- Beranda
- Stories from the Heart
Andai Aku tak Pernah Mencobanya
...
TS
montormebur
Andai Aku tak Pernah Mencobanya

credits:namakuc
Jika anda penggemar warna kuning, tentu sudah tidak asing dengan judul di atas.....
Suatu hari saat track day di salah satu sirkuit di selatan Jakarta, aku di kasih pinjam buku sama seseorang.
Dan judul buku yang di pinjamkan itu aku pake sebagai judul di trit ini, karena filosofinya hampir mirip dengan trit ini.
Ini tentang seseorang paling spesial di hidupku, orang yang akan selalu menemaniku hingga tua nanti, insyaallah.
Andai aku tak pernah mencobanya, mungkin aku tidak akan disampingnya saat ini, dan pasti aku akan menyesal seumur hidupku.
Abenk.
_______________
Diubah oleh montormebur 16-10-2020 21:32
OkkyVanessaM dan 21 lainnya memberi reputasi
20
150.6K
1.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
mbelgedhezzzz
#624
Riri Kembali 3
"siapa ri?"
"Ibu mas, kita disuruh pulang sekarang"
"Kok mendadak ada apa?"
"Ada tamu dari jauh mas"
"Siapa? Kok sepertinya penting banget nyampe ibu nyuruh pulang"
"Abenk"
"Teman kuliahmu yang orang jogja itu?"
"Iya"
"Oh, ya udah ayo siap-siap. Aku tak pamit sama anak-anak(karyawan) dulu"
Aku pernah cerita sama suamiku kalo aku punya saudara angkat di jogja, adik angkatku saat aku masih kuliah dulu. Sudah lama aku pengen main ke jogja, tapi setelah menikah aku jadi gak ada waktu lagi. Alhamdulillah nya kerjaan usaha suamiku makin menggeliat, makin gak ada waktu deh.
Perjalanan pulang gak usah aku ceritakan ya jadi langsung skip ke malam harinya saat aku dan keluarga kecilku sudah tiba di rumah. Tampak mobil plat B terparkir di halaman rumah. Kenapa plat B? Apa dia tinggal di jakarta?
Aku masuk ke rumah setelah mengucap salam. Di rumah sudah ramai. Ada Abenk sekeluarga, ibu, wanti dan suami dan juga anaknya. Abenk yang lagi ngobrol dengan suaminya wanti seketika berdiri setelah melihatku. Abenk masih seperti dulu, tidak ada yang berubah. Kedua anakku langsung menghambur ke neneknya, kedua anakku memang dekat dengan ibu.
Aku langsung memeluknya, pelukan seorang saudara yang sudah lama tidak berjumpa. Tak lama aku melepaskan pelukanku.
"Hey, makin item aja, gimana kabarmu?"
"Aku baik ri, kamu?"
"Seperti kamu lihat. Oh iya kenalin ini suamiku, mas yudi"
Abenk dan mas yudi lalu salaman.
"Langsung dari jogja mas?" Tanya mas yudi ke abenk.
"Saya tinggal di serang mas, jadi kemarin berangkat dari serang"
Saat mas yudi dan abenk masih asik kenalan, aku lihat seorang wanita yang gak asing sedang duduk sama ibu dan wanti. Itu novi? Bukannya novi??
"Mbak Riri"
Wanita itu memelukku.
"Aku kangen mbak, kenapa gak pernah ke jogja lagi"
"Maaf nov , aku..."
"Aku Ika mbak, sepupunya mbak Novi"
"Ya ampun, maaf saya kira....."
"Iya mbak, wajah kami memang mirip"
"Jadi yang jadi istrinya abenk??"
Jujur saja aku gak nyangka kalo abenk nikahnya sama sepupunya novi. Aku masih ingat dengan ika dan ibunya karena dulu di dapur umum aku selalu bareng sama ibunya ika.
"Iya mbak, aku istrinya"
"Ya Tuhan, gimana ceritanya dek?"
Akhirnya kami ngobrol santai di ruang keluarga. Ika cerita banyak tentang perjalanannya hingga bisa menikah dengan Abenk. Abenk juga cerita kalo beberapa bulan setelah ayahnya meninggal di kembali ke kontrakan mbak Eli. Tapi saat itu aku sudah kembali ke kampung. Ayahku juga meninggal setelah aku wisuda jadi aku tetap di rumah menemani ibuku, aku tidak kembali ke jakarta lagi. Aku sempat kerja di perusahaan jasa sebelum akhirnya dilamar mas yudi, masih sedaerah cuma beda kecamatan. Aku kenal saat perusahaan tempatku bekerja menyewa mobilnya. Dan mulai saat itu mas yudi makin intens mendekatiku. Dan tak lama kami menikah dan pindah ke lampung.
Abenk katanya juga sempat menginap di metro, padahal aku kan juga tinggal di metro. Dan hotel itu juga dekat sama rumahku hehe. Mungkin memang takdir mengharuskan kita ketemu di rumah. Aku senang akhirnya kita bisa berjumpa lagi, dan aku sudah janji kalo aku akan main ke jogja, yang kalo kata abenk adalah kampung ke dua buatku.
