Kaskus

Story

dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
Yaudah 3: Kuliah Kerja Nyata?
Selamat datang di thread ketiga yang merupakan lanjutan dari Yaudah Gue Mati Ajadan Yaudah 2: Challenge Accepted.

Sebelumnya, ijinkan gue buat memperkenalkan diri. Bagi pembaca setia kisah gue, pastinya kalian udah enggak asing dengan nama Muhdawi. Tapi bagi pembaca yang baru masuk ke thread ini, pastinya kalian asing dengan nama yang enggak biasa itu. Perkenalkan, nama lengkap gue Muhammad Danang Wijaya. Biasanya orang-orang manggil gue Dawi yang diambil dari singkatan nama gue Muhdawi. Kalian bisa panggil gue Dawi, atau kalo mau ikut-ikutan manggil gue Sawi juga enggak masalah. Gue orangnya idem, apa yang lo mau, kalo gue bisa, pasti gue usahakan. Anyway, langsung aja masuk lebih dalam ke thread ini. Sekali lagi gue ucapkan, selamat datang di thread ini.

Quote:


Quote:


Spoiler for Sinopsis:


Spoiler for Index:
Diubah oleh dasadharma10 16-10-2018 23:34
pulaukapokAvatar border
genji32Avatar border
andybtgAvatar border
andybtg dan 14 lainnya memberi reputasi
11
359.4K
1.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
dasadharma10Avatar border
TS
dasadharma10
#1247
PART 81

“Lo…,” ucap suara yang tanpa gue sadari tiba-tiba terdengar dari depan gue. “Siapa?”
“Y-ya?” tanya gue melihat sambil melepas earphone.
“Lo siapa?” tanya cewek yang langsung duduk. “Temennya abang, kan?”
“Abang?” gumam gue memberi kode meminta penjelasan lebih lanjut.
“Gue Cassandra, nama lo siapa?” tanyanya untuk yang kesekian kalinya membuat gue kelihatan kayak orang bego. “Gue disuruh abang gue buat nemuin temennya di meja nomor tiga? Lo temennya abang gue, kan?”

Abang? Oh! Dia kenalannya Dawi?

“Cassandra?” Gue segera berdiri dari duduk gue dan langsung memajukan tangan untuk mengajaknya berkenalan, “C-Cassie, ya? Kenalin gue Edo.”

Tanpa menjabat tangan gue, atau sekedar menjawab permintaan berkenalan gue, dengan alis yang naik sebelah perlahan dia miringkan kepalanya. Dari tatapan matanya bisa gue dengar maksud, “Terus kenapa kalo nama lo Edo?”

Sumpah gue malu banget. Kalo aja gue bisa teriak pasti gue teriak. Sayang, tiap ketemu cewek yang cakep dikit aja pasti gue tindihan. Dasar setan bangke.

“G-gue Edo,” ulang gue sambil menarik tangan dan kembali duduk perlahan di kursi gue.
“Edo?” ucapnya dengan kepala sedikit tertunduk tapi matanya masih menatap gue tajam. “Lo temennya bang Dawi, Do?”
“Ah… jadi gini, gue kan udah lama ngekos,” ucap gue menjelaskan sambil mencoba tenang. “Nah… kebetulan gue ini udah lama sendiri juga. Nah... terus kamar depan kamar kosan gue tiba-tiba dihuni sama sepasang mahasiswa tingkat akhir gitu. Ya awalnya sih gue enggak terlalu peduli sama mereka, tapi karena mereka tuh baik sama gue ya jadi gue beraniin diri buat kenalan sama….”

Oke, itu bukan tenang. Jelas-jelas yang barusan gue sama sekali enggak tenang. Gue terlalu terbuka dan tanpa diminta malah menjelaskan segala sesuatu yang dia belum tentu peduli, singkatnya, gue meracau. Sebagai pria yang baik, enggak seharusnya gue seperti itu. Gue harus berbuat sesuatu, ya, berbuat sesuatu. Misalnya berkenalan dengan normal.

“Temennya bang Dawi?” tanyanya lagi untuk yang kesekian kalinya.
“I-iya,” jawab gue sambil manggut-manggut. “G-gue temennya Dawi. Muhammad Danang Wijaya, fakultas hukum universitas….”

Dia menatap gue tajam lalu berkedip tiga kali. Ya, seolah dia meminta penjelasan lain karena bukan penjelasan itu yang dia minta.

“Sorry,” ucap gue pelan. “Gue terlalu banyak omong, ya?”
Cassie menggeleng, “Enggak juga.”
“Oh…, oke.”
“Jadi… kenapa abang minta gue ketemuan sama lo?” tanyanya di tengah keheninhan. “Enggak mungkin kan cuma buat ngopi aja?”
Oke…, itu pertanyaan yang simpel. Diawali dengan kata tanya kenapa, jadi gue cuma harus jawab menggunakan alasan, ya, berupa sebuah alasan.

Alasan… hmmh…, alasannya ya karena Dawi mau jodohin gue sama dia, kan? Emang ada alasan lain selain itu?

Ah! Tunggu! Ini pertanyaan jebakan, ya, ini pasti pertanyaan jebakan. Cassie sengaja nanya kayak gitu biar dia bisa tau orang seperti apa gue ini. Ya, jawaban gue menentukan ketertarikan dia. Gue harus jawab sekeren mungkin. Masa depan gue, kelahiran anak-anak gue, kelangsungan hajat hidup keluarga besar gue dipertaruhkan di sini!

“Dia selalu punya rencana, Cass,” kata gue dengan suara yang paling keren yang pernah keluar dari pita suara gue. “Dia random, tapi buat orang disekelilingnya dia enggak akan lakuin suatu hal yang random.”

Sip! Kerja bagus, Do! Dengan begini, nilai lo di mata Cassie pasti meningkat. Seorang pria yang mengayomi dan sadar akan kapabilitas orang-orang di sekitarnya. Terlebih lagi, dia adalah orang yang dipercayai oleh abangnya sendiri. Beberapa detik setalah ini pasti dia bakalan bilang, “Edo, pemikiran lo keren banget ya ternyata, gue mau deh dinikahin sama lo!”

Kyaa…! Itadakimasu! Enggak… enggak, gue harus tetap tenang. Stay cool and keep calm, tinggal selangkah lagi, perjodohan ini bukan hanya sekedar perjodohan.

“Oh, ya?” ucap Cassie meletakkan secangkir kopi yang barusan diminumnya. “Jadi, apa rencana dia soal ini?”

R-rencana? Eh? Kok dia nanya gitu? B-bukannya dia harusnya bilang kalo mau dinikahin sama gue? A-apa yang barusan itu artinya dia nolak gue?

Terus sekarang gimana? Gue harus nanya apa? Harus nanggepin gimana?! Haruskah gue berlutut dan memberikan cincin yang … Eh?! Cincin yang ada di saku gue mana?! Saku kiri gue? Saku kanan? Kok enggak ada?!

Astaga, gue kan emang enggak bawa cincin. Gue lupa buat nyiapin cincin buat Cassandra. Aduh… harusnya tadi sebelum ketemuan gue mampir ke toko emas dulu. Kalo udah kayak gini, nyesel sendiri kan gue. Kacau.

Enggak! Enggak seharusnya gue memikirkan sesuatu yang enggak gue lakukan. Fokus sama yang ada sekarang, fokus sama yang ada di depan gue. Focus and deal with it. Gue tau, gue tau banget! Sekarang waktunya, ya, sekarang waktu yang tepat buat bilang….

“K-kayaknya gue harus ke toilet, deh.”
pulaukapok
JabLai cOY
JabLai cOY dan pulaukapok memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.