- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan cerita terjemahan dan greentext oleh tmofer.mashiro
...
TS
tmofer.mashiro
Kumpulan cerita terjemahan dan greentext oleh tmofer.mashiro
Diubah oleh tmofer.mashiro 14-10-2018 03:01
anasabila memberi reputasi
3
3.1K
18
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tmofer.mashiro
#5
Anon dan Stella : Bagian 2
---- 06 ----
Orang-orang mulai lebih dekat denganku. Teman-teman cewek jadi lebih sering berbicara kepadaku dan teman-teman cowok makin banyak yang ingin ngongkrong denganku. Stella juga sekarang tidak lagi di bully. Secara umum, semuanya baik-baik saja. Aku dan Stella sering nongkrong bersama setiap sore setelah aku pulang dari tempat kerja. Rumahnya lebih dekat daripada rumahku sehingga lebih mudah untuk pergi ke rumahnya.
Orang tua Stella juga sepertinya senang dengan keberadaanku di rumah mereka. Stella juga memiliki saudari tua (*older sister*). Dia lebih tinggi, lebih cantik dibandingkan Stella. Kakaknya Stella juga kelihatannya adalah orang yang lebih pandai bergaul ketimbang Stella. Keluarganya Stella adalah keluarga yang harmonis, walaupun mereka secara finansial tidak seberuntung keluargaku.
Aku juga baru tahu kalau kalau Stella, Kakaknya, dan pacar kakaknya sering main Smash di N64. Kami sering mengisi waktu bersama di sore hari dengan menonton Lords of The Rings, Star Wars, Avatar The Last Airbender, dll.
Di rumahku, ayah selalu menjadi koki, tanpa kecuali. Dirumahnya, masing-masing orang harus memasak sekali dalam seminggu. Sekarang aku juga dimasukkan ke dalam roster tersebut. Aku mendapat bagian untuk memasak pada hari jumat. Aku, orang tanpa pengalaman memasak. Akan tetapi, karena aku bekerja di Supermarket, aku biasanya akan membaca Pizza beku dan memasaknya di dalam oven.
Pada waktu tersebut aku menyadari alasan Stella memiliki postur tubuh yang agak pendek. Dia itu cukup kekurangan gizi. Ketika orang tua atau kakaknya tidak ada dirumah, ia sering tidak makan malam dan langsung tidur. Aku tidak yakin apakah hal tersebut disebabkan oleh rasa malas atau ketiadaan bahan masak.
Bagaimanapun juga, keluarganya sangat menerima aku. Mereka membolehkan aku masuk ke kamar Stella ketika aku ingin berduaan dengan Stella. Kebanyakan waktu kami habiskan untuk bermain Double Dashataupun berpelukan.
---- 07 ----
Sekitar dua bulan telah berlalu sejak aku dan Stella berpacaran, berpelukkan, dan berciuman untuk saling merasakan satu sama lain. Saat pertama kali aku melihat dan meraba payudaranya yaitu ketika aku hanya memiliki waktu 10 menit untuk segera pulang. Orang tuaku sangat religius dan tidak akan memberikan izin untuk tidur di rumah kawan. Sementara orang tua Stella sama sekali membolehkan.
Stella hampir tidak memiliki puting. she's pretty much flat chested, but they are still there. Perasaan lembut, hangat, dan ketika aku menempelkan telinga langsung pada dadanya aku dapat merasakaan kehangatan dirinya dan mendengar detak jantungnya.
BEST. FEELING. EVER.
Aku menghisap dan memijat dadanya untuk beberapa saat. Berharap sekaligus memaki diri sendiri sebab tidak melakukan ini lebih awal. Ia mengingatkanku untuk segera pulang sebelum orang tuaku mencari aku pada pukul 3 pagi. Ia ikut berjalan sampai di depan pintu dan kemudian memelukku dari belakang.
I am so madly in love with this girl
Aku berbalik dan menciumnya. Aku suka perbedaan tinggi badan diantara kami. Menurutku saat di mana Stella harus menjijit agar daoat menciumku adalah suatu hal yang sangat manis.
Aku pulang dengan rasa bahagia yang meledak-ledak. Merasa bangga bahwa aku telah berhasil menyentuh payudara. Pulang dan kemudian tidur sebagia pria yang sedang bangga. Aku rasa aku telah bertambah dewasa sebab aku telah mencium dan bermain dengan puting dari seorang flat chest's.
