Kaskus

Story

neopoAvatar border
TS
neopo
Riding to Jannah


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)



Diubah oleh neopo 16-09-2022 12:17
junti27Avatar border
sukhhoiAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
43K
308
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
neopoAvatar border
TS
neopo
#2
Part 5 - Kebenaran
Aku sudah menduga apa yang akan terjadi selanjutnya. Mungkin benar kali ini Dimas benar-benar sudah curiga soal Alyssa. Aku meminta izin pada adikku dan ia mengiyakan izinku. Aku mengikuti Dimas menuju toilet restoran ini. Kini ia berdiri membelakangiku kemudian saat ia berbalik, ia langsung memukulku seingga membuatku mundur.

Aku: Apaan Dim?

Dimas: Lo yang apaan. Ga ada gue, lo deketin Alyssa.

Aku: Gue deketin Alyssa?

Dimas: Maksud lo apa? Lo mau nusuk gue dari belakang?

Aku: Gue ga ada apa-apa sama dia

Dimas: Alyssa ngehindarin gue, dan gue juga dapet kabar, minggu lalu lo jalan bareng dia

Aku: Alyssa hindarin lo? Sadar diri Dim. Lo yang udah khianatin dia

Dimas: Lo ga tau apa-apa Di. Gue lebih tau

Aku: Gue males berantem cuma karena masalah cewek Dim. Kalau lo berfikir gue deket sama Alyssa, lo salah besar. Gue hadir sebagai teman.

Dimas: Lo itu temen gue Di. Gue percayain Alyssa ke elo. Tapi lo nusuk gue dari belakang. Gue kira lo bisa hargai gue sebagai cowoknya dia

Aku: Alyssa liat lo jalan sama mantan lo. Itu alasan dia hindarin lo. Bukan gue. Gue ga pernah liat cewek sampe se sakit hati itu. Dan lo yang udah bikin dia kaya gitu. Dan lo harus tau, gue ga akan deketin dia selain teman, karena gue masih hargain lo sebagai temen gue

Ucapku sambil keluar dari situ. Hidungku keluar darah dan sedikit memar. Aku langsung menghampiri Nuri dan mengajaknya pergi dari sini. Nuri tampak panik dan ia terus bertanya-tanya padaku. Aku tak menjawabnya, hanya terus menariknya keluar. Setelah itu aku langsung menyuruh Nuri naik ke motor. Aku mengendarai motorku sambil menahan rasa sakit. Aku memutuskan untuk berhenti di sebuah taman kota.

Nuri: Kakak, kenapa? Ko bisa berdarah gitu

Aku: Kakak gapapa

Nuri pergi dariku dengan sedikit berlari. Namun tak lama ia kembali sambil membawa kantong kresek hitam. Ketika ia mengeluarkan sesuatu didalamnya, ternyata sebuah tissue dengan botol minum. Ia lalu membasahi tissue itu dan membersihkan darah mengalir di hidungku.

Nuri: Kakak kenapa

Aku: Gapapa dek, masalah kecil

Nuri: Sakit ya kak

Aku: Coba aja sendiri

Nuri: Iissh malah bercanda, aku serius kaaaa . . .

Aku: Yaiya sakit, tapi udah gapapa. Makan siang kita jadi keganggu yah

Nuri: Ah kakak . . . jangan mikirin itu dulu. Yang penting sekarang kakak gapapa.

Aku: Yaudah, kita beli makan aja, terus kita makan dirumah aja ya dek

Nuri: Iya kak, tapi beneran kakak gapapa?

Aku: Gapapa, yuk

Dua hari setelah kejadian itu, aku pergi ke kampus seperti biasanya. Namun pagi ini, ada seseorang yang tengah menunggu didepan kelas. Dia adalah Alyssa.

Aku: Sa?

Alyssa: Lo kemana? Ga ada kabar

Setelah makan bersama itu, Alyssa memang terus SMS, tapi aku tak membalas SMSnya. Aku tak mau Dimas berfikir macam-macam. Dan terjadilah hal seperti kemarin.

