- Beranda
- Stories from the Heart
Cinta atau Keyakinan [TAMAT]
...
TS
zpy
Cinta atau Keyakinan [TAMAT]
Cinta atau Keyakinan
Cerita dibawah adalah cerita khayalan penulis, jika ada kesamaan nama, tempat ataupun adegan biarlah hanya menjadi cerita dan tanpa maksud menyinggung pihak tertentu, tapi jika dipercaya kebenarannya ya silahkan saya gak melarang, karena dari khayalan bisa menjadi kenyataan kan?
Spoiler for Pendahuluan:
Side Story
Diubah oleh zpy 05-12-2018 19:18
bukhorigan dan 14 lainnya memberi reputasi
13
30.2K
198
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
zpy
#90
Halaman 27
Begitu sampai di depan kos, indira turun dari motor lalu membuka pagar, sayapun memasukan motor ke dalam garasi
no turning back udah ini, fix gw nginap disitu. indira pun membuka pintu kamar dan tanpa aba-aba lebih lanjut sayapun ikut masuk ke kamar
selayaknya kamar kos cewek, kamarnya di tata rapi hanya sedikit berantakan di bagian baju kotor
begitu masuk sayapun lebih dulu ke kamar mandi lalu mencuci muka lalu langsung berbaring di tempat tidur yang pastinya dipakai tidur pinkan dan tari juga
indira masih sibuk merapikan baju-baju dan meletakan cemilannya di meja
tak berapa lama indirapun keluar dari kamar mandi sudah dengan tshirt berwarna pink dan hotpants pendeknya, mataku tak lepas memperhatikan setiap jengkal tubuh indira saat itu ditemani lampu kamar yang agak remang-remang
dengan jarak sedekat ini bisa kucium bau parfum di tubuh indira serta aku bisa merasakan nafas indira yang membuat dadanya kembang kempis di lenganku. beberapa kali aku mencium kening indira, dan entah sengaja atau gak, indira mengelus-elus bagian dalam lengan tangan kananku yang membuat aku merinding, lalu akupun merubah posisi tangan kananku agar bisa memeluk indira dan menyandarkan kepalanya di dadaku.
sekarang kepala kami sudah semakin dekat, posisi indira memeluk badanku sambil masih bersandar di dadaku.
seketika saya dan indira sudah beradu pandang, akupun mendekatkan bibirku ke bibir indira perlahan, terlihat indira menutup matanya membiarkan wajahku semakin mendekat. dan bibir kamipun bertemu dan bergelut tanpa bisa dihindarkan lagi
akupun membalikan badan memposisikan badanku keatas indira, indira tak menolak sama sekali, cukup lama bibir kami bergelut mesra hingga tangankupun mulai mengambil inisiatif untuk melepaskan pakaian indira satu per satu hingga tak ada lagi sehelai benang, tak perlu saya perdetail intinya indira mencapai 'O'nya yang pertama berkat kelihaian jemari tanganku
kami berduapun tersenyum kecil sambil berpelukan dan melanjutkan pergumulan bibir kami.
terdengar hujan deras diluar disertai angin kencang yang seakan menyamarkan lenguhan kami berdua saat memasuki ronde kedua malam itu,
hujan semakin deras diseratai angin yang juga semakin kencang, benar-benar waktu yang sangat ideal
sehingga tanpa aba-aba dari wasit, kami berdua sudah mulai melakukan foreplay tanda ronde ketiga telah dimulai, tapi kali ini saya berniat menyudahinya berhubung tenaga indira sudah habis terkuras 
disaat posisi indira sedang diatas, bisa saya rasakan junior sudah siap untuk meletus
indira mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menempelkan bibirnya di bibirku
entahlah kami berdua saat itu seperti sudah gak perduli lagi soal "perbedaan" kami, seakan-akan kami berpikir MBA adalah jalan satu-satunya agar kami berdua bisa bersatu.
dan akhirnya saya mencapai 'O' tanpa menarik keluar si junior.
kami berdua terkulai lemas(maafin kakak sama aa mu ini yang udah berantakin kasur kamu ya neng
)
kami pun tertidur berbalut selimut tanpa selembar pakaian pun,
kami berdua terbangun karena alarm hp yang biasanya saya set untuk membangunkan indira, berhubung kami masih belum berpakaian kamipun kembali melakukan 1 ronde lagi, dan kami lagi-lagi melakukan 1 ronde lagi d pagi hari dan saya selalu tidak menarik keluar junior disetiap saya mencapai 'O', kami berdua benar-benar melakukannya dengan kesadaran kami.
saat indira sedang mandi, saya bersandar di tempat tidur(udah make baju sama boxer, kalo gak indira keluar lanjut lagi 1 ronde
) tiba-tiba ada rasa bersalah yang muncul, saya berpikir ego kami ini bisa jadi akan membuat kami terluka terlebih indira, kami berdua benar-benar dibutakan keinginan saling memiliki satu sama lain semalam, entahlah yang jelas saat itu saya benar-benar mencintai indira dan begitu juga indira.
