- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan cerita terjemahan dan greentext oleh tmofer.mashiro
...
TS
tmofer.mashiro
Kumpulan cerita terjemahan dan greentext oleh tmofer.mashiro
Diubah oleh tmofer.mashiro 14-10-2018 03:01
anasabila memberi reputasi
3
3.1K
18
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tmofer.mashiro
#14
Anon dan Gadis Tunawisma
Anon dan Gadis Tunawisma
Aku, 25 tahun.
Suatu hari ketika sedang pulang dari kuliah, aku melihat seorang gadis tunawisma (baca: homeless) di pingir jalan. Umurnya kira-kira 23 tahun, tidak lebih tua dariku.
Aku berhenti dan menyapa.
Ia kelihatan ketakutan dan ragu-ragu.
Gadis tunawisma ini kotor dan kumal, namun matanya memancarkan kerendahan hati.
Aku tahu bahwa para tunawisma juga menyukai kontak dengan orang lain. Aku ingin membuatnya menjadi seorang manusia, jadi aku mengajaknya berbincang-bincang.
Ternyata, gadis tunaswisma ini diusir dari rumahnya sejak ia berumur 20 tahun. Ia telah berada di jalanan selama kurang lebih 3 tahun. Dia memiliki wajah 7/10 ketika kami berbincang, dan dia tidak terlalu bau.
Merasa kasihan, aku menawarkannya makan dan mandi di tempatku.
Ia masih sangat malu, namun aku dapat melihat kerendahan hati dan rasa syukur dari matanya.
Kami berjalan pulang menuju apartemen, sementara tetangga memberikan tatapan sinis dan jijik.
Kami sampai di pintu, dan aku mengarahkannya ke kamar mandi.
Untungnya, mantan pacarku meninggalkan beberapa pakaian dan peralatan mandinya, sehingga gadis tunawisma ini dapat menggunakan beberapa untuk hari ini. Ia keluar dari kamar mandi sekitar 35 menit kemudian, terbungkus dalam handuk, dengan bongkahan baju cucian.
Gadis ini sekarang menjadi 8/10.
Kuberikan beberapa pakaian mantan pacar kepadanya. Nothing fancy, but enough to make her a proper lady.
Sewaktu ia mandi, aku membuat pasta dan salad kacang polong merah.
Ia menitikkan air mata ketika kami sedang makan. "Belum pernah ada orang yang sebaik ini padaku. Aku tidak dapat membalas kebaikanmu ini, tapi jika kamu mau..."
"Kamu adalah wanita yang menawan, tapi kita tidak perlu melakukan itu..."
Perasaan lega terpancar dari wajahnya, dan aku tahu bahwa aku telah melakukan hal yang tepat.
Kami menyantap makanan dalam keheningan, dan ia meminta untuk diantarkan ke tempatnya kembali.
Aku mengantarnya "pulang" dengan beberapa pakaian, sabun, selimut, dan barang lainnya.
Sampai di tempatnya dan ia kembali menitikkan air mata. Ia menciumku di pipi. Ia berterima kasih atas semua dan berkata bahwa ia tidak akan melupakanku.
Aku sering bertemu dengannya setelah kuliah. Terkadang aku membawa makan malam, atau makan siang sebelum kuliah dimulai.
Singkat cerita, kami sekarang menjadi teman akrab.
Aku melakukan hal tersebut hampir setiap hari selama 2 bulan.
Pada waktu yang sama, Ia mendapat pekerjaan di Panera Bread dan mulai untuk membantu dalam hal makanan untuk kami berdua. Ia mandi seminggu sekali di shelter terdekat. Ia sepertinya telah kembali berdiri di atas kedua kaki, namun ia masih belum memiliki tempat tinggal.
Suatu ketika, aku mengajaknya ketempatku. Bercanda dengan alasan bahwa mengganti mood.
Kami barusaja masuk ke dalam rumah.
Ia tiba-tiba saja langsung mendekapku.
Aku berciuman dengannya, tanpa mengetahui apapun yang mungkin ia bawa. Aku bahkan tidak memedulikan apa yang ia bawa.
Kami melakukan seks selama 3 jam.
Aku merasa bahwa ia benar-benar menunjukkan rasa terima kasih ke dalamnya.
Aku tidak bertemu dengannya lagi sekitar seminggu setelah hari itu.
Memutuskan untuk bertemu dokter agar melihat apakah aku terjangkit sesuatu -- semua hasil menunjukkan negatif.
Kami tetap bertemu untuk makan siang dan makan malam bersama-sama. Biasanya langsung pergi ke apartemenku sehabis itu.
Singkat cerita, sudah 2 bulan berlalu sejak si Gadis Tunawisma bekerja di Panera dan sekarang ia ada sedikit tabungan.
Aku merasa akan lebih baik jika kami secara resmi menjadi pasangan.
Ia sekarang tinggal bersamaku di apartemen.
Aku awalnya ragu ketika ia tinggal di sini. Pacar-pacar sebelumnya telah merampok, dan aku tidak ingin memasang ekspektasi tinggi terhadapnya.
Kembali melakukan seks hingga masing-masing dari kami terlelap di hadapan satu sama lain.
Aku terbangun dalam hawa sejuk di pagi hari. Rasanya tidak ingin meninggalkan tempat tidur.
Aku berbalik untuk melihat wajahnya.
she's gone.
Keparat!, Aku benar-benar bodoh. Sekarang barang-barang berharga pasti lenyap.
Aku mencium bau sesuatu yang gosong, sesuatu yang sedang terbakar. Aku segera bergegas ke dapur, untuk kemudian mendapatinya dengan wajah terkejut.
Ia sedang menggoreng telur namun malah membuatnya gosong.
Aku benar-benar lega.
Aku meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja.
Mulai hari itu, kami selalu keluar dari apartemen bersama. Aku mengantarnya ke Panera, kemudian berjalan-jalan sendirian, dan kemudian masuk kelas kuliah. Setelah kuliah, aku menjemputnya dan kami pulang bersama-sama. Terkadang kami sangat lelah dari kerja dan kuliah, sehingga kami pulang masing-masing.
Ini berlangsung selama beberapa bulan.
Ia adalah orang yang sangat setia dan senantiasa bersyukur, hampir seperti anjing penyelamat yang akan melakukan apapun demi tuannya.
....um, mungkin analogi barusan tidak tepat.
Waktu yang ia habiskan di Panera membuatnya lebih mahir memasak. Sandwich buatannya sangat enak, apalagi dengan cinta di setiap gigitannya.
Setelah semester selesai, aku lulus dengan DSS dan langsung mendapatkan pekerjaan. Ia tetap di Panera, membawa apapun yang ia bisa, namun aku benar-benar membanting tulang sekarang.
Pada masa ini, umurku 27 tahun, dan dia 26 tahun.
Dua insan paling berbahagia di bumi.
Pada masa-masa pacaran, aku tidak pernah melihatnya bermalas-malasan, mencuri, dan mengonkumsi obat-obatan terlarang.
Aku memacari gadis yang tepat.
Sudah 5 tahun berlalu sejak aku bertemu dengan istriku, Grace. Kami sedang menantikan kelahiran anak pertama dalam beberapa bulan. Terkadang di malam hari ia menangis kepadaku, berkata bahwa ia sangat bersyukur telah bertemu dengan orang sepertiku. Sedikit ia tahu, akulah yang harus berterima kasih. Aku beruntung telah berhasil memoles berlian yang kutemukan di pinggir jalan.
Spoiler for Youtube:
0