- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta atau Keyakinan [TAMAT]
...
TS
zpy
Cinta atau Keyakinan [TAMAT]
Cinta atau Keyakinan
Cerita dibawah adalah cerita khayalan penulis, jika ada kesamaan nama, tempat ataupun adegan biarlah hanya menjadi cerita dan tanpa maksud menyinggung pihak tertentu, tapi jika dipercaya kebenarannya ya silahkan saya gak melarang, karena dari khayalan bisa menjadi kenyataan kan?
Spoiler for Pendahuluan:
Side Story
Diubah oleh zpy 05-12-2018 19:18
bukhorigan dan 14 lainnya memberi reputasi
13
30K
198
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
zpy
#111
Halaman 33
Sayapun memacu motor saya melewati jalanan malam kota manado, saat itu jam menunjukan pukul 10 malam
sesampainya di kosan, saya membuka pagar lalu memarkirkan motor saya, mobil indira ada di parkiran, pertanda dia gak kemana-mana
bagusnya indira itu, kalau ada problem, dia akan solve it, bukannya lari, gak mau ketemuan marah-marah gak jelas kayak abg-abg yg kebanyakan nonton sinetron
barusan saya memarkirkan motor, pintu depan dibuka oleh indira, dan indira berjalan ke dalam lalu duduk di ruang tamu.
sayapun bergegas masuk ke dalam dan duduk disamping indira, indira cuma sendiri di ruang tamu, sepertinya novi dan kembar ada di kamar
terlihat beberapa kali indira mengusap matanya yang tandanya dia sudah mulai menangis
akupun langsung mendekap indira, menyandarkannya di dadaku dan memeluknya erat
indira masih menangis sesengukan tertahan dan tangannya kini melingkar ke pinggangku
sengaja saya gak ngomong apa-apa, saya biarkan indira menangis dulu biar dia lebih tenang
jujur hancur juga hati saya melihat indira seperti ini, berbulan-bulan saya mencoba membuat senyum di wajah indira, dan kini arimata kesedihan yang ada disana, mungkin memang gak ada niatan buruk saya tapi jelas sekali indira gak suka itu
dan saya memaklumi itu, sayapun merasa bersalah, masih saling berpelukan, saya menciumi kepala indira sambil mengatakan "maafin aku ya"
cukup lama kami seperti itu, cukup lama juga indira menangis
saat dia sudah agak tenang, aku angkat kepalanya
entah siapa yang memulai(tapi sepertinya saya) bibir kami telah bertemu dan bergelut, tapi gak ada nafsu disana,
hanya rasa sayang yang begitu dalam yang bisa saya rasakan,
akupun berdiri dan indira pun berdiri
sayapun pulang kerumah,
setelah memarkirkan motor saya masuk ke kamar, mengganti pakaian lalu mengirim pesan ke indira
Sayapun memacu motor saya melewati jalanan malam kota manado, saat itu jam menunjukan pukul 10 malam
sesampainya di kosan, saya membuka pagar lalu memarkirkan motor saya, mobil indira ada di parkiran, pertanda dia gak kemana-mana
bagusnya indira itu, kalau ada problem, dia akan solve it, bukannya lari, gak mau ketemuan marah-marah gak jelas kayak abg-abg yg kebanyakan nonton sinetron

barusan saya memarkirkan motor, pintu depan dibuka oleh indira, dan indira berjalan ke dalam lalu duduk di ruang tamu.
sayapun bergegas masuk ke dalam dan duduk disamping indira, indira cuma sendiri di ruang tamu, sepertinya novi dan kembar ada di kamar
Quote:
terlihat beberapa kali indira mengusap matanya yang tandanya dia sudah mulai menangis
Quote:
akupun langsung mendekap indira, menyandarkannya di dadaku dan memeluknya erat
indira masih menangis sesengukan tertahan dan tangannya kini melingkar ke pinggangku
sengaja saya gak ngomong apa-apa, saya biarkan indira menangis dulu biar dia lebih tenang
jujur hancur juga hati saya melihat indira seperti ini, berbulan-bulan saya mencoba membuat senyum di wajah indira, dan kini arimata kesedihan yang ada disana, mungkin memang gak ada niatan buruk saya tapi jelas sekali indira gak suka itu
dan saya memaklumi itu, sayapun merasa bersalah, masih saling berpelukan, saya menciumi kepala indira sambil mengatakan "maafin aku ya"
cukup lama kami seperti itu, cukup lama juga indira menangis
saat dia sudah agak tenang, aku angkat kepalanya
Quote:
entah siapa yang memulai(tapi sepertinya saya) bibir kami telah bertemu dan bergelut, tapi gak ada nafsu disana,
hanya rasa sayang yang begitu dalam yang bisa saya rasakan,
Quote:
akupun berdiri dan indira pun berdiri
Quote:
sayapun pulang kerumah,
setelah memarkirkan motor saya masuk ke kamar, mengganti pakaian lalu mengirim pesan ke indira
Quote:
berhubung saya gak minum kopi(karena takut asam lambung naik lagi) mata saya sepertinya gak bisa diajak kompromi, ijinkan saya meneruskan ceritanya esok hari 

Diubah oleh zpy 23-09-2018 11:18
dany.agus memberi reputasi
3