Abenk juga ngasih tau tulisannya di kaskus. Duh jadi malu, suamiku kan juga ikut baca jadinya. Abenk menyuruh baca mulai dari ada aku di dalamya jadi tidak dari awal. Kapan-kapan deh aku baca dari awal dan katanya ada versi Ika juga. Ada-ada saja kamu benk. Aku jarang bermain sosial media apalagi kaskus.
"Ibu mas, kita disuruh pulang sekarang"
"Kok mendadak ada apa?"
"Ada tamu dari jauh mas"
"Siapa? Kok sepertinya penting banget nyampe ibu nyuruh pulang"
"Abenk"
"Teman kuliahmu yang orang jogja itu?"
"Iya"
"Oh, ya udah ayo siap-siap. Aku tak pamit sama anak-anak(karyawan) dulu"
Aku pernah cerita sama suamiku kalo aku punya saudara angkat di jogja, adik angkatku saat aku masih kuliah dulu. Sudah lama aku pengen main ke jogja, tapi setelah menikah aku jadi gak ada waktu lagi. Alhamdulillah nya kerjaan usaha suamiku makin menggeliat, makin gak ada waktu deh.
Perjalanan pulang gak usah aku ceritakan ya jadi langsung skip ke malam harinya saat aku dan keluarga kecilku sudah tiba di rumah. Tampak mobil plat B terparkir di halaman rumah. Kenapa plat B? Apa dia tinggal di jakarta?
Aku masuk ke rumah setelah mengucap salam. Di rumah sudah ramai. Ada Abenk sekeluarga, ibu, wanti dan suami dan juga anaknya. Abenk yang lagi ngobrol dengan suaminya wanti seketika berdiri setelah melihatku. Abenk masih seperti dulu, tidak ada yang berubah. Kedua anakku langsung menghambur ke neneknya, kedua anakku memang dekat dengan ibu.
Aku langsung memeluknya, pelukan seorang saudara yang sudah lama tidak berjumpa. Tak lama aku melepaskan pelukanku.
"Hey, makin item aja, gimana kabarmu?"
"Aku baik ri, kamu?"
"Seperti kamu lihat. Oh iya kenalin ini suamiku, mas yudi"
Abenk dan mas yudi lalu salaman.
"Langsung dari jogja mas?" Tanya mas yudi ke abenk.
"Saya tinggal di serang mas, jadi kemarin berangkat dari serang"
Saat mas yudi dan abenk masih asik kenalan, aku lihat seorang wanita yang gak asing sedang duduk sama ibu dan wanti. Itu novi? Bukannya novi??
"Mbak Riri"
Wanita itu memelukku.
"Aku kangen mbak, kenapa gak pernah ke jogja lagi"
"Maaf nov , aku..."
"Aku Ika mbak, sepupunya mbak Novi"
"Ya ampun, maaf saya kira....."
"Iya mbak, wajah kami memang mirip"
"Jadi yang jadi istrinya abenk??"
Jujur saja aku gak nyangka kalo abenk nikahnya sama sepupunya novi. Aku masih ingat dengan ika dan ibunya karena dulu di dapur umum aku selalu bareng sama ibunya ika.
"Iya mbak, aku istrinya"
"Ya Tuhan, gimana ceritanya dek?"
Akhirnya kami ngobrol santai di ruang keluarga. Ika cerita banyak tentang perjalanannya hingga bisa menikah dengan Abenk. Abenk juga cerita kalo beberapa bulan setelah ayahnya meninggal di kembali ke kontrakan mbak Eli. Tapi saat itu aku sudah kembali ke kampung. Ayahku juga meninggal setelah aku wisuda jadi aku tetap di rumah menemani ibuku, aku tidak kembali ke jakarta lagi. Aku sempat kerja di perusahaan jasa sebelum akhirnya dilamar mas yudi, masih sedaerah cuma beda kecamatan. Aku kenal saat perusahaan tempatku bekerja menyewa mobilnya. Dan mulai saat itu mas yudi makin intens mendekatiku. Dan tak lama kami menikah dan pindah ke lampung.
Abenk katanya juga sempat menginap di metro, padahal aku kan juga tinggal di metro. Dan hotel itu juga dekat sama rumahku hehe. Mungkin memang takdir mengharuskan kita ketemu di rumah. Aku senang akhirnya kita bisa berjumpa lagi, dan aku sudah janji kalo aku akan main ke jogja, yang kalo kata abenk adalah kampung ke dua buatku.
Abenk juga ngasih tau tulisannya di kaskus. Duh jadi malu, suamiku kan juga ikut baca jadinya. Abenk menyuruh baca mulai dari ada aku di dalamya jadi tidak dari awal. Kapan-kapan deh aku baca dari awal dan katanya ada versi Ika juga. Ada-ada saja kamu benk. Aku jarang bermain sosial media apalagi kaskus.
dany.agus memberi reputasi
3