Dari sini hubungan kali menjadi lebih juicy.
Satu minggu kemudian kami melakukan seks untuk pertama kalinya. Aku memiliki penis dengan ukuran diatas rata-rata, sedangkan Stella memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Aku tidak memiliki pengalaman dalam melakukan seks. Ketika melakukannya, aku mengalami kesulitan dalam mencari lubangnya, sehingga harus dibantu oleh Stella. Aku merasa sangat malu waktu itu. Stella juga seperti tidak begitu basahketika kami melakukannya.
---- 08 ----
Seks tidak terasa enak sebab Stella dry inside. Kami berdua merasa sangat kotor dan bersalah selepas melakukan hasl tersebut. Keesokan harinya, kami berbicara mengenai seks dan setuju bahwa seks tidak se-enak tidak yang orang katakan. Kata yang cocok adalah over hyped. Tentu saja sebab kami adalah remaja yang mudah terangsang, kami kembali melakukannya. Pelan-pelan aku menjadi lebih mahir dalam melakukan seks.
Beberapa minggu berlalu dan aku menghabiskan waktu untuk menginap di rumah Stella. Aku berbohong pada orang bahwa aku menginap di rumah kawan (kawanku tersebut kemudian membatuku untuk berbohong). Sekali lagi, aku harus mengucapkan terima kasih kepada orang tua Stella. Mereka adalah orang tua GOAT.
Keesokan harinya, orang tua Stella menyapa aku layaknya semalam tidak terjadi apapun. Mungkin sebab mereka juga punya anak (kakaknya Stella) yang memiliki pacar untuk beberapa waktu, sehingga mungkin hal tersebut sudah biasa.
Sekarang sudah memasuki musim panas.
Sekali lagi, karena kami berdua saling mencintai satu sama lain, kami menghabiskan musim panas bersama-sama. Setiap hari. Tanpa kecuali kecuali 5 hari ketika aku nongkrong bersama kawan-kawanku. Sementara itu, aku hanya pernah membawa Stella ke rumahku sebanyak 4 kali. Mereka kurang menyukai Stella, sebab mereka tahu bahwa aku melakukan seks dengannya. Aku rasa ibuku yang memberitahukan hal tersebut.
Kami biasanya pergi ke sinema/bioskop setiap minggu. Suatu hari ketika kami bermain laser gamingdengan kawan-kawan, Stella berpikir bahwa aku berkata 'i love you' ketika aku menembaknya. Aku tidak terlalu mengingat apa yang kukatakan, tapi itulah yang is dengar. Malam itu ia berkata bahwa ia mencintaiku. Aku menyadari bahwa kami belum pernah secara langsung mengatakan aku mencintaimu. Saking terkejut, Aku tidak membalasnya dengan cepat.
---- 09 ----
Ia hampir menangis, menatapku seperti aku baru saja melakukan sesuatu yang buruk. Ku katakan bahwa aku juga mencintainya, namun dengan wajah yang sedikit kebingungan. Ia menilaiku tidak yakin tentang mencintainya. Aku menjelaskan bahwa aku hanya terkejut sebab ini pertama kalinya ia mengatakannya kepadaku.
Ia menjadi semakin marah dan mengatakan bahwa aku mengatakannya terlebih dahulu ketika bermain laser gaming. Benar-benar kebingungan, aku bertanya apa yang ia maksudkan.
Stella memang kecil, imut, dan pendiam bagaikan tembok bunga, namun ya ampun jangan sesekali membuat nyonya kecil ini marah. Stella mulai menggunakan nada tinggi, memukul dadaku, dan bilang bahwa aku brengsek. Kukatakan bahwa aku benar-benar mencintainya. Aku memegang kedua bahunya dan membuat posisi ku berada di atas Stella.
Aku menciumnya.
Dia sudah lebih tenang.
Ternyata Stella juga bisa kesal dengan hal-hal seperti ini rupanya.
it's endearing but... yeah.
Beberapa hari berlalu dan sekarang aku sudah lebih jago bermain Smash N64. Konsisten mengalahkan Stella, kakaknya, dan pacar kakaknya. Sebut saja nama kakaknya Stella adalah Sasha, dan pacarnya Sasha bernama Tommy. Ku amati Stella, kelihatannya kesal sebab tidak mampu mengalahkanku dengan mudah sekarang.
childish, but cute.
