung huyung, akhirnya aku menemukan tubuh kim di ruang tengah dan memeluknya, tangisanku pun pecah. Kim sudah dimandikan dan dikafani
Sisanya sudah kuceritakan sebelumnya.
Setelah pemakaman aku dan bunda pulang ke rumah, sedangkan ayah kembali ke rumah kim untuk memimpin pengajian.
Sesampainya dirumah, aku langsung pergi ke kamarku meratapi kepergian kim.
Aku merasakan goncangan hebat di dada dan pikiranku, kucoba merebahkan badanku di kasur. Kunyalakan tv untuk membunuh depresiku ini.
Begitulah kiranya berita yang ku lihat di tivi, semua channel menyiarkan hal yang sama yaitu tentang kim. Dengan segera kumatikan tivi. Semakin depresi aku dibuatnya.
Aku mengurung diri di kamar, hanya tivi yang menjadi temanku, aku hanya ingin melihat pelakunya saja.
Berhari hari setelahnya.
Pagi ini tivi menyiarkan yang aku inginkan, terduga pelaku telah tertangkap. Mereka berjumlah 4 orang.
Brandon datang ke kamarku dan menceritakan kronologisnya kepadaku.
Aku tak menjawab sama sekali karena aku memang tidak mood untuk bicara.
Sebelum Brandon keluar, dia sempat memelukku dan mewanti wanti agar aku tak melakukan hal nekat.
Tadinya kupikir ini semua adalah ulah fansnya kim, kalau itu sampai terjadi akan ku kejar sampai ke ujung dunia.
Rasa dendamku mengalahkan semua logika, dan setelah kepergian brandon aku mulai berpikir untuk menuntut balas.
Terjadi kericuhan di dalam kepalaku saat aku mulai berpikir, kira kira seperti rapat asia-afrika lah ricuhnya.
E mamang selalu mengacaukan rapat dipikiranku, kali ini dia berpura pura menjadi bunda.
Semua sepakat, aku mulai melaksanakan semua yang kurencanakan dipikiranku, sekali lagi ayah adalah orang yang paling berpengaruh di hidupku. Karenanya aku jadi tahu semua pedagang senjata di sini dari yang legal sampai ilegal.
Aku mengambil kunci mobil dan mulai bergerak mencari barang yang kubutuhkan, cat plastidip, tali temali, dan yang paling penting sniper
Aku sudah mendapatkan cat plastidip dan tali temali tinggai sniper, aku ingat ayah pernah membawaku ke tempat penjual senjata ilegel di kota sebelah, yang terletak di dalam sebuah pedesaan yang sempit. Sesampainya di sana aku di tawarkan 3 jenis sniper
SPR 2 buatan pindad indonesia, kelebihannya daya ledak dapat menembus sebuah tank. Kekurangannya hanya 1 peluru saja dan aku harus mengkokang lagi.
Bagus memang tapi aku merasa itu berlebihan
Dragunov buatan rusia, kelebihannya semi otomatis berisikan 5 peluru, jenis sniper yang sangat terkenal di kalangan penembak kekurangannya tidak ada, aku hanya tidak menyukai saja dengan jenis ini
TRUVELO. 50 ini lah yang menjadi pilihannku alasannya sudah ku tulis di awal
Dari berita yang kudapat di tivi reka ulang kejadian akan dilaksanakan 5 hari lagi, dan dilakukan di rumah kim.
Aku sudah hafal betul karakteristik lingkungan rumah kim, mudah buatku mencari spot yang bagus. Biar ku jelaskan sedikit, rumah kim terdapat di sebuah komplek perumahan yang dikelilingi oleh bangunan bangunan tinggi berupa kantor, hotel, rumah sakit dll yang berada tidak jauh dari rumahnya, aksesnya pun strategis, tol berada hanya 200 meter dari rumah kim.
Aku sudah menentukan spot menembakku, kalau kamu tarik garis lurus dari depan rumah kim kamu akan menemukan sebuah rangka bangunan tinggi yang belum selesai, tapi tidak juga sedang di bangun. Terbengkalai begitu saja. Jaraknya dengan rumah kim 800m di tengah terdapat jalan tol dan rumah penduduk lainnya, tapi rumah kim tetap yang tertinggi. Sempurna
Hari H
Reka adegan di lakukan pada siang hari tapi aku pergi ke bangunan itu semenjak malam sebelumnya demi mencegah kecurigaan.
Mobilku sudak kucat hitam dengan plasitdip plat nomor kuganti dengan plat nomor bekas. Yang asli ku simpan dibagasi. Mobilku terparkir di sebuah mall berjarak 2 blok dari lokasi, Aku berada di lantai 16 gedung yang belum jadi ini. Tali sudah ku persiapkan
11.00
Iring iringan mobil polisi telah tiba di lokasi, warga sekitar berbondong bondong datang, untunglah polisi memberi jarak dengan memasang police line. Para tersangka turun untuk melakukan reka adegan.
kamu tau siapa yang aku lihat?
