- Beranda
- Berita dan Politik
Tak Mampu Tangkap Pelaku Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Tito Karnavian Harus Mundur!
...
TS
andika.1stravel
Tak Mampu Tangkap Pelaku Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Tito Karnavian Harus Mundur!

Tak Mampu Tangkap Pelaku Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Tito Karnavian Harus Mundur!


RMOL. Pihak kepolisian harus segera menangkap para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet. Jika tidak, maka Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus rela melepas jabatannya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan seorang pemimpin negara dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo harus bertanggung jawab atas segenap rakyatnya. Apalagi warga negaranya adalah seorang aktivis perempuan yang juga merupakan ibu yang peduli akan nasib bangsanya.
"Walaupun Ibu Ratna berada di barisan oposisi. Artinya oposisi nggak negatif, dia memberikan kritik pada pemerintahan Joko Widodo. Kalau seorang Presiden tidak bisa melindungi seorang ibu, artinya dia tidak bisa melindungi Ibu Pertiwi," tegasnya saat ditemui wartawan di Forum Aktivis untuk Ibu Ratna Sarumpaet di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).
Dugaan aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet terungkap setelah foto wajahnya yang tengah lebam beredar luas melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA). Untuk itu, Arief mendesak Jokowi bertanggung jawab. Caranya adalah dengan memerintahkan Kapolri mengusut tuntas kasus itu hingga ke akar-akarnya.
"Saya minta Pak Jokowi (memerintahkan Kapolri untuk) mengusut tuntas siapa aktor di balik kekerasan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet," desaknya.
Arief menegaskan, jika dalam waktu 7 hari ke depan para pelaku belum ditangkap, maka secara moral pun Tito harus bertanggung jawab. Konkretnya, dia harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kapolri.
"Kalau polisi tidak bisa mengusut tuntas, saya minta Kapolri mundur, saya minta Tito mundur. Artinya Kapolri dalam mengatur anak buahnya sudah gagal," tegasnya.
Jika Jenderal Tito masih saja bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya, anak buah Prabowo Subianto ini pun lagi-lagi meminta tanggung jawab Jokowi selaku pemimpin tertinggi negara ini.
"Saya pribadi akan minta Pak Jokowi untuk copot Kapolri karena tidak becus menemukan siapa aktor di balik kekerasan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet," tukasnya.
______
Jadi pak tito harus nangkep yang bikin bonyok ratna yaitu dokter oplas itu ya pak
Atau bapak yang terhormat waketum gerindra saja yang ditangkap, bagaimana pak


RMOL. Pihak kepolisian harus segera menangkap para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis kemanusiaan, Ratna Sarumpaet. Jika tidak, maka Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus rela melepas jabatannya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan seorang pemimpin negara dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo harus bertanggung jawab atas segenap rakyatnya. Apalagi warga negaranya adalah seorang aktivis perempuan yang juga merupakan ibu yang peduli akan nasib bangsanya.
"Walaupun Ibu Ratna berada di barisan oposisi. Artinya oposisi nggak negatif, dia memberikan kritik pada pemerintahan Joko Widodo. Kalau seorang Presiden tidak bisa melindungi seorang ibu, artinya dia tidak bisa melindungi Ibu Pertiwi," tegasnya saat ditemui wartawan di Forum Aktivis untuk Ibu Ratna Sarumpaet di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).
Dugaan aksi kekerasan terhadap Ratna Sarumpaet terungkap setelah foto wajahnya yang tengah lebam beredar luas melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA). Untuk itu, Arief mendesak Jokowi bertanggung jawab. Caranya adalah dengan memerintahkan Kapolri mengusut tuntas kasus itu hingga ke akar-akarnya.
"Saya minta Pak Jokowi (memerintahkan Kapolri untuk) mengusut tuntas siapa aktor di balik kekerasan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet," desaknya.
Arief menegaskan, jika dalam waktu 7 hari ke depan para pelaku belum ditangkap, maka secara moral pun Tito harus bertanggung jawab. Konkretnya, dia harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kapolri.
"Kalau polisi tidak bisa mengusut tuntas, saya minta Kapolri mundur, saya minta Tito mundur. Artinya Kapolri dalam mengatur anak buahnya sudah gagal," tegasnya.
Jika Jenderal Tito masih saja bersikeras untuk tidak mundur dari jabatannya, anak buah Prabowo Subianto ini pun lagi-lagi meminta tanggung jawab Jokowi selaku pemimpin tertinggi negara ini.
"Saya pribadi akan minta Pak Jokowi untuk copot Kapolri karena tidak becus menemukan siapa aktor di balik kekerasan terhadap Ibu Ratna Sarumpaet," tukasnya.
______
Jadi pak tito harus nangkep yang bikin bonyok ratna yaitu dokter oplas itu ya pak

Atau bapak yang terhormat waketum gerindra saja yang ditangkap, bagaimana pak

Diubah oleh andika.1stravel 03-10-2018 16:38
9
14.1K
189
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.3KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
daimond25
#150
Wakaka salah satu bukti kebohongan yang di tutupi dengan kebohongan yang lain
Tidak ingin anak tahu tapi fakta nyata pakai rekening bersama anak untuk bayar tuh rsk bina estetika! (Lihat bukti pendebetan di rsk bina estetika).

Sebelum nya di datengi 3 polisi diacuhkan sama mak Lampir er mak ratna sarumpaet!
Kalau tidak ada laporan polisi yang membuka semua kartu mak lampir, mana ada pengakuan berbohong dan minta maaf ke public !
Group Pinikio semuanya!


Tidak ingin anak tahu tapi fakta nyata pakai rekening bersama anak untuk bayar tuh rsk bina estetika! (Lihat bukti pendebetan di rsk bina estetika).

Sebelum nya di datengi 3 polisi diacuhkan sama mak Lampir er mak ratna sarumpaet!
Kalau tidak ada laporan polisi yang membuka semua kartu mak lampir, mana ada pengakuan berbohong dan minta maaf ke public !
Group Pinikio semuanya!


Diubah oleh daimond25 04-10-2018 15:11
3
Tutup