Aku: Ada gue *sambil berjalan berlalu

Alyssa: Ardi . .

Aku: Ya kenapa?

Alyssa: Lo kenapa?

Aku: Kayanya lebih baik lo jangan hubungi gue lagi

Alyssa: Kenapa? Gue ngelakuin kesalahan?

Aku: Lo ga salah. Lo udah punya cowo, gue gamau dianggap perebut cewek orang

Alyssa: Siapa yang bilang gitu?

Aku: Ga ada, gue ngehargain perasaan Dimas

Alyssa: Tapi kan kita cuma temenan

Aku: Maaf Sa, gue ga bisa

Aku berjalan melewatinya, namun Alyssa menahan tanganku. Aku menatapnya sambil tersenyum sedikit

Aku: Ada lagi yang bisa aku bantu?

Alyssa: Jangan hindari gue

Aku: Gue ga ngehindar, gue hanya membatasi. Gue masuk dulu ya

Aku melihat Alyssa jalan tertunduk menjauhi kelasku. Aku merasa tak enak, tetapi mungkin lebih baik seperti ini, sebelum semua terlalu jauh. Jam pertama selesai pada pukul 9. Aku ada kelas lagi nanti jam satu siang. Setelah pertemuan tadi pagi, Alyssa tak lagi menemuiku. Aku pergi ke kantin bersama salah satu temanku untuk sekedar ngopi. Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang

Dia: Hey

Aku: Ya? *sambil berbnalik ternyata adalah kak Afifah

Afifah: Ngopi terus

Aku: Hehe biarin, tumben kesini.

Aku dengan kak Afifah satu kampus, hanya saja kak Afifah saat ini sedang mempersiapkan untuk ujian sidang.

Rudi: Siapa tyuh Di? Kenalin dong

Aku: Oh, ini cewek gua . . . Hahaha

Afifah: Yeeh . . *sambil menyenggolku

Rudi: Kok mau sama dia?

Aku: Mau gue gibeng?

Afifah: Udah ah, malah pada berantem. Temenin aku yu

Aku: Kemana?

Afifah: Ambil foto buat persyaratan

Aku dan kak Afifah berangkat bersama tadi pagi, hanya saja ia selalu turun di gang yang langsung menuju ke fakultasnya.

Aku: Yaudah, abis ngopi yah

Afifah: Jangan lama-lama, aku mau ke kamar mandi dulu

Aku: Iya iya . . .

Kak Afifahpun pergi meninggalkanku dengan temanku. Oh ya, aku belum cerita tentang kak Afifah. Seperti yang sudah aku katakan tadi bahwa kak Afifah sedang mempersiapkan untuk ujian sidang. Dan aku duduk di semester 4, jadi hitung saja kami berbeda berapa tahun. Kak Afifah kesehariannya mengenakan jilbab syar'i. Namun Nuri masih belum mengenakan hijab. Kak Afifah sangat peduli terhadap adik-adiknya. Bahkan pernah ia datang ke sekolahku saat aku masih SMA, hanya untuk membawakan aku makan, katanya ga ada kerjaan, kuliahnya libur. Sampai aku dikatain anak mami. Tetapi aku suka perhatian kak Afifah. Saat ini, kak Afifah masih sendiri. Sama sepertiku, tak ada pikiran untuk memiliki pasangan saat ini.

Afifah: Udah?

Aku: Ayo . .

Aku berjalan ke parkiran untuk mengambil motor. Kak Afifah menggandeng tanganku. Saat aku berjalan, aku lihat Alyssa yang hendak menghampiriku, namun ia terhenti, dan ia menunduk sambil berjalan melewatiku begitu saja. Aku tak terlalu memikirkannya.

Sore di hari yang sama, aku tengah bersiap untuk pulang. Kak Afifah sudah pulang lebih dulu setelah mengambil foto. Kondisi kelas sudah setengah kosong. Tiba-tiba ada seseorang masuk dan menghampiriku.

Alyssa: Lo kenapa???
nasihiber
nasihiber memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.