Brandon
Brandon ada di barisan polisi itu, dia sepertinya menjadi sang pengambil keputusan di sana. Dendam sudah merasuki seluruh tubuhku. Aku tak perduli akan hal itu.
Aku hanya ingin mereka membayar apa yang sudah mereka perbuat.
Aku sudah berada dalam posisi tiarap, siap untuk menembakan peluru, ini pertama kalinya aku menembak target berupa manusia.
Pelaku berjumlah 4, baiknya 1 kali tembakan langsung membunuh ke 4nya, aku tau kalau aku menembak 1 per 1, polisi akan melindungi tersangka, tapi sampai kapan aku menunggu momen itu. Pikirku
Arrrrrggghhhh
Semakin lama dendamku semakin memuncak aku sudah tidak dapat berpikir lagi. Aku melihat 2 tersangka sejajar dengan sasaran tembakku. Tanpa berpikir panjang kuhentakkan jariku di trigger
Suttttt
2 tewas
Segera Kuarahkan sasaran tembakku ke tersangka lain, sutttt 1 lagi tewas
Dengan sigap polisi memblokade tersangka terakhir. Aku tak dapat berbuat apa apa, polisi bukanlah musuhku.
Dengan rasa kecewa aku merapihkan sniper, berlari menuju tali, secepat mungkin aku harus turun. Berjalan santai menuju parkiran mall untuk menghindari kecurigaan. Ku arahkan mobil masuk ke jalan tol.
bukanlah kepuasan yang kudapat, melainkan masalah baru. Aku menjalakan mobil dengan persaan yang hampa menyusuri tol tanpa arah dan tujuan, aku tak mungkin kembali kerumah, brandon pasti tau siapa pelakunya, aku. ya akulah pelakunya.
Ayah, Ayah adalah orang di balik semua komando, dialah sang pengambil keputusan, orang yang paling dihormati disana. Ayah memberikan komando kepada tim DVI untuk mengautopsi pembantunya saja, sedangkan keluarga kim dibiarkan agar langsung dimandikan dan dikuburkan.
Aku dan bunda datang setelah Polisi dan Tim DVI selesai melakukan tugasnya dan pergi. Sebelum semua pergi ayah memerintahan anak buahnya untuk mengerahkan semua pasukan yang ada, demi meringkus pembunuh sadis ini.
Ayah masih tetap di tkp, aku pun kenal ayah dengan jelas. Tidak pernah sekalipun dia menunjukan wajah yang seperti aku lihat sekarang, Ayah benar benar murka hari ini. Dia memeluku tapi segera aku melepaskannya.
Bukannya aku takut dibilang yang aneh aneh olehmu
Kim adalah alasanku kesini, aku langsung mencari keberadaan kim. Aku berlari sekencang yang aku bisa, pikirku. nyatanya aku berlari dengan terhuyung huyung, akhirnya aku menemukan tubuh kim di ruang tengah dan memeluknya, tangisanku pun pecah. Kim sudah dimandikan dan dikafani
Sisanya sudah kuceritakan sebelumnya.
Setelah pemakaman aku dan bunda pulang ke rumah, sedangkan ayah kembali ke rumah kim untuk memimpin pengajian.
Sesampainya dirumah, aku langsung pergi ke kamarku meratapi kepergian kim.
DEPRESI!!!!
Aku merasakan goncangan hebat di dada dan pikiranku, kucoba merebahkan badanku di kasur. Kunyalakan tv untuk membunuh depresiku ini.
Quote:
Quote:
Quote:
Begitulah kiranya berita yang ku lihat di tivi, semua channel menyiarkan hal yang sama yaitu tentang kim. Dengan segera kumatikan tivi. Semakin depresi aku dibuatnya.
Aku mengurung diri di kamar, hanya tivi yang menjadi temanku, aku hanya ingin melihat pelakunya saja.
Berhari hari setelahnya.
Pagi ini tivi menyiarkan yang aku inginkan, terduga pelaku telah tertangkap. Mereka berjumlah 4 orang.
Brandon datang ke kamarku dan menceritakan kronologisnya kepadaku.
Quote:
Aku tak menjawab sama sekali karena aku memang tidak mood untuk bicara.
Sebelum Brandon keluar, dia sempat memelukku dan mewanti wanti agar aku tak melakukan hal nekat.
Tadinya kupikir ini semua adalah ulah fansnya kim, kalau itu sampai terjadi akan ku kejar sampai ke ujung dunia.
Rasa dendamku mengalahkan semua logika, dan setelah kepergian brandon aku mulai berpikir untuk menuntut balas.
Terjadi kericuhan di dalam kepalaku saat aku mulai berpikir, kira kira seperti rapat asia-afrika lah ricuhnya.
Quote:
E mamang selalu mengacaukan rapat dipikiranku, kali ini dia berpura pura menjadi bunda.