Tapi kali ini, dia benar-benar marah sampai-sampai merusak salah satu controller. Mulai saat itu, aku lebih santai dan membiarkannya menang sesekali. Kurasa Stella adalah salah satu pemain Smash N64 yang memiliki passion, tapi bukan pemain yang ahli.
Telah banyak hal yang telah kami lewati bersama. Kami pergi ke comic-con, membawakan lagu dengan band kami dalam Prom, aku membelikan untuknya gelang perak dengan lukisan hati, aku menemukan hoodieyang aku berikan kepada Stella pada malam dingin itu di dalam kamar mandi Stella, dan ia memaksa untuk tetap menyimpan hoodies tersebut.
Tahun yang menyenangkan.
---- 10 ----
> Malam Tahun Baru
Stella telah berusia 16 tahun sekarang. Ia telah bertumbuh dibandingkan sejak awal kami berpacaran. Paling kelihatan adalah payudara Stella lebih besar sekarang. Mungkin ia salah satu orang yang pertumbuhannya terlambat. no complaints there.
Kami berada di rumahku.
Kamarku ada di bagian atas dan terdapat jendela yang memandang angkasa. Tempat tidur berada tepat dibawanya. Kami berbaring, sembari memegang tangan, melihat ke angkasa luas. Telah kubersihkan salju di atap dan jalan sehingga kami dapat melihatnya dengan jelas.
Kami menyaksikan pertunjukan kembang api bersama, berciuman, berpelukan, dan saling membisikkan hal-hal yang manis. Lagu dari band kami diputar di latar belakang. Kami pernah membuat coveruntuk lagu "Use Somebody" oleh Kings of Leon. Lagu itu sedang berputar sekarang. Aku memainkan gitar bass, Stella memainkan piano, dan teman kami yang menjadi penyanyi.
Ini adalah salah satu saat terbaik dalam hidupku.
Kami melakukan seks di tepat tidur ku, untuk pertama kali (sebelumnya kami tidak pernah berani melakukannya di tempat tinggal ku).
Magical Scene. It's wasn't about lust, it was pure love.
I love her. So much.
Kami tidur di saat yang bersamaan ketika pertunjukan kembang api sedang berlangsung. Mungkin sekitar pukul 2 pagi.
Bangun keesokan harinya dalam keadaan panik. Kami berdua masih dalam keadaan tidak berpakaian dan tidak ada matras kedua. Sulit untuk meyakinkan kedua orang tuaku bahwa Stella tidur di bawah. Bergegas memberikan alas di atas matras. Orang tuaku bisa dibohongi, tapi ibuku memberikan tatapan mencurigakan. Setidaknya sekali lagi aku selamat dari masalah.
---- 11 ----
Semakin lama Stella tidak lagi dibully. Aku rasanya ketika orang menjadi lebih dewasa, mereka tidak lagi membullyorang lain.
Aku berhenti kerja di Supermarket dan mengambil pekerjaan di toko elektronik. Pekerjaanku adalah mempromosikan CPU intel dan membantu pelanggan untuk memilih laptop yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kami berdua lulus SMA. Aku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mengambil Business IT and Management, sedangkan Stella mengambil kelas musik untuk meningkatkan kemampuan bermain piano.
Fast Foward to 2014
Aku menyelesaikan perkuliahan, dan membuat perusahaan start up. Hidup kami sudah lebih baik. Aku membeli sebuah rumah kecil untuk aku dan Stella.
Kami telah bersama selama 5 tahun. Banyak hal yang telah kami lalui bersama. Sifat Stella yang agresif dan kekanak-kanakan telah berkurang. Sekarang ia lebih tenang dan lebih percaya diri. Tetapi, ia sering kali masih di sangka seorang anak SMA karena postur tubuhnya, padahal umurnya sudah 20 tahun.
Kami masih sering pergi ke bioskop, bermain Smash, dan Mario Kart. Akan tetapi, ada hal yang sedikit berbeda sekarang.
Stella hamil. Sudah sekitar 2 bulan.
Kami tidak yakin apakah siap untuk bayi ini.
Kami berdebat panjang soal ini.
Aku ragu. Dengan umur 22 tahun, aku belum siap menjadi seorang ayah.
Stella menginginkan bayi tersebut, bahkan jika harus di-drop out dari universitas.
---- Bagian 2 Selesai ----
0