Begitu sampai di depan kos, indira turun dari motor lalu membuka pagar, sayapun memasukan motor ke dalam garasi
Quote:
no turning back udah ini, fix gw nginap disitu. indira pun membuka pintu kamar dan tanpa aba-aba lebih lanjut sayapun ikut masuk ke kamar
selayaknya kamar kos cewek, kamarnya di tata rapi hanya sedikit berantakan di bagian baju kotor

begitu masuk sayapun lebih dulu ke kamar mandi lalu mencuci muka lalu langsung berbaring di tempat tidur yang pastinya dipakai tidur pinkan dan tari juga

indira masih sibuk merapikan baju-baju dan meletakan cemilannya di meja
Quote:
tak berapa lama indirapun keluar dari kamar mandi sudah dengan tshirt berwarna pink dan hotpants pendeknya, mataku tak lepas memperhatikan setiap jengkal tubuh indira saat itu ditemani lampu kamar yang agak remang-remang
Quote:
dengan jarak sedekat ini bisa kucium bau parfum di tubuh indira serta aku bisa merasakan nafas indira yang membuat dadanya kembang kempis di lenganku. beberapa kali aku mencium kening indira, dan entah sengaja atau gak, indira mengelus-elus bagian dalam lengan tangan kananku yang membuat aku merinding, lalu akupun merubah posisi tangan kananku agar bisa memeluk indira dan menyandarkan kepalanya di dadaku.
sekarang kepala kami sudah semakin dekat, posisi indira memeluk badanku sambil masih bersandar di dadaku.
Quote:
seketika saya dan indira sudah beradu pandang, akupun mendekatkan bibirku ke bibir indira perlahan, terlihat indira menutup matanya membiarkan wajahku semakin mendekat. dan bibir kamipun bertemu dan bergelut tanpa bisa dihindarkan lagi
akupun membalikan badan memposisikan badanku keatas indira, indira tak menolak sama sekali, cukup lama bibir kami bergelut mesra hingga tangankupun mulai mengambil inisiatif untuk melepaskan pakaian indira satu per satu hingga tak ada lagi sehelai benang, tak perlu saya perdetail intinya indira mencapai 'O'nya yang pertama berkat kelihaian jemari tanganku
Quote:
kami berduapun tersenyum kecil sambil berpelukan dan melanjutkan pergumulan bibir kami.
terdengar hujan deras diluar disertai angin kencang yang seakan menyamarkan lenguhan kami berdua saat memasuki ronde kedua malam itu,
Quote:
hujan semakin deras diseratai angin yang juga semakin kencang, benar-benar waktu yang sangat ideal
sehingga tanpa aba-aba dari wasit, kami berdua sudah mulai melakukan foreplay tanda ronde ketiga telah dimulai, tapi kali ini saya berniat menyudahinya berhubung tenaga indira sudah habis terkuras 
disaat posisi indira sedang diatas, bisa saya rasakan junior sudah siap untuk meletus
Quote:
indira mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menempelkan bibirnya di bibirku
Quote:
entahlah kami berdua saat itu seperti sudah gak perduli lagi soal "perbedaan" kami, seakan-akan kami berpikir MBA adalah jalan satu-satunya agar kami berdua bisa bersatu.
dan akhirnya saya mencapai 'O' tanpa menarik keluar si junior.
kami berdua terkulai lemas(maafin kakak sama aa mu ini yang udah berantakin kasur kamu ya neng
)Quote:
kami pun tertidur berbalut selimut tanpa selembar pakaian pun,
kami berdua terbangun karena alarm hp yang biasanya saya set untuk membangunkan indira, berhubung kami masih belum berpakaian kamipun kembali melakukan 1 ronde lagi, dan kami lagi-lagi melakukan 1 ronde lagi d pagi hari dan saya selalu tidak menarik keluar junior disetiap saya mencapai 'O', kami berdua benar-benar melakukannya dengan kesadaran kami.
Quote:
saat indira sedang mandi, saya bersandar di tempat tidur(udah make baju sama boxer, kalo gak indira keluar lanjut lagi 1 ronde
) tiba-tiba ada rasa bersalah yang muncul, saya berpikir ego kami ini bisa jadi akan membuat kami terluka terlebih indira, kami berdua benar-benar dibutakan keinginan saling memiliki satu sama lain semalam, entahlah yang jelas saat itu saya benar-benar mencintai indira dan begitu juga indira.dany.agus memberi reputasi
3