Quote:
Semua sepakat, aku mulai melaksanakan semua yang kurencanakan dipikiranku, sekali lagi ayah adalah orang yang paling berpengaruh di hidupku. Karenanya aku jadi tahu semua pedagang senjata di sini dari yang legal sampai ilegal.
Aku mengambil kunci mobil dan mulai bergerak mencari barang yang kubutuhkan, cat plastidip, tali temali, dan yang paling penting sniper
Aku sudah mendapatkan cat plastidip dan tali temali tinggai sniper, aku ingat ayah pernah membawaku ke tempat penjual senjata ilegel di kota sebelah, yang terletak di dalam sebuah pedesaan yang sempit. Sesampainya di sana aku di tawarkan 3 jenis sniper
SPR 2 buatan pindad indonesia, kelebihannya daya ledak dapat menembus sebuah tank. Kekurangannya hanya 1 peluru saja dan aku harus mengkokang lagi.
Bagus memang tapi aku merasa itu berlebihan
Dragunov buatan rusia, kelebihannya semi otomatis berisikan 5 peluru, jenis sniper yang sangat terkenal di kalangan penembak kekurangannya tidak ada, aku hanya tidak menyukai saja dengan jenis ini
TRUVELO. 50 ini lah yang menjadi pilihannku alasannya sudah ku tulis di awal
Dari berita yang kudapat di tivi reka ulang kejadian akan dilaksanakan 5 hari lagi, dan dilakukan di rumah kim.
Aku sudah hafal betul karakteristik lingkungan rumah kim, mudah buatku mencari spot yang bagus. Biar ku jelaskan sedikit, rumah kim terdapat di sebuah komplek perumahan yang dikelilingi oleh bangunan bangunan tinggi berupa kantor, hotel, rumah sakit dll yang berada tidak jauh dari rumahnya, aksesnya pun strategis, tol berada hanya 200 meter dari rumah kim.
Aku sudah menentukan spot menembakku, kalau kamu tarik garis lurus dari depan rumah kim kamu akan menemukan sebuah rangka bangunan tinggi yang belum selesai, tapi tidak juga sedang di bangun. Terbengkalai begitu saja. Jaraknya dengan rumah kim 800m di tengah terdapat jalan tol dan rumah penduduk lainnya, tapi rumah kim tetap yang tertinggi. Sempurna
Hari H
Reka adegan di lakukan pada siang hari tapi aku pergi ke bangunan itu semenjak malam sebelumnya demi mencegah kecurigaan.
Mobilku sudak kucat hitam dengan plasitdip plat nomor kuganti dengan plat nomor bekas. Yang asli ku simpan dibagasi. Mobilku terparkir di sebuah mall berjarak 2 blok dari lokasi, Aku berada di lantai 16 gedung yang belum jadi ini. Tali sudah ku persiapkan
11.00
Iring iringan mobil polisi telah tiba di lokasi, warga sekitar berbondong bondong datang, untunglah polisi memberi jarak dengan memasang police line. Para tersangka turun untuk melakukan reka adegan.
kamu tau siapa yang aku lihat?
Brandon
Brandon ada di barisan polisi itu, dia sepertinya menjadi sang pengambil keputusan di sana. Dendam sudah merasuki seluruh tubuhku. Aku tak perduli akan hal itu.
Aku hanya ingin mereka membayar apa yang sudah mereka perbuat.
Aku sudah berada dalam posisi tiarap, siap untuk menembakan peluru, ini pertama kalinya aku menembak target berupa manusia.
Pelaku berjumlah 4, baiknya 1 kali tembakan langsung membunuh ke 4nya, aku tau kalau aku menembak 1 per 1, polisi akan melindungi tersangka, tapi sampai kapan aku menunggu momen itu. Pikirku
Arrrrrggghhhh
Semakin lama dendamku semakin memuncak aku sudah tidak dapat berpikir lagi. Aku melihat 2 tersangka sejajar dengan sasaran tembakku. Tanpa berpikir panjang kuhentakkan jariku di trigger
Suttttt
2 tewas
Segera Kuarahkan sasaran tembakku ke tersangka lain, sutttt 1 lagi tewas
Dengan sigap polisi memblokade tersangka terakhir. Aku tak dapat berbuat apa apa, polisi bukanlah musuhku.
Dengan rasa kecewa aku merapihkan sniper, berlari menuju tali, secepat mungkin aku harus turun. Berjalan santai menuju parkiran mall untuk menghindari kecurigaan. Ku arahkan mobil masuk ke jalan tol.
Hampa
bukanlah kepuasan yang kudapat, melainkan masalah baru. Aku menjalakan mobil dengan persaan yang hampa menyusuri tol tanpa arah dan tujuan, aku tak mungkin kembali kerumah, brandon pasti tau siapa pelakunya, aku. ya akulah pelakunya.
Quote:
Diubah oleh alexamini 21-10-2018 07:53
0